Compartir

45. Rencana Cataline

Autor: Butiran_Debu
last update Fecha de publicación: 2024-05-05 19:01:54

Saat Rich keluar dari rumah, Cataline juga pergi mengejarnya. Dia harus tahu di mana Rich menyembunyikan gadis yang sudah menghancurkan rumah tangganya. Tapi pria itu memacu mobilnya sangat cepat, sehingga Cataline tak bisa mengimbangi Rich di jalanan. Cataline tak tentu arah, rumah tangganya berantakan sekarang.

"Arh!"

Dia berteriak di tepi jalan, melampiaskan emosi yang membuncah. Kemudian Cataline membawa mobilnya ke rumah yang sudah lama tak dikunjungi. Gadis itu berjalan tertatih seperti
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (1)
goodnovel comment avatar
Susi Hendra
semoga harapan catalin tidak terlaksana.dan kebusukannnya terbongkar......
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Pernikahan Rahasiaku dengan CEO   86. Curiga Kehamilan Cataline.

    Rich turun terburu-buru dari mobilnya dan meraih tangan Cataline. Istri yang bertengkar dengannya tempo hari segera ditarik masuk ke dalam mobil. "Apa yang kau lakukan di sini, Kate? Kau memata-matai aku?" tanya Rich, menatap inti mata istrinya menjadi penjelasan. Namun, mata itu menunduk sendu, sebelum akhirnya menitikkan buliran hangat yang kemudian mengalir di kedua pipi. Cataline menangis? Sebuah pemandangan yang sangat jarang terjadi! Bingung. Begitulah isi kepala Rich sekarang. Mengingat yang terjadi di dalam rumah tangga mereka, seharusnya Cataline datang dengan amarah seperti yang sudah-sudah. Tapi kenapa kali ini dia menangis? "Kate, ada apa? Kenapa kau menangis?" tanya Rich sekali lagi. Bukannya menjawab, tangis Cataline semakin besar bahkan dia sesenggukan sekarang. Apakah istrinya sudah memikirkan kembali kenapa Rich menikahi Jovanka? Bagus jika itu benar. Setidaknya Cataline tahu kenapa Rich harus menikahi gadis itu. Tapi... bagaimana jika sesuatu yang buruk

  • Pernikahan Rahasiaku dengan CEO   85. Mengelus Perut Jovanka.

    "Halo, Sayangku." "Kau di mana, Brengsek! Kau sengaja menjauhiku?" Sejak tadi malam Cataline mencoba menghubungi pria itu, tetapi hanya layanan operator yang terdengar mengatakan nomornya tidak bisa dihubungi. Dia langsung mengumpat begitu Liam Nelson mengangkat panggilannya. "Hei, kenapa kau sangat marah? Aku baru kembali dari perjalanan bisnis," terang Liam, masih dengan suaranya yang tenang. Cataline semakin kesal oleh jawaban Liam, dia sudah menunggu di rumahnya sejak pagi tapi pria itu belum juga pulang. "Aku di rumahmu, Brengsek. Kau pulang ke mana? Ke hotel menemui gadis-gadismu?" "Benarkah? Aku baru saja memasuki gerbang, kau akan melihatku jika benar kau di rumahku," kata Liam.Cataline langsung berdiri melihat ke jendela, benar saja mobil Liam sedang memasuki garasi terbuka yang ada di sudut kanan. Gadis itu menutup telepon dan menunggu Liam masuk. Kemarahan atas perlakuan Rich masih terus membuatnya tak tenang. Cataline menenggak beer kaleng yang dibelinya saat di pe

  • Pernikahan Rahasiaku dengan CEO   84. Jovanka Jatuh Cinta

    [Tuan Rich, Anda marah padaku? Aku sangat menyesal sudah membuatmu tersinggung.]Jovanka membaca ulang pesan yang diketiknya, dan kembali ragu untuk menekan tombol pengirim. Dia menghapus lagi pesan itu dan mengganti dengan yang lain.[Aku hanya bercanda, Tuan Rich, tolong jangan marah padaku.]Sekali lagi, dia hapus pesan itu dan berpikir keras kalimat yang benar untuk meminta maaf."Tapi kenapa aku harus meminta maaf? Dia memang melakukannya," kata gadis itu menggeleng, egonya ikut bermain.Rich sendiri yang lebih dulu menyinggung Jovanka. Pria itu patut mendapat balasan karena sudah menyebut Jovanka sebagai gadis yang tidak menarik."Tapi dia tidak berkata demikian, Jova... dia hanya berkata mempertimbangkan."Kembali Jovanka berkata sendiri.Bisa saja maksud Rich mempertimbangkan bukan karena menganggap Jovanka tidak menarik. Mungkin dia mempertimbangkan karena pria itu adalah suami orang lain sehingga tak seharusnya tidur dengan Jovanka. Apalagi dengan perjanjian pra nikah merek

  • Pernikahan Rahasiaku dengan CEO   83. Rich Tersinggung?

