Share

Bab 184

Author: Emily Hadid
Dia tidak berniat menyakiti Rendra.

....

Sementara itu, di kamar utama sebelah.

Mengingat kepanikan Clara barusan, teringat bagaimana dia sampai memanggil "Kak Rendra", Rendra merasa ingin tertawa.

Clara tetap sama seperti dulu. Sebenarnya, tadi dia juga tidak mengerahkan seluruh tenaganya. Kalau tidak, dia sudah berhasil menaklukkan Clara.

Hanya saja, melihat Clara begitu panik, melihatnya seperti saat masih kecil dulu, Rendra sengaja menggodanya sedikit.

Rendra duduk di tepi ranjang, mengangka
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 364

    Setelah melakukan beberapa kali pemahaman dan penjajakan, pihak manajemen dan tim teknis Grup Solara sebenarnya lebih mencondong ke StarTech dan Grup Adresta.Namun, karena adanya prasangka terhadap Rendra, Miller tidak membicarakan kerja sama dengannya. Miller hanya mengatakan bahwa mereka masih dalam tahap observasi dan pertimbangan.Selama periode itu, Grup Nexus diam-diam beberapa kali menemui penanggung jawab lain dari Grup Solara, ingin membicarakan kemungkinan kerja sama dan berusaha mendapatkan kesempatan. Beberapa penanggung jawab tersebut memang sempat bertemu Caroline dan Edward, tetapi Miller tidak pernah menemui mereka.Kerja sama tentu saja tidak tercapai.....Pagi itu, setelah kembali ditolak oleh Miller, Caroline duduk di depan meja kerjanya. Dia memegang ponsel dan menatap foto-foto Clara dalam beberapa rapat sebelumnya.Calla mirip dengan Clara, hal itu sudah lama Caroline dengar dari orang lain. Namun, dia tidak pernah tahu seberapa miripnya. Saat melihat foto itu s

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 363

    Miller tidak terlalu khawatir terhadap Rendra. Namun, kemunculan Renata membuatnya cemas Clara akan menunjukkan celah. Dia tidak ingin Clara memperlihatkan kelemahan dan lebih tidak ingin lagi Clara terlibat lagi dengan Keluarga Adresta dalam bentuk apa pun, bahkan dengan adik yang tidak bersalah itu.Atas peringatannya, Clara berkata lembut, "Aku tahu. Aku akan menjaga jarak." Dia menambahkan, "Setelah urusan di sini selesai, aku akan segera kembali."Mendengar pemahamannya dan melihat bahwa mereka sepakat dalam hal ini, tatapan Miller langsung melembut. Dia berkata, "Kerja nggak perlu terlalu dipaksakan. Istirahatmu yang paling penting. Nggak perlu terburu-buru mengejar waktu dan progres."Saat Clara pergi ke rumah sakit untuk terapi, Miller pernah menemaninya. Dia mendengar Clara berbicara dengan dokter tentang fase somatisasi, saat dia tidak bisa bergerak, tidak bisa berbicara, dan harus menjalani masa pemulihan di rumah. Sejak itu, dia tidak pernah berpikir membiarkan Clara kembal

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 362

    Keyakinan Renata membuat hati Rendra yang semula tenang, kembali bergejolak. Dia memang memiliki perasaan yang sama. Hanya saja, dia tidak berani lagi mengganggu.Setelah Clara tiada dua tahun lalu, Rendra sangat takut mengusik kehidupan Calla. Walaupun ingin menyelidiki sampai tuntas, dia tetap tidak berani melangkah gegabah. Jika tragedi dua tahun lalu terulang lagi, hidupnya pun tidak ada artinya lagi.Menjelang pukul sebelas, rombongan tiba di laboratorium. Setelah melewati pemeriksaan keamanan dan masuk ke kawasan, tatapan Renata seolah menempel pada Clara tanpa berpindah sedetik pun.Hari ini, dia memang datang demi Clara.Di sisi lain, Clara sudah lama menyadari tatapan Renata.Saat dia memasuki ruang rapat tadi pagi, Clara sudah menyadarinya.Orang yang paling dia takuti dan paling membuatnya gugup untuk bertemu dalam kepulangannya ke Kota Ardivo kali ini adalah Renata. Untungnya, dia sudah menyiapkan mentalnya dengan baik, sehingga dia masih bisa tetap tenang tanpa menunjukkan

