Beranda / Romansa / Rahasia Cinta Tuan Jonas / BAB 74 Pengaruh Obat Perangsang

Share

BAB 74 Pengaruh Obat Perangsang

Penulis: Atik Poery
last update Terakhir Diperbarui: 2025-09-29 01:00:50

Jonas bergerak cepat untuk ke tempat Alesha berada.

Ia terus mendesak Jeno agar lebih cepat mengendarai mobilnya.

"Lebih cepat, Jeno!"

"Ini kita sudah cepat, Kak. Bisa bahaya kalau lebih mengebut dari ini!"

"Sialan! Brengsek! Tunggu saja, akan aku hancurkan mereka yang berani menyentuh Alesha!" geram Jonas penuh amarah.

Sesaat setelah Jihan tadi memberitahu jika Alesha dalam bahaya, gadis itu juga mengirimkan tangkapan layar sebuah pesan yang diterima dari nomor asing yang mengatakan jika Alesha sedang dijebak teman-teman kampusnya.

Jonas sudah tentu dibuat panik. Istrinya itu sangat polos dan lugu, pasti tidak akan menyangka jika sedang dijadikan target oleh orang-orang yang dianggapnya sebagai teman.

Beberapa pengawal yang berjaga di luar gedung sudah dihubungi dan diminta untuk segera menyelamatkan Alesha, karena jika menunggu Jonas yang datang butuh beberapa waktu untuk perjalanan. Bisa-bisa Alesha sudah-- aah membayangkan saja Jonas tak
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Rahasia Cinta Tuan Jonas    BAB 134 Patuh Saja Membuat Jonas Luluh

    Belum beranjak pergi, keberadaan Jonas sudah dipergoki si tamu. "Lhoh kok Kak Jo di rumah? Kata Shasha pergi ke kantor?" Alesha terkesiap panik, sedangkan Jonas raut wajahnya tampak biasa saja. Memang pada dasarnya, ia tak khawatir keberadaannya diketahui sang adik. "Eee-emm i-ni, Kia... ee kakak kamu i-ni eem ada yang ketinggalan eem i-ya barangnya ketinggalan!" Butuh cepat dapat alasan, Alesha menggunakan alasan sekenanya yang 'nyantol' di otaknya. Kiara tak menyahut, namun tatapan matanya seolah sedang memindai kebenaran dari manik mata Alesha. Dan bodohnya, Alesha tak bisa mengendalikan diri. Terlihat sekali kepanikannya. Melihat usaha istrinya hampir gagal, Jonas tak tega melihat, akhirnya ia turun tangan. "Kia, kenapa tidak sopan sekali melihat kakak ipar kamu seperti itu?" Jonas menarik lembut tubuh Alesha kemudian diamankan di belakang tubuhnya. Memutus tatapan curiga Kiara. Sementara teguran ini dilakukan untuk mengalihkan fokus Kiara agar terpecah. Tak memperh

  • Rahasia Cinta Tuan Jonas    BAB 133 Memancing Kiara

    "Memangnya menurut kamu... Kiara kenapa, Sayang?" Jonas balik bertanya. "Em aku lihat dia aneh. Dia pendiam, padahal biasanya cerewet sekali, sering melamun. Kamu enggak perhatikan dia memangnya?" Jonas tersenyum dan jawabannya ditunda karena kebetulan mobil yang ditumpangi sudah berhenti di depan rumah kontrakan mereka. Jonas menggandeng istrinya untuk masuk rumah lebih dahulu. "Kamu mandi dulu ya?" Bibir Alesha mencebik protes. "Nanti dulu, aku sudah penasaran sama pendapat kamu! Lagian masih setengah tiga, gerah tau!" Jonas tertawa geli. Dua jarinya mencapit hidung Alesha gemas. "Sudah penasaran sekali ya kamu?" "Ck, buruan jawab! Aku enggak mau merasa aneh sendiri!" decaknya sebal. "Hm, iya-iya. Kita duduk dulu!" Jonas masih menggandeng tangan Alesha dan menariknya lembut menuju ruang tengah. Mengajaknya duduk di sofa panjang di ruangan itu. Atas desakan sang istri, Jonas tak berlama-lama menyampaikan pendapatnya. Daripada kena omel panjang kali lebar. "Sebenar

  • Rahasia Cinta Tuan Jonas    BAB 132 Kiara Kenapa?

