Share

Bab 898

Penulis: Si Kecil Tangguh​
Suara lirih itu terdengar bagaikan sebilah pisau yang menggores dada Andini satu demi satu. Pemuda itu kembali berkata, "Kalaupun racun ... setidaknya biar dia bisa pergi dengan tenang."

Organ dalam yang robek, perut yang terasa seperti diremas dan ditusuk dari dalam. Di saat-saat terakhir, rasanya seperti ingin mengambil pisau dan mengorek isi perut sendiri.

Dia tidak sanggup lagi melihat kakaknya menderita seperti itu.

Andini tidak menoleh ke belakang. Tanpa berkata apa-apa, dia langsung masuk ke dalam tenda.

Ega ikut masuk di belakangnya. Dia tampak khawatir Andini terguncang secara emosional. "Anak muda tadi namanya Dhanu. Dia yatim piatu. Kakaknya yang menemukan dan membawanya ke sini. Mereka tumbuh besar bersama dan saling bergantung satu sama lain."

"Dia anak baik. Usianya paling muda di antara semua prajurit, jadi nggak terlalu pengertian. Nona Andini, jangan terlalu dimasukkan ke hati ... eh, apa itu?"

Pandangan Ega tertuju pada lembaran resep di tangan Andini. Matanya membela
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1363

    Bukan berarti Ikhsanun belum pernah menyaksikan sendiri aksi Braja yang dingin dan kejam. Braja bahkan pernah menggendong sendiri anak kandungnya sendiri dan membawanya ke wilayah terlarang itu. Namun, di lubuk hatinya, dia selalu berharap nasib Rinun akan berbeda.Rinun bukan bayi polos yang tidak mengerti apa pun, melainkan sudah berusia enam belas tahun. Selama itu, dia selalu hidup dengan patuh dan cerdas di Keluarga Gutawa. Dia bahkan memanggil Braja dengan sebutan paman buyut.Braja selalu memperhatikan dan berpihak pada Rinun sebagai anak perempuan satu-satunya Keluarga Gutawa di generasi ini dan Ikhsanun juga menyaksikan semuanya dengan matanya sendiri. Dia pernah percaya dengan naif bahwa sedikit ikatan darah itu setidaknya cukup untuk membuat Rinun aman di Paviliun Tafakur.Namun, ucapan Braja hari ini sudah menghancurkan sepenuhnya ilusi yang sudah dipertahankan Ikhsanun mati-matian. Dia akhirnya melihat bagaimana seorang kepala keluarga bisa bersikap begitu dingin dan kejam

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1362

    Malam yang gelap dan menekan berat di atas atap-atap bersusun serta balok ukiran kediaman Keluarga Gutawa, seolah-olah hendak menelan seluruh denyut kehidupan. Di dalam halaman, hanya terdengar suara angin bertiup di antara koridor-koridor sunyi dan menambah kesan hening yang mematikan.Saat duduk sendirian di bawah lampu tunggal yang cahayanya bergoyang-goyang, ujung jari Andini tanpa sadar mengusap sebuah jarum perak yang dingin. Namun, sentuhan dingin itu juga tidak mampu menenangkan pikirannya yang kacau.Racun Belenggu Tulang di tubuh Rangga, Rinun yang dikurung Paviliun Tafakur, dan perjalanan ke wilayah terlarang di malam bulan purnama besok. Semua itu mengacaukan pikiran Andini dan membuatnya terus gelisah.Saat itu, tiba-tiba terdengar suara serak dan rendah Soekarno dari sudut yang gelap. "Kepala Lembah, ada pergerakan di luar halaman. Dari posturnya, sepertinya itu Ikhsanun."Ikhsanun?Apa yang diinginkan Ikhsanun?Andini tiba-tiba menyipitkan matanya, lalu langsung menggeng

