Share

Bab 2.

last update Dernière mise à jour: 2025-12-16 14:11:22

Di sela-sela ciuman itu, sebuah kenyataan menyadarkan Ivana. Ia telah berubah pikiran, tapi ia menyadari bahwa sudah terlambat.

Ivana mencoba melepaskan diri dalam pelukan kuat pria itu, “Tidak, aku berubah pikiran. Aku ingin pulang!!” ia berbicara dengan suara gemetar, bahkan tidak yakin apakah pria itu mendengarnya.

Namun tak lama kemudian pria itu melepaskan ciumannya, kali ini tangannya bergerak ke punggung Ivana dan memeluknya erat-erat sehingga Ivana bisa merasakan inti pria itu yang keras dan padat seperti batu.

“Kau yang menggodaku duluan, jadi kau tidak bisa pergi begitu saja!! Satu hal yang pasti adalah jika aku memilikimu malam ini, kau hanya akan menjadi milikku dan tidak akan menjadi milik orang lain!! Apa kau mengerti?!!” Ucap pria itu dengan ego yang mendominasi.

Ivana tertegun, mengapa pria asing itu menginginkan wanita yang sudah bersuami seperti dirinya?

“Ta-tapi aku ... Aku tidak bisa melanjutkannya!!” Ivana tidak bisa menyelesaikan ucapannya, ia yakin suaranya terdengar seperti wanita paling bodoh di dunia.

Ada rasa ingin pergi. Tapi, tubuhnya sedang terbakar gairah sekarang, dan pria asing itu terus memeluknya dan menyentuhnya dengan tangan ajaibnya. Apa yang harus ia lakukan?

“Saya tidak peduli kau sudah menikah atau masih lajang. Ingat itu!!” Balas pria itu.

Pria itu dengan cepat merobek gaunnya sebelum ia menyadarinya, Ivana sudah berada di atas ranjang yang besar dan luas. Pria itu mengikat tangannya dan mengatakan bahwa hari ini ia tidak boleh menyentuhnya. Pria itu akan menjadi orang yang beraksi sepanjang waktu.

Saat Ivana berbaring di ranjang dengan tubuh yang polos, mata pria itu tak lepas dari tubuh Ivana. Ia berkali-kali menelan salivanya.

Pria itu mulai mencium kulit Ivana dan mencium pipinya hingga ke lehernya. Ivana merasakan hasrat mengalir di pembuluh darahnya, hanya saja kali ini hasrat itu tak terkendali. Suhu ruangan di sekitarnya tiba-tiba naik dan terasa panas.

Ciuman sensual lembut yang diberikan pria itu sungguh luar biasa, membuat Ivana seperti berada di surga lalu kembali ke bumi. Bahkan momen spesialnya dengan suaminya tidak pernah terasa seperti ini.

Ivana tenggelam dalam kenikmatan saat tangan pria itu bergerak di antara kedua kakinya. Tubuhnya terangkat ke atas karena nikmat yang tiada tara. Ia ingin menyentuh pria itu, tetapi tidak diizinkan, jadi Ivana hanya bisa melihat otot-otot seksi didepan matanya.

Ia tahu bahwa pria itu hanya menginginkan hubungan satu malam dan tidak lebih. Jadi ia tidak akan pernah memiliki kesempatan lain untuk menyentuh dan membelainya.

“Aku mau sekarang ... Aku tidak tahan lagi...” Gumam Ivana mendesah.

“Kau harus bersabar,” Pria itu menyentuh bagian inti Ivana dan Ivana merespons seperti yang ia inginkan. Ia tahu Ivana sangat hebat di ranjang sejak pertama kali melihatnya. Dan ternyata benar, wanita itu tidak mengecewakannya.

Mulai malam ini, ia akan menjadikan Ivana budak cintanya. Wanita itu tidak akan pernah bisa menolaknya, tidak akan pernah bisa tidur dengan pria lain lagi, dan jika Ivana sampai melakukannya, ia akan terpaksa membunuhnya.

Pria itu terus menjelajahi tubuh Ivana hingga merasakan tubuhnya mendesah, “Aku akan mencapai klimaks,” Bisiknya saat Pria itu menunduk untuk mencium bibirnya dengan ciuman sensual yang panjang. Ciuman yang tidak pernah cukup baginya sejak pria itu membawanya ke ruangan itu.

