author-banner
EYN
EYN
Author

Novel-novel oleh EYN

Cinta Terlarang : Terjerat Pesona Papa Temanku

Cinta Terlarang : Terjerat Pesona Papa Temanku

Meilissa hanya butuh satu hal yang tidak pernah dia miliki selama ini, yaitu kasih sayang seorang ayah. Siapa sangka, Lionel, ayah teman baiknya, memberi segalanya. Tempat tinggal, perhatian dan rasa aman yang selama ini tidak pernah dirasakan oleh dia. Namun perlahan, setiap percakapan dan sentuhan di antara mereka menimbulkan getaran-getaran yang tidak seharusnya ada. Perlindungan berubah menjadi keinginan. Kedekatan berubah menjadi godaan. Lionel dan Meilssa tahu kalau hubungan ini melanggar norma. Mereka menyadari bahwa cinta yang dirasakan tumbuh dalam ketidak nyamanan sosial. Namun hati mereka tidak bisa patuh. Mampukah mereka bertahan dalam cinta terlarang? Atau, kalah karena terlalu banyak yang menghakimi?
Baca
Chapter: Bab 102 - Pikiran Porak Poranda
“… kita akan lebih banyak menikmati liburan di atas tempat tidur. Bukankah itu liburan impianmu?” bisik Lionel, merujuk pada keinginan Meilissa untuk liburan semacam staycation.Setiap kata meluncur perlahan, sengaja diberi jeda kata demi kata. Lionel bahkan sengaja memberi tekanan pada setiap kata.Meilissa mendongak. Napasnya tertahan beberapa detik. Matanya melebar, sementara bibirnya sedikit terbuka, tiba-tiba lupa bagaimana caranya merangkai kata.Lionel tidak segera melanjutkan kata-katanya. Dia hanya menatap Meilissa. Sudut bibirnya terangkat samar ketika rona merah mulai merambat dari pipi Meilissa hingga ke lehernya. Reaksinya selalu sama, dan Lionel sangat menyukainya.Sorot mata malu-malu, pipi yang memerah, serta cara Meilissa menelan ludah tanpa sadar. Istrinya itu bagai buku yang terbuka—mudah terbaca.“Cantiknya istriku,” puji Lionel tulus, jarinya terangkat, mengarahkan dagu Meilissa agar wajah itu kembali sejajar dengannya."Heh?!" Meilissa mendongak sambil melotot,
Terakhir Diperbarui: 2026-01-31
Chapter: Bab 101 - Kode-Kode
Meilissa tidak berhenti melihat cincin yang melingkar di jarinya. Cincin yang kecil itu seakan membawa beban tanggung jawab tersendiri di bahunya yang kecil.Saat ini, Meilissa dihadapkan dengan sebuah fakta bahwa dia adalah istri seorang Lionel Sinclair yang punya status sosial jauh diatasnya. Selain itu, ada perbedaan usia yang mencolok diantara mereka.Berbeda dengan Meilissa, Lionel terlihat jauh lebih santai. Senyum terus tersungging di wajah tampannya. Hatinya pun terasa ringan.Impian untuk menikahi Meilissa sudah terlaksana."Aku mencintaimu, Meilissa Rose," bisik Lionel pelan di dekat telinga wanita muda yang sudah resmi menjadi istrinya.Meilissa mendongakkan kepala pada Lionel. Sorot matanya yang sayu bertemu dengan tatapan tenang nan teduh milik Lionel, seketika hatinya menjadi tenang.Mereka sudah memutuskan, jadi seharusnya sudah siap dengan segala resiko di masa yang akan datang. Toh, Lionel sudah berjanji akan bersamanya baik saat laut tenang atau pun bergelombang.Ber
Terakhir Diperbarui: 2026-01-31
Chapter: Bab 100 - Jangan Menggodaku, Om