    Langkah Alesha dipercepat menuju meja yang sudah ada 5 orang duduk di setiap kursinya. "Em mami, papi sama Kiara ikut juga?" tanya Alesha menutupi rasa terkejutnya. "Iya, Nak. Kebetulan tadi kami sedang berkumpul pas kamu telepon." Nyonya Aisha yang menjawab. Alesha tersenyum kaku. Ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Kalau sudah seperti ini, ia bingung. Siapa sangka yang datang justru rombongan seperti ini. Niatnya kan hanya mengajak bertemu mama dan papanya karena ingin membahas perkembangan rencana yang dia buat dengan meminta bantuan kedua orang tuanya untuk masalah Jonas namun kenyataannya sekarang ada kedua orang tua suaminya, tak enak juga untuk membahasnya. Seolah tahu kebingungan sang putri, Tuan Arya menimpali, "enggak apa-apa, Sayang. Papi dan mami mertua kamu ini sudah tau kok rencana yang kamu buat sama papa." Alesha terkesiap keras. "Eh? Papa cerita semuanya ke papi sama mami?" Mereka para orang tua tersenyum lalu saling melempar pandang dan mengangguk

  • Rahasia Cinta Tuan Jonas    BAB 131 Pertemuan Rahasia

    Mengabaikan suara berisik Alesha, Jonas tetap membawa istrinya itu ke tempat tujuannya, sebuah kamar pribadi yang tersembunyi di balik dinding yang berkamuflase sebagai rak buku. Alesha melongo melihat ruang rahasia ini. "Hah ada ruang tersembunyi?" Jonas terkekeh kecil, lalu meletakkan dengan hati-hati tubuh ramping istrinya di atas ranjang tidur. "Ini ruang istirahat kalau pas berkunjung ke sini dan aku malas menginap di hotel, Sayang. Biasanya aku tidur di sini--" "Sama cewek lain?" sergap Alesha protes. Istrinya yang cemburu membuat Jonas gemas sendiri. Ia mengacak sayang rambut Alesha. "Sama Jeno, Sayangku... karena dari sejak 10 tahun lalu hati aku ini sudah terjebak di gadis cantik tapi galak yang sekarang jadi istri kesayangan aku!" Alih-alih tersenyum, Alesha mencebik protes. "Awas saja kalau berani bohong!" "Ampun, Sayangku! Enggak berani!" Kedua tangan Jonas terangkat, seolah sedang memberikan pernyataan tak sanggupnya. Tak bisa disembunyikan lagi, senyum A

  • Rahasia Cinta Tuan Jonas    BAB 130 Dukungan Untuk Jonas

    Wanita itu mengangguk yakin, lalu mendekatkan kepalanya dan berbisik di telinga Alesha. "Saya teman baiknya Amelia. Saya berada di pihak Pak Alex, Nyonya!" Senyum Alesha terbit. Ia terharu. Tak sangka Amelia memberikan jalan untuknya melakukan misi yang mendadak ia buat. "Ah terima kasih, Bu Ika... tapi tolong panggil saya Marissa saja ya?" Alesha balas berbisik. Kepala Ika mengangguk. "Saya siap membantu apa saja yang kamu butuhkan, Marissa!" Alesha tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Dari ruang kerja Ika, Alesha kembali menemui Amelia. Ada yang ingin ia tanyakan pada atasannya tersebut. "Mbak Amel, selain Bu Ika siapa saja yang sudah tahu tentang aku?" tanya Alesha seraya melangkah mendekat, tentunya setelah menutup rapat pintu ruangan Amelia karena tak ingin pembicaraan mereka didengar oleh orang lain. "Bu Ika sudah bilang?" Kepala Alesha mengangguk lalu ia mendudukkan diri di depan Amelia. "Hm, padahal sudah aku bilang untuk jangan beritahu kamu dulu--" Al

  • Rahasia Cinta Tuan Jonas    BAB 129 Mengumpulkan Dukungan

    Alesha tetap bersiap dan meminta untuk diantarkan ke perusahaan, meskipun semalam sudah membuat pernyataan akan segera menyudahi misinya. "Kalau tiba-tiba, aku langsung enggak berangkat... pasti bikin curiga orang-orang, Jonas. Apalagi kemarin, aku pergi begitu saja terus enggak balik lagi ke kantor... huft, pasti teman satu divisi ku juga akan curiga!" "Huuh, berarti tetap saja kamu ke kantor dan membahayakan diri kamu? Percuma setuju resign kalau begitu!" sahut Jonas terang-terangan menyatakan protesnya. "Ish, ya tunggu beberapa hari dulu. 2 atau 3 hari kek, seperti karyawan lain yang mengajukan pengunduran diri. Kan mereka enggak langsung tiba-tiba berhenti, ada prosedurnya." Alesha memberi penjelasan agar suaminya itu tak merajuk. Jonas menarik napas dalam-dalam lalu mengeluarkannya sedikit kasar. "Ya-ya terserah kamu! Susah bicara sama kamu!" Pria itu melenggang pergi meninggalkan Alesha untuk kembali ke kamar. Usaha yang Alesha lakukan tak berhasil. Alesha enggan m

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status