Share

Bab 1252

Author: Si Kecil Tangguh​
"Racun?" seru Bahlil dengan ekspresi terkejut, lalu mengambil mangkuk ramuan itu dengan tidak percaya dan menciumnya perlahan-lahan. Di antara aroma ramuan penyembuh yang kuat itu, dia akhirnya mencium aroma aneh yang samar-samar. Aroma itu terasa segar dan dingin, tetapi ada sedikit aroma amis yang manis.

"Rumput arwah?" seru Bahlil dengan terkejut. Dia sudah mengikuti Bilal sejak kecil, sehingga dia mengenal berbagai rumput dan racun. Namun tak disangka, kali ini justru Andini yang mengenali isi ramuan itu terlebih dahulu.

Rumput arwah adalah racun mematikan. Begitu masuk ke tubuh dan menyentuh darah, nyawa orang yang meminumnya akan langsung melayang sebelum sempat menarik napas untuk kedua kalinya. Namun, Bahlil tidak mengerti mengapa Guru memberikan ramuan racun seperti rumput arwah ini kepada Andini.

"Pasti ada yang salah, aku akan menanyakan langsung pada Guru."

Setelah mengatakan itu, Bahlil hendak membawa mangkuk ramuan itu pergi.

Namun, Andini menahan tangan Bahlil. "Tinggalk
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1379

    Namun, bahkan Intan sendiri tak akan pernah menyangka bahwa niatnya untuk membalas dendam pada Keluarga Gutawa pada akhirnya justru hanya membalas dendam pada perempuan-perempuan Keluarga Gutawa ...."Nggak, nggak mungkin!" Pada saat inilah, di tengah benak Ikhsanun yang kacau dan dipenuhi penderitaan, sebuah pikiran tiba-tiba melintas, bagaikan meraih seutas jerami penyelamat!"Lalu, bagaimana dengan Rinun?" Dia seperti mencengkeram papan apung terakhir. Suaranya serak, dipenuhi kegentingan orang yang nyaris tenggelam dan kebingungan. Dia meraung rendah, "Kalau ... kalau kamu bilang mekanisme itu sebenarnya sama sekali nggak membutuhkan darah tertentu ... lalu kenapa dulu Rinun nggak berhasil membuka harta rahasia itu? Kenapa dia bisa selamat?"Pertanyaan itu bagaikan batu yang dilemparkan ke dalam air mati, membuat tatapan Andini seketika menjadi dalam dan rumit.Dia menatap mata Ikhsanun yang penuh rasa sakit dan kebingungan, lalu bertanya perlahan, "Waktu itu ... siapa yang menggen

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1378

    Dia sengaja menekankan kata "kepala keluarga". "Kamu seharusnya sudah sangat paham. Kunci mekanisme harta rahasia di kawasan terlarang itu sama sekali bukan darah perempuan anggota Keluarga Gutawa!""Darah Braja bisa, darahmu juga bisa, bahkan mungkin darah pelayan di luar sana pun bisa!"Mendengar itu, wajah Ikhsanun seketika menegang. "Apa yang kamu bicarakan?"Pelayan di luar sana jelas bukan orang Keluarga Gutawa! Bahkan bukan kerabat jauh!Alis Andini berkerut rapat. "Kepala Keluarga Gutawa masih belum mengerti? Semua mekanisme di dunia ini tampak memiliki ribuan variasi, tapi pada dasarnya hanyalah benda mati yang disusun dari besi dingin dan batu keras! Bagaimana mungkin bisa mengenali garis darah? Kenapa harus secara khusus 'meminum' darah perempuan anggota Keluarga Gutawa?"Tangan Ikhsanun yang bertumpu di atas meja tanpa sadar mulai bergetar halus."Jadi, menurut ucapan Kepala Lembah Andini, darah siapa pun bisa? Bahkan darah babi, darah sapi, atau mungkin sebenarnya tak perl

