LOGINKisah tentang anak muda yang harus menikah dengan puteri mahkota dari dunia berbeda karena perjanjian leluhur. Segala upaya dilakukan untuk menghindari perjanjian, namun peristiwa demi peristiwa menempanya jadi seorang ksatria, dan semakin mengukuhkan bahwa perjanjian leluhur adalah takdir.
View MoreRaden Manggala bersama beberapa pembantu dekatnya mengadakan perjamuan makan malam yang dihadiri dua ratus istrinya. Perempuan-perempuan muda dan cantik itu pergi ke Puri Abadi secara sukarela tanpa sepengetahuan suami atau orang tua sehingga dikabarkan diculik. Kebiasaan jelek warga kampung Luhan adalah menyebarkan berita tanpa menyaring dahulu kebenaran berita itu. Memicu kegaduhan dengan berbagai modus diakui sebagai hak asasi bangsa Luhan. Mereka bangsa yang bodoh. Bangsa yang mencontek sepenuhnya kebebasan dengan mengangkangi norma yang ada. Bangsa Luhan terlihat maju padahal sesungguhnya tengah menuju kehancuran hakikat kebebasan. "Perjuangan takkan pernah padam laksana api abadi," kata Raden Manggala. "Kita tinggalkan para pecundang yang menginginkan imbalan semata. Aku akan berusaha memberikan kehidupan yang lebih baik bagi kalian." Semua wanita yang menghadiri perjamuan tidak tahu kalau hidangan mewah di hadapan mereka adalah hasil rampokan. Mereka mengira semua i
Cakra banyak memiliki waktu senggang. Ia sudah memantau keadaan di jazirah tirta dan jazirah bentala dengan ilmu Tembus Pandang Paripurna dengan kekuatan intisari roh, situasi cukup kondusif. Kelompok pergerakan di perbukitan Luhan bukan ancaman serius secara global, skalanya kecil, dan semakin hilang gemanya setelah harta karun disita untuk negara. Maka itu Cakra tidak keberatan ketika istana mengadakan pesta tujuh hari tujuh malam untuk merayakan ikatan janji suci mereka. "Pesta itu untuk rakyat," kata Nawangwulan. "Kita tidak perlu hadir sepanjang waktu." Mereka meninggalkan kemeriahan pesta dan memilih beristirahat di kamar pengantin. "Adakah kearifan lokal di jazirah tirta yang terlewati?" tanya Cakra. "Di jazirah bentala, malam pertama disaksikan oleh ayah dan ibu mertua." "Di jazirah tirta malam pertama dihabiskan putera mahkota di pesanggrahan ibu mertua, untuk menerima hadiah perkawinan." Sebuah tradisi yang sangat memanjakan Cakra. Ibu Suri terlihat menawan dan
Dengan bantuan energi intisari roh, Cakra berhasil memindahkan harta di kediaman adipati ke rumah Adinda yang kini kosong. "Aku butuh kereta barang untuk mengangkut ke istana," kata Cakra. "Warga kampung Luhan pasti curiga kalau aku sewa kereta barang. Apakah aku minta bantuan Nawangwulan saja?" Ratu Kencana muncul di kamar tirakat. Cakra tersenyum senang. "Kebetulan." "Kebetulan apa?" sergah Ratu Kencana. "Kebetulan kau ingin ditampar?" "Aku butuh kereta barang untuk mengangkut harta karun ke istana. Dapatkah kau menciptakan binatang penarik bertenaga super?" "Tidak ada ilmu yang bisa menciptakan makhluk hidup, kau bisa menciptakan tiruannya." "Lalu kau datang untuk apa?" Plak! Plak! "Aku datang untuk menamparmu!" geram Ratu Kencana. "Aku menjadi gunjingan di langit dan bumi gara-gara dirimu!" Pasti soal bercinta lagi, batin Cakra kecut. Ratu Kencana sangat jengkel dibilang mentransfer ilmu lewat kemesraan. "Kau harusnya memberi klarifikasi
Kampung Luhan gempar. Penggerebekan rumah Adinda oleh pasukan elit Kotaraja sangat mengejutkan. Gelombang protes muncul secara sporadis. Mereka menganggap penangkapan lima puluh wanita dan beberapa petugas keamanan sangat beraroma politis. Adipati Butong laksana kebakaran jenggot, padahal tidak berjenggot. Ia bukan meredam massa yang berdemo di depan kantor kadipaten, malah semakin membangkitkan amarah. "Tenang! Tenang! Beri saya kesempatan untuk berbicara!" Warga berusaha diam, kebanyakan orang tua perempuan yang ditangkap. Mereka bingung anaknya pergi pesta dansa dicurigai anggota pergerakan. "Saya tidak tahu apa-apa dalam peristiwa itu! Istana tidak berkoordinasi dengan saya! Saya akan mengajukan protes keras pada istana!" "Bukan protes! Bebaskan anak kami! Mereka tidak bersalah!" "Pasukan elit sudah berbuat sewenang-wenang! Mereka membawa anak kami ke Kotaraja untuk mempertanggungjawabkan perbuatan yang tidak mereka lakukan!" "Bebaskan anak kami!" "Bebaskan istri
"Selamat pagi, Tuan Khong!" Seluruh pelayan di dapur mengangguk hormat menyambut kedatangan kepala koki di pintu masuk. Tuan Khong sangat dihormati di pantry. Ia sangat perhatian pada pegawai. Ia menginginkan kesempurnaan dalam pekerjaan. "Ada yang sakit pagi ini?" "Tidak ada, Tuan Khong."
Ratu Purbasari mengakui, pesona Cakra mampu mencairkan es seluas kutub Utara. Jadi bukan keajaiban ratu frigid sepanjang masa terbakar asmaranya. Cakra bukan hanya Raja Agung yang menguasai segala alam, juga Kaisar Cinta yang menguasai segala perempuan. Ia mampu membolak-balikkan hati sekeras batu.
Cakra menakut-nakuti mereka, "Ratu Kencana sedang mengawasi kalian. Ia ingin mengutuk kalian jadi kodok karena berani membongkar aibnya." Plak! Plak! "Aib apa?" bentak suara tanpa wujud. "Mereka semakin percaya kalau aku bercinta denganmu!" Ratu Kencana menampar Cakra tanpa bergerak dari kuda se
Sembilan Tabib Suci terkejut mendengar ramuan berkhasiatnya dicampur ekstrak buah bintaro dan apel pantai. Mereka segera menghentikan pertarungan, dan duduk bersemedi berusaha menetralkan aliran darah yang mulai terasa menyengat. Bukan gelegak cinta, tapi rasa sakit laksana ribuan jarum menusuk se
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore