首頁 / Romansa / Please Me, Dear Bos! / Bab 170 Permainan Malam di Penthouse

分享

Bab 170 Permainan Malam di Penthouse

作者: Cynta
last update publish date: 2026-08-29 15:02:01

​"Nngghh... Zacky..." desah Thalia pasrah saat bibir Zacky mulai menyusuri dada atasnya yang terbuka dari kancing kemeja kerja yang terlepas.

​"Malam ini, biarkan aku menghapus seluruh rasa takutmu," desis Zacky rendah.

Jari tangan Zacky bergerak cepat penuh kelembutan saat melepaskan mantel dan kemeja kerja Thalia satu per satu, melemparnya ke lantai kamar.

Kulit mulus Thalia kini terekspos sempurna di bawah lampu kamar yang temaram.

​"Z-Zacky... Pelan-pe
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 423 Pagi Yang Terusik

    Thalia mencondongkan wajahnya, mendaratkan kecupan-kecupan basah dan lembut di sepanjang dada bidang Zacky, turun menyusuri perut rata suaminya. Napas Zacky menderu kasar, tangannya refleks meremas seprai di sisi lutut Thalia untuk menahan diri agar tidak langsung menerkam istrinya. "Sshh... Kamu benar-benar menguji batas kesabaranku malam ini, Thalia," desis Zacky suaranya sangat berat, matanya berkabut gelap menahan hasrat yang siap meledak. "Aku hanya ingin memanjakanmu," balas Thalia sensual. Namun, batas kesabaran Zacky akhirnya habis. Pria itu tidak bisa lagi hanya berdiam diri. Dalam satu gerakan yang sangat posesif, Zacky menarik pinggang Thalia, mengangkat wanita itu dan membaringkannya kembali ke tengah ranjang. Zacky menyusul naik, mengurung tubuh istrinya dengan menumpu berat badannya pada kedua tangan. "Aku yang akan bergerak

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 420 Memutar Balik Ancaman

    Disaat ruang meeting terasa penuh ketegangan, Thalia hanya bisa memperhatikan dari laptop di kamar penthouse. Zacky memberi Thalia izin memantau melalui CCTV yang terpasang di sana, itupun karena awalnya Thalia memaksa ingin ikut. “Tahan emosi Zacky, kamu gak perlu pakai kekerasan..” gumam Thalia cemas. ​Namun, di luar dugaan, raut wajah Zacky sama sekali tidak menunjukkan emosi atau ekspresi apapun. Sudut bibir Zacky justru tertarik ke atas, membentuk sebuah senyuman tipis yang sangat sinis dan mengintimidasi. Di balik ekspresi dinginnya, pikiran Zacky melayang pada senyum manis dan pelukan hangat Thalia sebelum ia berangkat.‘​Istriku yang cantik dan jenius sudah menguliti kalian hidup-hidup, Arthur. Kalian hanyalah badut yang tidak sadar bahwa panggung ini sudah runtuh.’ batin Zacky dengan rasa bangga yang luar biasa.​"Kalian datang jauh-jauh ke sini hanya untuk menggonggong dengan draf murahan itu, Arthur?" desis Zacky r

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 419 Tidak Sabar

    ​"Mmph... Zacky, hentikan godaanmu. Para utusan Vanguard Corp itu pasti sudah mendarat dan bersiap merampok perusahaanmu," desah Thalia pelan, tubuhnya menggelinjang saat bibir Zacky menyapu leher jenjangnya.​"Biarkan saja mereka menunggu di lobi sampai membusuk," balas Zacky tanpa peduli. Pria itu mendaratkan kecupan basah di sepanjang tulang selangka Thalia, menghirup aroma manis dari kulit istrinya. "Menghabiskan waktu dengan istriku yang jenius ini jauh lebih berharga daripada meladeni sekumpulan serigala tua yang sedang sekarat."​Thalia terkekeh pelan, menahan dada bidang suaminya dan mendongak untuk menatap manik mata pria itu. ​"Mereka bukan hanya sekarat, Zacky. Mereka datang untuk menyerahkan leher mereka sendiri ke tanganmu," pangkas Thalia dengan senyum penuh kemenangan. "Ingat kesepakatan kita. Kamu tidak boleh kehilangan ketenanganmu. Biarkan surat itu yang berbicara."​Dada Zacky bergemuruh hebat mend

