author-banner
EYN
EYN
Author

Novels by EYN

Cinta Terlarang : Terjerat Pesona Papa Temanku

Cinta Terlarang : Terjerat Pesona Papa Temanku

Meilissa hanya butuh satu hal yang tidak pernah dia miliki selama ini, yaitu kasih sayang seorang ayah. Siapa sangka, Lionel, ayah teman baiknya, memberi segalanya. Tempat tinggal, perhatian dan rasa aman yang selama ini tidak pernah dirasakan oleh dia. Namun perlahan, setiap percakapan dan sentuhan di antara mereka menimbulkan getaran-getaran yang tidak seharusnya ada. Perlindungan berubah menjadi keinginan. Kedekatan berubah menjadi godaan. Lionel dan Meilssa tahu kalau hubungan ini melanggar norma. Mereka menyadari bahwa cinta yang dirasakan tumbuh dalam ketidak nyamanan sosial. Namun hati mereka tidak bisa patuh. Mampukah mereka bertahan dalam cinta terlarang? Atau, kalah karena terlalu banyak yang menghakimi?
Read
Chapter: Bab 168 - Firasat Wanita
Ponsel Liora bergetar pelan di atas meja, memecah sunyi yang beberapa saat melingkupi Elara dan dirinya.Getaran kecil itu terasa seperti jeda yang menyelamatkan. Ritme napas Liora yang sempat tercekat perlahan kembali teratur. Setidaknya telepon ini bisa menmnberi celah bagi hatinya untuk beristirahat dari percakapan yang terlalu berat.Tanpa banyak pikir, dia meraih ponselnya. Satu nama tertera jelas di sana.Meilissa.Segera jempol Liora segera menggeser ikon hijau di layar.“Kamu di mana, Sayang?” Suara Meilissa yang lembut mengalun dari seberang.Seketika sudut bibir Liora terangkat. Hanya dengan mendengar suara sahabatnya, beban di dadanya terasa sedikit mengendur.“Aku ada di kafe dekat rumah. Sarapan bersama Tante Elara."Sebutan Tante meluncur begitu saja seperti yang sudah-sudah. Sekarang dia tahu kebenaran yang sesungguhnya, tapi lidahnya belum siap menyebut Elara sebagai Mama, terutama di depan Meilissa.Di seberang sana, Meilissa terdiam sesaat. Nama Elara membuat firasat
Last Updated: 2026-03-17
Chapter: Bab 167 - Skandal Yang Ditutupi
Bertahun-tahun yang lalu…Aroma antiseptik yang tajam memenuhi indera penciuman Elara saat kesadarannya perlahan kembali. Langit-langit putih menyambut pandangannya yang masih buram.Kepalanya terasa berat, tubuhnya lemas seolah seluruh tenaga tersedot habis.Dia mengedarkan pandangan, mencoba menyusun ingatan yang tercerai berai“Elara," panggil Helena. Suara itu terdengar tegas dan dingin.Elara menoleh. Sosok Helena berdiri di samping ranjang rumah sakit dengan wajah tegang.“Ini dimana, Ma?” tanyanya lirih, memastikan kalau dugaannya tidak salah. Hal terakhir yang dia ingat adalah perutnya mual dan kepalanya berkunang-kunang. Setelah itu, semua gelap.“Rumah sakit,” jawab Helena singkat.Tatapan wanita itu tajam. Bukan tatapan cemas seorang ibu yang menunggu anaknya siuman, melainkan sorot mata penuh tekanan yang membuat dada Elara terasa sesak.“Ada apa denganku, Ma?” Suaranya melemah. Dia bisa merasakan kejanggalan yang tidak bisa dijelaskan.Kalau cuma sekedar pingsan, seharusn
Last Updated: 2026-03-17
Chapter: Bab 166 - Masa Lalu
