Home / Romansa / Please Me, Dear Bos! / Bab 169 Meresahkan di Dalam Mobil

Share

Bab 169 Meresahkan di Dalam Mobil

Author: Cynta
last update publish date: 2026-08-29 15:01:44

​Di dalam mobil ​Thalia duduk merapat di sudut kursi, menundukkan kepalanya dalam-dalam.

Tangannya meremas kain roknya sendiri, tak berani menatap Zacky yang duduk di sampingnya dengan raut wajah kaku.

​"Z-Zacky... Maafkan aku..." cicit Thalia pelan, memecah keheningan.

​Zacky menoleh perlahan, memperhatikan raut wajahnya Thalia di sampingnya.

Aura intimidatif seketika terpancar kuat, namun tangannya terulur
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 332 Ulah siapa Kali Ini..?!

    “Zacky jangan dilanjutkan! Ini masih pagi, kenapa kamu sudah mulai nakal, hmm..” Wajah Thalia merona. Zacky tertawa kecil melihat ekspresi wajah Thalia, kecantikannya memancar sempurna. "Sejak kapan pengusaha dingin seperti Pak Zacky jadi pandai menggoda asisten pribadinya di pagi hari?" sindir Thalia dengan senyumnya yang tampak manis. ​"Hanya untukmu, Thalia," pangkas Zacky lembut namun terdengar cukup serius.​Tok... Tok... Tok...​Suara ketukan pintu depan penthouse memecah suasana romantis mereka. Zacky mengernyitkan dahinya tipis, sorot matanya seketika kembali tajam. Zacky menyibak selimut dan berdiri cepat, meraih piyamanya dan segera  memakainya.​"Tunggulah di kamar, Thalia. Aku periksa dulu," pangkas Zacky rendah sebelum melangkah keluar kamar.​​Thalia duduk di tepi ranjang, mengenakan gaun sutra tidurnya sambil merapikan rambut panjangnya. Rasa penasaran membuatnya tidak bisa tinggal d

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 331 Imbalan di Atas Ranjang

    ​"Aku harus berani, Zacky," goda Thalia dengan napas tersengal, mengedipkan sebelah matanya penuh pesona sambil merapikan kerah jas abu-abu yang dipakai Zacky. "Aku tidak boleh membuat calon suamiku malu di depan dewan komisaris, kan?"​Zacky terkekeh rendah, sebuah suara tawa yang sangat jarang terdengar, namun sanggup menggetarkan hati Thalia. "Kamu tidak pernah membuatku malu, Thalia. Kamu selalu membuatku menginginkanmu.."​TING!​Suara denting lift menandakan mereka telah sampai di lantai teratas penthouse pribadi milik Zacky. Pria itu tidak melepaskan genggaman tangannya dari jari Thalia. Ia langsung membawa gadis itu melangkah melintasi ruang tamu mewah menuju kamar tidur utama.​"Zacky, bagaimana dengan persiapan pertunangan kita?" tanya Thalia lembut saat mereka melangkah masuk ke dalam kamar. Thalia memutar tubuhnya menghadap Zacky, menatap manik mata pria itu dengan rasa penasaran. "Semua kekacaua

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 330 Membalik Keadaan

    Thalia yang bingung langsung menoleh ke arah Zacky, “Zacky, sebenarnya apa yang terjadi?!”​"Saat aku membawa kamu ke rumah lamanya untuk mengambil berkas brankas, aku sudah tahu pikiran licik Arjuna, Thalia. Dia tidak akan berhenti hanya karena dokumen asli ditemukan," pangkas Zacky datar dan dingin.Zacky melangkah satu tapak mendekati Arjuna sambil tetap memeluk pinggang Thalia begitu protektif. ​"Aku langsung memerintahkan Ivan dan tim pengawal siberku untuk menyusuri semua lokasi dan memantau seluruh pergerakan jaringan yang kamu akses selama 24 jam terakhir. Sinyal pemicu remote di saku mu itu sudah dipotong dan dialihkan ke server isolasi buatan kita sepuluh menit sebelum kamu menginjakkan kaki di ruang rapat ini."​Thalia menahan napasnya, rasa kagum yang sangat begitu terasa dalam hatinya. Ia memperhatikan wajah tegas Zacky dari samping, pria yang selalu bertindak puluhan langkah di depan musuh-musuhnya demi melindunginya.