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 418 Titik Pencapaian

    ​Jemari lentik Thalia menyusup ke sela-sela rambut tebal Zacky, sedikit menarik rambut pria itu saat bibir Zacky turun menyusuri dadanya. ​Tidak ada paksaan, tidak ada teror. Hanya ada penyatuan dua jiwa yang saling menginginkan. Setiap sentuhan Zacky penuh dengan cinta. ​Tangan pria itu mengusap lembut perut Thalia, memberikan pijatan melingkar yang menenangkan, sebelum akhirnya jari-jari panjangnya menelusup turun mencari pusat gairah istrinya. ​"Sshh... Zacky... ahh!" Thalia mengerang keras saat sentuhan ahli suaminya mulai memanjakannya di bawah sana. ​Tubuh Thalia bergetar hebat. Ia tidak lagi menyembunyikan wajahnya atau menahan desahannya. Ia membiarkan suaminya mendengar betapa besar reaksi yang ditimbulkan dari sentuhan itu. ​"Sebut namaku, Thalia. Biarkan aku mendengarmu," perintah Zacky dengan suara serak yang mematikan, mempercepat tempo jarinya sementara bibirnya tak henti melumat bibir istrinya.

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 417 Sentuhan Awal

    ​"Sangat sederhana," balas Thalia tanpa ragu, menatap lurus ke manik mata hitam suaminya. "Sebelum mereka menginjakkan kaki disini minggu depan... Kita beli seluruh obligasi jatuh tempo mereka di pasar saham Landon secara rahasia, Zacky." ​"Kita beli hutang mereka..." ulang Zacky, menyeringai sinis membayangkan kehancuran musuhnya. ​"Ya. Kalau Alvarez Group yang memegang surat hutang mereka, maka posisi tawar akan berbalik seratus delapan puluh derajat," jelas Thalia logis. "Mereka tidak akan datang sebagai penakluk yang menuntut sahamku. Mereka akan datang sebagai pengemis yang memohon perpanjangan waktu padamu, Tuan Alvarez." ​Hening sejenak. ​Zacky menelan ludah dengan susah payah. Kecerdasan dan kelihaian taktik yang baru saja ditunjukkan oleh Thalia benar-benar di luar ekspektasinya. Istrinya tidak hanya cantik dan patuh, tapi mem

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 416 Rencana Balasan

    ​"Mereka pikir mereka bisa datang ke sini, ke markas suamiku, dan mendikte kita begitu saja minggu depan, Zacky?" pangkas Thalia, suaranya terdengar sangat tenang namun penuh kilat ketegasan. ​Wanita itu sama sekali tidak beranjak dari pangkuan suaminya. Bukannya gemetar atau panik, jari tangannya justru terulur merapikan kerah kemeja Zacky yang sedikit berantakan akibat pergumulan kecil mereka barusan. Matanya menatap lurus ke dalam manik mata hitam pekat sang CEO tanpa keraguan sedikitpun. ​Zacky menatap istrinya lekat-lekat. Sisa-sisa amarah akibat ancaman Faksi Bayangan yang sempat membuat darahnya mendidih, kini seakan menguap begitu saja melihat ketenangan di wajah Thalia. ​"Mereka hanya sekumpulan serigala tua yang serakah, Thalia," desis Zacky dengan suara serak, sebelah tangannya mengusap punggung istrinya dengan gerakan posesif. "Mereka mencoba menggertakku karena mereka tahu aku akan melakukan ap

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status