Tempat yang digunakan sebagai tempat pernikahan adalah sebuah villa yang berada di sebuah kawasan pelabuhan favorite para turis di kota itu.Villa itu berdiri sedikit menjorok ke tepi danau, berada di kawasan pelabuhan yang ramai oleh wisatawan, tapi terpisah oleh pagar hijau dan kontur tanah yang membuatnya terasa privat.Dari halaman rumput luasnya, samar terdengar suara kapal dan percakapan turis di kejauhan, sementara teras batu yang lebar cukup menampung meja panjang dan kursi lipat untuk acara kecil.Di sisi villa, area kosong sengaja dimanfaatkan Lionel untuk wahana mini outdoor—perosotan kecil, ayunan, dan tenda kanvas warna krem. "Wow! Indah sekali." Meilissa menahan napas saat mobil mulai memasuki halaman villa. Dia memandang dengan kagum pohon cemara yang berbaris seakan menyambut mereka.Dia menoleh pada Lionel yang ternyata sedang memperhatikan reaksinya. 'Om, tempat ini rasanya seperti ada di surga," ucapnya seperti anak kecil yang sedang bahagia karena diajak berwisata
Terakhir Diperbarui: 2026-01-30
Chapter: Bab 99 - Cinta Terlarang
Tidak sampai dua puluh empat jam, pakaian pengantin yang diinginkan oleh Lionel dan Meilissa sudah selesaiSeakan alam merestui, semuanya berjalan lancar. Tepat setelah sarapan pagi, persiapan selesai. Sebuah mobil pengantin mewah sudah menunggu. Tempat pernikahan pun sudah ditentukan.Mereka hanya tinggal berangkat ke lokasi yang sejak awal dipilih oleh Lionel dengan berbagai pertimbangan.Lionel berdiri gelisah di tengah ruang tamu apartment mewahnya. Jas yang dikenakannya sudah sempurna, rambutnya tertata rapi, namun kegugupan itu tetap merayap tanpa bisa dicegah.Matanya berkali-kali melirik ke arah lorong menuju kamar Meilissa—pintunya sejak tadi tertutup rapat.“Apa kamu pikir dia akan berubah pikiran mendadak?” bisiknya pelan pada Rick, yang berdiri tidak jauh darinya. Rick terlihat sangat tampan dengan setelan jas barunya, tentu saja ekspresinya jauh lebih santai dibandingkan Lionel yang nyaris tidak bisa diam.Rick memukul bahu Lionel ringan. “Kalau dia berubah pikiran, ulang
Terakhir Diperbarui: 2026-01-29
Chapter: Bab 98 - Calon Nyonya Sinclair
Dari sepuluh gaun yang direkomendasikan oleh Lionel, Meilissa jatuh cinta pada satu gaun pengantin dengan model klasik dengan siluet A-line. Tangannya mengusap satin sutera yang berlapis chiffon tipis. Gaun ini kalau dipakai jatuhnya ringan Dan mengikuti lekuk tubuh."Aku tidak menyangka Om Lionel akan melakukan hal segila ini," gumam Meilissa. Mungkin kalau tidak mengalami sendiri, dia tidak akan percaya ada pernikahan dadakan seperti ini.Tadi pagi, dia baru saja merasa aneh dengan sikap Lionel. Tapi sekarang, dia sedang mencoba gaun pengantin. Semuanya benar-benar dilakukan dengan sangat cepat.Bibi Emma menganggukkan kepala. "Bibi sudah berkali-kali bertanya pada Tuan, tapi Tuan Lionel tetap pada keputusannya untuk menikah di kota ini."Meilissa membelalakkan mata lebar-lebar. "Lho, jadi Bibi sudah tau rencana ini?"Bibi Emma tersenyum, lalu menjawab dengan kalem. "Itulah alasannya kenapa Bibi ada disini. Tuan terbiasa bicara semuanya pada Bibi." Sepasang mata wanita itu menerawan
Terakhir Diperbarui: 2026-01-28