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 329 Kekacauan di Ruang Rapat

    ​"Zacky, bagaimana sekarang?! Gedung ini dan rumah sakit tempat Papa dirawat... Semuanya dipasangi bom?!" pekik Thalia, suara melengking penuh rasa cemas dan khawatir.“Akan banyak korban kalau bom itu benar-benar meledak, bukan hanya kita.. Tapi ratusan bahkan ribuan orang yang terlibat akan jadi korbannya, Zacky..” Tangan Tahlia mencengkram lengan Zacky.​Meskipun Thalia telah bertransformasi menjadi wanita yang lebih berani dan percaya diri di bawah perlindungan Zacky, ancaman kematian yang melibatkan banyak nyawa melayang di depan matanya tetap membuat napas Thalia tertahan di tenggorokan. Tangannya semakin erat mencengkram lengan kekar Zacky, menatap calon suaminya dengan mata membelalak lebar dan wajah nyaris pucat.​Suara tawa Arjuna yang melengking tinggi menunjukkan betapa gilanya rencana pria itu, ditambah dengan bunyi bip dari monitor raksasa yang menampilkan angka hitung mundur berwarna merah menyala membuat suasana semakin mencekam. 

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 328 Rencana Gila

    Thalia menahan nafas mendengar amarah ​Nyonya Besar Rosalinda, ia mungkin memang orang luar tapi saham Mamanya yang membawanya masuk dalam lingkaran keluarga Alvarez. ‘Aku tidak menginginkan saham itu, aku hanya ingin hak Mama dan pernikahan ku dengan Zacky..’ ​"Thalia bukan rakyat biasa, Nenek," pangkas Zacky dingin, matanya menyipit tajam bagaikan belati. "Dia calon istri resmiku dan pemilik sah aset utama yang selama ini kalian incar." ​"Diam kamu, Zacky!" bentak Nyonya Rosalinda tajam. Wanita tua itu memalingkan tatapannya yang penuh rasa hina ke arah Thalia. ​"Nathalia Zoya Effendy! Jangan bermimpi kamu bisa masuk ke dalam keluarga Alvarez! Hari ini, di hadapan hukum dan berkas pembatalan resmi yang kubawa, acara pertunanganmu dengan Zacky resmi dibatalkan demi hukum!" ​"Batal demi hukum atas dasar apa, Nyonya Besar Rosalinda yang terhormat?" potong Thalia mantap, suarany

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 327 Mengambil Hak Kembali

    “Zacky.. Ini benar-benar Surat Kepemilikan 40% Saham Utama Alvarez Group atas nama Mama!" pekik Thalia terharu, mendongak menatap calon suaminya. "Dan ada surat wasiat resmi yang menyatakan seluruh hak saham ini jatuh sepenuhnya kepadaku saat aku menikah!" ​Zacky mengambil berkas tersebut, menelitinya dengan cermat. Rahang tegasnya mengetat penuh kemenangan. ​"Surat kepemilikan dan wasiat ini sah secara hukum internasional, Thalia. Paman Gideon dan Arjuna selama ini hanya memegang berkas palsu yang diciptakan untuk menggertak mu dan menguasai hak mu," pangkas Zacky kaku namun tegas. ​"Apa yang harus kita lakukan pada dokumen asli ini, Zacky?" tanya Thalia menatap Zacky penuh rasa percaya. ​"Ivan!" pangkas Zacky memanggil asisten pribadinya. ​"Siap, Pak Zacky!" Ivan melangkah masuk membawa mesin pemindai dokumen portabel berakurasi tinggi. ​"Salin seluruh isi dokumen ini secara d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status