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1361

    "Baik ...."Ikhsanun berusaha mengeluarkan kata itu dari tenggorokannya dengan suara kering dan parau, seolah-olah sudah mengerahkan seluruh tenaganya. Dia menundukkan kepala dan bulu matanya yang tebal pun menutupi gejolak rasa sakit dan tidak berdaya di tatapannya. Dia tidak berani dan tidak boleh membantah juga. Di hadapan kepentingan Keluarga Gutawa, kasih sayang pribadi kecil dan tak berarti.Braja menatap kedua orang itu dengan dingin. Seolah-olah cukup puas dengan reaksi itu, dia baru kembali duduk di kursi besar berukir. Dia mengambil sebuah kuas dan tanpa sadar memutarnya di antara jari-jarinya, lalu menatap nyala lilin yang bergetar dan berkata dengan nada yang kembali tenang khas seorang pemegang kendali, "Bagaimana keadaan di Penjara Air Hitam sekarang?"Hasanun menahan sakit di keningnya dan pusing yang datang beruntun, lalu berkata dengan lemah dan napas yang terengah-engah, "Semalam ... aku baru pergi melihatnya. Surya dan para Pasukan Harimau ... semuanya seperti anjing

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1360

    Mendengar ucapan itu, Ikhsanun pun segera berlutut ke lantai. Sama seperti Hasanun, dia menundukkan kepalanya dan tidak berani mengucapkan sepatah kata pun lagi.Darah di pelipis Hasanun masih mengalir dengan tanpa suara, beberapa tetes bahkan menetes ke lantai dan mengembang menjadi noda gelap yang kecil.Tatapan Braja yang keruh sekaligus tajam perlahan-lahan mengamati kedua sosok yang menundukkan kepala dengan rendah diri itu, lalu perlahan-lahan bangkit. Langkah kakinya yang berat menimbulkan suara yang pelan sekaligus jelas saat melangkah di lantai, terdengar seperti lonceng kematian yang berdentang di hati.Braja berhenti tepat di hadapan kedua orang itu, lalu menundukkan kepala dan menatap dua generasi muda terbaik di Keluarga Gutawa itu."Angkat kepala kalian," kata Braja dengan suara rendah dan nadanya penuh wibawa yang tak bisa dibantah, tetapi di baliknya terselip kelelahan dan kekecewaan yang sulit disembunyikan.Ikhsanun dan Hasanun yang menurut pun berusaha mengangkat kep

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1359

    Kalimat singkat itu bagaikan petir yang meledak tepat di telinga Bahlil. Rona di wajahnya pun langsung lenyap dan menjadi pucat pasi.Tanpa ragu sedikit pun, Bahlil langsung mengulurkan tangan dan mencengkeram pergelangan tangan Rangga. Dia meletakkan tiga jarinya di titik nadi dengan tepat dan fokus memeriksa denyut nadi Rangga. Namun, denyut nadi yang terasa di ujung jarinya membuat ekspresinya makin buruk, seolah-olah diselimuti lapisan embun beku.Meridian di dalam tubuh Rangga memang telah pulih dan tersambung secara ajaib. Tenaga dalamnya memang masih lemah, tetapi sudah mampu beredar dengan sendirinya. Hanya perlu dirawat dengan baik, dia bisa pulih sepenuhnya. Namun, gumpalan darah yang menyumbat di dalam kepalanya bukan hanya tidak berkurang, malahan makin berat dan terhenti seperti binatang buas yang terusik.Yang lebih mengerikan, racun Belenggu Tulang yang tersembunyi seperti mencium aroma kelemahan yang ekstrem dari inangnya. Dengan memanfaatkan kesempatan ini, racun itu m

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1358

    Terdengar jelas sebuah suara nyaring yang bergema di telinga Rangga di tengah kegelapan itu, bagaikan cahaya bintang yang membelah malam dan menuntun jiwa yang tersesat kembali ke arahnya."Kak Rangga, ini permen untukmu. Nenek bilang kalau makan permen, nggak akan sakit lagi.""Kak Rangga, dengarkan kata ayah dan ibumu. Jangan menghajar orang-orang brengsek itu untuk membelaku lagi, aku akan mencari caraku sendiri untuk menghadapi mereka.""Kak Rangga, lihatlah, ini adalah sepasang bebek mandarin yang aku sulam.""Kak Rangga, kamu mau menikah denganku?"Saat sebuah bayangan mungil perlahan-lahan menjadi jelas, Rangga secara refleks mengulurkan tangan untuk meraihnya. Tak disangka, bayangan itu malah melayang ke tempat yang sangat jauh."Kak Rangga .... Kak Rangga ...."Siapa itu?Kesadaran Rangga bagaikan kapal karam, berjuang naik dari dasar laut yang gelap dan membeku dengan susah payah. Kelopak matanya terasa seolah-olah dilekat dengan beban ribuan kati, selalu menguras sisa tenaga

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status