LOGIN"Di dunia ini tidak ada yang gratis, Ivony. Kau ingin perlindungan? Maka berikan sesuatu yang sebanding." Setelah diusir oleh ayah angkatnya dan kehilangan segalanya, Ivony (24) terpaksa mengetuk pintu terakhir yang ia punya: Damian Valerio (35), paman angkat yang dingin dan berbahaya. Damian setuju menampungnya, namun bukan sebagai keluarga, melainkan sebagai asisten di rumahnya yang harus tunduk pada setiap perintahnya. Terjebak dalam permainan hasrat yang manipulatif, Ivony kini berada di antara ketakutan akan dominasi Damian dan candu akan sentuhan pria yang membuatnya melayang. Ivony tak punya jalan keluar. Baginya, Damian adalah penyelamat sekaligus sangkar emas yang siap menjeratnya selamanya.
View MoreIvony mengerjapkan matanya berulang kali, mencoba mencerna untaian kalimat yang baru saja meluncur dari bibir pria di hadapannya.Aroma maskulin yang menguar dari tubuh Damian mendadak terasa begitu memabukkan, mengacaukan pasokan oksigen ke otaknya. Namun, akal sehatnya menolak mentah-mentah pengakuan tersebut."Kau sedang membual," ketus Ivony, mencoba menegakkan kepalanya meski dadanya berdegup kencang di bawah kungkungan Damian. "Jangan mengarang cerita fiksi di depanku, Damian Alexander.""Membual tentang apa?" tanya Damian, suaranya terdengar sangat rendah dan tenang, nyaris seperti bisikan di tengah keheningan kamar."Mana mungkin pria sepertimu belum pernah bercinta?" Ivony mendengus, matanya menatap menantang, mencari celah kebohongan di manik mata abu-abu suaminya."Pria mapan, kaya, dan berkuasa seperti dirimu sudah pasti akrab dengan kehidupan malam di Warsawa. Kau pasti sudah mengenal banyak wanita malam di kota ini."Damian tidak marah. Alih-alih menjauh, ia justru menyu
Setelah semua pakaiannya tertata rapi di dalam lemari besar bermaterial kayu ek gelap milik Damian, Ivony melangkah mundur dengan canggung. Jemarinya meremas ujung kaus katun yang ia kenakan, mencoba mencari pegangan di tengah rasa kikuk yang mendadak melumpuhkan sendi-sendinya.Kamar utama ini terlalu luas, terlalu dingin, dan terlalu didominasi oleh aroma maskulin khas kayu cendana dan tembakau mahal yang menguar dari tubuh pria yang kini resmi menjadi suaminya.Ivony melirik Damian yang sedang sibuk di sudut ruangan. Pria itu tampak begitu tenang, seolah kehadiran seorang wanita asing di wilayah pribadinya sama sekali tidak mengganggu ritme hidupnya yang presisi.Dengan gerakan yang lambat dan penuh perhitungan, Damian menata satu per satu jam tangan mewahnya di atas meja khusus berlapis beludru hitam, lalu meluruskan beberapa dasi sutra di rak gantung kecil di sebelahnya.Ivony berdehem pelan, mencoba mengusir keheningan yang mulai terasa mencekik. "Damian.""Ya?" sahut Damian tan
Ivony langsung mendorong tubuh Damian dengan sisa tenaga yang dimilikinya, membuat pria itu mundur selangkah tanpa melepaskan pandangan tajamnya.Wajah gadis itu mendadak semerah tomat, ekspresi salah tingkah yang coba ia sembunyikan dengan memalingkan wajah ke arah lain membuat Damian menaikkan sudut bibirnya."Kau... kenapa jalan pikiranmu cepat sekali melompat ke arah sana?" cetus Ivony, merapikan dress putih gadingnya yang sedikit kusut akibat pergerakan mendadak tadi. "Sebaiknya berikan dulu pasporku dan pastikan kelegalanku menjadi warga negara di sini!"Damian terkekeh rendah, sebuah suara bariton yang terdengar sangat langka keluar dari tenggorokannya. Ia berjalan santai menuju meja bar di sudut ruangan, menuangkan air putih ke dalam gelas kaca."Legalitasmu masih diurus oleh Tommy di kantor imigrasi pusat," jawab Damian setelah meneguk airnya, nadanya kembali santai namun tetap berwibawa."Prosedur hukum di Polandia tidak secepat membalikkan telapak tangan, Ivony. Mungkin sat
Damian meletakkan cangkir kopinya kembali ke atas meja marmer dengan gerakan yang teramat tenang. Sorot mata abu-abunya tidak menunjukkan keraguan sedikit pun saat menatap langsung ke dalam manik mata Ivony yang menuntut kejelasan."Aku akan memberitahunya begitu kita tiba di rumah," ujar Damian, suaranya berat dan mutlak, memotong sisa argumen yang baru saja akan dilontarkan istrinya.Ivony mendengus kesal karena Damian selalu mengulur waktu. Ia menyandarkan punggungnya ke kursi restoran dengan kasar, melipat tangan di dada dengan rahang yang mengatup rapat."Selalu saja begitu. Kau selalu punya seribu alasan untuk menunda kebenaran, Damian. Apakah kau menunggu sampai Alex benar-benar mendobrak pintu apartemenmu baru kau mau jujur?"Felix kali ini membela Damian bahwa hal tersebut tidak bisa dibicarakan dalam waktu yang cepat. Ia menaruh gelas wine-nya, lalu menatap Ivony dengan ekspresi yang mendadak berubah serius, kehilangan semua rona jenaka yang biasanya melekat pada dirinya."I
Dengan jantung yang berdegup kencang, Ivony segera keluar dari kamar utama dan melangkah menuju koridor depan. Pikirannya dipenuhi tanya; apakah Damian tertinggal sesuatu? Ataukah pria itu sengaja kembali untuk mengujinya?Begitu pintu terbuka, bukan wajah tajam Damian yang ia temukan. Ivony membek
Pagi hari telah tiba. Ivony telah bangun sejak fajar menyingsing, mencoba menyibukkan diri di dapur modern yang serba otomatis untuk mengalihkan pikirannya dari tatapan mengintimidasi Damian.Aroma roti panggang dan kopi segar memenuhi ruangan saat Damian keluar dari kamarnya. Pria itu tampak sanga
Ivony menelan ludahnya sebelum menjawab, “Jika Uncle bersedia memberitahuku, maka aku akan mendengarkannya,” jawab Ivony dengan suara yang diusahakan tetap stabil, meski degup jantungnya tidak bisa berbohong.Damian tidak langsung menjawab. Ia hanya terdiam, membiarkan keheningan ruangan itu kembal
Sepuluh menit kemudian, Damian melangkah keluar dengan handuk putih melilit rendah di pinggangnya, memamerkan garis pinggul yang tegas dan otot-otot yang masih berkilau oleh sisa air.Ivony yang sejak tadi berdiri kaku di dekat jendela langsung tersentak. Ia menelan ludah dengan susah payah, merasa
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews