Mengubah Takdir Selir Antagonis

Mengubah Takdir Selir Antagonis

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-01-07
Oleh:  nababyOngoing
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Belum ada penilaian
6Bab
11Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

"Apakah aku akan mati untuk yang kedua kali?" Aku terbangun dalam tubuh Marielle De Aubrey, seorang tokoh antagonis yang berakhir mengenaskan, dihukum gantung akibat dosa yang diperbuat. Marielle seorang budak yang ditemukan Raja ketika berburu, dan menjadikannya selir di istana. Dia merebut posisi Ratu dan menjadi seorang diktator agar semua orang merasakan apa yang pernah ia rasakan, dan itu membuat dirinya jatuh dalam kematian. Aku yang mengetahui akhir tragis dari novel "Mawar yang Kembali Merekah" tidak ingin merasakan rasanya mati di tiang gantung dan disoraki oleh semua orang. Aku berusaha mengubah nasib Marielle yang kini juga menjadi nasibku. Namun, terkadang mengubah garis takdir yang telah tertulis bisa mendatangkan hal-hal diluar dugaan, karena semesta tak menyukai rencananya berantakan.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Permulaan Takdir

“Jadi itu tokoh utama wanitanya? Ratu Elira Aragon,” gumamnya pelan, ia memasukkan satu biskuit utuh ke dalam mulutnya.

Pandangannya tertuju pada sang Ratu, tokoh utama dalam novel "Mawar Yang Kembali Merekah". Novel yang sempat ia baca saat masih hidup dulu—saat dirinya masih seorang manusia biasa yang setiap hari bekerja, tertawa, dan mengeluh tentang hidupnya sendiri. Tidak seperti sekarang, terjebak dalam tubuh wanita lain di dunia fiksi.

“Wajar sih, dia cantik, berwibawa, dan juga pintar.” Matanya masih mengikuti setiap gerak-gerik Ratu di kejauhan yang terlihat begitu pandai mengatur orang-orang di depan pintu masuk istana.

Wanita itu masih duduk di kursi dekat jendela sambil menikmati beberapa biskuit dan seduhan teh hangat yang baru saja disajikan oleh para pelayan.

“Aku tidak menyangka jika hidup di istana sangat nyaman dan menyenangkan seperti ini,” ucapnya sambil meneguk teh hangat dan tubuhnya bersandar di kursi kayu.

“Aahhh…” serunya lega.

“Tapi…” ada ragu dalam suaranya, mengingat apa saja yang telah ia lalui dan berakhir seperti ini.

Beberapa hari yang lalu, wanita itu mati akibat peluru sasar saat melakukan demonstrasi dan saat sadar dirinya telah memasuki tubuh Marielle—seorang tokoh antagonis sekaligus selir pelakor yang berakhir mati di tiang gantung karena menghianati Raja.

Jujur saja, dia sangat kesal. Diantara banyak tokoh, mengapa dirinya harus masuk dalam tokoh antagonis, perebut suami orang yang sangat ia benci. Membuat harga dirinya sebagai wanita jatuh sejatuhnya.

“Benar. Pokoknya aku tidak boleh mati. Apalagi merebut suami orang. Ugh! Aku harus membuat rencana hidup yang bagus.” Marielle menggigit kukunya berusaha berpikir keras bagaimana caranya selamat dan bertahan selama mungkin dalam tubuh ini.

Rasa sakit mati akibat tertembak masih membekas di kepalanya, dia tak mau lagi merasakan mati akibat digantung. Memikirkannya saja membuat nafasnya sudah sesak.

"Padahal aku belum selesai membaca novel itu, tapi udah mati duluan, hufft!" keluhnya kesal mengingat masih ada seratus halaman yang belum ia baca setelah kematian Raja Cassian dalam novel.

"Bahkan aku tidak tau akhir ceritanya bagaimana. Apakah Ratu Elira dan Grand Duke berakhir bahagia?" sorot matanya terlihat kosong.

Di Kejauhan terlihat iring-iringan kereta kuda. Dia mengingat, jika sang Raja akan tiba di istana setelah melakukan perjalanan dinas pada kerajaan sahabat untuk memperkuat kerjasama dalam bidang perdagangan maupun keamanan.

Kereta kuda itu berhenti, Ratu Elira sudah berdiri disana untuk menyambut sang Suami yang baru saja tiba. Semua rombongan turun, begitu banyak orang dan barang yang dibawa.

“Padahal mereka terlihat serasi. Kenapa Raja malah tergoda dengan wanita seperti ini?” pikirnya tak mengerti.

“Raja Cassian dan Ratu Elira. Pasangan yang seharusnya berakhir bahagia tapi terhalang karena kehadiran manusia satu ini,” ujarnya sambil melihat tubuh yang kini ia tempati.

Tubuh Marielle tersentak kaget saat tatapannya bertemu dengan Raja. Wanita itu ingin menarik tirai jendela kamar, tapi tak berani.

“Sial, bagaimana ini? Apakah dia melihatku?” Marielle merutuki dirinya sendiri. Dia refleks bersembunyi, duduk di bawah meja agar untuk melindungi tubuhnya dari pandangan Raja.

Perlahan ia mengintip dari balik tembok dan hanya memperlihatkan kepalanya. Sial memang tak bisa diprediksi, Raja masih melihat ke arahnya. Bahkan, pria itu mulai berjalan cepat. Tapi, dirinya lebih kaget saat tatapan Ratu juga tertuju padanya. Tatapan tajam menusuk, membuatnya ngeri dan merinding.

“Ya Tuhan, dia menuju kesini!” Marielle langsung panik lalu bergegas menuju tempat tidur.

Pintu tiba-tiba terbuka lebar. Seorang pria tinggi besar dan berambut hitam berlari menuju tempat tidur. Sorot mata coklat itu terlihat ketakutan. Sejenak pria itu berdiri memandangi tubuh Marielle, dengan cepat pria itu memeluknya erat.

“Marielle, kekasihku… akhirnya kau bangun juga dari tidurmu,” ucap Cassian lega. Raja, sekaligus suami Marielle.

Dirinya langsung bergidik, karena seorang laki-laki memeluk tubuhnya begitu saja. Ingin sekali dia menendangnya, tapi sebisa mungkin harus menahan diri. Perlahan tubuhnya meronta sedikit, memberi tanda untuk segera melepaskan pelukan, tapi Raja Cassian semakin memeluknya erat.

“Apa badanmu masih sakit? Aku baru saja kembali. Apakah ada yang terluka?” ucap Cassian pelan, pandangannya memeriksa tubuh Marielle mencari luka yang berbekas di tubuh sang Selir.

“Saya baik-baik saja Yang Mulia,” jawab Marielle lirih, meski dalam hati ia ingin sekali menjauh dari pria ini.

“Syukurlah,” ucapnya lega. Bahunya turun disertai hembusan nafas panjang.

Suara langkah kembali terdengar, seorang pria mendadak muncul. Rambut hitam, mata biru, dan ada pin lambang serigala di dada.

Wanita itu sangat tau siapa yang berada di depannya sekarang.

“Lady, akhirnya anda siuman juga,” ucap pria itu sambil membungkuk sedikit memberi hormat.

Mata Marielle membulat, seakan tak percaya siapa yang dia lihat.

“Kau…?”

Pria itu menegakkan tubuhnya, sorot mata dia selaras dengan sorot mata Marielle.

“Apa kabar Lady Marielle? Saya harap anda baik-baik saja,” ujarnya santun.

Pria yang membuat Marielle asli dihukum gantung.

“Kau, Duke Aldric?!”

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
6 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status