“Bagus,” Pria itu tersenyum nakal, “Kurasa sekarang kamu sudah siap untukku,” Tambahnya sambil membuka seluruh pakaiannya.

Ivana membuka matanya dan melihat si pria membuka ikat pinggang dan melepas celananya, memperlihatkan tubuh pria itu sepenuhnya di hadapannya. Benda itu sangat besar, ia bertanya-tanya apakah intinya akan mampu menampung milik pria itu sepenuhnya di dalam dirinya.

“Tunggu,” Ivana menahan dada pria itu dengan kedua tangannya.

“Kau takut padaku saat ini? Aku tau persis apa yang akan kulakukan!”

Pria itu perlahan mencium bibir Ivana lagi, ia ingin mengalihkan perhatian Ivana sebelum membenamkan intinya ke dalam inti wanita itu.

Dan itu berhasil karena sebelum Ivana menyadari apa yang terjadi, intinya sudah masuk ke dalam inti si wanita. Ia hanya mendorong intinya setengah jalan.

“Kamu begitu nikmat...” Bisik pria itu.

Ivana mengerang kesakitan saat dorongannya semakin dalam, terasa sedikit tidak nyaman untuk menerimanya sepenuhnya. Pria itu mulai bergerak perlahan di awal dan meningkatkan kecepatannya seiring dengan meningkatnya kenikmatan di antara mereka.

Suara lembut keluar dari bibirnya saat mereka kembali mencapai klimaks bersama.

Pria itu berbaring dan memeluknya di dadanya, menyukai aroma kulit Ivana. Ia menikmati segala sesuatu tentang wanita itu dan ia merasakan intinya kembali mengeras.

“Aku menginginkanmu!!”

“Tolong izinkan aku tidur sebentar saja. Aku lelah,” Ivana mencoba membuka matanya yang berat, tapi ia tidak bisa dan pria itu benar-benar tak terpuaskan.

Apa yang telah ia lakukan? Tapi setidaknya ia telah merasakan apa itu kenikmatan, daripada tidak pernah memberikan tubuhnya apa yang seharusnya dirasakannya. Tubuhnya istimewa dan pantas untuk dimanjakan persis seperti yang dilakukan pria asing itu padanya.

“Tidak. Kamu menginginkan ini dan aku akan memuaskanmu dengan cara yang pantas kamu dapatkan. Bersamaku, kamu tak akan bisa tidur!!”

Pria itu membalikkan tubuh Ivana hingga terlentang menghadapnya, lalu ia mendorong kedua kaki Ivana hingga terbuka.

Ivana tidak tahu apa yang istimewa dari pria itu, tetapi bahkan sebelum pria itu menyentuhnya, intinya sudah basah kuyup hanya karena antisipasi.

Pria itu kembali menggerakkan pinggulnya, mendorong intinya dalam-dalam ke dalam inti Ivana, membuat wanita itu meringis kesakitan.

Si pria berhenti sejenak, “Tenang saja dan coba untuk membuka diri, kamu akan terbiasa.”

Bagaimana mungkin pria itu mengatakan bahwa ia akan terbiasa dengan rasa sakit yang tak tertahankan itu?

Dan mengapa Ivana masih merasakan sakit padahal ia bukan lagi wanita perawan?

“Kenapa terasa begitu sakit?” Tanya Ivana, heran.

“Aku tidak tahu, mungkin karena kita diciptakan sempurna untuk satu sama lain dan aku mengisi dirimu sepenuhnya atau mungkin karena aku terlalu besar atau kamu terlalu ketat,” jawab si pria dan pada saat itu Ivana diizinkan untuk beristirahat sebelum ia mulai menggerakkan pinggulnya lagi, mengenai titik-titik sensitifnya berulang kali sampai ia merasakan dinding intinya mengencang.

“Ini semua salahmu!” Ujar Ivana, pria itu langsung mengunci mulutnya untuk membuatnya diam.

Saat pria itu terus mendorong lebih cepat dan lebih dalam, Ivana tidak lagi merasakan sakit tetapi kenikmatan, dan pria itu benar, ia menikmatinya.

Saat itu juga pria itu mencapai klimaks di dalam dirinya, lalu ia menarik diri dan mencium pipi Ivana dengan lembut, membuat Ivana merasa puas.

