Share

Putra Naga: Aliansi Mematikan
Putra Naga: Aliansi Mematikan
Penulis: Archie Romadhoni

Prolog

last update Terakhir Diperbarui: 2021-08-18 16:54:49

Bangunan benteng Kerajaan Naga Laut Utara dijaga ketat makhluk-makhluk mistis. Mereka menatap bengis dan tak akan luput satupun dari sejauh mata mereka memandang segala yang ingin masuk ke wilayah Kerajaan Naga Laut Utara. Angin meniupkan hawa panas dari neraka, membuat tanah menghitam dan tandus. Perairan pun menghitam, bercampur bau busuk menyengat. Tulang-belulang monster, naga dan manusia berserakan di mana-mana. Tempat ini memang terkenal angker bagi siapa pun, sebab di sinilah tempat di mana terjadi pembantaian terbesar yang pernah ada dalam sejarah. Ribuan pasukan bertemu, kemudian saling bunuh satu sama lain.

Sesosok laki-laki berambut hitam diikat dengan topi berwarna hijau berjalan di antara tumpukan tulang-tulang tersebut. Bajunya terlihat megah dengan warna selaras. Jubah putihnya berkibar saat sesekali angin menyapanya. Ratusan pasang mata mengawasinya dari balik bebatuan, suara mereka mendesis, tak heran karena lidah mereka seperti ular. Manusia-manusia reptil berwajah menyeramkan mulai menjaga jarak di dekatnya, memberikan jalan lurus hingga ke bangunan benteng yang kokoh tersebut. Lelaki ini sama sekali tak takut, ia tetap menatap lurus ke depan. Bahkan, makhluk-makhluk menyeramkan tadi begidik saat tiba-tiba langkah kakinya terhenti.

Sesosok makhluk dengan memakai baju zirah berdiri menghadangnya. Hanya sepasang mata yang mengawasinya dari balik helm besi. Dari perawakan tubuhnya yang besar, orang ini bukanlah orang sembarangan.

Antabogo? Datang sendirian? Mustahil,” ledek orang berbaju zirah.

Darius, Pangeran Kegelapan sekaligus Panglima tentara pasukan Raja Azrael, perkenankan aku masuk. Ada yang ingin aku bicarakan dengan Yang Mulia Raja Azrael,” kata lelaki berbaju hijau yang tak lain adalah Antabogo.

Demi Api Raja Azrael, menggelikan sekali. Kau sama saja dengan mencari mati datang ke tempat ini,” kata Darius. Dia lalu menghunus pedangnya hingga nyaris menempel di leher Antabogo.

Aku datang dengan damai, tanpa senjata, tanpa pasukan. Aku hanya menawarkan sesuatu kepada Raja Azrael,” kata Antabogo dengan sikap tak bergeming. Ia sama sekali tak takut lehernya ditebas Darius.

IZINKAN DIA, DARIUS!” terdengar suara berat dan menggetarkan tanah. Seketika itu monster-monster reptil yang tadi mengerubungi Antabogo menyingkir karena ketakutan. “DIA SEDANG DALAM KETAKUTAN. TAKUT ITU BAIK, BIARKAN DIA MASUK!”

Darius menurunkan pedangnya. Sang Pangeran Kegelapan menancapkan pedang besarnya ke tanah. Setelah itu ia mundur untuk memberi jalan kepada Antabogo. Tak ada kata-kata lagi. Darius patuh begitu saja, sebab Darius tahu kalau dia membantah sekali saja, ada hukuman berat menantinya.

Antabogo dengan tenang meninggalkan Darius. Lelaki paruh baya ini melirik ke kanan dan ke kiri. Suasananya mencekam, bahkan lebih mencekam saat ia mulai masuk ke pintu benteng. Ada dua golem yang berjaga di sana. Keduanya sedang duduk bersila, tak bergeming. Mereka seolah membiarkan Antabogo begitu saja. Ternyata perjalanan Antabogo masih jauh, karena di dalam benteng itu ada istana yang sangat besar. Bangunannya saja tinggi menjulang ke langit hingga kepalanya perlu mendongak untuk bisa melihat ujungnya. Rasa-rasanya bangunan tersebut tak berujung.