Chapter: Bab 97 - Jatuh Cinta Pada Teman Puterimu
Meilissa tahu sekali kalau Lionel sangat cermat dalam melakukan sesuatu, tapi dia tidak pernah menyangka kalau Lionel sudah mempersiapkan pernikahan dengan sangat detail.Setidaknya, bagi Meilissa, persiapan pernikahan mereka termasuk sempurna. Salah satunya gaun pengantin. Semua orang tahu kalau untuk sebuah gaun pengantin butuh proses yang panjang.Selama ini jadwal Lionel selalu padat, entah kapan lelaki itu melakukannya. Di sela-sela kesibukan, sepertinya Lionel bergerak diam-diam untuk menyiapkannya. Dia yakin penuh kalau Meilissa akan setuju menikah dengannya.Dan, hasilnya adalah pernikahan ini terlihat seperti sudah lama direncanakan—hanya saja baru sekarang akhirnya diwujudkan.Bukan karena kemewahan yang berlebihan, melainkan karena Meilissa tidak perlu melakukan apa pun. Padahal dia sering mendengar kalau calon pengantin wanita senewen saat mempersiapkan pernikahan.Di rumah mode itu, sepuluh gaun pengantin pilihan berjajar dengan rapi—siap dipilih. Meilissa berjalan perlaha
Terakhir Diperbarui: 2026-01-27
Pernikahan Rahasia Dengan Tuan Muda Berandal

Pernikahan Rahasia Dengan Tuan Muda Berandal

“Sekalipun kamu satu-satunya laki-laki yang tersisa di dunia ini, aku lebih memilih jomblo seumur hidup!" Maureen melihat sendiri saat Erland sedang melakukan perbuatan tidak senonoh dengan seorang wanita. Tapi, dia tidak bisa menolak perjodohan dengannya karena hutang budi. Sementara itu, Erland juga tak kalah sengit membalas, "Bahkan kalau kamu tidak memakai apa-apa di hadapanku, aku tidak akan mau menyentuhmu!" Bayangkan, dua kutub yang tolak menolak terpaksa tinggal di bawah atap yang sama. Maureen yang cerdas dan berprestasi berhadapan dengan laki-laki tukang berkelahi, hobby mabuk dan suka berganti-ganti wanita. Apa yang akan dilakukan Maureen untuk menghadapi Erland di dalam pernikahan rahasia mereka?
Baca
Chapter: Bab 161 -- Mencintai Tanpa Syarat
Suasana di dalam mobil terasa hening, mereka baru tiba di rumah Reinner setelah acara nongkrong bersama Erland dan Lourdes di coffee shop. Reinner menoleh pelan, matanya tak lepas menatap Maureen. Dia mencoba membaca wajahnya. Sepanjang jalan, gadis disampingnya tidak berbicara apa pun. Apakah ada guratan sedih, luka, atau bahkan amarah yang tersembunyi setelah pertemuan barusan dengan Erland dan Lourdes? Tapi, tidak ada. Maureen tampak tenang, bahkan sangat tenang hingga membuat Reinner justru khawatir. “Kamu baik-baik saja?” tanyanya lembut, memecah keheningan. Maureen mengerjap, sedikit bingung, lalu menoleh dengan raut heran. “Aku baik-baik saja. Kenapa kamu bertanya seperti itu?” Reinner menghela napas pendek. Dia menatap jemari Maureen, lalu tanpa berpikir panjang, meraih tangan itu. Sentuhan hangat itu membuat Maureen terdiam. Reinner menunduk, mengecup punggung tangannya dengan lembut. “Aku cuma khawatir. Aku takut pertemuan dengan Erland tadi...." Reinner berhenti sej
Terakhir Diperbarui: 2025-11-16
Chapter: Bab 160 - Mencintai Tanpa Beban
