Share

Bab 683

Author: Zaina Aulia
Haira kembali menghela napas. "Hati orang tua di seluruh dunia itu sama. Aku sendiri sudah kehilangan anak. Aku cuma nggak ingin melihat sahabatku satu per satu kehilangan anak mereka juga ...."

Sebelum Haira selesai bicara, air matanya kembali menetes. Andini mengerutkan alisnya semakin dalam, tetapi hanya bisa berkata, "Hamba mohon pamit menyiapkan ramuan untuk Nyonya Kirana."

Melihat Andini tetap bersikap keras kepala, Haira hanya bisa menghela napas dengan pasrah, lalu melambaikan tangan sebagai isyarat agar Andini keluar. Ketika Andini memberi hormat dan berbalik untuk pergi, di mata Haira perlahan muncul kilatan penuh perhitungan.

Demam tinggi yang diderita Kirana memang hebat. Namun, hanya dengan satu kali tusukan jarum, panas itu langsung mereda. Lantaran tidak ingin ada insiden lain yang terjadi, Haira segera memerintahkan orang untuk mengantar Kirana kembali ke Kediaman Biantara setelah dia siuman.

Dengan begitu, Andini pun merasa sedikit lega. Begitu Kirana meninggalkan ista
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Ros Dianie
Bilang aja , safira detak jantung kurang stabil mesti banyak Istirahat. Mungkin terkena sakit lambung. Jgn telat makan.....kalo bilang hamil, nanti jd malapetaka loh.....
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1281

    Melihat adegan itu, Andini juga hanya bisa tersenyum dan menjawab, "Baik."Sebuah drama keributan pun berakhir begitu saja.Tak lama kemudian, suasana di meja jamuan kembali meriah seolah-olah tadi tidak terjadi sesuatu yang berarti. Namun, Andini dan Surya tahu jelas gadis bernama Rinun itu pasti mengetahui sesuatu.Saat malam sudah larut, jamuan pun akhirnya hampir mencapai penghujungnya.Saat itu, Surya tiba-tiba menyentuh lengan Andini. Begitu menoleh, dia melihat tatapan Surya yang mengarah ke tempat Ganendra berada. Dia pun ikut menatap ke arah itu dan melihat pintu kayu berukir di sisi aula entah sejak kapan telah terbuka.Seorang pengawal berpakaian ketat berwarna biru dengan pedang panjang di pinggang memelesat masuk dengan cepat. Dia menembus barisan dayang-dayang dan pelayan yang berdiri di kedua sisi, lalu langsung mendekati Ganendra. Dia membungkuk, lalu mengatakan beberapa kata dengan tergesa-gesa dan suara yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua.Senyuman di wajah Ga

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1280

    Malam itu, ruang jamuan Keluarga Gutawa diterangi cahaya lampu.Di aula besar itu, puluhan lampu kaca bergaya istana tergantung tinggi, menerangi setiap sudut hingga seterang siang hari.Hidangan lezat terus dihidangkan, cawan emas dan giok saling beradu. Suara musik lembut dan merdu, para penari menari anggun. Namun, fokus semua orang tanpa sadar jatuh pada Andini.Dengan senyuman hangat di wajahnya, Braja memperkenalkan Andini, "Ini paman buyutmu yang ketiga, Janur. Dia yang mengatur jalur perdagangan utara Keluarga Gutawa. Kalau ke depan kamu butuh bahan obat langka, langsung saja cari dia.""Ini paman buyutmu yang kelima, Farhan. Dia seorang komandan pengawal. Ini paman buyutmu yang ketujuh, Kenon. Dia punya koneksi yang luas dan informasi yang cepat ...."Andini mengikuti perkenalan Braja, mengangkat cawan untuk memberi salam satu per satu. Akan tetapi, dia tidak menunjukkan emosi apa pun di wajah, hanya saling bertukar pandang dengan Surya.Perkenalan Braja yang begitu rinci, tam

