Share

Bab 2976

Penulis: Anggur
Tak perlu ditanya pun sudah ketahuan Ronny yang menunggu Stefan pulang sambil menikmati camilan dan teh. Ronny segera menuangkan segelas air hangat untuk Stefan, kemudian berdiri di sampingnya dengan wajah tersenyum seakan sedang menunggu perintah dari kakaknya.

“Duduk,” kata Stefan.

“Oke, makasih, Kak.”

“Langsung saja, masalah apa lagi yang kali ini kamu bikin sampai bikin Papa Mama ribut.”

“Kak, aku bukannya bikin masalah. Aku cuma mau pergi ke Aldimo.”

“Mau ngapain kamu ke sana? Sebentar lagi
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4267

    “Yohanna, Nenek suka sama sifat kamu yang seperti itu. Memang kalau ada masalah apa, lebih baik diomongin langsung depan muka.” Nenek Sarah mengambil kembali ponselnya sembari melayangkan pujian kepada Yohanna. Kemudian, dia dan Yohanna melanjutkan perjalanan mereka sambil mengobrol. Yohanna juga terlihat jauh lebih dekat dengan Nenek Sarah setelah dia mendapatkan jawaban yang dia inginkan. Nenek Sarah tidak hanya mengajak Yohanna berkeliling Vila Ferda. Nanti malam Yohanna juga akan diajak mengelilingi pasar malam karena biasanya Yohanna pasti tidak punya waktu untuk mengunjungi tempat seperti itu. Dewi dan yang lain juga diminta untuk segera pulang ke Vila Ferda oleh Nenek Sarah. Dewi sangat senang akhirnya bisa bertemu dengan calon menantunya. Dia pun, sangat puas dengan Yohanna dari segala hal. Yolanda sangat iri melihatnya karena dia masih memiliki beberapa anak yang masih belum mendapatkan pasangan. Nenek Sarah meluangkan waktu mencarikan calon istri untuk cucu-cucunya dan me

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4266

    Keduanya berbicara di saat yang hampir bersamaan. Setelah itu, mereka berdua sama-sama terdiam sesaat. Akhirnya, Ronny yang duluan memecah keheningan dengan berkata, “Yohanna, kamu duluan.” “Aku … rasanya nggak ada yang mau aku omongin lagi. Aku bisa mengerti semua yang kamu lakukan selama ini.” “Yohanna, maaf, aku sudah menutupinya dari kamu.” “Nggak perlu minta maaf. Aku juga nggak tahu apa-apa soal itu. Kalau bukan temanku yang kasih tahu, aku juga nggak bakal tahu kalau kamu ternyata dari keluarga Adhitama. Aku sampai periksa dua kali, tapi aku nggak dapat apa-apa,” ujar Yohanna seraya menertawakan dirinya sendiri. “Aku tahu di luar saja masih banyak banget orang yang jauh lebih hebat dari aku. Aku nggak nemu apa-apa pasti karena kamu atau keluarga kamu tahu aku menyelidiki kamu dan mereka yang menutupinya dari aku. Ronny, sekarang aku benar-benar bingung sampai aku nggak tahu harus ngomong apa. Kasih aku waktu dua hari untuk menenangkan diri dul. Begitu aku pulang nanti, baru k

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4265

    “Kalau memang suka, kenapa kamu nggak jujur saja ke dia? Kalau nanti dia tanya, kamu langsung bilang saja.” Nenek Sarah menyimpan senyumnya dan mengingatkan Ronny, “Kamu jangan kayak kakak kamu, ya. Ditutupi terus sampai Olivia sadar sendiri. Hampir saja hubungan mereka retak.” “Nek, aku … aku takut. Kalau aku bilang, nanti aku dipecat. Kalau sampai aku dipecat, aku bakal susah untuk ketemu dia. Dia kerjanya sudah sibuk banget, ngga ada waktu lagi untuk berhubungan sama aku. Aku mau tunggu sampai dia mulai tertarik sama aku, baru aku bilang perasaanku ke dia kalau sebenarnya dia calon istri yang Nenek pilih untuk aku, dan aku jauh-jauh datang bukan cuma untuk jadi koki pribadinya dia saja, tapi juga untuk mengejar dia. Selama aku jadi koki pribadi, aku nggak cuma bisa memantau kesehatannya, tapi juga bisa terus berinteraksi sama dia sehari-hari.” Tanpa membangun kedekatan, Rony tidak akan melamar Yohanna, dan Yohanna juga pasti tidak akan mau menikah dengannya. “Kekhawatiran kamu it

