Share

Bab 69 - Bibir Yang Bengkak

Author: EYN
last update Last Updated: 2025-08-25 23:46:05
"Oh, Erlan... mmmph."

Suara Maureen tenggelam dalam ciuman panas Erland yang menggebu. Jari-jarinya meremas rambut Erland. Matanya terpejam menikmati setiap perlakuan Erland.

Di dalam kamar yang kedap suara itu, Erland bebas memberi hukuman pada Maureen.

Diatas tempat tidur, Maureen tergolek pasrah. Wajahnya merah padam saat merasakan tangan Erland dengan lincah menyusup ke punggung lalu melepaskan tali bikini yang menutupi tubuh bagian atasnya.

"Please, stop..." rengek Maureen mengiba, berharap Erland menghentikan hukumannya.

Erland tidak mau berhenti. Namun saat lidahnya mulai menikmati gundukan kembar nan cantik, suara intercom memecah suasana panas yang memenuhi ruangan itu.

Mencoba mengabaikannya, tangan Erland menekan pinggang Maureen. Bibirnya kembali menangkup bibir Maureen.

Tapi, lagi-lagi intercom berbunyi. Kali ini terdengar lebih lama dan mengganggu.

Mau tidak mau Erland berhenti. Rahangnya mengeras ketika bunyi itu terhenti hanya sesaat, lalu kembali bersuara. Men
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pernikahan Rahasia Dengan Tuan Muda Berandal   Bab 73

    "Maafkan kami, Nenek. Kami sudah menikah." Dia menarik tangan Maureen, lalu mengangkat tangan mereka bersamaan untuk menunjukkan sepasang cincin yang melingkar di jari manis masing-masing.Benda mungil yang selama ini mungkin kurang diperhatikan oleh Nenek. "A-apa?" gagap Nenek.Dia melihat Maureen lalu Erland, secara bergantian. "Kalian..."Mulutnya terbuka, tapi tidak jadi melanjutkan kalimatnya seakan takut mengungkapkan isi pikirannya."Ya. Kami sudah menikah," ujar Erland melanjutkan kata-kata Nenek Argantha."Ya Tuhan..." gumam Nenek sambil memegang dadanya yang berdetak kencang. Ketakutannya terbukti. Erland mengakuinya.Melihat itu, Maureen melepaskan tangannya dari Erland, dan kembali memeluk Neneknya."Maafkan aku, Nek," rengeknya, khawatir sekaligus sedih melihat Neneknya yang tampak shock.Air mata menetes di pipi Nenek. "Maureen, Maureen, sejak kapan? Kenapa kamu tidak memberitahuku, Nak?" sesal Nenek, suaranya pelan dan nyaris tak terdengar.Erland berlutut di depan Nen

  • Pernikahan Rahasia Dengan Tuan Muda Berandal   Bab 72

    "Nenek!" sapa Maureen dan Erland hampir bersamaan. Mereka nyaris memekik karena terkejut.Mata Nenek memindai Erland dan Maureen dengan sangat cermat. Beliau melihat sendiri Maureen sedang duduk di pangkuan Erland dan mereka tampak sedang bermesraan. Dia tidak mungkin salah lihat.Seketika Maureen melompat turun dari pangkuan Erland, lalu merapikan rambut dan pakaiannya dengan gugup. Matanya menatap Nenek takut-takut.Berbeda dengan Maureen, Erland terlihat lebih tenang. Lelaki itu meraih tangan Maureen dan menggandengnya berjalan mendekat ke Nenek. Langkah Maureen terasa berat saat mengikuti Erland."Apa yang kalian lakukan malam-malam begini, hah?" sergah Nenek. Sorot matanya tajam dan menghakimi."Uhm, Nenek..." Maureen mengkeret. Otaknya blank, tidak bisa menemukan alasan yang tepat untuk menjelaskan keberadaan Erland disini."Apa kalian pacaran diam-diam di belakangku?" tanya Nenek lagi. Matanya tertuju pada tangan sepasang suami istri yang saling bertautan.Maureen memutar perge

  • Pernikahan Rahasia Dengan Tuan Muda Berandal   Bab 71 - Suara Serak Erland

    "Erland...." Sesaat Maureen tidak tahu harus menjawab apa. Ajakan Erland terdengar spontan dan lugas. "Oke. Diam berarti setuju," putus Erland, kembali menyuap makanannya. Dia sangat lapar. "Kita pacaran?" tanya Maureen seperti orang berbisik, seakan-akan takut ada yang mendengar percakapan mereka. Erland mengangguk. "Ya." Maureen menarik tangannya dari genggaman Erland, lalu melipatnya di depan dada. "Kamu sedang menjadi pacarmu, atau sudah memutuskannya? Sepertinya aku tidak mendengar kalimat permohonan darimu," ucap Maureen, berpura-pura marah. "Aku tidak perlu memohon pada istriku untuk menjadi pacarku. Pokoknya, kita pacaran," tegas Erland, memasukkan potongan terakhir makanan ke dalam mulut. Perut kenyang, hati pun senang. Maureen mengernyitkan wajah, tiba-tiba kesulitan menata kalimatnya. "Jadi, kita pacaran seperti... " Erland mengusap mulutnya dengan serbet, lalu menunggu Maureen melanjutkan ucapannya. "Seperti?" pancing Erland kemudian. "Yeah..., jadi hubungan kita