Pria itu tidak pernah merasa cukup, mereka pun melakukan ronde berikutnya. Sejujurnya, pria itu sangat hebat di ranjang, tetapi sekarang Ivana sudah merasa lelah dan tubuhnya terasa seperti ditabrak truk.

Di sisi lain, pria itu bahkan lebih kuat daripada saat mereka pertama kali memulai. Seolah-olah pria itu ingin memperk*sanya sepanjang malam, tetapi Ivana tidak bisa membiarkannya.

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Latest chapter

  • Perjanjian Panas Dengan Sang CEO    Bab 7. Ketemu Lagi

    Saat Ivana sampai di pintu keluar rumah sakit, tiba-tiba sebuah mobil hitam muncul dari mana-mana dan memerintahkannya untuk masuk.Pria itu tak lain adalah Galen, Ivana bisa mengenali wajahnya yang tampan. Tak ada yang bisa salah mengira itu orang lain. “Apa kamu mengawasiku lagi?” tanya Ivana dan Galen tidak menjawabnya.Galen memberi tatapan tajam dan melanjutkan untuk menunjukkan pintu pada Ivana, “Kamu lebih suka aku memaksamu atau kamu masuk dengan kemauanmu sendiri?!!” katanya dengan ekspresi serius. “Aku sedang tidak mood!!” Ivana mendesis, “Aku hanya akan masuk ke mobil ini karena aku ingin memainkan peranku, bukan karena kamu memaksaku. Aku penasaran kenapa kamu begitu kejam padaku. Kenapa juga kamu tidak memilih hari lain?!” tambahnya menggerutu.Dengan suara yang dalam dan tidak sabar, Galen bergumam, “Kamu sudah jadi milikku dan aku harus merawatmu dengan baik, atau seseorang akan merebutmu seperti yang aku lakukan pada Fathan!!”Sekarang Ivana sudah dekat dengannya, t

  • Perjanjian Panas Dengan Sang CEO    Bab 6. Operasi

    Ivana mulai merapatkan kakinya erat-erat saat hasrat mulai membara di tubuhnya hanya karena memikirkan Galen.Galen adalah impian setiap wanita, dan Galen membuatnya merasa istimewa. Hanya satu malam bersamanya dan itu benar-benar membuat dirinya gila, ia tidak bisa memikirkan hal lain selain pria itu.Beberapa detik kemudian, Ivana mengerutkan kening dengan bingung ketika pikiran tentang apa yang Galen tanyakan padanya terlintas di benaknya. Apa mungkin setelah bercerai dalam seminggu bisa langsung menikah?Itu tidak akan mudah sama sekali, tetapi ia telah memutuskan untuk bercerai dari Fathan. Sudah waktunya baginya untuk melanjutkan hidupnya dan hanya peduli pada dirinya sendiri.Saat masih termenung, Ivana mendengar notifikasi pesan di ponselnya. Dan saat ia membukanya, ternyata 5 miliar telah masuk ke rekeningnya.Itu adalah pesan terbaik yang pernah ia terima dalam beberapa waktu terakhir. Ibunya menderita kanker perut dan dokter mengatakan bahwa jika dioperasi tepat waktu oleh

  • Perjanjian Panas Dengan Sang CEO    Bab 5.

    Terkurung di dalam kamar tidak akan membantu situasinya yang sudah rumit. Ivana bangkit dan akan menghadapi mimpi buruk terburuknya.Saat Ivana keluar dari kamar hotel, ia menyadari bahwa sudah hampir tengah hari. Karena hari ini hari libur dan Fathan kemungkinan besar ada di rumah, Ivana mulai merasa bersalah atas apa yang telah dilakukannya.Bagaimana ia bisa bersikap normal di depan suaminya yang telah dinikahinya selama dua tahun, dengan semua kenangan tadi malam masih terbayang di benaknya?‘Sialan kau, Galen! Kuharap aku tak pernah bertemu lagi denganmu!’ Ivana mengumpat dalam hati sambil memanggil taksi untuk pulang. Ivana duduk di kursi belakang mobil, mengenang kembali pemandangan yang dilihatnya dulu di kantor suaminya. Saat itu ia sangat gembira membayangkan akan mengunjungi suaminya. Ia ingin memberi Fathan hadiah ulang tahun spesial, namun yang ia lihat hanya suaminya berhubungan intim dengan sekretarisnya.Fathan mendesah kenikmatan saat bercinta dengan wanita bermuka d

  • Perjanjian Panas Dengan Sang CEO    Bab 4.

