Share

Part 7

Author: Ade Tiwi
last update Last Updated: 2020-11-26 11:58:02

Cla pagi ini bersiap-siap untuk melakukan perjalanan ke pindahan pekerjaan dirinya ke California.

Terkesan sederhana memang penampilannya, namun tak menghilangkan kecantikan Cla yang alami. wanita itu bahkan hanya menyapukan sedikit bedak dan sedikit lipstick pada bibirnya.

Cla terkejut begitu membuka pintu rumahnya, sang bos besar berdiri di depan pintu rumahnya dengan gaya cool maksimal.

"Hai," sapa Adit menggerakkan ke-5 jarinya.

"Pak Adit, kenapa kesini?" tanya Cla heran.

"Aku kemari karena ingin mengantarkanmu sampai ke bandara."

"Ayo!" ajak Adit lagi saat Cla hanya diam.

Cla mengangguk dan mengekor berjalan di belakang Adit, susah payah Cla menggeret kopernya. Adit membantu mengangkat koper Cla dan memasukkannya ke bagasi mobil.

Adit sendiri yang mengendarai mobilnya, pria itu bersiul dengan ceria. bahkan pria itu memutar musik yang tak kalah cerianya.

"Pak Adit lagi senang ya?" tanya Cla.

"Tidak juga, bukankah aku memang setiap harinya begini ya?" goda Adit menunjuk dirinya sendiri dan menaik turunkan kedua alisnya.

"I--iya gitu sih, cuma....

"Cuma apa hayoo?"

"Bapak lebih banyak ngeselinnya, selalu menyuruh dengan se-enaknya ke seluruh karyawannya." ucap Cla mengeluarkan unek-uneknya.

"Waaah kamu! ternyata menyimpan dendam padaku ya." kekeh Adit.

Cla hanya diam tak menanggapi lagi, wanita itu lebih memilih melihat jalanan luar dari kaca jendela mobil.

"Maaf jika aku sudah merepotkanmu selama bekerja denganku, aku hanya melakukan tugas ku di perusahaan itu." ucap Adit.

"Tidak masalah pak, saya mengerti."

"Hei Cla, ayolah! jangan bersikap formal begitu kalau kita cuma berdua." kesal Adit.

"Baiklah," Cla menolehkan kepalanya ke arah Adit.

Cla mengerutkan keningnya bingung saat arah jalan tak menuju ke bandara. "loh pak, ini mau kemana?" tanya Cla panik.

"Mau ke bandara lah,"

"Tapi ini bukan jalan mau ke bandara pak." Cla semakin panik.

"Ssstt, tenanglah! jangan panik gitu." ucap Adit santai.

Tak berapa lama mobil mereka sampai di sebuah tempat seperti lapangan luas, di depan mereka sudah ada sebuah jet pribadi, dan tempat ini banyak di sebut sebagai runway.

"Tempat apa ini pak?" tanya Cla kepo.

"Kamu ke California naik ini."

"Apa?" kaget Cla luar biasa.

"Khusus buat kamu dari saya dan Tuan Steven Miller." Cla mendengar lagi nama pria itu, nama pria yang sama dengan pria di email pribadinya.

Seorang pria berpenampilan pilot menghampiri mereka. "hai Adit, good morning." sapanya.

"Selamat pagi juga kapten Bara." mereka saling sapa dan berjabat tangan.

"Berapa orang yang akan ke California?" tanya Bara.

Adit melihat ke arah Cla. "wanita ini!"

"Hanya dia?" tanya Bara lagi.

"Yupsss, atas perintah Mr. Stev."

"Sepertinya dia wanita yang spesial di hidup Mr. Stev." selidik Bara.

"Ya, kita se-pemikiran." Adit terkekeh begitu juga Bara.

Cla hanya menatap dua orang pria di hadapannya dengan pandangan bingung, namun ia juga tak ingin bertanya.

"Ayo masuk!" perintah Adit pada Cla.