Sebuah kafe yang letaknya tidak jauh dari rumah Lionel menjadi pilihan Elara untuk bertemu dengan Liora pagi itu.Dua wanita dari generasi berbeda itu saling melempar senyum saat bertemu.Senyum yang canggung, tapi juga tersirat rindu di dalamnya. Mereka berpelukan dengan hangat.“Apa kabar, Sayang?” tanya Elara ketika Liora melerai pelukan.Tangannya masih menggenggam jari Liora sementara sepasang matanya menelusuri Liora dari kepala hingga ke ujung kaki. Penampilan Liora terlalu santai untuk pergi ke sebuah cafe.“Kamu darimana, hm?” tanya Elara kemudian, nada suaranya lembut namun bergetar.“Aku baru dari airport, mengantarkan Uncle Rick. Papa tidak bisa ikut karena sedang ada operasi di rumah sakit." Liora, entah kenapa, menjelaskan tanpa keberatan.Elara menganggukkan samar. “Hm… kamu pasti kesepian dong?” godanya, berusaha mencairkan suasana. Dia lalu mengajak Liora duduk di sudut kafe yang lebih sepi. Tempat itu cukup jauh dari lalu lalang pengunjung. Tempat yang aman untuk per
Last Updated: 2026-03-16
Chapter: Bab 165 - Aku Sayang Kamu
Suasana rumah Lionel masih sunyi ketika pintu kamar tamu terbuka perlahan.Langit bahkan masih gelap saat Rick keluar sambil menarik trolley kecil di belakangnya.Roda koper itu bergulir pelan di lantai marmer, menciptakan bunyi lirih yang memantul di lorong rumah besar tersebut.Dia berhenti sebentar di depan tangga, dan mengedarkan pandangan ke sekeliling. Penghuni rumah ini pasti masih tidur.Seminggu dia menghabiskan waktu di rumah ini, tetapi entah kenapa rasanya waktu berlalu begitu cepat, seperti kembali ke masa-masa lama yang pernah hilang. Rick menghela napas panjang. Sudah waktunya bagi dia untuk kembali ke dunia nyata. Bekerja.Lionel sudah membereskan semua urusan transportasinya sejak malam sebelumnya. Pak Sopir pribadi Lionel bahkan sudah sudah sia sedia mengantar sejak sebelum subuh.Sahabatnya tidak ikut mengantar karena ada operasi mendadak yang harus dia tengah malam tadi. Meilissa dan Liora pasti masih tidur. Dan, Rick memakluminya.Tiba di ruang tamu, langkah Rick l
Last Updated: 2026-03-15
Chapter: Bab 164 - Bermain Bersama
Selama beberapa hari terakhir, Rick hampir tidak pernah meninggalkan Liora sendirian. Laki-laki itu selalu ada di dekatnya.Entah menemani sarapan, berjalan santai di halaman rumah, atau sekadar duduk di ruang tamu sambil mengobrol ringan.Cara Rick mendekatinya begitu cerdik hingga Liora tidak merasa terpaksa harus bercerita.Dia lebih banyak mendengarkan. Tidak menyela, atau pun menyudutkan. Sebaliknya, dia langsung melontarkan candaan saat emosi Liora mulai tidak stabil.Setiap kali, Liora mendengus kesal sebelum akhirnya tersenyum. Senyum yang sempat jarang muncul di wajahnya, kini mulai terlihat lagi. Tawanya juga kembali, meskipun kadang masih terdengar tipis.Di sela-sela momen itu, Rick dengan sabar mengorek cerita tentang Ferdinand tanpa membuat Liora merasa diinterogasi.Kesempatan itu dipakai oleh Lionel untuk menghabiskan waktu bersama Meilissa, seolah ada pembagian peran yang tidak pernah mereka bicarakan secara langsung.Rick menjaga Liora supaya Lionel bisa bersama Meil
Last Updated: 2026-03-14
