Share

Bab 177

Author: Si Kecil Tangguh​
Kaisar tampak terkejut saat mendengar Safira menyebutkan keinginan terakhir Baskoro.

Begitu melihat Kaisar mempertimbangkan hal ini, Andini merasa cemas.

Kala ini, Rangga memberikan hormat sebelum berkomentar, "Nggak bisa. Andini hanya terikat perjanjian pernikahan dengan Pangeran Baskoro. Kalau Andini mengantarnya ke pemakaman sebagai seorang janda, takutnya akan menimbulkan kecaman."

Yang paling penting, jika Andini benar-benar menganggap dirinya sebagai janda, dia tidak boleh menikah lagi dalam waktu tiga tahun sesuai aturan Negara Darsa.

Usai mendengar ucapan Rangga, Kaisar mengangguk sambil membalas, "Masuk akal. Safira, jangan sembarangan beri usulan. Kalau sampai menimbulkan kecaman, Keluarga Kekaisaran yang akan malu."

Safira hanya menjulurkan lidah. Dia bersandar di bahu Kaisar dengan manja seraya menyahut, "Aku cuma asal bicara."

Kaisar hanya punya satu putri. Dia tentu tidak akan menyalahkan Safira, sebaliknya malah menepuk punggung tangan Safira dengan penuh kasih sayang.

S
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Fitria sari
ceritanya penderitaan terus menerus...lama lama bosan juga sudah bab ratusan pun tetep judulnya menderita selamanya...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1367

    Andini menyelimuti tubuhnya dengan jubah tebal berwarna hitam legam, nyaris menyatu sepenuhnya dengan pekatnya malam.Dia sedikit mendongak. Cahaya bulan yang dingin mengukir garis rahangnya yang tegang. Bulan yang tergantung tinggi di langit itu memancarkan sinar dingin yang menusuk mata, membuatnya tiba-tiba teringat pada beberapa bulan yang dia habiskan di Lembah Raja Obat.Setiap malam bulan purnama, semuanya bagaikan sebuah hukuman, membuatnya hidup lebih menyakitkan daripada mati. Namun setiap kali, dia berhasil bertahan. Maka kali ini pun pasti akan sama!Saat itu, dari luar halaman terdengar suara langkah kaki yang sengaja diperlambat, tetapi tetap jelas terdengar. Dua bayangan yang ditarik panjang oleh cahaya bulan datang satu demi satu, melangkah di bawah sinar perak yang bening.Itu adalah Ikhsanun dan Hasanun. Hari ini, entah kebetulan atau kesepakatan, keduanya sama-sama mengenakan jubah brokat putih keperakan. Kain jubah memantulkan cahaya dingin yang lembut di bawah sina

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1366

    Rinun mencengkeram lengan Andini erat-erat. Tenaganya begitu besar hingga mengejutkan. Matanya dipenuhi ketakutan yang mengakar dan kekhawatiran yang mendalam terhadap kawasan terlarang.Andini buru-buru menekan tangan Rinun. Emosinya benar-benar meluap. Sorot matanya menyala tajam seakan-akan ingin menembus penjara gelap ini."Justru karena Surya mengalami sesuatu di kawasan terlarang itulah aku harus pergi! Aku harus tahu kebenarannya! Harus memastikan apa sebenarnya yang terjadi di dalam sana!"Suaranya tidak keras, tetapi sarat dengan tekad nekat seolah-olah telah membakar semua jalan mundur.Rinun tersentak dan terdiam. Menatap cahaya keteguhan yang tak terbantahkan di mata Andini, dia akhirnya memahami makna di balik kata-katanya dan keputusan berat yang telah diambil Andini.Melihat Rinun terdiam, Andini bertanya dengan suara rendah, "Jadi sekarang, bisa kamu beri tahu aku apa sebenarnya yang tersembunyi di dalam kawasan terlarang itu?"Rinun menatap Andini begitu saja. Dia tahu