Cla masuk ke dalam, matanya langsung terhipnotis seketika. keindahan yang sangat memanjakan mata siapa saja yang melihat, di pojokan kursi sebelah kanan terdapat meja kecil yang berisi snack- snack dan segelas kopi.

"Wow!" ungkap kagum Cla berteriak senang.

"Apa kau suka nona Cla?" tanya Adit terkekeh.

"Sangat suka sekali pak."

Cla langsung saja duduk di salah satu kursi tersebut, terasa sangat nyaman sekali.

"Baiklah kalau begitu, selamat menikmati perjalanan mu Cla." ucap Adit untuk yang terakhir kalinya, lalu setelah itu ia keluar setelah melambaikan tangannya pada Cla.

***********

Perjalanan dari Indonesia ke California memakan waktu hampir 18 jam lebih. di dalam pesawat Cla hanya menghabiskan waktunya untuk tidur, makan, minum, baca buku, lalu tidur lagi. begitu seterusnya.

Kini mereka sudah sampai, Cla langsung antusias untuk segera keluar setelah jet pribadi mendarat dengan mulus. Cla menginjakkan kakinya pertama kali di kota ini, California.

"AAAAAAA!" teriak Cla senang dengan nyaring-nya.

Tak lama datanglah beberapa orang pria berbadan kekar yang memakai pakaian serba hitam, mereka mendekati Cla dan mengambil alih koper wanita itu.

Cla memandang ke arah Bara, Bara yang mengerti arti tatapan Cla pun menganggukkan kepalanya dan mengkode Cla dengan dagunya untuk ikut bersama rombongan para pria itu.

Cla pun mematuhinya, Cla seperti ratu di suruh berjalan lebih dulu, dan mereka mengekor dari belakang.

Cla gugup , entah akan di bawa kemana dirinya oleh para segerombolan pria berpakaian serba hitam ini, dalam hati ia berdoa semoga bukan hal buruk yang menimpanya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Jasmin Mubarak
🤣🤣🤣seneng2 takut jd nya aq😁😁😆😆😆
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Private email (Indonesia)   Ekstra part 2

    Cla tampak sangat tak tenang malam ini. Bagaimana mungkin ia bisa tenang? Jika tatapan Stev begitu tajam dan terasa panas memandanginya dari atas sampai bawah, bawah sampai ke atas dan begitu seterusnya."Stev!" tegur Cla yang kini sudah jengah di tatap seperti itu."Kenapa, sayangku?" goda Stev tersenyum melihat ekspresi Cla yang tampak canggung."Tatapan mu itu seakan ingin menelanjangi ku."Stev tergelak mendengarnya, ucapan polos bercampur panas itu membuat Stev tak tahan ingin meledakkan tawanya."Kenapa tertawa? Ada yang lucu?" tanya Cla kesal.Pertanyaan Cla sama sekali tak di gubris Stev, pria itu semakin terkikik geli. Cla mendekati Stev dan memukul kuat bahu kokohnya, meskipun Stev sudah berumur kepala empat. tetapi, pria itu masih terliha

  • Private email (Indonesia)   Ekstra part 1

    Acara resepsi pernikahan Stev dan Cla masih berlangsung dan terkesan sangat mewah. Banyak para tamu yang datang menghadiri acara pesta pernikahan mereka pun, ternyata membuat sepasang pengantin itu kelelahan karena harus menyalami satu-persatu para tamu."Capek?" tanya Stev pada istrinya yang tampak sangat kelelahan itu.Kepala Cla mengangguk manja. "pegel!" "Sini aku pijitin," tawar Stev yang ingin menyentuh kakinya."Eh, Stev! jangan!" elak Cla cepat."Kenapa?" tanya Stev heran."Masih banyak orang Stev," ucap Cla melirikkan matanya ke segala arah."Ah benar juga." kekeh Stev menganggukkan kepalanya.Stev dan Cla menghentikan obrolan mereka dan melihat para tamu yang kini sebagian memilih berdansa. Bahkan sang mama mertua tercinta Cla pun juga ikut berdansa dengan papa Stev. Cla tersenyum melihat kemesraan mereka, menoleh ke sa