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4264

    “Sesekali kamu harus kasih waktu ke diri sendiri untuk liburan. Kesehatan kamu yang paling penting.” Nenek Sarah menari Yohanna pergi dari paviliun. Mereka melanjutkan perjalanan sembari Nenek Sarah menceritakan pengalaman dalam merawat diri. “Kring ….” Ponsel milik Nenek Sarah berdering. Spontan dia melepaskan tangan Yohanna dan meraih ponselnya. Dia melihat layar yang menunjukkan Ronny sebagai identitas pemanggil. “Dari Ronny. Mungkin dia sudah menebak kamu datang ke sini. Dia memang pintar banget.” Di antara kesembilan cucunya, tidak ada satu pun yang bodoh. Nenek Sarah sangat puas dengan kecerdasan yang cucu-cucunya miliki. Tidak seperti keluarga lainnya, keluarga Adhitama selalu diberkati oleh leluhur mereka. Setiap generasi yang lahir akan lebih baik dari generasi sebelumnya. Nenek Sarah mengangkat panggilan dari Ronny. “Nek, sudah pulang ke rumah?” tanya Ronny. “Atau masih di Vila Ferda?” “Junia baru saja melahirkan. Tadinya Nenek sudah mau pulang, tapi pas tahu ternyata

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4263

    “Yohanna, Ronny pasti punya alasan kenapa dia nggak pernah kasih tahu kamu. Pulang nanti, tolong jangan ribut sama dia, ya. Bicarakan saja baik-baik.” Yohanna tersenyum tipis. “Aku nggak mungkin ribut sama dia. Sebenarnya aku sudah menduga hasilnya pasti jadi begini. Aku cuma mau memastikan saja.” Karena Yohanna sendiri pun sudah menduga, dia tentunya sudah melakukan persiapan secara mental dan bisa menerima fakta dengan mudah. “Apa Ronny sengaja menyembunyikan identitas dia yang sebenarnya ke kamu?” tanya Nenek Sarah. Becermin dari contoh Stefan, adik-adiknya seharusnya tidak akan melakukan kesalahan yang sama. Yohanna terdiam sejenak dan menjawab, “Nggak, tapi dia juga nggak bermaksud kasih tahu aku. Kalau aku nggak tanya, dia nggak bakal ngomong.” Yohanna sempat menyelidiki latar belakang Ronny, bahkan hingga dua kali, tetapi dia tidak menemukan biodata yang jelas tentangnya. Yohanna tidak bisa mengatakan itu karena dia merasa malu. “Kalau kamu nggak tanya, dia pasti nggak ak

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4262

    Saat Yohanna tiba-tiba bersuara, Nenek Sarah menegakkan tubuh dan duduk menghadap lurus ke depan seperti seorang murid yang sedang duduk di meja sekolah. “Yohanna, silakan kalau kamu mau tanya. Nenek menyimak.” Nenek Sarah tersenyum tipis. Ketika dihadapkan dengan senyuman yang sangat bersahabat dari Nenek Sarah, tanpa sadar Yohanna melemaskan raut wajahnya. Nada bicaranya juga jadi terdengar lebih lembut. “Nek, terima kasih atas apresiasi yang Nenek kasih untukku. Berhubung Nenek memilih aku, berarti Nenek pasti sudah tahu tentang kondisi keluargaku.” Nenek Sarha mengangguk. Dia tahu. Tahu persis. Dia pasti mencari tahu sejelas-jelasnya bagaimana kondisi keluarga calon cucu menantunya. “Aku nggak mungkin bisa jauh dari keluargaku. Kalau aku menikah sama Ronny, dia yang harus ikut aku. Aku juga pemilih banget soal makanan. Dia nggak bisa jauh-jauh dariku karena harus memenuhi kebutuhanku sehari tiga kali. Jadi, waktu yang dia punya untuk pulang ke rumahnya pasti pendek banget. Ron

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status