Terdengar suara hantaman. Bukan hantaman biasa, melainkan seperti dentuman besi yang sangat keras. Antabogo terkejut karenanya. Tetapi, tak lama kemudian ia menyadari kalau suara itu adalah kunci segel yang terbuka dari pintu raksasa yang ada di bangunan istana. Antabogo kemudian masuk ke bangunan istana tersebut.

Di dalam istana suasananya sangat berbeda. Tak ada orang. Tak ada bunga, tak ada hiasan, semuanya kosong kecuali tumpukan bongkahan-bongkahan harta. Emas, berlian dan batu-batu berharga ada di dalam istana tersebut. Tertumpuk begitu saja, berantakan dimana-mana dengan tinggi menjulang. Antabogo tak percaya dengan apa yang dia lihat. Harta sebanyak itu, bagaimana cara Raja Azrael mendapatkannya?

SELAMAT DATANG DI ISTANAKU, ANTABOGO,” terdengar suara Raja Azrael yang sangat dalam dan berat. Antabogo bisa mendengarnya tapi tak melihat wujud dari Sang Raja.

Perkenankan hamba menyapa Tuan Raja Azrael,” ucap Antabogo

AKU BISA MENCIUM RASA TAKUT. KAU SEDANG KETAKUTAN, BUKAN BEGITU?” tanya Raja Azrael.

Cih, aku tidak takut kepada apapun. Kau jangan mengada-ada,” bantah Antabogo.

Ruangan tempat Antabogo berada bergetar. Terdengar lagi suara benturan besi yang cukup nyaring, sepertinya itu bukan besi biasa. Dari tumpukan harta yang ada di hadapannya, beberapa bagiannya berhamburan saat ada satu mata muncul dari tumpukan itu. Mata itu sangatlah besar, bahkan tubuh manusia Antabogo terlihat lebih kecil daripada pupil mata itu. Antabogo menelan ludah menyaksikannya. Sudah pasti, tubuh naganya pun tak akan bisa melampaui besarnya pupil mata itu. Antabogo merasakan kengerian yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Raja Azrael sedang menatapnya.

KAU MEREMEHKAN PENGETAHUANKU, ANTABOGO. AKU YANG HIDUP LEBIH LAMA DARI KALIAN KAU REMEHKAN? AKU BISA MERASAKAN BAGAIMANA KAKIMU GEMETAR, LUTUTMU TERASA LEMAS, BAHKAN KAU SEKARANG INI TAK KUAT UNTUK BERDIRI,” kata Raja Azrael.

Antabogo kemudian berlutut. Dia benar-benar tak kuasa menahan ketakutannya. Dia terlalu meremehkan Raja Azrael. Kalau memang benar Raja Azrael sekuat ini, kenapa tidak pernah maju ke medan pertempuran?

AKU PAHAM SEKALI, KAU TAK TAKUT KEPADA KAKAKMU, PRIMADIGDA. KAU TAK TAKUT KEPADA APAPUN, TETAPI AKU TAHU KAU TAKUT KEPADA SATU HAL!”

Antabogo terdiam. Seolah-olah Raja Azrael benar-benar melihat ke dalam hatinya. Wajah Antabogo terangkat, mata besar yang ada di hadapannya pun berkedip. Antabogo serasa menyerah dan pasrah dengan keadaannya yang sekarang.

KAU TAKUT KEPADA ARYANAGA PUTRA PRIMADIGDA. BUKAN BEGITU?” tanya Raja Azrael.

Keringat dingin mengucur di kening Antabogo. Kata-kata Raja Azrael benar-benar tepat mengenainya.

APA YANG MENJADI KEINGINANMU SESUNGGUHNYA ANTABOGO? TENTUNYA KAU TIDAK DATANG KE SINI HANYA UNTUK MENAWARKAN SESUATU YANG SEPELE.”

Antabogo mengangguk. “Benar. Aku tidak datang kemari hanya untuk sesuatu yang sepele. Aku menawarkan perdamaian di seluruh Lautan.”

Raja Azrael tertawa. Bahkan, tawanya terdengar hingga ke seluruh Kerajaan Naga Laut Utara. Setiap monster, naga dan makhluk-makhluk yang menjadi penghuninya keheranan dengan apa yang terjadi. Jarang-jarang raja ini tertawa sekeras ini.

KAU MENAWARKAN PERDAMAIAN?” tanya Raja Azrael tak percaya.

