Share

Bab 1056

Penulis: Si Kecil Tangguh​
Saat ini, Surya berbicara dengan suara dalam, "Masuk dulu, baru kita bicarakan."

Rangga tidak menjawab, tetapi tetap menyingkir memberi jalan.

Surya lalu membawa Andini masuk.

Saat keduanya melewati sisi Rangga, tatapan Rangga tertuju pada tangan Surya yang menggenggam erat tangan Andini. Seketika, matanya memerah. Sampai Surya dan Andini masuk ke tenda, barulah dia memaksakan diri mengalihkan pandangan.

Hanya Tuhan yang tahu, pada detik itu betapa dia ingin menebas tangan Surya.

Rangga menarik napas dalam-dalam beberapa kali, menekan dorongan hatinya, lalu baru mengikuti masuk.

Di dalam tenda, Samsul dan Takwa juga ada di sana. Kedatangan Surya kali ini memang untuk menanyakan dengan jelas soal tindakan gegabah Rangga sebelumnya yang sembarangan memberi perintah. Maka saat ini, dia pun tidak berbasa-basi. "Ceritakan bagaimana kejadiannya."

Samsul melirik Rangga. Melihatnya tidak berniat bicara, barulah Samsul maju selangkah, memberi hormat. "Pangeran, sebulan yang lalu, Negara Tarbo t
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1381

    Mendengar kata-kata Rinun yang sarat dengan keluhan itu, Andini dan Surya tanpa sadar saling bertukar pandang. Keduanya membaca dengan jelas rasa tak berdaya dan secercah rasa bersalah di mata masing-masing.Rinun tampaknya juga tidak berniat memperpanjang persoalan saat ini. Dia menarik napas dalam-dalam, menenangkan emosinya, lalu raut wajahnya berubah menjadi sangat serius."Tapi pada akhirnya, memang Keluarga Gutawa yang bersalah lebih dulu karena memenjarakan orang-orang setia dan benar. Soal kamu memanfaatkanku, untuk saat ini bisa kutangguhkan dulu. Tapi ada satu peringatan yang tetap harus kusampaikan kepada kalian berdua."Pandangannya menyapu Andini dan Surya. Dia merendahkan suara, setiap katanya terdengar jelas. "Penjara Air Hitam Keluarga Gutawa didirikan para leluhur dan sudah ada sejak ratusan tahun lamanya. Dalam ratusan tahun itu, belum pernah ada satu orang pun yang bisa keluar hidup-hidup. Pangeran, berhati-hatilah."Ucapan Rinun berhenti sampai di situ, tanpa penjel

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1380

    Melihat Ikhsanun yang nyaris runtuh, Andini pada akhirnya tetap menelan kembali kata-kata yang sebenarnya ingin dia ucapkan.Dia bertukar pandang sejenak dengan Surya, lalu diam-diam meninggalkan ruang kerja itu. Baru setelah berjalan cukup jauh dari ruang kerja, Andini tak kuasa menengadah, memandang langit biru yang terbentang luas, lalu mengembuskan napas panjang dan berat.Perasaan tertekan yang begitu berat itu bukan hanya sulit ditanggung oleh Ikhsanun, bahkan Andini sendiri pun merasakannya sepenuh hati, seolah-olah arwah-arwah tak berdosa yang mati sia-sia selama ratusan tahun akhirnya bisa meratap dan menuntut keadilan pada saat ini.Saat itu, tubuh Surya mendekat, membawa aroma yang Andini kenal dan rasa aman yang menenangkan."Nggak enak badan?" Suara rendahnya terdengar.Andini menoleh. Mata yang sedikit memerah belum sepenuhnya pudar. Sudut bibirnya berusaha terangkat membentuk senyuman tipis."Nggak." Suaranya agak serak. "Hanya merasa ... agak menyedihkan."Bagaimana mun