Chapter: Bab 163 - Ditutup Dengan Ciuman
Tersenyum, Meilissa membuka matanya perlahan. Wajah Lionel berada begitu dekat. Sorot matanya teduh dan hangat, meluluhkan lantakkan hatinya untuk kesekian kalinya.“I love you, Om," ucapnya dengan perasaan membuncah. Dia menerima apapun masa lalu laki-laki itu.Lionel berkedip. Ekspresinya seperti tidak menduga Meilissa akan mengucapkan kata itu “I love you,” ulang Meilissa lagi, seperti ingin meyakinkan. Sengaja nada suaranya dibuat berirama, dan kembali mengatakannya. “I love you. I love you. I love you."Lionel terdiam. Matanya menatap wanita di hadapannya dengan perasaan yang bergejolak. Kalimat cinta itu sebenarnya sederhana, tapi sungguh mengena di hati.Seolah-olah setiap kata yang keluar dari bibir Meilissa membawa makna yang jauh lebih dalam.Kedua tangan Meilissa terangkat dan menangkup pipi Lionel. Mereka saling menatap. Jarak wajah mereka sangat dekat, hingga bibir dengan bibir hampir bersentuhan.“I love you, Om. Lelakiku satu-satunya. Yang terbaik. Tidak ada yang bisa
Last Updated: 2026-03-14
Pernikahan Rahasia Dengan Tuan Muda Berandal

Pernikahan Rahasia Dengan Tuan Muda Berandal

“Sekalipun kamu satu-satunya laki-laki yang tersisa di dunia ini, aku lebih memilih jomblo seumur hidup!" Maureen melihat sendiri saat Erland sedang melakukan perbuatan tidak senonoh dengan seorang wanita. Tapi, dia tidak bisa menolak perjodohan dengannya karena hutang budi. Sementara itu, Erland juga tak kalah sengit membalas, "Bahkan kalau kamu tidak memakai apa-apa di hadapanku, aku tidak akan mau menyentuhmu!" Bayangkan, dua kutub yang tolak menolak terpaksa tinggal di bawah atap yang sama. Maureen yang cerdas dan berprestasi berhadapan dengan laki-laki tukang berkelahi, hobby mabuk dan suka berganti-ganti wanita. Apa yang akan dilakukan Maureen untuk menghadapi Erland di dalam pernikahan rahasia mereka?
Read
Chapter: Bab 161 -- Mencintai Tanpa Syarat
Suasana di dalam mobil terasa hening, mereka baru tiba di rumah Reinner setelah acara nongkrong bersama Erland dan Lourdes di coffee shop. Reinner menoleh pelan, matanya tak lepas menatap Maureen. Dia mencoba membaca wajahnya. Sepanjang jalan, gadis disampingnya tidak berbicara apa pun. Apakah ada guratan sedih, luka, atau bahkan amarah yang tersembunyi setelah pertemuan barusan dengan Erland dan Lourdes? Tapi, tidak ada. Maureen tampak tenang, bahkan sangat tenang hingga membuat Reinner justru khawatir. “Kamu baik-baik saja?” tanyanya lembut, memecah keheningan. Maureen mengerjap, sedikit bingung, lalu menoleh dengan raut heran. “Aku baik-baik saja. Kenapa kamu bertanya seperti itu?” Reinner menghela napas pendek. Dia menatap jemari Maureen, lalu tanpa berpikir panjang, meraih tangan itu. Sentuhan hangat itu membuat Maureen terdiam. Reinner menunduk, mengecup punggung tangannya dengan lembut. “Aku cuma khawatir. Aku takut pertemuan dengan Erland tadi...." Reinner berhenti sej
Last Updated: 2025-11-16
Chapter: Bab 160 - Mencintai Tanpa Beban