Iya, aku akan menawarkan perdamaian di seluruh lautan. Aku sudah bosan dengan perang. Maka dari itu, aku butuh sesuatu yang lebih kuat agar aku bisa menaklukkan seluruh lautan dan menciptakan perdamaian. Sehingga, ras naga tak perlu bertempur lagi. Bukankah, menjadi sekutu itu lebih baik? Sesama ras naga, tak perlu saling berperang,” jelas Antabogo.

Raja Azrael berkedip lagi. Ada pergerakan, gunung harta yang tinggi menjulang itu pun berhamburan ke sana kemari. Antabogo beranjak dari tempatnya untuk menghindari reruntuhan. Saat itulah ia melihat sesuatu yang mengerikan. Ada kepala naga yang sangat besar, melebihi ukuran naga-naga yang pernah ia lihat. Legenda berkata, Raja Azrael satu-satunya naga yang tidak memiliki tubuh avatar. Jadi, tubuh yang disaksikan Antabogo sekarang adalah tubuh Raja Azrael yang asli. Naga tulen yang benar-benar tidak digantikan dengan tubuh avatar. Kepala Raja Azrael sepuluh kali lebih besar daripada wujud naga Antabogo. Di leher Raja Azrael ada rantai yang cukup besar melilitnya, sepertinya bunyi besi yang keras tadi berasal dari benda itu.

ITU YANG AKU HARAPKAN. RAS NAGA KEMBALI BERSATU, KITA MEMANG TIDAK BOLEH MENJADI RAS YANG LEMAH DAN SELALU BERPERANG SATU SAMA LAIN. PERDAMAIAN DI DUNIA BAWAH MEMANG DIPERLUKAN,” ujar Raja Azrael. “AKU SUKA IDEMU, ANTABOGO. DAN KAU INGIN KEKUATAN?”

I-iya, aku ingin lebih kuat,” jawab Antabogo.

AMBIL EMAS, PERAK, DAN APAPUN HARTA YANG ADA DI SINI. TEMPA SEMUANYA MENJADI MAHKOTA, PERISAI, BAJU, APAPUN YANG KAU INGINKAN. MAKA KAU TIDAK AKAN TERKALAHKAN. SEMAKIN BANYAK KAU MENGAMBILNYA, MAKA SEMAKIN BAGUS,” ujar Raja Azrael.

Antabogo masih keheranan dengan rantai yang membelenggu Raja Azrael. Kenapa rantai itu ada di sana? Tetapi, dia tak ingin bertanya-tanya lagi. Keberadaannya di ruangan itu saja sudah cukup mengerikan. Antabogo lebih tertarik dengan emas-emas yang ada di istana tersebut. Ia akan kumpulkan, lalu ditempa menjadi mahkota dan baju perangnya. Ia tak ingin dikalahkan lagi oleh kakaknya, Raja Primadigda ataupun ancaman masa depan terbesarnya kelak, Pangeran Aryanaga.

***

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Putra Naga: Aliansi Mematikan   Bab 30.2 | Ini Belum Berakhir

    Upacara pernikahan Kerajaan Naga Laut Timur diadakan seminggu setelah pertempuran hebat tersebut. Selain untuk mengobati kesedihan setelah pertempuran, pesta juga diadakan untuk suka cita kemenangan melawan pasukan aliansi. Aryanaga dan Aprilia mengikuti upacara pernikahan yang cukup berbeda dengan apa yang biasanya dilakukan di Dunia Atas.Pengantin perempuan dipingit selama tiga hari. Tidak boleh kemana-mana. Ratu Danaharing Lintang Wungu membantu Aprilia, serta memberikan wejangan-wejangan layaknya seorang ibu. Terus terang Aprilia seperti bermimpi. Tak pernah ia diperlakukan spesial seperti itu sebelumnya. Berbagai perawatan dari luluran yang dipersiapkan sebelum upacara pernikahan benar-benar ia rasakan. Dia sudah seperti ratu.Aryanaga juga demikian. Meskipun ia tak bisa pulang ke Kerajaan Naga Laut Selatan, karena wilayah tersebu