  • Pernikahan Rahasia Dengan Tuan Muda Berandal   Bab 70 - Chef Cantik Untuk Tuan Muda Berandal

    Reaksi Lillian yang tampak diluar kebiasaan itu membuat Maureen tersadar akan sesuatu. Di menunduk, melihat ke dirinya sendiri. Tersentak, Maureen langsung mengibaskan rambutnya kembali ke depan supaya kembali menutup bagian dadanya yang sedikit terbuka. Dia berusaha tersenyum meski bibir dan pipinya terasa panas. Ini memalukan sekali! Sejak tadi, Erland sesekali mencuri lihat interaksi Mommy dan istrinya. Ekspresi janggal Lillian ditambah reaksi aneh Maureen menimbulkan penasaran di hati Erland. "Ada apa dengan kalian?" tanya Erland curiga. "Kulitmu merah-merah, apakah gatal? Atau, sebaiknya kita pergi ke dokter kulit saja?" tanya Lillian, mengabaikan pertanyaan Erland. Maureen refleks melirik ke arah Erland. Tatapan yang singkat, tapi cukup menyadarkan lelaki itu akan sesuatu. Bibir bengkak? Lalu, merah-merah di kulit. Astaga! Erland nyaris mengelus dada. Jelas sekali kedua hal itu adalah hasil karyanya. "Tidak perlu, Lillian. Cuma diolesi salep pasti akan sembuh," jawab Mau

  • Pernikahan Rahasia Dengan Tuan Muda Berandal   Bab 69 - Bibir Yang Bengkak

    "Oh, Erlan... mmmph." Suara Maureen tenggelam dalam ciuman panas Erland yang menggebu. Jari-jarinya meremas rambut Erland. Matanya terpejam menikmati setiap perlakuan Erland. Di dalam kamar yang kedap suara itu, Erland bebas memberi hukuman pada Maureen. Diatas tempat tidur, Maureen tergolek pasrah. Wajahnya merah padam saat merasakan tangan Erland dengan lincah menyusup ke punggung lalu melepaskan tali bikini yang menutupi tubuh bagian atasnya. "Please, stop..." rengek Maureen mengiba, berharap Erland menghentikan hukumannya. Erland tidak mau berhenti. Namun saat lidahnya mulai menikmati gundukan kembar nan cantik, suara intercom memecah suasana panas yang memenuhi ruangan itu. Mencoba mengabaikannya, tangan Erland menekan pinggang Maureen. Bibirnya kembali menangkup bibir Maureen. Tapi, lagi-lagi intercom berbunyi. Kali ini terdengar lebih lama dan mengganggu. Mau tidak mau Erland berhenti. Rahangnya mengeras ketika bunyi itu terhenti hanya sesaat, lalu kembali bersuara. Men

  • Pernikahan Rahasia Dengan Tuan Muda Berandal   Bab 68 - Sentuhan Adalah Bahasa Cinta

    Tangan Erland menyambar handuk yang dipegang oleh Maureen dengan gerakan yang cepat. Dalam sekali hentakan, handuk itu lepas dan terjatuh ke lantai.Maureen berdiri di hadapannya hanya dengan memakai bikini. Refleks gadis itu menutup tubuhnya dengan kedua tangan, lalu mundur selangkah dan menjaga jarak aman."Erland, please..." lirih Maureen. Dalam hati dia mulai menghitung mundur. Bersiap untuk kabur.Tiga... Dua...Erland melangkah maju, tangannya terulur seperti hendak menyentuh Maureen. Refleks Maureen menepis pergelangan tangan Erland, sementara kakinya melayang hendak menendang sisi tubuh Erland.Gerakan bela diri dasar yang dulu diajarkan Reinner, kini secara otomatis dipraktekkan oleh Maureen demi melindungi diri.Sayangnya, Erland lebih sigap. Dengan sekali gerakan, dia menangkap pergelangan tangan Maureen, memutar tubuh gadis itu.BUGH!Semuanya terjadi begitu cepat bagi Maureen. Saat tersadar, dia sudah terbaring di tempat tidur. Tubuhnya tidak bisa leluasa bergerak karena

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status