Keduanya sama-sama terperanjat melihat seseorang yang tidak disangka-sangka bertemu di lorong rumah sakit seperti ini. Seorang wanita muda yang cantik dan modis sedang tersenyum kepada mereka. Senyumannya ramah dan bersahabat. "Maureen?" sapa Erland seakan tak percaya. Mereka terakhir bertemu saat perceraian dan tidak pernah berhubungan lagi setelah itu. "Hai, apa kabar kalian?" Maureen merentangkan tangan dan memeluk Lourdes dengan hangat. "B-baik. Bagaimana kabarmu?" balas Lourdes gugup. Dia buru-buru melepaskan genggaman tangan Erland dan membalas pelukan mantan istri Erland dengan canggung. Seramah apa pun Maureen, tetap saja Lourdes merasa dia adalah penyebab perceraian Erland dan Maureen. "Siapa yang sakit?" tanya Maureen kemudian. Dia melerai pelukannya, lalu mundur satu langkah dan mengamati Lourdes penuh perhatian. "Eh, ehm, tidak ada. Aku cuma cek kesehatan saja," jawab Lourdes, tidak ingin mengatakan tentang kehamilannya karena masih sungkan pada Maureen. "Oh
Terakhir Diperbarui: 2025-11-12
Chapter: Bab 159 - Melindungi Dan Mencintainya
Mobil yang dikendarai Erland baru saja meninggalkan bandara. Setelah kasusnya dengan Clarisse terekspose, dan berakhir dengan dia menikahi Lourdes, kagum dan simpati terus mengalir kepadanya.Agensinya sengaja memanfaatkan moment itu untuk mengatur jadwal yang padat supaya momentum popularitasnya tidak turun.Mulai dari shooting iklan, promo album baru, mini konser, tampil sebagai tamu undangan dan rangkaian kegiatan lain yang susul menyusul tanpa jeda.Dan akhirnya setelah dua bulan, bertepatan dengan kabar kehamilan Lourdes, Erland bisa kembali ke rumahnya."Langsung pulang ke rumah," perintah Erland pada Jefta yang melajukan mobilnya. Dia tidak bisa mendefinisikan perasaannya pada kabar kehamilan Lourdes.Bahagia atau tidak? Erland benar-benar tidak tahu. Yang dia tahu, pulang ke rumah dimana Lourdes tinggal adalah hal yang benar dan harus dia lakukan."Baik, Tuan." Jefta menjawab sambil melirik sekilas pada majikannya. Dia tahu rumah yang dimaksud oleh Erland adalah tempat tingga
Terakhir Diperbarui: 2025-11-09
Chapter: Bab 158 - Garis Dua
Lourdes tercengang.Meski sudah menduga sebelumnya, tetap saja dia terkejut."Bagaimana, Nyonya?" tanya Bibi Maretha. Menghempaskan Lourdes kembali kepada kenyataan.Lourdes menoleh pada Bibi Maretha yang berdiri di ambang pintu kamar mandi. Wajah wanita itu tampak harap-harap cemas.Perlahan Lourdes mengangkat batang testpack ditangannya dan berkata pelan, "Warnanya kurang jelas."Bibi Maretha yang sudah berusia diatas empat puluh tahun menyipitkan mata, lalu mendekat."Bagaimana, bagaimana?" tanyanya antusias."Dua garis, Bibi.""O'ya?" pekik Bibi Maretha."Dua garis, tapi warnanya kurang jelas. Artinya, aku hamil atau tidak?" tanya Lourdes yang tiba-tiba saja merasa bodoh sekali. Dia tahu Erland bertanggung jawab atas kejadian malam itu, tapi tidak ada pembicaraan soal anak."Bodoh sekali! Seharusnya aku minum pil pencegah kehamilan," sesal Lourdes dalam hati. Saat itu dia terlalu fokus pada pelaku kejahatan yang sudah menjebaknya.Bibi Maretha mengambil testpack dari tangan Lourde
Terakhir Diperbarui: 2025-11-04
Chapter: Bab 157 - Jangan-Jangan...