  • Putra Naga: Aliansi Mematikan   Bab 30.1 | Ini Belum Berakhir

    Pertempuran berakhir. Itulah yang sudah terjadi. Pasukan aliansi telah berhasil dipukul mundur. Kerajaan Naga Laut Timur telah diselamatkan. Aprilia kehabisan tenaga setelah menyembuhkan Aryanaga. Luka-luka yang diderita Aryanaga ternyata lebih parah dari perkiraannya, sehingga energi yang dia dapat dari batu kekuatan mampu memulihkan tubuh Aryanaga. Tubuhnya sendiri yang terluka tak mampu ia obati, akhirnya Aryanaga berjalan sambil menggendong Aprilia di punggungnya. Sayangnya ia tak punya tenaga lagi untuk bisa berubah wujud menjadi naga, padahal dengan cara itu ia bisa membawa Aprilia pergi langsung menuju Kerajaan Naga Laut Timur.“Apa yang akan terjadi setelah ini?” tanya Aprilia.“Hmm?” gumam Aryanaga.“Raja Antabogo berkata kalau Dunia Bawah tidak a

  • Putra Naga: Aliansi Mematikan   Bab 29.3 | Warisan Terakhir

    Aryanaga berdiri. Dia mengangguk. “Aku menahan kekuatanku karena lawanku adalah pamanku sendiri. Sama seperti ketika aku melawan ayahku. Aku menahan kekuatanku. Seharusnya tidak seperti ini.”“Di dalam peperangan, mau tak mau kau akan menghadapi orang-orang yang kau sayangi. Tidak akan ada yang tahu siapa lawanmu di medan pertempuran. Sekarang, kau mengerti apa yang harus kau lakukan? Inilah bagaimana cara kita bertarung. Kau boleh menjadi manusia, namun dalam pertempuran kau harus menjadi naga.”Aryanga mengangguk. “Menjadi naga.”“Sekarang, tunjukkan kepada mereka bagaimana kau bisa mengalahkan Raja Antabogo, bahkan Raja Azrael!”Aryanaga memejamkan matanya. Raja Lelouch kemudian mengh

  • Putra Naga: Aliansi Mematikan   Bab 29.2 | Warisan Terakhir

    Raja Antabogo melipat tangannya. Mulutnya mulai berkomat-kamit merapal mantra. Tubuh Raja Antabogo mulai diselimuti oleh sulur-sulur. Rajutan-rajutan benang terbentuk menyelimuti tubuhnya. Makin lama benang-benang tersebut makin membesar membentuk tubuh Antabogo yang lebih baru. Kini Sang Raja telah berubah menjadi ke wujud naganya. Tidak sebagaimana ras naga yang memiliki tubuh avatar pada umumnya, wujud naganya kali ini mirip seperti wujud hybridnya, lengkap dengan baju zirah. Raja Antabogo membaca mantra. Mantra tersebut membantu agar tubuh dan baju zirah ikut menyatu bersama tubuhnya.Kabut tiba-tiba muncul menyelimuti permukaan padang pasir. Angin berhenti, memberikan rasa ketakutan ke dalam diri setiap makhluk yang berada di tempat tersebut. Aryanaga mampu merasakan ketakutan tersebut. Pengaruh rasa takut ini tidak lain adalah dari baju zirah yang terbentuk dari emas-emas milik Raj

  • Putra Naga: Aliansi Mematikan   Bab 29.1 | Warisan Terakhir

    Alter Ego perlahan mendatangi Raja Antabogo. Raja Antabogo menyadari ada sesuatu yang berbeda dari Aryanaga. Iris mata sang Pangeran menyipit, sangat berbeda dengan sebelumnya. Lebih mengerikan lagi matanya menyala merah. Udara masih dikelilingi oleh api akibat dari kekuatan Aprilia tadi, namun tak membuat Alter Ego Aryanaga gentar. Api tersebut seolah-olah memberi jalan kepadanya, menyingkir, takluk dan tunduk kepada Aryanaga.“Kau bukan Aryanaga,” ucap Raja Antabogo.“Tebak siapa aku,” sahut Aryanaga.“Suaramu seperti suara lebih dari satu orang berbicara serempak. Tatapan matamu juga berbeda. Aku bisa merasakan kekuatanmu berbeda dari Aryanaga. Kau lebih gelap,” ujar Raja Antabogo.“Dan jug

