Se connecter"Besok malam... Kamu beneran bakal jawab semuanya, kan, Zacky?" cicit Thalia pelan.
Matanya yang bening menatap dalam ke arah Zacky yang masih merengkuh bahunya di atas sofa. Rasa penasaran tentang sosok Sabrina, wanita yang begitu percaya diri memeluk pinggang Zacky di depan Joshua dan Tamara seakan menjadi duri tajam yang menusuk hatinya secara perlahan. Zacky memperhatikan tatapan Thalia secara intens, menyapu poni halus yang menutupi dahi gThalia menahan napasnya, dadanya bergemuruh hebat saat mendengar kenyataan yang selama ini tersembunyi rapat. Tangannya refleks mencengkeram lengan tegap Zacky dengan erat."Penjodohan dari Kakek...?" cicit Thalia shock, mendongak menatap rahang tegas Zacky yang ikut mengetat keras."B-Benar, Thalia..." sambung Felix tersengal pelan. "Tuan Besar ingin hubungan keluarga kalian terikat secara sah agar saham rahasia 40% itu tetap berada di tangan orang yang tepat dan jujur. T-Tapi... Nyonya Besar Rosalinda menolak keras rencana itu!""Nyonya Rosalinda tidak ingin aku ikut menguasai Alvarez Group, kan?" pangkas Thalia berani, menyambung alur pemikiran papanya."S-Sangat benar, Thalia!" angguk Felix dengan napas memburu."Nyonya Rosalinda tidak mau wanita dari luar garis keturunan bangsawan Alvarez memegang kendali atas aset terbesar perusahaan. Beliau membenci Mamamu... Hingga akhirnya, Arjuna muncul dalam hidupmu saat kamu masih di bangku kuliah."Thalia menyipitkan matanya tajam
"Zacky, aku ingin kita menemui Papa sekarang juga," pangkas Thalia yakin, menatap lurus manik mata hitam Zacky tanpa ada sedikitpun keraguan di raut wajahnya.Meskipun gaun sutra tidurnya masih sedikit berantakan dan jejak sentuhan gairah Zacky dari semalam masih menyisa hangat di kulitnya, keberanian di dalam diri Thalia telah membakar habis rasa panik atau bingung yang sempat ia rasakan."Papa pasti tahu sesuatu tentang hubungan almarhumah Mama dengan keluarga Alvarez. Kita harus mendengar kejelasannya secara langsung sebelum kita mendatangi orang tuamu atau Nyonya Besar," lanjut Thalia tegas.Zacky menatap wajah cantik calon istrinya dengan sorot mata yang dipenuhi rasa kagum dan gairah dominasi yang pekat. Sudut bibirnya terangkat tipis, membentuk senyuman sensual yang sangat memikat."Perubahan sikapmu ini benar-benar membuatku semakin tak ingin menjauh, Thalia," bisik Zacky parau, menyambar pinggang ramping Thalia dan menariknya rapat ke dalam dada bidangnya.Bibir tebal Z
“Zacky jangan dilanjutkan! Ini masih pagi, kenapa kamu sudah mulai nakal, hmm..” Wajah Thalia merona. Zacky tertawa kecil melihat ekspresi wajah Thalia, kecantikannya memancar sempurna. "Sejak kapan pengusaha dingin seperti Pak Zacky jadi pandai menggoda asisten pribadinya di pagi hari?" sindir Thalia dengan senyumnya yang tampak manis. "Hanya untukmu, Thalia," pangkas Zacky lembut namun terdengar cukup serius.Tok... Tok... Tok...Suara ketukan pintu depan penthouse memecah suasana romantis mereka. Zacky mengernyitkan dahinya tipis, sorot matanya seketika kembali tajam. Zacky menyibak selimut dan berdiri cepat, meraih piyamanya dan segera memakainya."Tunggulah di kamar, Thalia. Aku periksa dulu," pangkas Zacky rendah sebelum melangkah keluar kamar.Thalia duduk di tepi ranjang, mengenakan gaun sutra tidurnya sambil merapikan rambut panjangnya. Rasa penasaran membuatnya tidak bisa tinggal d
"Aku harus berani, Zacky," goda Thalia dengan napas tersengal, mengedipkan sebelah matanya penuh pesona sambil merapikan kerah jas abu-abu yang dipakai Zacky. "Aku tidak boleh membuat calon suamiku malu di depan dewan komisaris, kan?"Zacky terkekeh rendah, sebuah suara tawa yang sangat jarang terdengar, namun sanggup menggetarkan hati Thalia. "Kamu tidak pernah membuatku malu, Thalia. Kamu selalu membuatku menginginkanmu.."TING!Suara denting lift menandakan mereka telah sampai di lantai teratas penthouse pribadi milik Zacky. Pria itu tidak melepaskan genggaman tangannya dari jari Thalia. Ia langsung membawa gadis itu melangkah melintasi ruang tamu mewah menuju kamar tidur utama."Zacky, bagaimana dengan persiapan pertunangan kita?" tanya Thalia lembut saat mereka melangkah masuk ke dalam kamar. Thalia memutar tubuhnya menghadap Zacky, menatap manik mata pria itu dengan rasa penasaran. "Semua kekacaua
Thalia yang bingung langsung menoleh ke arah Zacky, “Zacky, sebenarnya apa yang terjadi?!”"Saat aku membawa kamu ke rumah lamanya untuk mengambil berkas brankas, aku sudah tahu pikiran licik Arjuna, Thalia. Dia tidak akan berhenti hanya karena dokumen asli ditemukan," pangkas Zacky datar dan dingin.Zacky melangkah satu tapak mendekati Arjuna sambil tetap memeluk pinggang Thalia begitu protektif. "Aku langsung memerintahkan Ivan dan tim pengawal siberku untuk menyusuri semua lokasi dan memantau seluruh pergerakan jaringan yang kamu akses selama 24 jam terakhir. Sinyal pemicu remote di saku mu itu sudah dipotong dan dialihkan ke server isolasi buatan kita sepuluh menit sebelum kamu menginjakkan kaki di ruang rapat ini."Thalia menahan napasnya, rasa kagum yang sangat begitu terasa dalam hatinya. Ia memperhatikan wajah tegas Zacky dari samping, pria yang selalu bertindak puluhan langkah di depan musuh-musuhnya demi melindunginya.
"Zacky, bagaimana sekarang?! Gedung ini dan rumah sakit tempat Papa dirawat... Semuanya dipasangi bom?!" pekik Thalia, suara melengking penuh rasa cemas dan khawatir.“Akan banyak korban kalau bom itu benar-benar meledak, bukan hanya kita.. Tapi ratusan bahkan ribuan orang yang terlibat akan jadi korbannya, Zacky..” Tangan Tahlia mencengkram lengan Zacky.Meskipun Thalia telah bertransformasi menjadi wanita yang lebih berani dan percaya diri di bawah perlindungan Zacky, ancaman kematian yang melibatkan banyak nyawa melayang di depan matanya tetap membuat napas Thalia tertahan di tenggorokan. Tangannya semakin erat mencengkram lengan kekar Zacky, menatap calon suaminya dengan mata membelalak lebar dan wajah nyaris pucat.Suara tawa Arjuna yang melengking tinggi menunjukkan betapa gilanya rencana pria itu, ditambah dengan bunyi bip dari monitor raksasa yang menampilkan angka hitung mundur berwarna merah menyala membuat suasana semakin mencekam.