"Tampaknya aku harus pergi malam ini, Lou. Masih ada beberapa jadwal yang harus aku selesaikan," kata Erland dengan raut wajah penuh sesal.Lourdes tersenyum manis. Dari awal dia sudah tahu pekerjaan Erland adalah seorang penyanyi yang sedang naik daun. Saat ini agency sedang gencar-gencarnya promo album terbarunya.Mengharapkan bersama Erland di malam pernikahan adalah hal yang konyol. Terlebih pernikahan mereka karena kecelakaan."Kamu harus maklum, Lou," ucap Lourdes dalam hati."Istirahatlah. Aku akan bersiap-siap." Ucapan Erland berikutnya membuyarkan lamunan Lourdes."Bagaimana kalau aku membantumu bersiap-siap?" tawar Lourdes, bersiap memulai tugas pertama sebagai seorang istri. Toh, mereka sudah terlanjur menikah.Erland tersenyum tipis. "Terima kasih."Selanjutnya, mereka berbenah. Lourdes mempersiapkan keperluan Erland dengan detail. Hal yang tidak pernah dilakukan oleh Maureen selama ini karena Erland terlalu mandiri."Kamu tahu kemana harus menghubungiku kalau butuh sesuat
Terakhir Diperbarui: 2025-11-02
Chapter: Bab 156 - Kamu Bersedia?
Lourdes mengangkat wajah dan menatap wajah Erland. Lelaki itu tampak berbeda hari ini. Entah caranya memandang kepada Lourdes, atau karena sikap bertanggung jawabnya yang membuat Lourdes semakin jatuh cinta pada Erland.Sebelumnya dia sudah kagum pada Erland berkat penampilannya di layar televisi.Dan, sekarang?Kekaguman itu naik berlipat-lipat, ditambah dengan hati yang meleleh. Lelaki ini bersedia menanggung kesalahan orang lain, dalam hal ini Clarisse."Bagaimana, Lou?" tanya Erland, memecahkan keheningan yang tercipta beberapa saat."Erland, apa kamu serius?" tanya Lourdes untuk memastikan. Dia menatap mata Erland dalam-dalam.Erland membalas tatapan Lourdes."Tentu saja," jawabnya sungguh-sungguh. Seumur-umur, dia tidak pernah meminta seorang gadis menikah dengannya. Dengan Maureen sekali pun. Tapi kali ini, dia harus - yang anehnya, dia tidak merasa keberatan menikahi Lourdes.Lourdes menahan napas saat Erland memalingkan wajah, dan melanjutkan ucapannya."Tapi, Lou... aku tida
Terakhir Diperbarui: 2025-11-01
Kakak Iparku Mencintaiku

Kakak Iparku Mencintaiku

"Temani aku tidur seperti dulu setiap kali aku merasa sedih." rengek Lillian. "Oh, Lili. Jangan menggodaku atau kamu akan menyesal." bisik Harvey dengan suara serak. Ketegasannya tiba - tiba saja menguap entah kemana. Permintaan Lillian untuk tidur bersama membuat pikirannya tak waras. Harvey tidak minum tapi dia mabuk oleh pesona Lilian, adik ipar sekaligus wanita yang selalu dijaganya sejak kecil. Kondisi Lillian yang mabuk justru membuatnya terlihat semakin cantik. Mata yang sayu dan bibir mungil yang sedikit terbuka menantang Harvey untuk menyentuhnya. Belum berhasil mengumpulkan kewarasan, Lillian malah melingkarkan tangannya ke bahu Harvey, memaksa laki - laki itu mendekat. Detik berikutnya Lillian langsung menyambar bibir Harvey....