    “Ivana Alexandria,” Ucap Galen dingin, menatap Ivana dengan intens, “Aku mau kamu menceraikan suamimu dan menikah denganku. Aku akan membayarmu 2 milyar. Aku tahu kamu sedang membutuhkan uang itu,” tambahnya tanpa ragu-ragu.Jumlah uang yang sangat besar itu seperti uang receh baginya dan ia tidak keberatan menggunakannya untuk membeli wanita yang ingin ia miliki di tempat tidurnya setiap malam.Sementara Ivana sangat membutuhkan uang itu. Ibunya sedang sakit parah sudah lima bulan dan Fathan menolak memberikan uang padanya. Fathan mengatakan bahwa uang yang dimintanya adalah jumlah yang sangat besar dan bisnisnya sedang tidak berjalan dengan baik saat ini.Saat Ivana melirik lagi sosok sempurna di hadapannya, ia merasa ada yang aneh. Kenapa pria itu tahu begitu banyak tentang dirinya? Mungkin saja pertemuan mereka di bar itu bukanlah kebetulan sama sekali.“Ivana, kamu adalah wanita paling bodoh di dunia. Kamu gagal dalam pernikahanmu dan kamu bahkan tidak bisa menjaga dirimu sendiri

  • Perjanjian Panas Dengan Sang CEO    Bab 3.

    “Kamu harus berhenti, kamu akan membunuhku kalau melakukannya lagi,” protes Ivana sambil menyandarkan kepalanya di bahu pria itu. Ia merasa nyaman meskipun itu tidak benar, tetapi pria itu miliknya untuk malam ini dan ia tidak akan menyesal pernah memberikan tubuhnya padanya.“Sekali lagi dan aku berjanji tidak akan menyentuhmu lagi. Tapi hanya untuk malam ini,” bisik pria itu di telinga Ivana, mengirimkan gelombang kenikmatan ke seluruh tubuhnya. Segala sesuatu yang dilakukannya membangkitkan gairah Ivana, dan Ivana tidak tahu bagaimana menolaknya.Pria itu menatap Ivana dengan senyuman nakal sambil membungkukkannya dan melakukan apa yang sangat diinginkannya. Saat pria itu selesai dengannya, Ivana tidak bisa bergerak karena saat ini seluruh tubuhnya terasa sangat sakit.“Tidak akan pernah ada waktu lain. Aku hanya menginginkan hubungan satu malam tanpa ikatan!” Ivana mengingatkan, ia tidak akan melakukan ini lagi dengan pria itu.Meskipun terasa sedih karena mulut yang menciumnya d

  • Perjanjian Panas Dengan Sang CEO    Bab 2.

    Di sela-sela ciuman itu, sebuah kenyataan menyadarkan Ivana. Ia telah berubah pikiran, tapi ia menyadari bahwa sudah terlambat.Ivana mencoba melepaskan diri dalam pelukan kuat pria itu, “Tidak, aku berubah pikiran. Aku ingin pulang!!” ia berbicara dengan suara gemetar, bahkan tidak yakin apakah pria itu mendengarnya.Namun tak lama kemudian pria itu melepaskan ciumannya, kali ini tangannya bergerak ke punggung Ivana dan memeluknya erat-erat sehingga Ivana bisa merasakan inti pria itu yang keras dan padat seperti batu.“Kau yang menggodaku duluan, jadi kau tidak bisa pergi begitu saja!! Satu hal yang pasti adalah jika aku memilikimu malam ini, kau hanya akan menjadi milikku dan tidak akan menjadi milik orang lain!! Apa kau mengerti?!!” Ucap pria itu dengan ego yang mendominasi.Ivana tertegun, mengapa pria asing itu menginginkan wanita yang sudah bersuami seperti dirinya?“Ta-tapi aku ... Aku tidak bisa melanjutkannya!!” Ivana tidak bisa menyelesaikan ucapannya, ia yakin suaranya terd

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status