    Jovanka mengganti bajunya untuk ke sekian kali, dan melemparkan baju terakhir ke atas ranjang. Dia menatap tubuhnya yang hanya mengenakan dalaman, di pantulan cermin."Astaga... semua terasa tidak cocok," keluhnya kecewa.Baru berapa hari yang lalu dia berbelanja pakaian yang sangat banyak, tapi karena tidak teliti, Jovanka melakukan kesalahan. Semua pakaian itu dia beli dengan ukuran dirinya yang belum mengandung, tanpa mencoba terlebih dulu. Bagaimana bisa sesuai? Memang tidak menjadi sempit, hanya saja... perutnya yang mulai membuncit menjadi sedikit terlihat. "Ayolah, Jovanka... kenapa kau pikirkan itu? Ini belum seberapa, bobotmu akan bertambah berkali lipat lagi."Dia akhirnya mengenakan kembali pakaian itu, membuang rasa tak nyaman di kepalanya. Bagaimana pun semua orang di kampus juga akan tahu dirinya sedang mengandung. Hanya menunggu waktu saja.Tak lupa Jovanka memoles wajahnya dengan sedikit riasan, yang ikut dibeli tempo hari. Hanya bedak dan lipgloss tentu saja, sebab

  • Pernikahan Rahasiaku dengan CEO   82. Kau Cemburu.

    Lihat lah pria itu berdiri dari duduknya. Tentu saja Cataline yang selalu menjadi pemenang. Mendengar istrinya bunuh diri, Rich pasti membujuk dan memohon agar Cataline tidak melompat dari jendela. Kesempatan itu tidak akan Cataline sia-siakan untuk lepas dari semua kejahatannya. Ya, Cataline sudah sering membalikkan kesalahan menjadi kemenangan untuknya, dan Rich selalu mengalah. Tak ubahnya hari ini, Cataline tahu suaminya akan kembali mengalah. Rich pasti memohon, bersujud demi bayi yang sudah lama diidamkan."Jangan mencegahku! Jika kau tidak meninggalkan gadis itu dan menggugurkan bayinya, maka kau akan kehilangan aku dan bayi kita!" Sekali lagi dia mengancam, menatap Rich yang berdiri di sana.Rich tidak bergeming, tetap diam di tempatnya berdiri. Cataline tidak sabar melihat Rich berjalan ke arahnya dan memohon. Tapi sialnya, kenyataan tidak sesuai dengan yang Cataline harapkan."Aku tahu kau hanya mengancam, Kate, sudahlah, kau sudah terlalu sering melakukannya padaku," kata

  • Pernikahan Rahasiaku dengan CEO   81. Mengancam Bunuh Diri

    "Astaga, sudah berapa aku tertidur di sini?"Dia mengenakan pakaian buru-buru untuk mengusir rasa dingin di sekujur tubuh. Jovanka tidak ingat sejak kapan dia tertidur di dalam bath up itu, sehingga telapak tangan dan kakinya sudah mengeriput. Ketika keluar dari kamar mandi, semakin terkejut dia melihat jam digital yang menunjukkan hari sudah sore."Kenapa dia tak membangunkanku?" kata Jovanka menggerutu, mengingat meninggalkan Rich di balkon kamarnya. Mengatahui Jovanka tidak juga keluar, bukankah seharusnya Rich menggedor pintu? Dia keluar untuk mencari Rich di kamar sebelah, tapi pintunya sudah terkunci.Apa Rich sedang tidur? Jovanka mencoba mengintip dari lubang kunci, hanya gelap yang terlihat mata."Apa yang Anda cari, Nona?"Suara Kenrick memaksa Jovanka kembali berdiri, wajahnya sangat terkejut bercampur malu."Eh, itu... Anda melihat Rich, Tuan Ken?" tanya Jovanka, kemudian mengetuk kepala pelan.Sudahlah ketahuan mengintip, sekarang juga dia berkata jujur tengah mencari Ric

  • Pernikahan Rahasiaku dengan CEO   58. Berselingkuh

    Di kantin kampus, Jovanka hanya menatap menu yang sudah dia pesan tadi. Memang bukan makanan mewah seperti yang biasa dihidangkan di vila, tapi salad sayuran dengan saosnya yang begitu wangi sungguh menggoda selera. Setidaknya, itu sebelum Rich menelepon, Jovanka tidak sabar ingin segera melahap mak

  • Pernikahan Rahasiaku dengan CEO   53. Kenapa Jadi Jovanka?

    Tidak. Tidak. Meski pun pria itu memiliki saudara kembar, tidak mungkin datang ke depan Jovanka untuk meminta maaf. Pria itu tentulah Rich.Gila. Yang pertama kali muncul di benak Jovanka adalah menduga Rich mungkin mulai gila, karena masalah yang dihadapinya dengan Cataline. Bisa saja begitu, kan?Li

  • Pernikahan Rahasiaku dengan CEO   52. Tolong Maafkan Aku

    "Jovanka, hei, aku tidak bermaksud begitu."Rich mengikuti Jovanka dari belakang, berbicara di belakang gadis itu. Dia sudah salah bicara dan membuat Jovanka tersinggung. Tapi, Jovanka tidak mengatakan apa pun dan masuk masuk ke dalam vila, mengabaikan Rich di belakangnya."Jovanka... ayolah, jangan h

  • Pernikahan Rahasiaku dengan CEO   51. Hari Pertama

    "Nona Jovanka, jangan membuat Tuan Rich marah. Masuk lah ke dalam dan biarkan bunga-bunga itu."Seperti yang Rich katakan, Ken tidak lagi ikut ke kantor menemani tuannya. Mulai hari ini dia ditugaskan menjaga Jovanka mulai berangkat ke kampus sampai gadis itu kembali ke vila lagi. Ken pikir pekerjaa

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status