Share

Bab 3785

Author: Anggur
“Mama memang selalu kasih izin kalau Tommy minta. Sudahlah, bukan salah kamu, toh kamu juga nggak tahu situasinya. Nanti aku harus ngomong ke Mama,” tutur Yohanna.

Tommy dan Christian hanya bisa bertukar pandang, dan berpikir apakah kali ini mereka lagi-lagi membuat kericuhan?

“Kak, sudahlah. Mereka juga sudah di sini, biarkan saja mereka main. Mereka juga pasti bosan di rumah,” kata Dira, yang tidak tega melihat adik-adiknya kebingungan dan mungkin merasa bersalah. “Namanya juga anak kecil, mereka masih suka main.”

Ronny ikut berpendapat. “Sekarang lagi libur musim dingin. Anak-anak lain pada pergi main di luar. Walau taman bermain di rumah besar, mereka pasti bosan kalau cuma di dalam rumah saja.”

Sama halnya seperti ketika mereka semua masih kecil, di rumah ada taman bermain untuk anak-anak. Apalagi mereka tinggal di vila yang jelas punya luas tanah yang lebih besar. Namun mereka tetap saja lebih suka bermain di luar. Ronny cukup beruntung bisa bermain di kaki gunung vila. Semua
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4183

    “Oke. Mau ke mana saja nggak masalah. Aku ikut saja. Felicia. Lain kali apa pun yang kamu lakukan, atau ke mana kamu pergi, kita harus selalu bersama. Apa yang terjadi kemarin jangan sampai terulang lagi,” kata Vandi. “Kemarin terlalu berbahaya. Kalau sampai terjadi kesalahan sedikit saja, nyawamu bisa terancam. Nggak layak kamu terluka untuk orang-orang kaya mereka.” Ivan dan dua adiknya benar-benar tega berbuat sejauh itu demi membunuh adik mereka. “Nggak akan ada yang kedua kali. Cukup sekali saja. Mereka juga pasti nggak berani mengambil risiko sejauh itu. Kali ini anggap saja aku sudah membalas budi atas apa yang mamaku kasih untukku di dekat akhir hidupnya. Hubunganku dan mereka bertiga sudah benar-benar berakhir kemarin. Uang pensiunan untuk papaku sudah kamu kirim? Kirim saja semuanya sekaligus biar ke depannya kita nggak perlu berurusan sama mereka lagi.” Seusai berbicara, suasana hati Felicia terasa hampa. Kedekatan dia dengan keluarganya benar-benar tipis, dan sekarang su

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4182

    Kakak angkat Felicia jelas lebih tua, dan mereka berdua, tetapi Felicia tetap melawan sekuat tenaga. Benda apa pun yang bisa Felicia ambil dia jadikan senjata untuk melawan. Felicia bahkan pernah mengejar-ngejar kedua kakaknya sampai ke ujung desa dengan membawa parang. Saat ibu angkatnya yang turun mewakili kedua putranya, Felicia juga tanpa segan mengayunkan parang tersebut di hadapan ibunya. Perlawanan Felicia akhirnya membuahkan hasil. Dia tidak lagi diinjak-injak. Namun Felicia masih tetap tinggal dan makan bersama mereka. Tak jarang Felicia mendapatkan perlakuan tidak adil seperti diberi porsi makanan atau pakaian yang tidak layak. Ayah angkat yang menukar Felicia juga tidak pernah berusaha untuk mendamaikan suasana, apalagi membela Felicia. Di antara mereka semua, yang paling Felicia benci tidak lain dan tidak bukan adalah ayah angkatnya. Setelah dijebloskan ke penjara, ayah angkat Felicia dikabarkan meninggal di dalam sel. Felicia tahu itu adalah perbuatan ibu kandungnya. Pa

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4181

    “Vandi, aku cuma mau mengusap muka kamu.” Vandi terlihat marah besar dengan wajahnya yang tegang, tetapi dia tetap mendekat agar Felicia bisa mengusap wajahnya. “Muka kamu keras banget kayak batu. Ganteng tapi kalau kaku begini juga percuma. Aku nggak suka lihat raut muka kamu tegang begini. Aku lebih suka kamu yang lembut seperti biasa.” “Felicia, aku bukan cowok yang lemah lembut,” ujar Vandi dengan suara tertahan. Selama masa pelatihan di pusat, Vandi menjalani latihan yang luar biasa keras. Mana mungkin dia keluar dari pusat pelatihan sebagai pria yang lemah lembut. Ketika suasana hatinya sedang baik, dia memang terlihat sedikit ramah. Vandi terlihat menawan ketika dia menunjukkan ekspresi wajah yang lembut. Dia juga sopan dan santun. Di mata Felicia, Vandi adalah pria yang sangat lemah lembut. Lantas ketika Felicia mengatakan itu, benar saja, ekspresi wajah Vandi yang mulanya serius dalam sekejap menjadi jauh lebih ramah. “Vandi, jangan marah lagi. Lihat, aku baik-baik saja.

