แชร์

24. Janji Devan

ผู้เขียน: Rafli123
last update วันที่เผยแพร่: 2025-09-07 20:24:07

Berapa hari setelah kejadian itu, Arsa terlihat uring-uringan terlebih perhatian Devan pada Hana yang semakin intens. Ya, tanpa sepengetahuan Hana, Arsa selalu memantau keadaannya setiap hari hingga tengah malam. Sehingga Arsa tahu benar jika Devan selalu datang meski pria itu tidak pernah masuk ke dalam apartemen yang di tinggali Hana.

"Kamu sudah pulang Sa?" Davina menyambut kepulangan Arsa, baju tidur transparan dan bibir merah menyala. Namun, sayang sikap Arsa yang masih dingin membuat Davi
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • RAHIM PENGGANTI (Antara Janji Dan Air Mata)   63. ENDING

    Satu bulan sudah Sita dalam keadaan Koma, dan putrinya yang masih di rawat intensif karena keadaan yang belum stabil. Selama itu pula Devan tidak hentinya menemui bahkan tidak jarang meninggalkan pekerjaannya demi bisa menjaga kedua wanita yang amat ia sayangi."Dev, kamu makan dulu ya, mama masak kesukaan kamu," lirih Bu Dania. Penyesalan yang sampai detik ini menggerogoti hatinya, membuatnya selalu berada di samping Sita. Penyesalan? Benar, apa yang di katakan oleh Hana satu bulan yang lalu. Ternyata mampu membuat hidup Dania terjatuh, bukan hanya ego tapi juga harga dirinya. Meninggal segala kemewahan Dania kini hanya terfokus pada Sita dan cucunya. Seperti hari ini ia dayang lagi kali ini membawa makanan untuk putranya."Aku tidak lapar." Sahutnya tanpa menoleh kearah ibunya."Maafkan Mama, nak. Semua ini karena ulah mama, maaf. Apa kamu akan menghukum mama? Kamu, Sita, dan cucu mama. Kalian sudah lebih dari cukup nyiksa hati mama." Lirihnya, mengusap kepala Sita dengan lembut.

  • RAHIM PENGGANTI (Antara Janji Dan Air Mata)   62. Penyesalan

    Pengakuan sang dokter membuat Devan terdiam,dunianya seakan berhenti. Kakinya lemas, dadanya terasa sesak. Dalam satu malam, ia hampir kehilangan segalanya, istri yang entah sejak kapan menempati hatinya, dan putri kecil yang bahkan belum sempat ia peluk.Langkah sepatu terdengar tergesa di lorong rumah sakit. Bu Dania muncul, wajahnya justru tampak berseri.“Syukurlah cucu mama lahir,” ucapnya lega, nyaris tanpa empati. “Soal bayinya, pakai fasilitas terbaik. Apa pun biayanya. Tapi perempuan itu…," Ia mendengus. “Sudah tak perlu diurus lagi. Anak sudah lahir, Devan. Fokus saja ke darah dagingmu.”Kepala Devan terangkat perlahan. Sorot matanya gelap, rahangnya mengeras.“Diam, Ma,” ucapnya bergetar, menahan amarah yang mendidih. “Perempuan yang Mama sebut itu adalah istriku. Ibu dari anakku.”Bu Dania terdiam, namun belum sempat bicara lagi.“Pergi. Aku minta mama pergi dari sini." Ucapnya menekan marah yang berkobar dalam dadanya. Bu Dania bergeming, ia ingin melihat wajah cantik cu

  • RAHIM PENGGANTI (Antara Janji Dan Air Mata)   61. Dia Wanitaku

    Hari berlalu, setelah pertemuan hari itu tidak ada tanda-tanda wanita itu akan datang lagi. Entah apa yang di katakan atau bahkan apa yang di lakukan Devan padanya, sita tidak peduli. Sita menghela nafasnya, waktu begitu cepat dan kini ia hanya bisa menikmati kehamilannya gerakan janinnya yang tidak hentinya di sana. "Kisah Hana dan Tuan Arsa akan terulang lagi denganku," gumam sita. Sita mengusap perutnya yang semakin membesar, merasakan tendangan kecil yang datang silih berganti. Ada senyum tipis di bibirnya, namun matanya justru berkaca-kaca. Semakin dekat hari persalinan, semakin kuat rasa tidak adil itu menghimpit dadanya.Ia tahu, setelah bayi itu lahir, Devan akan mengambil alih segalanya. Anak itu akan menjadi milik keluarga mereka, sementara dirinya perlahan disingkirkan seperti kisah Hana dan Tuan Arsa yang kini seolah menjadi bayang-bayang masa depannya.Ponsel di sampingnya bergetar. Pesan singkat dari Bu Dania. [Jangan terlalu berharap. Setelah melahirkan, kamu tahu tem