Baca
Chapter: Bab 109 - Keluarga Kecil Bahagia
Dua tahun kemudian,"Sebelum jam 4 sore sudah ada di rumah ya?" pinta Harvey.Lillian mengangguk, "Iya, Har. Aku cuma sebentar di rumah makan. Setelah itu baru belanja. Kalau sudah dapat barangnya, pasti aku langsung pulang."Harvey cemberut. Hari ini Lillian ada janji pergi bersama Amara, kalau sudah begitu jam pulangnya tidak akan bisa ditentukan. Sejak putera mereka berusia satu tahun, istrinya itu semakin sibuk sampai - sampai pergi pagi pulang malam. Akhirnya, Harvey lebih memilih bekerja dari rumah sambil menjaga putera mereka.Kini dia jadi bapak rumah tangga, posisi mereka jadi terbalik. Lillian yang lebih banyak menghabiskan waktu diluar rumah daripada Harvey."Kamu jangan mau kalau diajak keluyuran tidak jelas sama Amara. Nongkrong - nongkrong di cafe, belanja - belanja terus," omel Harvey.Lillian tersenyum. "Aku sudah nolak, Har. Tapi kamu tau sendiri bagaimana Amara kalau sudah punya keinginan. Lagipula, dia masih hamil. Apa kamu tega lihat dia keluyuran sendiri di kantor
Terakhir Diperbarui: 2024-04-22
Chapter: Bab 107 - Persalinan Darurat
Theopillus meyakinkan pada mereka kalau semua yang bernyawa di dalam rumah - rumah yang mengalami kebakaran sudah dievakuasi dan tidak ada yang tertinggal. Anak - anak, orang dewasa, manula, bahkan termasuk juga hewan peliharaan bagi yang memeliharanya di rumah.Kaki Harvey serasa tak berpijak saat mendengar kalau ada korban meninggal di rumah nomer E7, tapi dia memaksa diri untuk mengikuti langkah Theopillus ke sisi lain lapangan.Tidak berbeda dengan Harvey, Richard pun pucat pasi. Mereka berjalan seperti mayat hidup, sambil mendengarkan kronologis kejadian yang disampaikan oleh Theopillus.Dua laki - laki itu oleng saat melihat dua buah tandu yang berisi seseorang yang ditutup selimut sekujur tubuhnya. Mereka tidak bisa melihat wajah orang itu tapi Harvey tak sengaja melihat sebuah tangan dengan kulit putih pucat dari balik selimut di salah satu tandu. Leher Harvey tercekat, jantungnya berdegup kencang saat mengenali gelang yang melingkar di pergelangan tangan. Rantainya memang men
Terakhir Diperbarui: 2024-04-18
Chapter: Bab 106 - Misi Penyelamatan
"Nona," Tiba - tiba saja sopir Lillian masuk ke supermarket dan menyodorkan ponsel kepada Amara. "Ponselnya berdering terus, Nona. Saya menemukannya di jok belakang mobil. Silahkan, Nona. Barangkali ada yang urgent."Amara melihat ada nama Lillian di layar ponsel, dia langsung menggeser tombol hijau. Mengira Lillian tak sabar menunggu, Amara langsung menjelaskan kondisinya saat ini,"Sorry, Say. Tadi di supermarket terdekat tidak ada angka yang sesuai dengan usia Aunty --""Amara, dengarkan aku. Disini berbahaya... --""Ha? Ap--?"PIP.... Telepon mati. Amara membelalakkan matanya dan menoleh ke sopir, "Apa yang terjadi sebenarnya?"Sopir menatap Amara dengan bingung."Pak, ayo, jangan bengong. Sepertinya terjadi sesuatu yang buruk pada Lillian," perintah Amara sambil berlari ke mobil.Sopir tergopoh - gopoh mengikutinya."Cepat, Pak! Lima menit harus sampai!" perintah Amara begitu mereka berdua sudah berada di dalam. Tanpa banyak tanya, sopir langsung mengemudi dengan kecepatan ting
Terakhir Diperbarui: 2024-04-18
Chapter: Bab 105 - Chaos
