Share

Bab 178

Author: Si Kecil Tangguh​
Andini akui dirinya memang ingin membiarkan Safira menghadapi Dianti. Namun, tidak sampai menyingkirkannya. Apalagi, gaun itu sama sekali tidak ada kaitan dengannya.

Andini mengernyit sembari menjelaskan, "Hamba sudah kembalikan toko pakaian itu ke Selir Agung Haira."

Safira membentak, "Tapi, gaun itu milikmu! Aku sudah minta orang untuk selidiki keesokan harinya! Rangga memesan gaun itu sesuai ukuranmu!"

Andini tercengang. Itu adalah gaun sutra yang langka. Gaun yang belum tentu bisa dibuat meski sudah menunggu tiga sampai lima tahun. Rangga memberikan gaun itu padanya?

Melihat ekspresi Andini yang tercengang, Safira malah makin geram. Dia menyergah, "Jangan berpura-pura lagi! Andini, sekarang kamu sudah tahu Rangga itu orang yang aku suka. Sebaiknya kamu sadar diri dan jauhi dia!"

Andini langsung bersujud pada Safira seraya memohon, "Putri, tenanglah. Kalau gaun itu benar-benar diberikan Jenderal Rangga pada hamba, itu berarti hanya ada satu kemungkinan, yaitu untuk menebus kesalahan
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Makiawati
maaf, terlalu banyak peran yg ditambahkan hanya untuk memperpanjang cerita , lama2 jd kurang menarik
goodnovel comment avatar
Linda Ahmad
semua perempuan licik
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1355

    Ganendra meletakkan cangkir teh. Tubuhnya sedikit mencondong ke depan. Suaranya rendah, membawa kesan sengaja menggiring sekaligus menstimulasi. "Ada apa? Jenderal Rangga tampaknya sangat sensitif terhadap kata 'kawasan terlarang'?"Dia melihat dengan jelas tubuh Rangga terguncang hebat. Wajahnya pun seketika pucat pasi seperti kertas. Keringat dingin mengucur di dahinya.Kepingan-kepingan ingatan yang kacau seolah-olah mendapat rangsangan kuat, menghantam batas kesadarannya dengan liar, menghadirkan rasa sakit seperti terkoyak."Katakan padaku, apa sebenarnya yang tersembunyi di kawasan terlarang itu?" Suara Ganendra sedingin embun beku. "Apa benda yang sampai membuat Keluarga Gutawa rela mengejarmu habis-habisan hingga kamu berakhir dengan meridian yang terputus?""Ah!" Rangga akhirnya tak mampu menahan diri, meluapkan geraman rendah yang tertahan. Dia tiba-tiba mendongak. Matanya dipenuhi urat darah, kekacauan, penderitaan, dan secuil keganasan yang ditekan paksa. Semuanya saling me

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1354

    Ikhsanun sedikit membungkuk, mendekat ke telinga Andini. Embusan napas panasnya menyentuh cuping telinga Andini yang dingin, tetapi kata-kata yang diucapkannya justru membuat Andini seperti terjatuh ke dalam jurang es."Bukankah kamu ingin tahu keberadaan Surya? Bukankah kamu ingin menyelamatkan Rangga? Bahkan ... kamu ingin menyelamatkan Rinun, 'kan?"Tubuh Andini seketika menegang, jantungnya berdegup kencang. Dia menatap tajam mata Ikhsanun yang begitu dekat.Melihat cahaya harapan dan kewaspadaan yang tiba-tiba menyala di mata Andini, senyuman di sudut bibir Ikhsanun semakin dalam, membawa ejekan yang kejam. "Kalau begitu ... tunggu saja dengan patuh."Dia menegakkan tubuh, kembali pada sikap bangsawan terhormat yang elegan. Tatapannya menatap dari atas, seolah-olah menjatuhkan vonis."Tiga hari lagi pada malam bulan purnama." Suaranya bergema jelas di ruang kerja, mengandung ketegasan yang tak bisa dibantah. "Semuanya akan terungkap dengan sendirinya."Malam bulan purnama! Tiga ha