  • RAHIM PENGGANTI (Antara Janji Dan Air Mata)   60. Kesepakatan

    "Untuk apa kamu datang ke sini?" Bu Dania, menetralkan detak jantungnya. Wanita paruh baya itu memilih duduk di sofa, tanpa mempersilahkan tamunya duduk."Apa kabar Tante? Masih ingat aku kan?" "Angel? Lama tidak bertemu. Oh, ya. Kabar tente sangat baik." Ujarnya sinis. "Katakan ada apa?" tanyanya tanpa mempedulikan wanita di depannya. "Tante benar, sudah lama kita tidak bertemu. Sebenarnya aku ke sini ingin mengajak kerjasama, pastinya akan menguntungkan kita berdua tan. Bagaimana kalau kesepakatan itu kita sahkan sekarang?" Ujar Angel.Bu Dania terdiam cukup lama, jemarinya mengetuk-ngetuk meja tanpa sadar.Kerja sama itu menggiurkan terlalu menggiurkan untuk dilewatkan. Lagi pula, Angel bukan orang asing baginya.Ambisius, licik, dan bebas tapi, justru itu yang membuat Angel berbahaya.Jika ia setuju, Angel akan “mengurus” semuanya.Sita akan tersingkir dari kehidupan putranya.Devan akan kembali pada jalur yang ia harapkan tanpa menunggu anak itu lahir. Keuntungan bisnis pun men

  • RAHIM PENGGANTI (Antara Janji Dan Air Mata)   59. Bukan Menantu Saya

    Bara yang sama sekali tidak curiga berjalan santai menuju ruang olahraga yang tampak kosong. Ia pikir Arsa ingin membicarakan sesuatu tentang pekerjaan keluarga, bukan sesuatu yang mencurigakan.Begitu pintu tertutup, Arsa langsung menghampirinya dengan wajah gelap.“Sa?” Bara mengernyit, tak sempat melanjutkan kalimatnya karena tinju pertama Arsa sudah mendarat tepat di rahangnya.Bara terhuyung. “Gila! Kamu kenapa—”Pukulan kedua dan ketiga menyusul, lebih keras, penuh amarah yang selama ini ditahan.“Berani kamu sentuh Hana?” desis Arsa, napasnya memburu.Wajah Bara memucat. “Aku, itu, itu sudah lama, dan—”“Diam!” Arsa menarik kerah sepupunya itu. “Aku tahu semua. Kamu coba melecehkan dia saat dia masih jadi istri kedua ku. Dan setelah perceraian, kamu berani tawarkan uang supaya dia ikut kamu?” Suaranya menggema di ruangan, getir dan menyala.Bara mencoba melepaskan diri, tapi tak ada tenaga untuk melawan. “Sa, maafkan aku. Aku, waktu itu hanya..,"Pukulan demi pukulan Arsa laya

  • RAHIM PENGGANTI (Antara Janji Dan Air Mata)   58. Belajar Mencintai

    Rumah sederhana Bu Ira mulai sepi. Para tamu undangan dan sahabat serta tetangga mulai meninggalkan pesta kecil nan sederhana itu, kini hanya pihak WO yang mulai merapihkan tenda.Devan menatap Sita yang masih duduk di ruang tamu, memegang buket sederhana pemberian tetangganya.“Boleh kita bicara sebentar?” tanyanya pelan.Sita mengangguk. Ia sudah bisa menebak apa yang akan dibahas hari ini, di antara semua kekacauan dan kebahagiaan, ia tahu Devan masih menyimpan nama sahabatnya Hana. Itu membuat dadanya sedikit mengencang.Namun ketika Devan duduk di depannya, ekspresinya serius.“Aku tahu kamu ragu sama aku. Aku sadar selama ini aku banyak bikin kamu terluka,” ucapnya, suaranya rendah tapi mantap. “Tapi mulai hari ini, aku cuma mau mikirin kamu, rumah tangga kita, dan bayi kita. Nggak ada lagi yang lain.”Sita menunduk, jemarinya meremas buket.“Terserah kamu. Aku tidak memiliki hak untuk melarang kamu berhenti memikirkan orang lain. Pernikahan ini hanya untuk memberikan status pad

  • RAHIM PENGGANTI (Antara Janji Dan Air Mata)   17. Tempat Yang Sesungguhnya

    Sesuai perkataan Arsa, pagi ini Hana meninggalkan rumah mewah keluarga Prasaja. Tentu, tanpa ada yang mencegahnya. Fadya yang berada di luar negeri menemui kerabatnya, sedangkan Gayatri serta Bima tengah menghadiri acara reuni. Hal itu di manfaatkan sebaik mungkin oleh Davina, ya, Davina mengambil

  • RAHIM PENGGANTI (Antara Janji Dan Air Mata)   16. Maaf

    "Kenapa diam? Sandiwara apa yang kalian bicarakan?" Arsa menghampiri mereka. Melingkarkan tangannya di pinggang Davina. "Sayang, maksud Andres itu. A-aku bersandiwara keadaan aku baik-baik saja, aku yang meminta Andres untuk menyembunyikan betapa aku kesakitan jika ..." Ucapan Davina terhenti, ket

  • RAHIM PENGGANTI (Antara Janji Dan Air Mata)   15. Sandiwara Davina

    Sejak melihat Davina dengan seorang pria di dalam mobil mewah. Sejak itu pula Hana diam-diam memperhatikan sikap Arsa yang begitu menyayangi istri pertamanya, seakan wanita yang menjadi kakak madunya itu tidak pernah melakukan kesalahan. Apa kurangnya Arsa?"Hana sini, bergabunglah. Jangan banyak

  • RAHIM PENGGANTI (Antara Janji Dan Air Mata)   14. Siapa Davina

    Setelah pembicaraan hari itu, Bima diam-diam memperhatikan kebutuhan Hana. Bukan hanya materi tetapi secara diam Bima menyiapkan hadiah yang sudah dijanjikan atas nama Hana. Ia tak ingin Hana merasa sendirian menghadapi kerasnya dunia luar, dan kekurangan setelah bercerai dari Arsa.Suasana pagi di

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status