  • Private email (Indonesia)   Part 43

    Dua minggu kemudian...Hari ini adalah hari yang paling di nanti semuanya, kebahagiaan terpancar dari seluruh raut wajah kedua belah pihak keluarga, dan kedua mempelai pengantin.Ya, dalam dua minggu ini Stev begitu gigih dan gencar dalam melakukan semua yang di perlukan dalam acara pernikahannya dengan Cla. Gadis pujaan hati pilihannya yang sangat ia cintai.Dan Cla juga sangat yakin serta percaya pada pilihannya, jika Stev adalah pria yang tepat untuk menempuh bahtera rumah tangganya, masa depannya yang cerah.Semua itu karena di landasi cinta yang tulus, bukan hanya sekadar harta maupun nafsu belaka.Selama dua minggu ini pula Cla harus menebalkan telinganya dari berbagai macam kabar burung yang beredar. Banyak spekulasi yang mengatakan jika Cla hamil di luar nikah hasil percintaannya dengan Stev, tak sedikit yang berasumsi mengenai hal itu.Terselip kelucuan saat Cla

  • Private email (Indonesia)   Part 42

    Stev tidak pernah menyangka jika kedua orang tuanya dan saudaranya yang tinggal di California, bakalan datang ke Indonesia. Ia cukup terkejut dengan hal itu."Katakan, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Stev pada Ray, karena tak mungkin keluarganya tahu rumah Cla jika bukan Ray yang melakukannya."Mereka mendesakku tuan, tuan juga sih yang salah." balas Ray."Aku yang salah? Memang apa yang aku lakukan?""Ibu tuan mengatakan pada saya, seharusnya tuan memperkenalkan Cla terlebih dahulu sebelum memutuskan ke sini.""Iya, aku tahu. Memang rencana itu sudah aku pikirkan Ray, dalam waktu dekat ini aku akan membawa Cla menemui kedua orang tua dan keluarga ku di California. Baru setelah itu aku akan memboyong seluruh keluarga ku kesini, karena acara pernikahan ku akan di lakukan disini." jelas Stev panjang lebar."Kenapa tidak melakukan acara pernikahan mu disana, tuan?"

  • Private email (Indonesia)   Part 41

    Hari ini Stev menyambut dengan antusias kedatangan putra semata wayangnya ke Indonesia. Rencananya, ayah dan anak itu akan menetap beberapa waktu ke depan di negara ini sampai semua urusan pernikahannya dengan Cla selesai. Lalu setelah itu, maka Stev akan memboyong Cla kembali ke California.Tapi itu pun juga jika Cla mau dan setuju, karena bagi Stev tak masalah tinggal dimana pun. Toh, dia juga punya anak cabang perusahaannya di sini. Hanya satu hal yang mungkin agak memberatkan Stev, Stev ragu jika Andrew akan betah tinggal di negara calon ibu tirinya."Daddy!" teriakan nyaring suara anak kecil menyadarkan Stev dari lamunannya.Andrew berlari ke arah Daddy-nya dimana Cla juga berada di samping Stev.Stev merunduk memeluk tubuh anaknya yang tentu saja lebih pendek darinya. Di ciuminya seluruh wajah Andrew sampai basah kena air liurnya."Daddy jorok!" protes Andrew mengelap pipinya bekas