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 361

    Rendra berkata, "Proyek ini ditangani oleh Fauzi. Kalau ada masalah kamu bisa langsung komunikasi dengan dia, dia yang akan mengurusnya."Di seberang sana, raut wajah Caroline langsung meredup. Dengan suara sedikit sedih dia berkata, "Rendra, kenapa kamu dingin sekali? Aku juga nggak punya maksud lain. Apa kita bahkan nggak bisa tetap jadi teman? Lagi pula, Clara ...."Baru saja Caroline menyebut Clara dan belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Rendra langsung menutup telepon.Sekarang, jarak antara dia dan Keluarga Winandy sama seperti perusahaan lain. Hanya hubungan kerja. Tidak mempersulit, juga tidak ada perlakuan khusus.Enam bulan pertama setelah Clara pergi, Caroline sempat membuat beberapa keributan dan beberapa kali masuk rumah sakit.Rendra tidak menanggapi.Belakangan, kondisi Caroline membaik dan hampir dua tahun ini dia tidak lagi masuk rumah sakit.....Pukul enam sore, Renata pulang. Seluruh tubuhnya tampak lesu.Dia menjatuhkan diri ke sofa dengan lemas, kaky memeluk ba

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 360

    Melihat Renata yang begitu heboh, Rendra tetap tanpa ekspresi dan berkata pelan, "Hampir sama persis."Renata langsung menimpali, "Kalau begitu atur aku bertemu dengannya. Aku mau lihat sendiri seberapa mirip dia dengan Clara."Permintaan Renata tidak ditanggapi Rendra.Tidak masuk akal.Hanya karena seseorang mirip Clara lalu mereka mengganggu kehidupannya, itu tidak sopan dan tidak rasional.Melihat Rendra mengabaikannya, Renata mendengus dan memutar mata padanya, lalu berkata dengan nada manja, "Kalau nggak mau atur ya sudah. Aku cari cara sendiri."Setelah berkata demikian, dia bahkan tidak makan siang, langsung menyetir ke hotel untuk menunggu putri Keluarga Widjaja itu.Rendra menoleh melihat tingkah Renata, tetapi tidak menghentikannya. Dia berpikir, mungkin kemunculan Renata justru lebih tepat daripada dirinya.Tak lama kemudian, Delisha keluar dari dapur memanggil untuk makan. Melihat Rendra tampak banyak pikiran, dia tidak berkata apa-apa. Melihat rambut Rendra yang sudah mem

  • Pernikahan Lelucon: Cinta Tulus Lenyap Bersama Abu   Bab 359

    Setelah berdiri tegak dan stabil dengan ditopang Rendra, Clara melepaskan lengannya dengan tenang dan berkata sopan, "Terima kasih."Tangan Rendra masih berada di lengan Clara dan dia bertanya dengan suara lembut, "Kamu nggak apa-apa?"Clara mengangkat wajahnya dan menjawab, "Nggak apa-apa, baik-baik saja."Mendengar jawabannya, barulah Rendra melepaskan tangan Clara. Setelah itu, keduanya saling berpamitan. Clara berbalik dan langsung masuk ke hotel.Rendra terus menatap punggung Clara yang menjauh, hingga cukup lama tidak menarik kembali pandangannya. Sampai sosok Clara benar-benar menghilang dari pandangannya, barulah Rendra perlahan menarik kembali tatapannya.Saat menyetir pulang, yang memenuhi benaknya adalah putri Keluarga Widjaja itu.Lebih tepatnya, Clara yang dulu.Dia teringat banyak hal di masa lalu. Teringat Clara menulis di kamarnya. Teringat saat mata mereka saling bertemu, telinga Clara akan memerah, lalu dia buru-buru menghindari tatapannya.Sebenarnya, orang yang dia

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status