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1377

    "Keluarga Gutawa ...."Andini yang hendak memecahkan keheningan pun berkata dengan nada serius, "Bagaimana keadaannya sekarang?"Surya yang duduk di sisi ranjang pun menggenggam tangan Andini yang tidak terluka, lalu ibu jarinya mengusap ujung jari Andini yang masih terasa dingin dengan pelan. "Semalam sempat kacau. Ribut dan saling tuding, terutama dari kalangan keluarga cabang. Mereka merasa penyebab kematian Braja karena mencari apa yang mereka sebut sebagai harta karun"Dengan nada bicara yang tenang dan stabil seperti orang yang memegang kendali penuh, Surya melanjutkan, "Tapi, Janur masih mampu menekan keadaan. Menurut aturan leluhur Keluarga Gutawa, kalau Kepala Keluarga wafat mendadak tanpa wasiat khusus, putra sulung dari garis keturunan yang akan mewarisi posisi. Ikhsanun ... kini sudah menjadi kepala keluarga yang baru.""Tadi pagi, Janur yang mewakili para tetua mengumumkannya secara resmi. Nggak ada yang menolak, jadi keadaannya sudah ditetapkan."Andini menganggukkan kepa

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1376

    Fajar mulai menyingsing dan sinar yang lembut menembus celah-celah jendela, menebarkan bayangan samar-samar di dalam ruangan.Andini perlahan-lahan tersadar. Bahkan sebelum membuka mata, dia sudah merasakan nyeri yang datang dari pergelangan tangannya. Saat kenangan mengerikan semalam langsung menyerbu pikirannya, dia tiba-tiba membuka mata dan langsung melihat kelambu yang begitu dikenalnya. Begitu mendengar suara napas yang rendah, dia memalingkan kepala dan menatap sosok di sisi ranjang.Dia melihat Surya duduk bersandar di pilar ranjang berukir dan memejamkan mata dengan ekspresi yang terlihat sangat kelelahan. Cahaya fajar mengukir garis-garis tegas di sisi wajah Surya dengan lembut, tetapi dia malah merasa sedih karena Surya terlihat jauh lebih kurus.Pipi Surya yang dahulu tembam kini agak cekung dan membuat tulang alisnya yang tinggi makin menonjol. Bekas luka lama di atas tulang alis itu pun kini terlihat makin jelas dan menusuk mata.Penjara Air Hitam itu sebenarnya tempat se

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1375

    Karena gentar dengan aura ganas dan berdarah dari para Pasukan Harimau, para pengawal Keluarga Gutawa tanpa sadar mundur ke belakang dan memberikan jalan. Tak ada seorang pun dari mereka yang berani maju untuk menghalangi, bahkan bernapas pun tidak berani.Bahkan hingga bayangan Surya dan Pasukan Harimau benar-benar menghilang di ujung jalan setapak berkelok menuju paviliun samping, semua orang baru seperti tersadar dari mimpi. Mereka segera mengerumuni Ikhsanun dan Hasanun, lalu bertanya dari segala arah.Seseorang menunjuk dua jasad pengawal bayangan yang berada tidak jauh dari sana, lalu berseru dengan nada marah dan kaget, "Tuan Ikhsanun, Tuan Hasanun, apa yang sebenarnya telah terjadi? Kenapa malam ini Kepala Keluarga tiba-tiba membawa Andini ke wilayah terlarang?"Wajah Ikhsanun pucat pasi dan bibirnya bergetar. Tatapannya pun kosong dan linglung, seolah-olah belum pulih dari guncangan besar itu. Dia perlahan-lahan menggelengkan kepala, lalu menjawab dengan suara yang melayang, "

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1374

    Saat itu, tiba-tiba terdengar suara gesekan yang membuat gigi terasa ngilu. Pintu batu kedua yang sebelumnya tak bergeming sedikit pun padahal Andini sudah menumpahkan banyak darah kini perlahan-lahan terbuka ke arah dalam.Mata Surya membelalak dan menatap pemandangan di hadapannya dengan ekspresi tidak percaya. Bukakah dibilang pintu ini baru bisa dibuka hanya dengan darah wanita dari Keluarga Gutawa?Saat menyaksikan adegan yang aneh sekaligus ironis itu secara langsung, Andini merasakan hawa dingin yang menusuk tulang menyebar dari telapak kaki hingga ke seluruh tubuhnya. Perasaan pedih yang luar biasa langsung menenggelamkannya.Ternyata begitu!Apanya yang darah sebagai pemicu? Apanya yang harus darah dari wanita Keluarga Gutawa untuk membuka harta karun? Apanya yang kunci rahasia yang diwariskan turun-temurun? Semua itu hanya bohong saja.Entah karena kehilangan darah terlalu banyak atau karena terguncang oleh kebenaran yang begitu konyol ini, Andini merasa kepalanya pusing. Pan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status