Home / Romansa / Rahasia Cinta Tuan Jonas / BAB 102 Berebut Perhatian Alesha

Share

BAB 102 Berebut Perhatian Alesha

Author: Atik Poery
last update Huling Na-update: 2025-11-01 11:09:40

Karena ulah Jonas, sekarang Alesha harus menanggung malu. Kepalanya tertunduk.

Bagaimana tidak malu, jika sedang dalam posisi ambigu seperti itu, tiba-tiba datang orang lain ke dalam ruangan. Huft Alesha seperti sedang kepergok berbuat mesum.

"Huh, kalian ini bisa-bisanya mesum di rumah sakit?" protes orang yang Jonas anggap sebagai pengganggu ini, dengan berdiri berkacak pinggang di hadapan Alesha.

Alesha tak menyahut apa-apa, kepalanya masih dan tetap tertunduk.

"Kamu saja yang pikirannya kotor!" sahut Jonas membela diri namun diucapkan dengan nada santai.

"Ish, kok malah aku? Lagian, Kak Jonas bayangkan saja, aku tiba-tiba masuk kalian masih posisi begituan!"

"Posisi begituan apa? Kamu lihat kakak sama Ale masih pakai pakaian lengkap, kita juga cuma tidur berpelukan. Sebagai pasangan suami-istri, apa salahnya?"

"Ck ya tapi--"

"Enggak ada tapi-tapian! Minta maaf sama istri kakak sekarang, Kiara. Gara-gara kamu, lihat itu!" Jonas menunjuk sang istri dengan dagunya.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Rahasia Cinta Tuan Jonas    BAB 113 Hasil di Hari Pertama

    Dari keterkejutannya mengenai informasi yang disampaikan Alesha, tanpa pikir panjang Jonas segera menghubungi Jeno. "Je, kenapa manajer keuangan tiba-tiba dipegang Sinta? Kemana Pak Rustam? Apa kamu tau kalau Sinta ini masih punya hubungan dengan salah satu pemegang saham di perusahaan?" tanya Jonas beruntun ketika sambungan telepon terhubung. "Huft, satu-satu Kak! Aku masih menyetir ini!" Tak menjawab, Jeno di ujung sambungan justru balas protes. Jonas mendesah kasar. Meski sudah sangat penasaran dan ingin pertanyaannya segera mendapat jawaban, namun ia tak mungkin mengabaikan keselamatan sang adik. "Huft, oke maaf...." "Sebentar lagi aku sampai rumah, nanti aku jelaskan dan tunjukkan beberapa kejanggalan yang aku temukan di kantor pusat." "Hm ya, aku tunggu!" Jonas mematikan sambungan telepon. "Jeno sudah dapat bukti ya?" tanya Alesha penasaran, ia baru saja ikut menguping pembicaraan suaminya dengan adik iparnya tersebut. "Dia menemukan kejanggalan di kantor cuma aku

  • Rahasia Cinta Tuan Jonas    BAB 112. Hari Pertama

    Seketika langkah Alesha terhenti. Jantungnya berdegup sangat kencang. Takut jika di hari pertamanya bekerja akan gagal karena dipecat hanya gara-gara terlambat datang. Pelan, Alesha membalikkan badannya. Menghadap pemilik suara yang berdiri di belakangnya. "Em m-maaf, saya terjebak macet." Alesha menjawab pelan. Orang yang berdiri berkacak pinggang di hadapan Alesha ini terkekeh kecil, tak lama berubah ekspresi garang lalu berseru galak. "Alasan saja!" "Serius, Bu... saya kena macet di lampu merah yang lama sekali itu!" sahut Alesha lebih berani. Memang kenyataannya, ia terjebak macet gara-gara lampu merah yang menyala lebih dari 100 detik sementara saat lampu hijau hanya 30 detik saja, alhasil kendaraan semakin menumpuk dan terjadi kemacetan panjang. "Sudah tau lampu merah di sini bikin pusing kepala, kenapa berangkat dari rumah terlalu mepet?" tanya wanita berambut sebahu itu tetap galak. "Em saya baru beberapa hari tinggal di Semarang, jadi belum terlalu paham keadaan

  • Rahasia Cinta Tuan Jonas    BAB 111 Jonas si Manusia Ribet!