Keduanya sama-sama terperanjat melihat seseorang yang tidak disangka-sangka bertemu di lorong rumah sakit seperti ini. Seorang wanita muda yang cantik dan modis sedang tersenyum kepada mereka. Senyumannya ramah dan bersahabat. "Maureen?" sapa Erland seakan tak percaya. Mereka terakhir bertemu saat perceraian dan tidak pernah berhubungan lagi setelah itu. "Hai, apa kabar kalian?" Maureen merentangkan tangan dan memeluk Lourdes dengan hangat. "B-baik. Bagaimana kabarmu?" balas Lourdes gugup. Dia buru-buru melepaskan genggaman tangan Erland dan membalas pelukan mantan istri Erland dengan canggung. Seramah apa pun Maureen, tetap saja Lourdes merasa dia adalah penyebab perceraian Erland dan Maureen. "Siapa yang sakit?" tanya Maureen kemudian. Dia melerai pelukannya, lalu mundur satu langkah dan mengamati Lourdes penuh perhatian. "Eh, ehm, tidak ada. Aku cuma cek kesehatan saja," jawab Lourdes, tidak ingin mengatakan tentang kehamilannya karena masih sungkan pada Maureen. "Oh
Last Updated: 2025-11-12
Chapter: Bab 159 - Melindungi Dan Mencintainya
Mobil yang dikendarai Erland baru saja meninggalkan bandara. Setelah kasusnya dengan Clarisse terekspose, dan berakhir dengan dia menikahi Lourdes, kagum dan simpati terus mengalir kepadanya.Agensinya sengaja memanfaatkan moment itu untuk mengatur jadwal yang padat supaya momentum popularitasnya tidak turun.Mulai dari shooting iklan, promo album baru, mini konser, tampil sebagai tamu undangan dan rangkaian kegiatan lain yang susul menyusul tanpa jeda.Dan akhirnya setelah dua bulan, bertepatan dengan kabar kehamilan Lourdes, Erland bisa kembali ke rumahnya."Langsung pulang ke rumah," perintah Erland pada Jefta yang melajukan mobilnya. Dia tidak bisa mendefinisikan perasaannya pada kabar kehamilan Lourdes.Bahagia atau tidak? Erland benar-benar tidak tahu. Yang dia tahu, pulang ke rumah dimana Lourdes tinggal adalah hal yang benar dan harus dia lakukan."Baik, Tuan." Jefta menjawab sambil melirik sekilas pada majikannya. Dia tahu rumah yang dimaksud oleh Erland adalah tempat tingga
Last Updated: 2025-11-09
Chapter: Bab 158 - Garis Dua
Lourdes tercengang.Meski sudah menduga sebelumnya, tetap saja dia terkejut."Bagaimana, Nyonya?" tanya Bibi Maretha. Menghempaskan Lourdes kembali kepada kenyataan.Lourdes menoleh pada Bibi Maretha yang berdiri di ambang pintu kamar mandi. Wajah wanita itu tampak harap-harap cemas.Perlahan Lourdes mengangkat batang testpack ditangannya dan berkata pelan, "Warnanya kurang jelas."Bibi Maretha yang sudah berusia diatas empat puluh tahun menyipitkan mata, lalu mendekat."Bagaimana, bagaimana?" tanyanya antusias."Dua garis, Bibi.""O'ya?" pekik Bibi Maretha."Dua garis, tapi warnanya kurang jelas. Artinya, aku hamil atau tidak?" tanya Lourdes yang tiba-tiba saja merasa bodoh sekali. Dia tahu Erland bertanggung jawab atas kejadian malam itu, tapi tidak ada pembicaraan soal anak."Bodoh sekali! Seharusnya aku minum pil pencegah kehamilan," sesal Lourdes dalam hati. Saat itu dia terlalu fokus pada pelaku kejahatan yang sudah menjebaknya.Bibi Maretha mengambil testpack dari tangan Lourde
Last Updated: 2025-11-04
Chapter: Bab 157 - Jangan-Jangan...