  • Private email (Indonesia)   Part 40

    Stev duduk berdampingan dengan Cla di sofa, rasa gugup menyelimuti Stev malam ini saat ia dan kedua orang tua Cla saling berhadapan."Baru ini aku merasakan yang namanya gugup luar biasa, tak pernah terpikirkan olehku jika berhadapan dengan kedua calon mertuaku lebih menegangkan dari perang." omel batin Stev berkecamuk.Cla menggenggam sebelah tapak tangan Stev agar mengurangi rasa gugup yang menghinggapi kekasihnya itu. Stev menoleh di saat yang bersamaan Cla pun juga menoleh ke arahnya, senyuman Cla mengkode Stev jika semuanya akan berjalan lancar.Stev memberikan senyum termanisnya dan menghela nafas sebelum menghadapi perang yang sesungguhnya.Kedua orang tua Cla menatap serius ke arah putri dan calon menantunya itu. Interaksi yang terjadi di antara Cla dan Stev pun tak luput dari pengamatan mata mereka."Jadi, ini yang namanya Steven Miller?" ucap Marcell, papa Cla.

  • Private email (Indonesia)   Part 39

    "Will you marry me, Cla?" ulang Stev lagi menunggu jawaban kepastian dari kekasih hatinya.Cla yang mendengar pertanyaan itu pun otomatis kaget sekaligus mendongakkan kepalanya menatap Stev. Benarkah pria di depannya ini melamar dirinya di hadapan banyak orang?"Stev, apa aku tidak salah mendengarnya?" tanya balik Cla memastikan pendengarannya.Stev menggelengkan kepalanya mantap, malam ini ia sangat bersungguh-sungguh untuk mendapatkan Cla. Melamar di depan banyak orang agar semua orang tahu jika Cla adalah wanita yang sangat di cintainya."Kau tidak salah mendengar Cla, dan aku serius mengatakannya padamu. Jadi, apakah kau menerima lamaranku sayang?" ucap Stev sekali lagi, ia ingin mendengar jawaban Cla.Sebelumnya Stev dan Cla memang sudah pernah mengatakan akan menikah, apalagi Stev pernah membawa Cla ke butik tantenya. Tapi, itu semua terasa kurang bagi Stev, sekarang ia paham apa ya

  • Private email (Indonesia)   Part 38

    Cla menoleh ke arah Adit yang hanya diam saja di dalam mobil, berdecak sebal pada bos besarnya itu karena tak kunjung juga menghidupkan mesin mobilnya."Pak!" panggilan Cla menepuk pundak Adit."Kenapa diam saja?" tanya Cla heran.Adit menatap Cla dengan dahi berkerut, sungguh ia bingung bagaimana caranya mengatakan pada Cla agar tetap makan di tempat ini."Ehmm, Cla...." Adit menggantungkan kalimatnya."Iya pak, kenapa?""Kita tidak jadi pergi saja ya," Cla menggeleng."Tapi aku pakai baju seperti ini pak, tidak mungkin kan___""Persetan dengan baju yang kau kenakan itu Cla!" sentak Adit kesal tanpa sadar memotong ucapan Cla."Astaga! Aku jadi emosi menghadapi Cla." ucap batin Adit.Cla berjengit kaget bahkan sampai mengerjapkan matanya berulang kali melihat reaksi ucapan Adit. Adit sendiri menghela nafasnya

  • Private email (Indonesia)   Part 37

    Tepat hari ini Cla berulang tahun yang kedua puluh enam, Cla tak menyangka jika dirinya hari ini mendapatkan banyak kejutan istimewa di kantor.Rekan-rejan kerjanya banyak yang mengucapkan selamat ulang tahun dan memberi kado untukya.Cla memandangi kado-kado yang menumpuk di dalam kamarnya, sengaja ia membawa pulang kado-kado itu agar ia buka di rumah.Tangannya terulur mengambil salah satu kado, ia bukan dan seketika senyuman ceria terbit menghiasi wajahnya.Senyuman Cla tak pernah luntur kala ia berlanjut membuka kado berikutnya, terus begitu sampai kadonya tersisa satu lagi.Cla mengernyit melihat kado yang tinggal satu itu, tak ada nama ataupun kartu ucapan di dalam kadonya.Ragu-ragu ia membukanya, namun rasa penasarannya lebih besar dan mendominasi, maka ia pun segera saja membuka kado itu."Setangkai mawar merah?" gumam Cla melihat isi dalam kado terse

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status