    Alesha sudah bersiap dengan setelan pakaian kerja yang disiapkan untuk melakukan penyamarannya. Berdandan pun sudah sesuai dengan karakter baru yang akan diperankan sebagai Marissa Anggita. Ia bergegas membangunkan Jonas yang masih terlelap. Sebenarnya ia tidak tega, namun pria itu sendiri yang memaksa harus mengantarkan ke perusahaan. "Jonas, bangun!" Alesha dengan lembut menggoyang-goyangkan tubuh sang suami. "Hm, setengah jam lagi, Sayang!" gumamnya dengan kedua mata masih terpejam rapat. "Ini sudah hampir jam setengah 7, Jonas. Aku enggak mau hari pertama bekerja telat. Itu bisa menarik perhatian orang-orang." Karena mengantuk berat, Jonas tak menanggapi. Pria itu hanya merubah posisi tubuhnya jadi miring membelakangi Alesha tanpa sadar. Alesha menghela napas panjang. "Kalau kamu masih ngantuk, aku berangkat naik ojek saja ya?" Seperti kata-kata ajaib, seketika kedua mata itu terbuka lebar. Posisinya juga langsung berubah duduk. Kemudian melayangkan pertanyaan bern

  • Rahasia Cinta Tuan Jonas    BAB 110 Mari Kita Mulai!

    Kata-kata Alesha bagaikan sebuah tamparan keras untuk kedua orang tuanya, yang di masa lalu melakukan banyak kesalahan hingga berujung perceraian dan saling bermusuhan hingga sekarang ini. Maka, untuk menghindari agar rumah tangga sang putri tak seperti kisah mereka, pada akhirnya dengan berat hati sepakat untuk memberikan izin pada Alesha menjalankan misi rahasianya. "Karena papa juga tidak ingin mengambil resiko yang besar, papa akan tempatkan anak buah papa untuk menjaga kamu!" tegas pria itu usai menyatakan keputusan memberikan izin. Alesha terkesiap. "Pa, enggak usah! Jonas sudah tempatkan orang untuk jaga aku kok, itu sudah cukup." "Enggak, Sayang. Papa harus tetap punya orang kepercayaan papa untuk jaga kamu, yang bisa terus mengabarkan kondisi kamu di sana ke papa!" "Iya, Mama setuju sama papa kamu, Sayang!" seru Nyonya Astari dari ujung sambungan video. "Oke, enggak masalah, Pa. Hanya saja, anak buah papa cukup satu orang di sana, agar tidak terlalu mencolok dan m

  • Rahasia Cinta Tuan Jonas    BAB 109 Ingin Berjuang Bersama

    Syarat dari Nyonya Aisha wajib dilakukan. Alesha akan mengajak Jonas menemui kedua orang tuanya secara bergantian nanti, begitu keluar dari rumah sakit dan kembali ke ibukota. Tak lama setelah kunjungan orang tua Jonas, dokter yang merawat yaitu Yoga datang memeriksa kondisi Jonas. "Oke sudah bagus semuanya. Sudah lebih bugar dari kemarin, sepertinya dirawat istri tercinta dengan sangat baik sehingga mempercepat penyembuhan!" ucap Yoga. "Alhamdulillah!" sahut Alesha lega. "Hm, apalagi kalau sudah dapat jatah semalam!" seloroh Yoga tiba-tiba dengan suara berbisik dengan sedikit mendekatkan wajahnya ke telinga Alesha. Kedua alisnya dinaik-turunkan. Yang seketika membuat tubuh Alesha menegang. Kedua pipinya memerah seperti kepiting rebus. Tersipu malu. "Nga-wur kamu!" sahutnya tergagap. Yoga terkikik geli. Sementara Jonas tersenyum dengan lebar. "Kebutuhan biologis, tidak bisa ditunda!" sahut Jonas tak ada yang ditutup-tutupi. Dan langsung saja cubitan tak terlalu meny

  • Rahasia Cinta Tuan Jonas    BAB 108 Syarat dari Mami

    Alesha sesekali menatap ke arah suaminya dengan tatapan tajam. Sementara tangannya bergerak aktif membereskan kekacauan di atas ranjang serta mulutnya yang terus mengomel sebal. Sedangkan Jonas, pria itu sudah rapi dan sedang duduk di atas sofa dengan senyum tersungging manis menanggapi gerutuan sang istri tercintanya. Tidak terganggu sama sekali, justru tampak menikmati. "Enggak habis pikir sama cara berpikir kamu! Bisa-bisanya ngajak begituan di rumah sakit!" gerutu Alesha yang sudah ikut duduk di samping sang suami. "Kamu yang mancing-mancing semalam!" balas Jonas membela diri. Tangannya kemudian bergerak merangkul pundak Alesha. Sementara tangan Alesha memukul gemas paha Jonas. Omelannya kembali mengalir lancar. "Kamunya saja yang mesum! Lagian siapa yang tau kamu nempel banget seperti itu!" "Hm, ya sudah kan sudah kejadian, kamu juga ikut terbawa arus, iya kan?" Sengaja menggoda, Jonas menaik-turunkan alisnya. Lagi-lagi, pukulan menyasar paha pria itu. Kali ini lebih

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status