Share

112. Kelahiran Koa Dorian

Penulis: Amethyst re
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-12 16:07:41
…..

“Pelan-pelan, atur napas Anda!” seru dokter yang memimpin proses kelahiran bayi Abby. “Tarik napas melalui hidung, keluarkan melalui mulut. Ya… betul, seperti itu.”

Sesuai perkiraan, Abby melahirkan di pertengahan musim panas, tepat saat musim sosial baru dimulai. Jika biasanya para calon ibu ditemani suami untuk menghadapi situasi genting ini, maka berbeda dengan kasus Abby. Ia tak bersuami dan tak berkeluarga. Gadis malang itu berjuang sendirian, bertaruh nyawa melahirkan bayinya di dalam
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Queen of Heart - Istri Sang Duke   113. Kebahagiaan di Atas Tragedi

    …..Sir Cato berusaha menenangkan kudanya yang meringik gelisah ketika dipasangi pelana. Tugas malam ini cukup merepotkan. Sang duke muda memerintahkannya pergi ke penjara bawah tanah, menjemput tahanan yang rencananya akan dipindahkan ke wilayah pelosok Dorian. Demi keamanan, proses pemindahan sengaja dilakukan tengah malam untuk menghindari perhatian.“Hari ini akan jadi hari yang panjang,” ujar Sir Cato sembari merapatkan jubah hitamnya. Meskipun sedang musim panas, udara malam di Dorian tetap terasa dingin. “Hah… setidaknya satu masalah di manor berhasil dibereskan.”Pintu masuk penjara terbuka. Beberapa bawahan Sir Cato tampak menyeret keluar seorang tahanan wanita. Gaun lusuh berdarah masih ia kenakan. Tanpa memedulikan rintihan pilunya, para bawahan Sir Cato melempar wanita itu ke dalam kereta barang. Mereka lalu mengunci pintu kereta, memastikan agar tahanan tak bisa kabur selama perjalanan.“Musnahkan semua barang-barangnya. Jangan sisakan satu bukti pun,” perintah Sir Cato ke

  • Queen of Heart - Istri Sang Duke   112. Kelahiran Koa Dorian

    …..“Pelan-pelan, atur napas Anda!” seru dokter yang memimpin proses kelahiran bayi Abby. “Tarik napas melalui hidung, keluarkan melalui mulut. Ya… betul, seperti itu.”Sesuai perkiraan, Abby melahirkan di pertengahan musim panas, tepat saat musim sosial baru dimulai. Jika biasanya para calon ibu ditemani suami untuk menghadapi situasi genting ini, maka berbeda dengan kasus Abby. Ia tak bersuami dan tak berkeluarga. Gadis malang itu berjuang sendirian, bertaruh nyawa melahirkan bayinya di dalam penjara.“Bagus! Tetap rileks. Ujung kepala bayinya sudah terlihat!” seru dokter senang.Jeritan Abby bergema di sepanjang lorong batu yang lembap. Suara itu parau dan terputus-putus oleh isakan. Butiran keringat bercucuran di pelipisnya, menetes ke leher, membasahi gaun lusuh yang kini berlumuran darah dan air ketuban. Tubuhnya tampak kejang menahan sakit. Setiap kontraksi datang seperti gelombang siksaan yang membuatnya hampir kehilangan kesadaran.“S-saya… tidak kuat…” ratapnya di sela tangis

  • Queen of Heart - Istri Sang Duke   111. Konsekuensi dari Iri Hati

    …..Lengkingan rasa sakit menyentak kesadaran para penghuni Istana Dahlia. Tamparan keras yang menyapu pipi kiri Zelda sukses merontokkan sikap arogan wanita itu. Alden, yang selama ini selalu sibuk mengurus masalah negara, tiba-tiba bertandang ke kamar hanya untuk menghardiknya di hadapan para pelayan. Disergap rasa malu yang tak tertahankan, Zelda menangis dalam kebisuan.“Selain Putri Mahkota, semua orang segera tinggalkan tempat ini!” teriak Alden penuh amarah.Kamar pribadi Zelda menjadi lengang begitu dikosongkan. Teror menbanjiri batin wanita itu. Kepalan tangan Alden yang kokoh tampak menyakitkan. Sembari berusaha menciptakan jarak aman, kepala Zelda sibuk bertanya-tanya. Kejahatannya yang mana yang sudah terendus Alden sehingga sang pangeran semurka ini?“Yang Mulia, saya tahu selama ini Anda tidak pernah mencintai saya. Namun, apakah bijak mempermalukan istri Anda seperti ini?” seru Zelda mencoba membela diri. “Bagaimanapun saya adalah ibu Pangeran Zielle!”Alden tertawa kera

