Share

Perlahan-Lahan

Penulis: Susi_miu
last update Terakhir Diperbarui: 2025-08-16 12:59:34

Terlalu mendadak harus menyadari bahwa dia terbangun dengan siraman cahaya matahari merambat masuk lewat kaca jendela. Tubuh Moreau secara naluriah mengambil tindakan bangun. Mendesak untuk memahami situasi di sekitar. Tidak ada siapa pun di sini. Atau sebenarnya ... sayup – sayup dia mendengar suara percikan air dari dalam kamar mandi.

Siapa yang memindahkannya ke ranjang?

Abihirt?

Benak Moreau berusaha tidak yakin, tetapi hanya pria itulah prospek terdekat. Dia ingat, semalam sudah terlalu larut, sementara Abihirt masih masih menjadikan pangkuannya sebagai bantal. Dia tidak bisa bangun, lalu memutuskan untuk tidur dengan posisi tidak nyaman.

Sekarang masuk akal ketika tubuhnya terasa baik – baik saja.

Perhatian Moreau perlahan ditarik ke arah pintu kamar mandi ketika seseorang akhirnya berjalan keluar dari sana. Abihirt hanya dalam balutan handuk di pinggul, sementara beberapa bagian tubuh pria itu tampak meneteskan air. Dengan rambut yang juga
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Perjanjian Terlarang   Pagi Bersama

    Terbangun mendapati seseorang sedang menatap lamat ke arahnya merupakan serangan singkat tak terduga, yang nyaris tak dapat Moreau kendalikan, selain tersentak dan berusaha memahami situasi di sekitar.Abihirt tidak menunjukkan ekspresi secara signifikan, tetapi posisi mereka sangat jelas. Masih dengan tidur menyamping dan saling berhadapan.Malam yang panjang.Mungkin itu yang perlu Moreau akui setelah satu peristiwa melubangi jantung yang masih terasa berjalan secara bertahap. Walau kali ini, dia bisa sedikit lega melihat Abihirt dan bagaimana pria itu seolah telah melupakan situasi yang benar – benar menyakitkan. Baguslah jika memang benar.“Kau sejak tadi menatapku?” tanya Moreau diliputi suara khas seseorang yang baru saja terbangun dari tidur. Tidak pernah menduga bahwa mata kelabu Abihirt terus terpaku lurus, seakan – akan tidak ada hal lain jauh lebih menarik, selain apa yang saat ini sedang pria itu lakukan. Masi

  • Perjanjian Terlarang   Mengobati

    Ada bekas luka yang tampak ingin memudar, tetapi di waktu bersamaan dipaksa untuk kembali terbuka. Moreau menelan ludah kasar setiap kali dia membasuh kain membasah hangat di punggung Abihirt. Pria itu sekarang sedang menelungkup. Tidak banyak percakapan yang mereka lakukan. Tidak tahu apakah Abihirt telah kehabisan banyak tenaga, atau seperti inilah cara menghindari penilaian singkat darinya. Bahkan pria itu tidak menunjukkan respons spesifik, tetapi dia tahu ... ada rasa sakit yang coba disembunyikan.Sekarang bagaimana? Kenyataan bahwa Abihirt melakukan tindakan menyakiti diri sendiri bukan hanya sekali, bukan hanya kali ini, rasanya sudah lebih dari sangat menyakitkan. Moreau ingat dan sekarang memahami maksud pernyataan Emma. Inilah alasan mengapa Abihirt sering kali berada di ruang merah sendirian.Apakah sungguh tak satu pun dari orang – orang yang bekerja di mansion mewah pria itu tahu mengenai kondisi sang majikan?Lebih masuk akal bahwa mereka tidak berani mengambil tindaka

  • Perjanjian Terlarang   Menenangkannya

    “Pergilah. Aku tidak ingin kau melihatku seperti ini.” Suara serak dan dalam itu terdengar parau. Apa yang sebenarnya terjadi? Moreau tidak pernah tahu bahwa akhirnya akan ada tindakan menyakiti diri sendiri. Dulu, di ruangan yang sama ini, Abihirt sering memberinya rasa sakit. Sekarang mengapa? Tidak akan pernah ada jawaban jika dia tidak berusaha bertanya langsung, tetapi insting justru hanya menuntut supaya menyentuh rahang kasar pria itu. Memberikan sentuhan ringan, seolah dengan tindakan tersebut; Moreau akan tahu bahwa Abihirt akan menunjukkan sikap sedikit lebih tenang. “Kau tidak bisa tidur?” Sebaliknya, demikian yang dia tanyakan. Moreau tidak tahu apakah ini mungkin akan cukup membuat mereka memulai percakapan. Abihirt cenderung menghindari kontak mata, meski kali ini Moreau bisa merasakan bagaimana jari – jemari besar pria itu menyentuh punggung tangannya. “Lihat aku, Abi.” Lagi. Moreau tidak akan menyerah. Memutuskan untuk menangkup rahang A

