Share

Bab 1027

Penulis: Si Kecil Tangguh​
Melihat Jarwo mulai marah, Hana buru-buru menenangkannya, "Sudah, sudah. Aku baru bicara sedikit, kamu sudah tersinggung begitu!"

Usai berbicara, Hana melirik ke arah pelayan dan mendesak, "Sudah selesai belum? Kalau sudah, cepat keluar!"

"Baik!" Pelayan itu langsung menjawab dan buru-buru keluar.

Begitu pelayan itu pergi, barulah Hana maju dan menutup pintu kamar, lalu berbalik menatap Jarwo. "Sebenarnya, semua ini juga salahmu! Kalau bukan karena kamu memperlakukan Yinara seperti itu ... mana mungkin kita sampai menyinggung orang sekejam Surya?"

Pertama, dia membantai banyak orang di dalam kediaman, darah mengalir sampai halaman depan. Hana sampai harus menyuruh orang mencuci noda darah selama seharian penuh dan itu pun tetap tak bersih!

Sekarang, kiriman tubuh yang dimutilasi pun datang. Parahnya, sekarang sedang suasana tahun baru! Sungguh pertanda sial!

Jarwo melotot ke arah Hana. "Salahku? Bukankah ini salahmu juga? Kamu bahkan nggak bisa menjaga anak perempuanmu dengan baik, sam
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1377

    "Keluarga Gutawa ...."Andini yang hendak memecahkan keheningan pun berkata dengan nada serius, "Bagaimana keadaannya sekarang?"Surya yang duduk di sisi ranjang pun menggenggam tangan Andini yang tidak terluka, lalu ibu jarinya mengusap ujung jari Andini yang masih terasa dingin dengan pelan. "Semalam sempat kacau. Ribut dan saling tuding, terutama dari kalangan keluarga cabang. Mereka merasa penyebab kematian Braja karena mencari apa yang mereka sebut sebagai harta karun"Dengan nada bicara yang tenang dan stabil seperti orang yang memegang kendali penuh, Surya melanjutkan, "Tapi, Janur masih mampu menekan keadaan. Menurut aturan leluhur Keluarga Gutawa, kalau Kepala Keluarga wafat mendadak tanpa wasiat khusus, putra sulung dari garis keturunan yang akan mewarisi posisi. Ikhsanun ... kini sudah menjadi kepala keluarga yang baru.""Tadi pagi, Janur yang mewakili para tetua mengumumkannya secara resmi. Nggak ada yang menolak, jadi keadaannya sudah ditetapkan."Andini menganggukkan kepa

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1376

    Fajar mulai menyingsing dan sinar yang lembut menembus celah-celah jendela, menebarkan bayangan samar-samar di dalam ruangan.Andini perlahan-lahan tersadar. Bahkan sebelum membuka mata, dia sudah merasakan nyeri yang datang dari pergelangan tangannya. Saat kenangan mengerikan semalam langsung menyerbu pikirannya, dia tiba-tiba membuka mata dan langsung melihat kelambu yang begitu dikenalnya. Begitu mendengar suara napas yang rendah, dia memalingkan kepala dan menatap sosok di sisi ranjang.Dia melihat Surya duduk bersandar di pilar ranjang berukir dan memejamkan mata dengan ekspresi yang terlihat sangat kelelahan. Cahaya fajar mengukir garis-garis tegas di sisi wajah Surya dengan lembut, tetapi dia malah merasa sedih karena Surya terlihat jauh lebih kurus.Pipi Surya yang dahulu tembam kini agak cekung dan membuat tulang alisnya yang tinggi makin menonjol. Bekas luka lama di atas tulang alis itu pun kini terlihat makin jelas dan menusuk mata.Penjara Air Hitam itu sebenarnya tempat se

