Share

Bab 262

Author: Elyssa
"Ini untukmu," kata Bradly.

Saat Bradly menyodorkan seikat besar mawar merah tanpa putik ke hadapan Darlene, Darlene langsung kebingungan. "Kenapa kamu bisa ada di sini?"

"Aku dengar kamu berterima kasih padaku di panggung, jadi aku datang," jawab Bradly dengan jujur.

Meskipun sepasang mata Bradly yang berada di balik kacamata berbingkai emas selalu terlihat tersenyum dan jahil, Darlene merasa ucapan Bradly tadi tidak terkesan sedang berbohong.

"Kamu boleh ambil bunganya dengan tenang. Aku sudah
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 276

    "Aku saja yang urus!"Bradly mengangkat Kenward ke bahunya. Kenward juga tidak menolak.Dengan tinggi badan Kenward, Bradly menopangnya jelas jauh lebih mudah dibandingkan Darlene.Darlene diam-diam mengikuti di samping mereka, berjalan bersama Bradly menuju Maybach hitam yang terparkir di pinggir jalan."Nggak disangka, kamu orangnya cukup baik juga." Pujian itu keluar dari hati Darlene, tetapi Bradly sama sekali tidak menanggapinya."Kalau aku nggak mengurus dia, kamu juga nggak akan memujiku."Darlene hanya bisa tertawa getir.Bradly memasukkan Kenward ke kursi belakang mobil."Kamu harus bersyukur hari ini aku ganti mobil."Karena harus membicarakan bisnis, Lamborghini putih jelas tidak sepantas Maybach hitam. Begitu melihat kondisi Kenward, Bradly langsung tahu dia terkena obat perangsang.Namun, setelah terkena obat seperti itu masih bisa menyetir mobil dan menahan diri saat seorang perempuan berada di sampingnya .... Menurut Bradly, Kenward ... 80% impoten, 20% gay."Kamu juga n

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 275

    Darlene meronta, tetapi semakin dia meronta, gerakan Kenward justru semakin kasar.Bau amis darah menyebar di mulutnya. Darlene baru sadar bahwa Kenward telah menggigit bibirnya sampai pecah."Kenward, apa kamu sudah gila?" Begitu Darlene mendorong Kenward, dia kembali ditangkap kuat oleh Kenward. Bahunya dicengkeram keras.Rasa sakit di bahu membuat raut wajah Darlene terdistorsi. Saat itu, Kenward justru melepaskannya lebih dulu.Darlene melihat Kenward menggenggam erat tangan yang terluka dan berdarah, membiarkan darah menetes tanpa dihentikan.Seketika, Darlene menyadari bahwa Kenward seolah-olah menggunakan rasa sakit untuk memaksa dirinya tetap sadar. Jangan-jangan ... Kenward diberi obat?Darlene sendiri pernah terkena obat pemicu birahi seperti itu. Rasanya benar-benar lebih buruk daripada mati. Saat itu, dia sama sekali tidak punya tenaga, juga tidak punya cukup kesadaran untuk melawan. Untungnya, kejadian itu berakhir tanpa bahaya.Darlene menatap Kenward dalam diam, menatap

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 274

    Darlene mengangkat telepon itu dengan sedikit ragu dan waspada.Dari seberang, terdengar suara Kenward. "Saka, aku di Jalan Ariga ...."Kata pembuka "Saka" itu membuat Darlene merasa bingung. Namun tak lama kemudian, Darlene menyadari bahwa Kenward salah sambung.Panggilan ini seharusnya bukan untuknya, melainkan untuk Saka. Perkataan Kenward selanjutnya memang dia dengarkan dengan saksama, tetapi tetap tidak terlalu jelas.Suara dari gagang telepon terdengar terputus-putus. Darlene merasa kondisi Kenward tidak beres. Suaranya terdengar seperti bergetar.Di bawah gelapnya malam, BMW Seri 3 putih kembali melaju, melesat pergi.Di Jalan Ariga, pada jam seperti ini, jalan itu hampir tidak ada orang. Darlene semula mengira Kenward akan sulit ditemukan, karena dia tidak mendengar jelas lokasi pastinya.Namun, dia meremehkan betapa mencoloknya keberadaan sebuah Bentley biru imperial. Begitu mobilnya masuk ke Jalan Ariga, dia langsung melihat Bentley yang sangat mencolok itu.Lampu hazard Ben