  • Queen of Heart - Istri Sang Duke   110. Persiapan Serangan Balasan

    …..Jika membandingkan kehidupan penjara sebelum dan sesudah kehamilannya terkonfirmasi, Abby bersyukur karena sekarang ia diperbolehkan menikmati makanan hangat yang layak konsumsi, atau matras tipis pengganti lantai batu sebagai tempat pembaringan. Meskipun sikap para petugas penjara tetap dingin, mereka tidak lagi memperlakukannya sekasar dulu. Sembari mengelus perut yang belum membesar, setiap waktu Abby selalu menyempatkan diri untuk mengucapkan terima kasih. Tanpa kehadiran janin ini, Duke Muda Dorian mungkin sudah lama menghabisinya dan menenggelamkan jasadnya ke dasar laut selatan.Selain menunggu jatah makanan atau melakukan pemeriksaan rutin bersama dokter, kegiatan sehari-hari Abby selama masa kehamilannya di penjara adalah belajar membaca dan menulis. Sebagai seseorang yang hidupnya kurang beruntung, buku dianggap layaknya benda keramat. Menyentuh saja sulit, apalagi memilikinya. Selama bekerja menjadi pelayan pribadi Cleo, Abby begitu terpesona dengan tulisan tangan sang m

  • Queen of Heart - Istri Sang Duke   109. Apakah Kau Yakin?

    …..Derit pintu mengalihkan perhatian Sander dari buku di tangan. Penjelasan tentang dasar ilmu ekonomi makro langsung buyar dari kepala. Pria itu mengira, setelah pertengkaran sengit mereka pagi ini, rasa lelah akan mengantarkannya ke alam mimpi. Sangat disayangkan, amarah yang tak kunjung padam justru menghalanginya jatuh terlelap.Sementara itu, di ambang pintu ruang kerja, terlihat sosok Cleo Austin, tengah memandanginya dengan wajah putus asa. “Lord, kita perlu bicara.”“Jika kau masih belum berubah pikiran, lebih baik tinggalkan aku sendiri.”“Kenapa bukan Anda saja yang berubah pikiran?”Kening Sander mengernyit dalam. Pria itu segera menyingkirkan buku yang menghalangi pandangannya. Ia yang awalnya berbaring santai di atas sofa tamu, buru-buru duduk sembari menampilkan ekspresi tegang. Butuh satu menit untuknya mencari balasan yang tepat. “Kau sungguh egois.”Cleo meremas lipatan gaunnya, menahan rasa dongkol yang bercongkol di dada. Menurutnya, kata egois lebih cocok disematka

  • Queen of Heart - Istri Sang Duke   108. Permintaan Egois

    …..Perut Cleo bergejolak tatkala indera penciumannya mengendus bau penjara yang pengap dan lembap. Sekujur tubuhnya merinding, merasakan udara dingin menusuk jubah berbulunya. Kondisi itu semakin diperparah oleh bau pesing bercampur anyir darah. Cleo yang tak tahan akhirnya tumbang. Ia memuntahkan semua isi perutnya di pojok ruangan.“Madam!” seru Sir Hale panik. Pria itu gelagapan, tak terbiasa melayani seorang perempuan. Tangannya meraba kantong baju dan celana, berharap menemukan selembar sapu tangan bersih. “Jika Anda tidak kuat, Anda tidak perlu pergi menemui pelayan itu. Mari, saya antarkan Anda pulang ke manor.”Cleo terbatuk kecil, tersedak oleh ludah. “Uhuk! Jangan,” tolaknya cepat. “Aku harus melihatnya dengan mata kepalaku sendiri.”Sebelum memutuskan masuk, Sir Hale sudah lebih dulu memberitahu informasi terpenting dari pertemuan mereka. Tentu saja, kabar kehamilan Abby membuat Cleo sangat terkejut bahkan hampir jatuh pingsan. Sir Hale mengira, sang madam akan marah besar

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status