"Tampaknya aku harus pergi malam ini, Lou. Masih ada beberapa jadwal yang harus aku selesaikan," kata Erland dengan raut wajah penuh sesal.Lourdes tersenyum manis. Dari awal dia sudah tahu pekerjaan Erland adalah seorang penyanyi yang sedang naik daun. Saat ini agency sedang gencar-gencarnya promo album terbarunya.Mengharapkan bersama Erland di malam pernikahan adalah hal yang konyol. Terlebih pernikahan mereka karena kecelakaan."Kamu harus maklum, Lou," ucap Lourdes dalam hati."Istirahatlah. Aku akan bersiap-siap." Ucapan Erland berikutnya membuyarkan lamunan Lourdes."Bagaimana kalau aku membantumu bersiap-siap?" tawar Lourdes, bersiap memulai tugas pertama sebagai seorang istri. Toh, mereka sudah terlanjur menikah.Erland tersenyum tipis. "Terima kasih."Selanjutnya, mereka berbenah. Lourdes mempersiapkan keperluan Erland dengan detail. Hal yang tidak pernah dilakukan oleh Maureen selama ini karena Erland terlalu mandiri."Kamu tahu kemana harus menghubungiku kalau butuh sesuat
Last Updated: 2025-11-02
Chapter: Bab 156 - Kamu Bersedia?
Lourdes mengangkat wajah dan menatap wajah Erland. Lelaki itu tampak berbeda hari ini. Entah caranya memandang kepada Lourdes, atau karena sikap bertanggung jawabnya yang membuat Lourdes semakin jatuh cinta pada Erland.Sebelumnya dia sudah kagum pada Erland berkat penampilannya di layar televisi.Dan, sekarang?Kekaguman itu naik berlipat-lipat, ditambah dengan hati yang meleleh. Lelaki ini bersedia menanggung kesalahan orang lain, dalam hal ini Clarisse."Bagaimana, Lou?" tanya Erland, memecahkan keheningan yang tercipta beberapa saat."Erland, apa kamu serius?" tanya Lourdes untuk memastikan. Dia menatap mata Erland dalam-dalam.Erland membalas tatapan Lourdes."Tentu saja," jawabnya sungguh-sungguh. Seumur-umur, dia tidak pernah meminta seorang gadis menikah dengannya. Dengan Maureen sekali pun. Tapi kali ini, dia harus - yang anehnya, dia tidak merasa keberatan menikahi Lourdes.Lourdes menahan napas saat Erland memalingkan wajah, dan melanjutkan ucapannya."Tapi, Lou... aku tida
Last Updated: 2025-11-01
Kakak Iparku Mencintaiku

Kakak Iparku Mencintaiku

"Temani aku tidur seperti dulu setiap kali aku merasa sedih." rengek Lillian. "Oh, Lili. Jangan menggodaku atau kamu akan menyesal." bisik Harvey dengan suara serak. Ketegasannya tiba - tiba saja menguap entah kemana. Permintaan Lillian untuk tidur bersama membuat pikirannya tak waras. Harvey tidak minum tapi dia mabuk oleh pesona Lilian, adik ipar sekaligus wanita yang selalu dijaganya sejak kecil. Kondisi Lillian yang mabuk justru membuatnya terlihat semakin cantik. Mata yang sayu dan bibir mungil yang sedikit terbuka menantang Harvey untuk menyentuhnya. Belum berhasil mengumpulkan kewarasan, Lillian malah melingkarkan tangannya ke bahu Harvey, memaksa laki - laki itu mendekat. Detik berikutnya Lillian langsung menyambar bibir Harvey....