  • Putra Naga: Aliansi Mematikan   Bab 28.4 | Pertempuran Di Pulau Angkara

    “Aku tahu kalian putus asa. Namun, percuma saja. Kalian tetap tak akan bisa melukaiku,” ujar Raja Antabogo.Aryanaga mengibaskan sayapnya. Kibasan sayapnya membelah angin membuat potongan pisau raksasa tak terlihat menghantam Raja Antabogo beserta perisainya. Terdengar suara nyaring seperti pedang membentur perisai besi. Tetap saja, tebasan itu tidak membuat Raja Antabogo terluka sedikit pun. Aryanaga mengubah serangan untuk menyerangnya dengan menggunakan kekuatan apinya. Dia menghirup napas dalam-dalam setelah itu menyemburkan api dari mulutnya. Raja Antabogo melompat menghindar.Aryanaga tahu kalau dengan tubuh naganya ia akan kesulitan mengejar Raja Antabogo, jadi mau tak mau dia hanya akan mengandalkan kekuatan apinya saja. Sepasang sayap Aprilia bercahaya, kemudian dikibaskannya. Ada yang berbeda dari kibasan sayap ter

  • Putra Naga: Aliansi Mematikan   Bab 28.3 | Pertempuran Di Pulau Angkara

    “Sekarang giliranku,” ucap Raja Antabogo. Raja Antabogo bergerak sangat cepat untuk menyerang Aprilia. Aprilia berusaha menghindari terjangan Raja Antabogo. Namun, Aprilia kalah dalam hal kecepatan. Raja Antabogo sudah menjerat leher Aprilia dengan ekornya. Mengetahui Aprilia diserang, Aryanaga berusaha menolong Aprilia. Raja Antabogo sepertinya tahu Aryanaga akan menyerangnya, ia berbalik menuju ke pedang besarnya yang tadi ditinggalkannya. Pedang besar tersebut langsung diayunkan ke arah Aryanaga. Terkejut, Aryanaga menghindari dari sebetan pedang tersebut. “Kau kira pedang ini menebas? Kau salah, pedang ini mengejar mangsanya,” ucap Raja Antabogo. Pedang Berbaris memisahkan diri. Potongan-potongannya terhubung oleh benang-benang energi yang terkoneksi satu sama lain. Potongan-pot

  • Putra Naga: Aliansi Mematikan   Bab 28.2 | Pertempuran di Pulau Angkara

    “Pangeran tidak bertarung seorang diri. Ada aku, ada Asri,” jawab Aprilia. Ia menunjukkan telapak tangan kirinya. Ada tanda penyembuh di sana.“Asri...”“Aku tahu Pangeran yang sekarang mungkin tidak mencintainya, tetapi aku ingat bagaimana dulu Pangeran sangat tergila-gila kepadanya. Asri juga adalah calon ratu. Ia tak bisa bertempur bersama Pangeran, namun sekarang ia bertempur bersama Pangeran. Ini adalah perasaan cinta Asri untuk Pangeran.”Hati Aryanaga serasa tercubit. Dia memang pernah merasakan perasaan cinta yang mendalam kepada Asri. Perasaan bersalahnya membawa Asri ke Dunia Bawah kembali menyelimuti benaknya. Asri sudah berkorban untuknya dan ia tak ingin pengorbanan Asri sia-sia. Aryanaga menggenggam tangan Aprilia.

  • Putra Naga: Aliansi Mematikan   Bab 28.1 | Pertempuran Di Pulau Angkara

    Raja Antabogo sama sekali tidak berubah dalam wujud hybrid. Dia masih dalam wujud manusianya. Sementara kedua lawannya sudah berubah wujud. Pertempuran ini akan benar-benar menjadi pertempuran yang tidak akan terlupakan. Akan tercatat dalam sejarah Dunia Bawah.“Majulah!” ucap Raja Antabogo.Aryanaga segera melesat ke arah Raja Antabogo. Begitu cepatnya hingga yang tersisa dari tempatnya berdiri hanyalah debu yang berterbangan. Aprilia juga mengikutinya. Dia menghunus pedangnya yang sudah menyala merah. Raja Antabogo sama sekali tidak bergerak dari tempatnya berdiri, ataupun berusaha untuk menahan serangan. Pukulan Aryanaga tepat mengenai wajah Raja Antabogo, tebasan pedang Aprilia juga merobek perut Antabogo. Namun, keduanya alangkah terkejut saat mendapati pukulan Aryanaga seperti terhalang oleh dinding tipis yang menyelim

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status