LOGINWinda Pratiwi terjebak di antara dua obsesi CEO Korea. Dulu, tubuhnya adalah milik Han Seonwoo, CEO kejam yang mengajarinya gairah di bawah paksaan. Namun kini, setelah Seonwoo melupakannya, Park Jae-hyun datang mengklaim sisa-sisa harga dirinya dengan cara yang lebih brutal dan nikmat. Winda berada dalam dilema yang kotor, hatinya masih merintih memanggil Seonwoo, tapi setiap inci tubuhnya justru berkhianat dan mendesah lebih liar di bawah kuasa Jae-hyun. Satu wanita, dua penguasa. Winda tidak tahu mana yang lebih menghancurkannya, sentuhan masa lalu Seonwoo yang membekas, atau gairah baru Jae-hyun yang lebih panas dan tak tertahankan. "Sebut namanya saat aku di dalammu, Winda. Biar kau tahu, tubuhmu lebih suka aku yang menghancurkannya daripada dia."
View MoreSatu tahun berlalu sejak Yura berjuang demi melawan penyakitnya. Kini, musim semi kembali menyapa seluruh penjuru kota dengan keanggunan yang sama, namun kali ini atmosfernya terasa jauh lebih ringan. Tidak ada lagi kabut kecemasan yang menggantung di antara pepohonan pinus, juga tidak ada lagi bayang-bayang menakutkan yang mengintai dari balik kegelapan. Bunga-bunga sakura liar kembali berguguran tertiup angin sepoi-sepoi menutupi rumput hijau dengan kelopak merah muda yang lembut, menciptakan pemandangan yang sangat Indah sebagai wujud nyata dari salah satu lukisan terbaik Winda.Di teras rumah kaca yang kini telah menjadi simbol kedamaian, sebuah meja panjang telah ditata dengan rapi. Aroma sedap dari masakan khas Indonesia yang bumbunya meresap sempurna dari rendang bercampur dengan aroma kopi yang segar. Hari ini adalah hari istimewa dimana merupakan hari perayaan ulang tahun Ji-hoo yang kedua sekaligus syukuran atas satu tahun kebebasan mereka semua dari belenggu masa lalu.
Lorong rumah sakit yang terasa dingin dan mencekam itu kini telah menjadi saksi bisu dari sebuah perjuangan seorang wanita bernama Kim Yura. Sudah sepuluh hari sejak operasi besar itu dilakukan, dan Park Jae-hyun tidak pernah sekalipun meninggalkan sisi tempat tidur Yura. Pria yang dulunya dikenal sebagai pria dingin yang mampu meruntuhkan bursa saham hanya dengan satu gerakan tangan itu kini terlihat jauh lebih manusiawi dan jauh lebih rapuh dari sebelumnya .Jae-hyun duduk di kursi kecil, kepalanya bersandar pada pinggiran ranjang Yura. Matanya yang merah karena kurang tidur terus menatap layar monitor yang menampilkan detak jantung Yura yang kian stabil. Ia menggenggam tangan Yura yang masih terasa sangat lemah dengan gerakan yang pelan."Yura," bisik Jae-hyun, suaranya parau. "Musim semi hampir berakhir. Bunga-bunga sakura di kantor baru kita pasti sudah mulai gugur. Kau bilang ingin berdansa di sana tanpa musik, bukan? Aku sudah menyiapkan semuanya. Aku bahkan sudah menghafal l
Pesta kebun di lereng bukit pagi ini seharusnya menjadi momen yang penuh tawa dan rasa syukur yang dalam dengan dihiasi langit berwarna biru yang seolah sedang memayungi rumah kaca yang kini telah kembali asri. Bahkan aroma daging panggang dan saus marinasi buatan Winda yang menyatu dengan wangi pinus itu seharusnya ikut membuat udara di sekitarnya terasa menyegarkan, tapi tampaknya pagi itu tidak akan berjalan seperti yang seharusnya.Seonwoo sedang berdiri santai dengan mengenakan kemeja linen putih yang membuatnya tampak berbeda dari biasanya, sementara Ji-hoo asyik merangkak di atas rumput hijau dengan pakaian bayi yang membuatnya tampak begitu menggemaskan, sesekali ia mengejar kupu-kupu yang hinggap di bunga-bunga liar sambil terus merangkak.Jae-hyun, yang baru beberapa hari menghirup udara bebas pun tampak begitu segar dengan balutan kemeja putih linen yang senada dengan yang Seonwoo kenakan, ia duduk di bangku kayu bersama Yura sambil terus-menerus memperhatikan wanita itu ya
Langit di atas Lapas Permanen Seoul pagi ini tampak lebih cerah dari biasanya, awan kelabu yang menyelimuti sekeliling lapas itu selama berhari-hari itu seolah-olah sengaja menyingkir untuk memberikan jalan bagi sebuah awal yang baru bagi pria bernama Park Jae-hyun itu. Angin musim semi pun bertiup lembut membawa aroma bunga sakura yang mulai berguguran menutupi aspal kasar di depan gerbang penjara dengan kelopak-kelopak merah muda yang tampak begitu cantik.Di depan gerbang besi besar yang dingin itu sebuah mobil sedan berwarna hitam yang tampak mewah telah terparkir di sana. Seonwoo berdiri bersandar pada pintu mobil, tangannya yang sudah tidak lagi dibalut gips terlipat di depan dada. Di sampingnya, Winda berdiri dengan anggun sambil sesekali merapikan selimut Ji-hoo yang ada dalam dekapan Seonwoo. Namun, pusat dari segala penantian pagi ini adalah Kim Yura.Wanita itu berdiri beberapa langkah lebih depan dari yang lain. Ia mengenakan gaun sutra berwarna peach lembut memberikan
Gedung Pengadilan Distrik Seoul Pusat tampak seperti benteng abu-abu yang terkepung oleh putihnya salju. Di dalam Ruang Sidang Utama No. 4, suhu udara terasa ganjil, pengap oleh aroma kertas tua dan keringat dingin para hadirin, namun tetap meninggalkan sensasi mengigil yang merayap di kaki. Di lua
Malam yang tadinya tenang di lereng bukit kini berubah menjadi simfoni amukan alam yang menakutkan. Di luar rumah kaca, langit malam yang pekat seolah runtuh, menumpahkan butiran salju yang begitu padat hingga pandangan hanya menyisakan warna putih yang membutakan. Angin musim dingin menderu-deru s
Malam telah merayap jauh meninggalkan sisa-sisa jingga di ufuk Barat. Di lereng bukit yang sunyi, rumah kaca itu tampak berpendar lembut seperti lampion raksasa di tengah kegelapan hutan pinus. Di dalamnya, kehangatan menyelimuti setiap sudut ruangan, kontras dengan udara malam pegunungan yang mula
Seoul di pertengahan Desember terasa seperti kota yang membeku dalam sunyi. Langit yang biasanya biru cerah kini tertutup lapisan awan kelabu yang berat, membawa hembusan angin kutub yang menembus hingga ke celah-celah tulang. Di dalam gedung penjara Seoul Pusat, dinginnya cuaca terasa berkali-kali


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.