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1379

    Namun, bahkan Intan sendiri tak akan pernah menyangka bahwa niatnya untuk membalas dendam pada Keluarga Gutawa pada akhirnya justru hanya membalas dendam pada perempuan-perempuan Keluarga Gutawa ...."Nggak, nggak mungkin!" Pada saat inilah, di tengah benak Ikhsanun yang kacau dan dipenuhi penderitaan, sebuah pikiran tiba-tiba melintas, bagaikan meraih seutas jerami penyelamat!"Lalu, bagaimana dengan Rinun?" Dia seperti mencengkeram papan apung terakhir. Suaranya serak, dipenuhi kegentingan orang yang nyaris tenggelam dan kebingungan. Dia meraung rendah, "Kalau ... kalau kamu bilang mekanisme itu sebenarnya sama sekali nggak membutuhkan darah tertentu ... lalu kenapa dulu Rinun nggak berhasil membuka harta rahasia itu? Kenapa dia bisa selamat?"Pertanyaan itu bagaikan batu yang dilemparkan ke dalam air mati, membuat tatapan Andini seketika menjadi dalam dan rumit.Dia menatap mata Ikhsanun yang penuh rasa sakit dan kebingungan, lalu bertanya perlahan, "Waktu itu ... siapa yang menggen

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1378

    Dia sengaja menekankan kata "kepala keluarga". "Kamu seharusnya sudah sangat paham. Kunci mekanisme harta rahasia di kawasan terlarang itu sama sekali bukan darah perempuan anggota Keluarga Gutawa!""Darah Braja bisa, darahmu juga bisa, bahkan mungkin darah pelayan di luar sana pun bisa!"Mendengar itu, wajah Ikhsanun seketika menegang. "Apa yang kamu bicarakan?"Pelayan di luar sana jelas bukan orang Keluarga Gutawa! Bahkan bukan kerabat jauh!Alis Andini berkerut rapat. "Kepala Keluarga Gutawa masih belum mengerti? Semua mekanisme di dunia ini tampak memiliki ribuan variasi, tapi pada dasarnya hanyalah benda mati yang disusun dari besi dingin dan batu keras! Bagaimana mungkin bisa mengenali garis darah? Kenapa harus secara khusus 'meminum' darah perempuan anggota Keluarga Gutawa?"Tangan Ikhsanun yang bertumpu di atas meja tanpa sadar mulai bergetar halus."Jadi, menurut ucapan Kepala Lembah Andini, darah siapa pun bisa? Bahkan darah babi, darah sapi, atau mungkin sebenarnya tak perl

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1377

    "Keluarga Gutawa ...."Andini yang hendak memecahkan keheningan pun berkata dengan nada serius, "Bagaimana keadaannya sekarang?"Surya yang duduk di sisi ranjang pun menggenggam tangan Andini yang tidak terluka, lalu ibu jarinya mengusap ujung jari Andini yang masih terasa dingin dengan pelan. "Semalam sempat kacau. Ribut dan saling tuding, terutama dari kalangan keluarga cabang. Mereka merasa penyebab kematian Braja karena mencari apa yang mereka sebut sebagai harta karun"Dengan nada bicara yang tenang dan stabil seperti orang yang memegang kendali penuh, Surya melanjutkan, "Tapi, Janur masih mampu menekan keadaan. Menurut aturan leluhur Keluarga Gutawa, kalau Kepala Keluarga wafat mendadak tanpa wasiat khusus, putra sulung dari garis keturunan yang akan mewarisi posisi. Ikhsanun ... kini sudah menjadi kepala keluarga yang baru.""Tadi pagi, Janur yang mewakili para tetua mengumumkannya secara resmi. Nggak ada yang menolak, jadi keadaannya sudah ditetapkan."Andini menganggukkan kepa

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1376

    Fajar mulai menyingsing dan sinar yang lembut menembus celah-celah jendela, menebarkan bayangan samar-samar di dalam ruangan.Andini perlahan-lahan tersadar. Bahkan sebelum membuka mata, dia sudah merasakan nyeri yang datang dari pergelangan tangannya. Saat kenangan mengerikan semalam langsung menyerbu pikirannya, dia tiba-tiba membuka mata dan langsung melihat kelambu yang begitu dikenalnya. Begitu mendengar suara napas yang rendah, dia memalingkan kepala dan menatap sosok di sisi ranjang.Dia melihat Surya duduk bersandar di pilar ranjang berukir dan memejamkan mata dengan ekspresi yang terlihat sangat kelelahan. Cahaya fajar mengukir garis-garis tegas di sisi wajah Surya dengan lembut, tetapi dia malah merasa sedih karena Surya terlihat jauh lebih kurus.Pipi Surya yang dahulu tembam kini agak cekung dan membuat tulang alisnya yang tinggi makin menonjol. Bekas luka lama di atas tulang alis itu pun kini terlihat makin jelas dan menusuk mata.Penjara Air Hitam itu sebenarnya tempat se

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status