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4180

    Ada kemungkinan, penjaga makam keluarga Gatara juga tidak akan membiarkan Ivan dan dua adiknya masuk karena kebencian mereka terhadap Patricia. “Odelina, kamu nggak perlu khawatir. Aku nggak mungkin mati. Justru aku merasa aku menang banyak dari mereka.” “Amit-amit. Pagi-pagi begini jangan ngomong hal-hal buruk kayak begitu. Kita pasti bakal terus hidup sehat sampai tua.” “Iya, iya,” sahut Felicia tersenyum. “Kita pasti berumur panjang. Kamu jangan pasang muka sedih begitu lagi, dong. Aku lihatnya jadi mau nangis.” “Jangan nangis. Aku ini kasihan sama kamu. Kamu ini, ya, kalau dikasih tahu, nggak percaya.” “Odelina, bukannya aku nggak percaya sama kamu. Aku nggak percaya sama tiga kakakku.” Odelina tidak bisa berkata apa-apa lagi dan terdiam. “Felicia, kamu pasti lapar, ‘kan? Aku habis beli bubur dari luar. Kamu kan lagi demam, jadi harus makan yang ringan sedikit untuk sementara.” Vandi datang membawakan seporsi bubur untuk Felicia. Dia juga menoleh ke arah Odelina dan Daniel.

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4179

    Odelina pernah berjanji selama Ivan dan adik-adiknya tidak mencari masalah, atau mereka sudi meninggalkan Cinater dan tidak lagi mengganggunya, Odelina juga tidak akan menyerang mereka. Masalahnya, Felicia tidak yakin ketiga kakaknya akan tinggal diam. Jika tidak menjebloskan mereka ke penjara, mereka pasti akan mengusahakan segala cara untuk mencegah Odelina mengambil alih keluarga Gatara. Pada akhirnya, mereka juga yang akan kalah dan kehilangan segalanya. Hanya dengan cara ini Felicia bisa menyelesaikan akar permasalahan tanpa ada yang dirugikan. “Dia nggak mau dengar nasihatku dan nggak mengizinkan aku membantunya,” kata Odelina seraya mengelus wajah Felicia yang bengkak. “Vandi, tolong kompres wajahnya pakai es batu biar bengkaknya cepat hilang.” “Aku sudah kompres pakai es batu setiap beberapa menit sekali. Tapi apa pun keputusan yang Felicia ambil nggak akan bisa diubah, bahkan sama Bu Patricia sekalipun.” Saat itu Patricia sudah mengirim Felicia jauh-jauh dari Cianter, berp

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4178

    Dalam tubuh Felicia masih mengalir darah ibunya yang bengis. “Aku ke sana sekarang.” Mendengar Felicia sedang dirawat di rumah sakit, Odelina berniat menyusul. Rasa kantuknya hilang seketika. Dia langsung membuka selimut dan turun dari kasur. Daniel juga bergegas mengikutinya. “Daniel, langit masih gelap. Udara di luar dingin, kamu tidur saja lagi.” Odelina ingin Daniel tetap beristirahat di rumah mengingat kakinya masih belum leluasa untuk bergerak, ditambah lagi Daniel belum terbiasa dengan cuaca Cianter yang dingin. Cukup dia sendiri saja yang menjenguk Felicia di rumah sakit. “Nggak. Aku mau menemai kamu. Aku memang belum bisa jalan terlalu jauh, tapi kalau cuma ke rumah sakit saja masih bisa,” kata Daniel sembari dia mengganti pakaian. “Aku sudah telepon pengawalku untuk antar kita ke rumah sakit. Kamu nggak perlu mikirin aku.” Walau mengalami luka yang cukup berat, Felicia mendapatkan hasil yang dia inginkan. Namun begitu Daniel tidak bisa tenang jika dia membiarkan Odelina

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status