"Har, kenapa HPnya tidak aktif? Aku sudah kirim pesan banyak banget lho dari pagi. Buruan susul aku. Sekarang aku sudah di rumah mama tapi malah bertemu dengan Ernest. Aku sedikit paranoid sama kelakuan Ernest... hehehe... aku ngumpet di kamar mandi. Semoga Amara cepat datang. Dia lagi beli lilin untuk kue ulang tahunnya mama.""Har, cepat pulang.""Har, perutku sakit.""Kebakaran."Suara Lillian melalui voice note terngiang - ngiang di rongga telinganya, berputar seperti kaset rusak, tidak bisa keluar dari kepalanya. Harvey berlari kencang, memaksa seluruh kekuatannya untuk berlari secepat mungkin. Menerobos jalanan yang macet, mendorong orang - orang yang menghalangi jalannya."Permisi! Permisi! Istri dan anakku terjebak kebakaran! Permisi!"Di belakangnya, Richard tidak kalah heboh."Menyingkiiir, kami harus menyelamatkan mereka!"Napas kedua laki - laki itu berderu, paru - parunya seperti akan meledak karena dipaksa lari melebihi batas kemampuan. Mereka tidak akan berhenti sebelum
Terakhir Diperbarui: 2024-04-15
Chapter: Bab 104 - Firasat
Wajah Carina memucat, dia tak menyangka kalau keisengannya bisa berbuntut panjang. Dia ikut masuk ke dalam lift dengan bahu meluruh, wajahnya penuh penyesalan. "Begini saja, aku akan telepon Lillian dan menjelaskan kalau semua ini salahku. Aku hanya main - main. Maafkan aku. Aku akan melakukan apa pun untuk membuat kalian sampai dengan cepat dan selamat di St. Moritz." Dia menawarkan sebuah solusi sebagai upeti perdamaian.Harvey mendengus, sementara Richard berusaha menghubungi Amara, tapi tidak diangkat."Itu akan aku urus nanti. Aku punya perasaan kalau Lillian membutuhkan aku. Jangan - jangan dia mau melahirkan. Seharusnya aku langsung pulang setelah acara pemakaman di hari pertama. Aku bukan suami yang baik," sesal Harvey berkepanjangan. Ternyata sulit menemukan tiket pesawat yang diminta oleh Harvey. Tiket pesawat penerbangan menuju St. Moritz hanya ada dua jam lagi, sesuai jadwal keberangkatan Harvey, mau tak mau mereka menggunakan fasilitas dari Carina. Sebagai permohonan maa
Terakhir Diperbarui: 2024-04-15
Chapter: Bab 103 - Call Me, Please...
Lillian menarik napas dan menghembuskannya berulang kali untuk menenangkan dirinya sendiri. Dia berusaha berpikir jernih demi memutuskan tindakan yang tepat untuk dilakukan. Diluar pertengkaran masih berlanjut."Pertama, kamu yang salah bergaul dengan sepupumu hingga terjerumus dalam obat - obatan dan minuman keras. Aku tidak pernah membuatmu mengkonsumsi barang - barang terlarang itu. Kamu yang salah pergaulan lalu kecanduan. Ernest, dengarkan dulu... kamu salah paham. Aku tidak pernah menyuruh orang untuk menangkapmu. Mereka dari kepolisian yang akan menahanmu karena bisnis obat terlarang. Aku justru memohon supaya kamu direhabilitasi daripada ditahan. Kamu harus sembuh, Ernest.Kedua, uang yang aku berikan padamu, sebaiknya kamu introspeksi. Kamu selalu mengambil sendiri uangku di lemari penyimpanan atau di ATM. Aku diam karena tidak mau memperpanjang masalah. Aku ibumu, kamu ingin memakai uangku maka aku memberikannya.""BOHONG! KAMU PEMBOHONG!""Ernest, demi Tuhan, aku tidak per
Terakhir Diperbarui: 2024-04-15
Anda juga akan menyukai
Aku Bukan Pembantu
Aku Bukan Pembantu
Romansa · Yashica Billy
1.2K Dibaca
Jaga Jodoh Sejak Dini
Jaga Jodoh Sejak Dini
Romansa · Soffia
1.2K Dibaca
Dipuja Dua Penguasa
Dipuja Dua Penguasa
Romansa · Mocha Latte
1.2K Dibaca
Terjerat Pesona Nyonya Bos
Terjerat Pesona Nyonya Bos
Romansa · Riri Rimausa
1.2K Dibaca
TERPASUNG CINTA PALSU
TERPASUNG CINTA PALSU
Romansa · MARIWINA
1.2K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status