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 273

    Ini adalah kamar dengan ranjang besar, cukup untuk dua orang dewasa tidur bersama.Kenward mengerutkan dahi, lalu membantu Gianna melepas sepatu dan mantel. Untuk pakaian yang tersisa, dia tidak lagi melepasnya, lalu berbalik hendak melangkah pergi.Tiba-tiba, pinggangnya dipeluk erat oleh seseorang. Kenward tahu itu adalah Gianna."Gianna ...." Baru saja membuka mulut, dia merasakan Gianna sedang membuka ikat pinggangnya."Kenward ... Kenward, aku kepanasan .... Aku ... aku nggak enak badan ...."Kenward berbalik dan melihat Gianna berlutut di atas ranjang. Wajahnya memerah, pandangannya kabur. Bibir merah mudanya setengah terbuka, napasnya memburu. Kedua tangannya pun menarik-narik pakaiannya sendiri dengan gelisah.Mata Kenward membelalak. Dia menyadari sesuatu. Ketika dia hendak mengeluarkan ponsel untuk menelepon Saka dan memintanya memanggil dokter, tiba-tiba dia merasakan tubuhnya sendiri mulai terasa tidak beres.Di setiap gelas pada menara wiski itu, Gianna telah mencampurkan

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 272

    Alunan biola yang merdu di Skarlinda masih terus terdengar. Kenward duduk di kursinya. Di seberangnya, tidak ada siapa pun.Rambut, wajah, dan setelan jas kustom mahal yang dikenakannya semuanya basah, karena dia disiram segelas anggur. Orang yang menyiramnya sudah pergi dengan marah sejak lama.Kenward menyeka wajahnya dengan saputangan, lalu lanjut makan tanpa ekspresi sedikit pun di wajahnya.Saat itu, ponselnya berdering. Layar menunjukkan nama Adelio.Bar bawah tanah Hotel Shireed.Begitu Kenward tiba, dia langsung melihat di depan Gianna tersusun menara wiski yang tinggi. Adelio duduk di samping Gianna. Dari ekspresinya, jelas dia sedang membujuk Gianna agar tidak bertindak impulsif.Tak jauh dari sana, Zander dan teman lainnya sedang bersenang-senang dengan pasangan mereka, bermain dengan cara yang tidak terlalu pantas."Kak Kenward ...." Adelio adalah orang pertama yang menyadari kedatangan Kenward. Dia segera berdiri, menarik Kenward ke sisi Gianna."Kakak Ipar, Kak Kenward su

  • Pernikahan Dengan CEO Kandas Setelah Matinya Buah Hati   Bab 271

    Kalimat pembuka Kenward itu membuat Darlene tertegun. Pakaian yang dikenakannya adalah pakaian yang sama seperti siang tadi.Siang hari, dia dan Kenward bisa dibilang berpisah dengan tidak menyenangkan. Dia tidak mengerti bagaimana bisa pada malam hari Kenward tiba-tiba mengajaknya makan, bahkan dengan sikap seperti ini."Ada urusan apa mencariku?" tanya Darlene blak-blakan."Nggak usah buru-buru, makan dulu. Kita ngobrol sambil makan." Kenward menyerahkan menu kepada Darlene.Begitu melihat harga di menu, Darlene sempat ragu. Namun, semahal apa pun, itu tidak akan membuat Kenward jatuh miskin. Jadi, dia tidak sungkan, langsung memesan beberapa hidangan termahal.Kenward tersenyum tipis. "Kamu berubah ...."Darlene tertegun. "Berubah jadi nggak tahu cara menghemat uangmu?"Kenward menggeleng. "Uangku nggak perlu dihemat."Ucapan Kenward terdengar sangat tenang. Justru karena ketenangan itu, kepercayaan diri dan keyakinannya semakin terasa."Kamu jadi makin menarik." Tiba-tiba dipuji se

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status