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1365

    Gerakannya terlalu mendadak hingga membuat tubuhnya yang memang sudah lemah langsung terkulai. Bangku itu terbalik ke lantai. Suaranya menggema di tengah keheningan seperti petir yang menggelegar!Rinun menatap Andini yang berdiri nyata di hadapannya. Hantaman kenyataan dan rasa teraniaya itu langsung menelannya seperti tsunami. Air mata pun seketika bercucuran, mengalir deras tanpa bisa dibendung."Uh ... ah ... ah ...." Dia membuka mulut. Urat-urat di lehernya menegang karena memaksa ingin mengatakan sesuatu, tetapi pada akhirnya hanya suara napas serak yang terdengar, memilukan hingga menusuk hati.Tenggorokannya yang diracuni hingga bisu terasa seperti digesek berulang kali. Setiap upaya bersuara membawa rasa sakit seperti terkoyak, merobek habis seluruh harapan dan kata-kata yang ingin dia ucapkan.Hati Andini seperti dipotong pisau. Dia segera melangkah maju, menopang tubuh Rinun yang hampir roboh, lalu membantunya berbaring di ranjang dengan hati-hati. Dia mengulurkan tiga jari,

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1364

    Andini menunduk, menatap kunci kuningan kecil di telapak tangannya, lalu memandang Ikhsanun yang berlutut di lantai, menanggalkan seluruh harga diri hanya demi memohon secercah harapan hidup bagi adiknya. Entah mengapa, bayangan Abimana tiba-tiba terlintas di benaknya.Dia menarik napas dalam-dalam. Udara dingin mengalir masuk ke paru-parunya. Pada akhirnya, dia mengambil keputusan."Bangun." Suara Andini tetap dingin, seolah-olah diselimuti lapisan embun tipis, tetapi tidak lagi sedingin penolakan mutlak. Di dalamnya terkandung keputusan yang tak terbantahkan. "Aku akan pergi."Demi Rinun dan juga demi rencana esok hari, dia harus menempuh perjalanan ini.Malam kian larut, embun kian pekat, segala bunyi mereda. Seluruh Kediaman Gutawa seolah-olah tenggelam dalam air mati. Hanya ada suara angin yang berdesir, laksana tangisan arwah penuh keluh kesah.Dalam perlindungan tanpa suara dari Soekarno, sosok Andini bagai segumpal asap ringan di tengah malam. Dia dengan cekatan menghindari sel

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1363

    Bukan berarti Ikhsanun belum pernah menyaksikan sendiri aksi Braja yang dingin dan kejam. Braja bahkan pernah menggendong sendiri anak kandungnya sendiri dan membawanya ke wilayah terlarang itu. Namun, di lubuk hatinya, dia selalu berharap nasib Rinun akan berbeda.Rinun bukan bayi polos yang tidak mengerti apa pun, melainkan sudah berusia enam belas tahun. Selama itu, dia selalu hidup dengan patuh dan cerdas di Keluarga Gutawa. Dia bahkan memanggil Braja dengan sebutan paman buyut.Braja selalu memperhatikan dan berpihak pada Rinun sebagai anak perempuan satu-satunya Keluarga Gutawa di generasi ini dan Ikhsanun juga menyaksikan semuanya dengan matanya sendiri. Dia pernah percaya dengan naif bahwa sedikit ikatan darah itu setidaknya cukup untuk membuat Rinun aman di Paviliun Tafakur.Namun, ucapan Braja hari ini sudah menghancurkan sepenuhnya ilusi yang sudah dipertahankan Ikhsanun mati-matian. Dia akhirnya melihat bagaimana seorang kepala keluarga bisa bersikap begitu dingin dan kejam

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1362

    Malam yang gelap dan menekan berat di atas atap-atap bersusun serta balok ukiran kediaman Keluarga Gutawa, seolah-olah hendak menelan seluruh denyut kehidupan. Di dalam halaman, hanya terdengar suara angin bertiup di antara koridor-koridor sunyi dan menambah kesan hening yang mematikan.Saat duduk sendirian di bawah lampu tunggal yang cahayanya bergoyang-goyang, ujung jari Andini tanpa sadar mengusap sebuah jarum perak yang dingin. Namun, sentuhan dingin itu juga tidak mampu menenangkan pikirannya yang kacau.Racun Belenggu Tulang di tubuh Rangga, Rinun yang dikurung Paviliun Tafakur, dan perjalanan ke wilayah terlarang di malam bulan purnama besok. Semua itu mengacaukan pikiran Andini dan membuatnya terus gelisah.Saat itu, tiba-tiba terdengar suara serak dan rendah Soekarno dari sudut yang gelap. "Kepala Lembah, ada pergerakan di luar halaman. Dari posturnya, sepertinya itu Ikhsanun."Ikhsanun?Apa yang diinginkan Ikhsanun?Andini tiba-tiba menyipitkan matanya, lalu langsung menggeng

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status