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1375

    Karena gentar dengan aura ganas dan berdarah dari para Pasukan Harimau, para pengawal Keluarga Gutawa tanpa sadar mundur ke belakang dan memberikan jalan. Tak ada seorang pun dari mereka yang berani maju untuk menghalangi, bahkan bernapas pun tidak berani.Bahkan hingga bayangan Surya dan Pasukan Harimau benar-benar menghilang di ujung jalan setapak berkelok menuju paviliun samping, semua orang baru seperti tersadar dari mimpi. Mereka segera mengerumuni Ikhsanun dan Hasanun, lalu bertanya dari segala arah.Seseorang menunjuk dua jasad pengawal bayangan yang berada tidak jauh dari sana, lalu berseru dengan nada marah dan kaget, "Tuan Ikhsanun, Tuan Hasanun, apa yang sebenarnya telah terjadi? Kenapa malam ini Kepala Keluarga tiba-tiba membawa Andini ke wilayah terlarang?"Wajah Ikhsanun pucat pasi dan bibirnya bergetar. Tatapannya pun kosong dan linglung, seolah-olah belum pulih dari guncangan besar itu. Dia perlahan-lahan menggelengkan kepala, lalu menjawab dengan suara yang melayang, "

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1374

    Saat itu, tiba-tiba terdengar suara gesekan yang membuat gigi terasa ngilu. Pintu batu kedua yang sebelumnya tak bergeming sedikit pun padahal Andini sudah menumpahkan banyak darah kini perlahan-lahan terbuka ke arah dalam.Mata Surya membelalak dan menatap pemandangan di hadapannya dengan ekspresi tidak percaya. Bukakah dibilang pintu ini baru bisa dibuka hanya dengan darah wanita dari Keluarga Gutawa?Saat menyaksikan adegan yang aneh sekaligus ironis itu secara langsung, Andini merasakan hawa dingin yang menusuk tulang menyebar dari telapak kaki hingga ke seluruh tubuhnya. Perasaan pedih yang luar biasa langsung menenggelamkannya.Ternyata begitu!Apanya yang darah sebagai pemicu? Apanya yang harus darah dari wanita Keluarga Gutawa untuk membuka harta karun? Apanya yang kunci rahasia yang diwariskan turun-temurun? Semua itu hanya bohong saja.Entah karena kehilangan darah terlalu banyak atau karena terguncang oleh kebenaran yang begitu konyol ini, Andini merasa kepalanya pusing. Pan

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1373

    Sepasang mata Braja yang keruh itu menatap Surya dengan sangat tajam dan tatapannya itu terlihat sangat kebingungan dan tidak percaya. "Kamu ... mana mungkin ... bisa lolos dari Penjara Air Hitam."Setiap kata-kata itu seolah-olah diperas keluar dari paru-paru Braja yang hancur, disertai suara serak dari orang yang berada di ambang maut.Braja ingat bukan hanya dibelenggu rantai di keempat anggota tubuh, Surya juga telah diracuni hingga seluruh tubuhnya lemas. Penjara Air hitam juga dijaga ketat di segala penjuru. Meskipun Surya benar-benar berhasil kabur, Keluarga Gutawa juga tidak mungkin tidak menerima kabar. Mengapa Surya masih bisa muncul di sini?Surya menoleh ke arah Braja dengan tatapan yang dingin dan kejam. Nada bicaranya yang sangat dingin bergema jelas di dalam ruangan batu itu dan setiap katanya bagaikan paku es yang menusuk jantung Braja. "Aku masih belum sempat berterima kasih pada Kepala Keluarga Gutawa karena sudah mengantarku bertemu kembali dengan saudara-saudara Pas

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1372

    Andini juga telah mengerahkan seluruh tenaganya untuk menahan, tetapi niat membunuh yang dingin dari Braja itu tetap menembus pakaiannya. Dia bahkan bisa merasakan ujung belati yang tajam itu perlahan-lahan menusuk kulit dan dagingnya.Rasa putus asa yang bagaikan jurang kegelapan itu perlahan-lahan menelan Andini. Selain jebakan senjata yang tersembunyi, masih dua ahli yang berjaga di luar wilayah terlarang itu dan Soekarno tidak mungkin bisa masuk. Apakah hari ini dia benar-benar akan mati di sini?Tepat pada saat hidup dan mati hanya terpaut sehelai rambut, Andini merasakan kekuatan Braja tiba-tiba terhenti. Meskipun posisinya masih sama, Braja jelas tidak menekan belatinya ke bawah lagi. Apa yang terjadi?Karena merasa kaget, Andini kembali menoleh ke arah Braja. Saat itu, dia baru melihat ada sebilah pedang panjang yang entah sejak kapan telah menembus tubuh Braja. Waktu seolah-olah membeku pada detik itu.Tatapan Braja yang keruh bergerak perlahan-lahan ke bawah dengan ekspresi t

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status