Read
Chapter: Bab 109 - Keluarga Kecil Bahagia
Dua tahun kemudian,"Sebelum jam 4 sore sudah ada di rumah ya?" pinta Harvey.Lillian mengangguk, "Iya, Har. Aku cuma sebentar di rumah makan. Setelah itu baru belanja. Kalau sudah dapat barangnya, pasti aku langsung pulang."Harvey cemberut. Hari ini Lillian ada janji pergi bersama Amara, kalau sudah begitu jam pulangnya tidak akan bisa ditentukan. Sejak putera mereka berusia satu tahun, istrinya itu semakin sibuk sampai - sampai pergi pagi pulang malam. Akhirnya, Harvey lebih memilih bekerja dari rumah sambil menjaga putera mereka.Kini dia jadi bapak rumah tangga, posisi mereka jadi terbalik. Lillian yang lebih banyak menghabiskan waktu diluar rumah daripada Harvey."Kamu jangan mau kalau diajak keluyuran tidak jelas sama Amara. Nongkrong - nongkrong di cafe, belanja - belanja terus," omel Harvey.Lillian tersenyum. "Aku sudah nolak, Har. Tapi kamu tau sendiri bagaimana Amara kalau sudah punya keinginan. Lagipula, dia masih hamil. Apa kamu tega lihat dia keluyuran sendiri di kantor
Last Updated: 2024-04-22
Chapter: Bab 107 - Persalinan Darurat
Theopillus meyakinkan pada mereka kalau semua yang bernyawa di dalam rumah - rumah yang mengalami kebakaran sudah dievakuasi dan tidak ada yang tertinggal. Anak - anak, orang dewasa, manula, bahkan termasuk juga hewan peliharaan bagi yang memeliharanya di rumah.Kaki Harvey serasa tak berpijak saat mendengar kalau ada korban meninggal di rumah nomer E7, tapi dia memaksa diri untuk mengikuti langkah Theopillus ke sisi lain lapangan.Tidak berbeda dengan Harvey, Richard pun pucat pasi. Mereka berjalan seperti mayat hidup, sambil mendengarkan kronologis kejadian yang disampaikan oleh Theopillus.Dua laki - laki itu oleng saat melihat dua buah tandu yang berisi seseorang yang ditutup selimut sekujur tubuhnya. Mereka tidak bisa melihat wajah orang itu tapi Harvey tak sengaja melihat sebuah tangan dengan kulit putih pucat dari balik selimut di salah satu tandu. Leher Harvey tercekat, jantungnya berdegup kencang saat mengenali gelang yang melingkar di pergelangan tangan. Rantainya memang men
Last Updated: 2024-04-18
Chapter: Bab 106 - Misi Penyelamatan
"Nona," Tiba - tiba saja sopir Lillian masuk ke supermarket dan menyodorkan ponsel kepada Amara. "Ponselnya berdering terus, Nona. Saya menemukannya di jok belakang mobil. Silahkan, Nona. Barangkali ada yang urgent."Amara melihat ada nama Lillian di layar ponsel, dia langsung menggeser tombol hijau. Mengira Lillian tak sabar menunggu, Amara langsung menjelaskan kondisinya saat ini,"Sorry, Say. Tadi di supermarket terdekat tidak ada angka yang sesuai dengan usia Aunty --""Amara, dengarkan aku. Disini berbahaya... --""Ha? Ap--?"PIP.... Telepon mati. Amara membelalakkan matanya dan menoleh ke sopir, "Apa yang terjadi sebenarnya?"Sopir menatap Amara dengan bingung."Pak, ayo, jangan bengong. Sepertinya terjadi sesuatu yang buruk pada Lillian," perintah Amara sambil berlari ke mobil.Sopir tergopoh - gopoh mengikutinya."Cepat, Pak! Lima menit harus sampai!" perintah Amara begitu mereka berdua sudah berada di dalam. Tanpa banyak tanya, sopir langsung mengemudi dengan kecepatan ting
Last Updated: 2024-04-18
Chapter: Bab 105 - Chaos