  • Perjanjian Terlarang   Tertangkap Basah

    Seperti perkiraan, Moreau menghabiskan satu jam lamanya di dapur. Sekarang dia merasa lebih baik dan memang memutuskan untuk melangkah kembali ke kamar. Yang sesekali mengedarkan pandangan ke pelbagai arah.Mansion Abihirt semacam meninggalkan sensasi yang Moreau sendiri tak bisa menjabarkan seperti apa. Terlalu suram, bahkan jika pria itu ingin mengisi kekosongan dengan suara teriakan anak – anak. Dari posisi beberapa undakan anak tangga yang telah dia lewati, Moreau menghentikan langkah sebentar, seolah ada beberapa kenangan ... berusaha merangkak masuk ke dalam dirinya. Semua begitu sulit dipahami. Dia benci saat – saat seperti ini.Andai saja, tidak pernah setuju untuk ikut. Mungkin, tidak akan pula merasakan bagaimana jantungnya seperti diperas dengan keras. Ketika darah telah menetes, itu benar – benar menjadi sesuatu yang mengerikan. Tanpa sadar, Moreau menarik napas dalam – dalam. Masih dengan kebutuhan sekadar mengamati beberapa pemandangan. Meski harus tersentak ketika tib

  • Perjanjian Terlarang   Tidak Bisa Tidur

    Sudah larut malam dan penyesalan menjadi satu – satunya masalah serius yang sedang Moreau hadapi ketika semua orang mungkin sudah tertidur lelap, tetapi tidak dengannya. Begitu banyak pemikiran tak terduga yang muncul secara mendadak. Itu cukup memberi pengaruh mengapa dia masih berguling secara bergantian; mengatur posisi paling nyaman hanya untuk mendapatkan tidur yang tenang. Tidak tahu mengapa firasatnya mengatakan hal buruk. Moreau tidak mengerti apa yang salah. Apakah dia terlalu menganggap serius pembicaraan yang dilakukan bersama Abihirt terakhir kali, sebelum akhirnya pria itu tidak lagi memutuskan untuk keluar kamar setelah saat – saat tersebut. Moreau takut kalau – kalau Abihirt menganggap serius penolakan yang dia berikan. Makan malam bahkan hanya dilakukan bersama anak – anak. Pria itu memilih tidak hadir; dengan alasan yang Emma berikan bahwa sang majikan terlalu sibuk menyelesaikan pekerjaan tertunda dan akan menyusul belakangan.Namun, sampai mereka selesai: anak – a

  • Perjanjian Terlarang   Keputusan Sepihak

    Ekspresi Emma mencoba untuk tidak terlihat mencolok, tetapi Moreau bisa mendeteksi sendiri gelengan samar yang merupakan gestur utama. “Sendiri, Ms. Tuan sering berada di dalam sana sendiri.” Ini mengejutkan. Ada usaha untuk benar – benar memahami maksud dari pernyataan Emma. Atau mungkin, Moreau sedang berusaha menemukan jawaban dari keputusan Abihirt sekadar mengurung diri sendiri di ruang merah. Kegilaan apa lagi yang bisa menjadi kemungkinannya? “Apa yang dia lakukan sendiri di dalam sana?” Pada akhirnya, Moreau tak bisa menahan diri lebih lama. Dia melihat kegugupan yang sama di wajah Emma dan perlahan wanita paruh baya itu menggeleng samar. Bisa diterima jika memang Emma hanya mendapat separuh informasi. Moreau tahu Abihirt; mereka semua tahu Abihirt; tidak mudah mengetahui apa yang pria tersebut lakukan, atau sekadar melakukan sesuatu di luar batas pemikiran seseorang. “Aku mungkin akan menemui anak – anakku,” ucap Moreau setelah mereka berjalan sampai di ruang tamu. Emma

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status