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1353

    Di dalam ruang kerja, Ikhsanun berdiri di dekat jendela. Dia memegang kuas, menorehkan tinta dengan gerakan stabil dan sikap santai. Aroma tinta samar memenuhi ruangan.Ketika mendengar suara langkah kaki, dia tidak menoleh, hanya berkata dengan nada datar, "Andin ya? Duduklah."Suaranya tenang tanpa gelombang, sama sekali tak menunjukkan emosi apa pun.Sorot mata Andini mendingin. Dia tidak berminat berbasa-basi, langsung ke pokok persoalan. "Apa Kakak tahu ke mana Rinun pergi?"Ikhsanun tetap tak menoleh, hanya bertanya dengan nada datar, "Apa yang dikatakan Kepala Keluarga kepadamu?""Kepala Keluarga bilang Rinun pergi ke kuil untuk menunaikan nazar," ujar Andini dengan dingin. "Tapi aku nggak percaya.""Aku tahu." Baru saat itu Ikhsanun meletakkan kuas dan perlahan berbalik.Di wajahnya terpancar wibawa khas Keluarga Gutawa. Senyuman terlukis di sudut bibirnya, tetapi tatapan yang mengarah pada Andini sedingin es, tanpa sedikit pun kehangatan. Tatapan itu membuat dada Andini sesak.

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1352

    Soekarno sama sekali tidak ragu. Dia mengiakan, lalu sosoknya berkelebat dan kembali menyatu ke dalam kegelapan, seolah-olah tak pernah muncul sebelumnya.Entah berapa lama berlalu, Soekarno akhirnya muncul kembali."Kepala Lembah, Rinun nggak pernah meninggalkan kediaman, apalagi pergi ke Kuil Puji." Dia berhenti sejenak, seakan-akan menimbang bagaimana menyampaikan kenyataan yang kejam itu. "Dia ditahan di ... Paviliun Tafakur."Paviliun Tafakur? Andini mengerutkan kening. "Tempat apa itu?""Sepertinya itu tempat Keluarga Gutawa untuk menahan anggota perempuan yang melakukan kesalahan besar. Letaknya di sudut paling terpencil di area belakang kediaman, mirip dengan istana pengasingan."Hati Andini terasa semakin dingin. "Pasti karena Rinun membocorkan rahasia kawasan terlarang, makanya dia ditahan."Terhadap perkataan Andini, Soekarno juga sangat setuju. Hanya saja, alisnya sedikit berkerut. Dia seperti ingin mengatakan sesuatu, tetapi terpaksa menahan diri.Melihat sikapnya, Andini

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1351

    Andini menurunkan pandangan. Bulu mata panjangnya menutupi gelombang hawa dingin yang bergejolak di dasar matanya.Braja melihat jelas keheningan Andini. Dia tahu hubungan antara Surya dan Andini, maka demi menenangkannya, dia berkata, "Nggak perlu cemas. Nanti akan kusuruh paman ketujuhmu mencarinya."Paman ketujuh itu adalah Kenon, orang Keluarga Gutawa yang bertanggung jawab atas penggalian informasi.Andini tahu Braja sengaja menyebut Kenon hanya agar dia bisa merasa tenang dan tetap tinggal di Kediaman Gutawa. Jadi, dia mengikuti kemauan Braja, mengangguk, lalu tersenyum. "Terima kasih, Kepala Keluarga."Braja memasang ekspresi seolah-olah tak menganggapnya masalah besar. "Hanya urusan sepele. Oh ya, selama beberapa hari ini kamu tinggal di Kediaman Pangeran Kedua, apa terjadi sesuatu? Terus, bagaimana kondisi tubuh Pangeran Kedua?"Andini tak bisa memastikan apakah orang-orang Kenon sudah menyusup jauh ke Kediaman Pangeran Kedua atau belum. Karena itu, dia tidak berbohong pada Br

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1350

    Ucapan Bahlil membuat Andini terkejut. Bahkan Ganendra pun tak kuasa menampakkan sedikit raut keterkejutan.Hanya Bahlil yang tetap tersenyum tipis. "Larut malam begini sangat sunyi. Aku mendengar semua pembicaraan kalian berdua tadi."Bahlil bermaksud memberi tahu bahwa dia tidak sengaja menguping. Soal itu, Andini tentu saja tak meragukannya. Namun di hati Ganendra, justru timbul sedikit kewaspadaan.Suara percakapannya dengan Andini barusan jelas tidak keras. Sekalipun suasana sunyi di tengah malam, mustahil bisa terdengar sejauh itu. Apalagi, dia sama sekali tidak menyadari ada orang di sekitar mereka.Artinya, tingkat tenaga dalam Bahlil jauh di atasnya! Jika orang seperti itu memilih untuk tinggal ....Saat Ganendra masih memikirkan hal itu, Bahlil tiba-tiba tersenyum ke arahnya. "Kenapa ekspresi Pangeran begitu? Jangan-jangan nggak menyambut kehadiranku?"Baru setelah diingatkan seperti itu, Andini menyadari kejanggalan di wajah Ganendra. Hatinya langsung tergerak. Ganendra ...

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status