"Har, kenapa HPnya tidak aktif? Aku sudah kirim pesan banyak banget lho dari pagi. Buruan susul aku. Sekarang aku sudah di rumah mama tapi malah bertemu dengan Ernest. Aku sedikit paranoid sama kelakuan Ernest... hehehe... aku ngumpet di kamar mandi. Semoga Amara cepat datang. Dia lagi beli lilin untuk kue ulang tahunnya mama.""Har, cepat pulang.""Har, perutku sakit.""Kebakaran."Suara Lillian melalui voice note terngiang - ngiang di rongga telinganya, berputar seperti kaset rusak, tidak bisa keluar dari kepalanya. Harvey berlari kencang, memaksa seluruh kekuatannya untuk berlari secepat mungkin. Menerobos jalanan yang macet, mendorong orang - orang yang menghalangi jalannya."Permisi! Permisi! Istri dan anakku terjebak kebakaran! Permisi!"Di belakangnya, Richard tidak kalah heboh."Menyingkiiir, kami harus menyelamatkan mereka!"Napas kedua laki - laki itu berderu, paru - parunya seperti akan meledak karena dipaksa lari melebihi batas kemampuan. Mereka tidak akan berhenti sebelum
Last Updated: 2024-04-15
Chapter: Bab 104 - Firasat
Wajah Carina memucat, dia tak menyangka kalau keisengannya bisa berbuntut panjang. Dia ikut masuk ke dalam lift dengan bahu meluruh, wajahnya penuh penyesalan. "Begini saja, aku akan telepon Lillian dan menjelaskan kalau semua ini salahku. Aku hanya main - main. Maafkan aku. Aku akan melakukan apa pun untuk membuat kalian sampai dengan cepat dan selamat di St. Moritz." Dia menawarkan sebuah solusi sebagai upeti perdamaian.Harvey mendengus, sementara Richard berusaha menghubungi Amara, tapi tidak diangkat."Itu akan aku urus nanti. Aku punya perasaan kalau Lillian membutuhkan aku. Jangan - jangan dia mau melahirkan. Seharusnya aku langsung pulang setelah acara pemakaman di hari pertama. Aku bukan suami yang baik," sesal Harvey berkepanjangan. Ternyata sulit menemukan tiket pesawat yang diminta oleh Harvey. Tiket pesawat penerbangan menuju St. Moritz hanya ada dua jam lagi, sesuai jadwal keberangkatan Harvey, mau tak mau mereka menggunakan fasilitas dari Carina. Sebagai permohonan maa
Last Updated: 2024-04-15
Chapter: Bab 103 - Call Me, Please...
Lillian menarik napas dan menghembuskannya berulang kali untuk menenangkan dirinya sendiri. Dia berusaha berpikir jernih demi memutuskan tindakan yang tepat untuk dilakukan. Diluar pertengkaran masih berlanjut."Pertama, kamu yang salah bergaul dengan sepupumu hingga terjerumus dalam obat - obatan dan minuman keras. Aku tidak pernah membuatmu mengkonsumsi barang - barang terlarang itu. Kamu yang salah pergaulan lalu kecanduan. Ernest, dengarkan dulu... kamu salah paham. Aku tidak pernah menyuruh orang untuk menangkapmu. Mereka dari kepolisian yang akan menahanmu karena bisnis obat terlarang. Aku justru memohon supaya kamu direhabilitasi daripada ditahan. Kamu harus sembuh, Ernest.Kedua, uang yang aku berikan padamu, sebaiknya kamu introspeksi. Kamu selalu mengambil sendiri uangku di lemari penyimpanan atau di ATM. Aku diam karena tidak mau memperpanjang masalah. Aku ibumu, kamu ingin memakai uangku maka aku memberikannya.""BOHONG! KAMU PEMBOHONG!""Ernest, demi Tuhan, aku tidak per
Last Updated: 2024-04-15
You may also like
Penyesalan Suami Miliarder
Penyesalan Suami Miliarder
Romansa · Rich Ghali
5.5K views
CEO CANTIK UNTUK ANAKKU
CEO CANTIK UNTUK ANAKKU
Romansa · Santri Kelabu
5.5K views
1095 Days!
1095 Days!
Romansa · SYLVIAAZ
5.5K views
FLOWIE
FLOWIE
Romansa · Renjana Tira
5.5K views
DJ Sexi Obsesi Tuan Muda
DJ Sexi Obsesi Tuan Muda
Romansa · Lin Mei
5.5K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status