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1279

    Hati Andini sedikit mendingin. Dia berpikir, demi harta karun itu, Kepala Keluarga Gutawa tentu akan senang melihatnya datang.Namun, ekspresinya tetap tenang. Dia berkata dengan sopan, "Aku datang tanpa diundang, maaf kalau mengganggu.""Jangan bicara begitu!" Hasanun sama sekali tak keberatan, tetap sangat antusias. "Keluarga Gutawa jadi meriah karena kedatanganmu! Ayo, ayo, hari ini harus dirayakan baik-baik!"Tanpa memberi kesempatan menolak, dia langsung maju, hendak mendorong Surya dan Andini keluar.Tak disangka, Ganendra tiba-tiba berbicara, "Kalau begitu, bagaimana kalau aku ikut meramaikan juga? Kepala Keluarga Gutawa nggak akan keberatan, 'kan?"Langkah kaki Hasanun langsung terhenti. Dalam hati, dia memaki Pangeran Kedua yang bermuka tebal ini, tetapi tidak berani menolak. Dia hanya bisa memaksakan senyuman. "Kalau Pangeran berkenan hadir, itu tentu kehormatan besar bagi Keluarga Gutawa! Silakan!"Tatapan dingin Surya sekilas mengarah pada Ganendra. Ganendra sedang menatap

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1278

    Saat ini, Surya tahu bahwa dirinya sedang serakah.Padahal dulu dia bukan orang yang tamak. Dulu, terhadap takhta dan kekuasaan, dia tidak punya sedikit pun keinginan. Kemudian saat menjadi pemburu, selama sudah menangkap mangsanya, dia tak pernah pilih-pilih.Hanya saat ini. Hanya sekarang.Dia serakah terhadap setiap helaan napas Andini, berharap seandainya mungkin, selamanya dan seumur hidup bisa terus memeluknya seperti ini.Sayangnya, langit tak selalu mengikuti keinginan manusia. Suara Hasanun tiba-tiba terdengar dari luar, dipenuhi nada mabuk yang berat. "Pangeran! Surya! Ke mana perginya kamu?"Ganendra juga berbicara dengan lidah yang kacau, "Pengawalku bilang, dia masuk kamar dengan seorang perempuan.""Apa?" Hasanun sontak tersadarkan. "Di mana? Ini gawat, gawat! Kalau dia berbuat tak senonoh setelah minum, Andin pasti marah besar padaku!"Saat berikutnya, terdengar jelas di luar sudah ada pengawal yang memberi jalan. Pintu kamar didorong terbuka, Hasanun hampir tersungkur m

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1277

    Mata Andini memanas. Kedua lengannya yang melingkari pinggang Surya tanpa sadar semakin mengencang.Surya juga memeluknya erat, seolah-olah bagian tubuhnya yang hilang selama ini akhirnya kembali ke tempatnya.Di dadanya, ada rasa puas yang sulit diungkapkan. Namun, rasa itu segera digantikan oleh kekhawatiran. "Racun di tubuhmu ....""Sudah dinetralisasi," jawab Andini dengan lembut. "Kalau nggak, gimana mungkin aku bisa datang ke sini mencarimu?"Surya merasa lebih tenang, tetapi tetap menghela napas. "Aku bukan sudah menyuruh Enes untuk menahanmu? Kenapa kamu tetap mengambil risiko seperti ini?"Andini membenamkan wajahnya dalam pelukan Surya, menghirup aroma tubuhnya dengan penuh kerinduan."Keluarga Gutawa sejak awal memang datang karena aku. Kalau begitu, aku nggak boleh menyeret para kakak-kakakku ikut terlibat."Dan juga Rangga.Memikirkan itu, Andini membuka mata, lalu mundur dari pelukan Surya. "Bagaimanapun, Rangga tumbuh besar bersamaku. Saat kecil, aku menerima banyak bant

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1276

    Surya tidak menoleh padanya. Penglihatannya pun menjadi goyah dan buram karena pengaruh arak.Dia hanya bisa menurunkan suara, terdengar tidak senang. "Tolong beri jalan."Namun tak disangka, orang itu bukan hanya tidak menyingkir, melainkan justru mengulurkan tangan. Ujung jari yang halus menyentuh pergelangan tangannya.Wajah Surya langsung menggelap. Baru hendak menepis tangan itu, orang itu tiba-tiba menariknya dan menyeretnya masuk ke sebuah ruangan di samping.Di dalam ruangan, cahaya redup. Hanya ada sebuah lampu kaca di sudut yang memancarkan cahaya samar. Udara dipenuhi aroma yang terasa familier. Jernih, dingin, bercampur sedikit wangi obat.Alkohol menyerang, membuat Surya merasa langkahnya melayang. Namun, kekuatan perempuan ini terlalu besar untuk perempuan biasa.Bisa jadi dia bukan perempuan sembarangan. Mungkin saja orang yang diatur oleh Hasanun atau Ganendra.Dia menggeleng-gelengkan kepala, berusaha mengusir rasa pusing agar bisa menghadapi apa pun yang akan terjadi.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status