DINIKAHI CUCU TERBUANG: SUAMIKU TERNYATA PENGUASA DUNIA

DINIKAHI CUCU TERBUANG: SUAMIKU TERNYATA PENGUASA DUNIA

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-01-17
Oleh:  EllailaistBaru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
21 Peringkat. 21 Ulasan-ulasan
187Bab
19.7KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Jessie Wijaya batal menikahi pewaris keluarga Sanjaya karena pria itu menjebaknya tidur dengan pria asing. Meski begitu, pernikahan dua keluarga itu harus tetap berjalan, karenanya Jessie kemudian dipaksa untuk menikahi Jacob Sanjaya, pria yang dikatakan sebagai cucu yang diasingkan. Namun, betapa terkejutnya Jessie di depan altar saat melihat pria yang akan menikahinya justru adalah pria yang tidur dengannya malam itu!

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1.

“Aku rasa ini bukan ide yang bagus, Daniel.” Jessie berdiri kaku di tengah kamar hotel mewah itu. Cahaya temaram lilin aromaterapi memantul di dinding marmer, menciptakan suasana intim yang justru membuat perutnya mual.

“Ayolah, Jess.” Daniel meraih tangan Jessie, jemarinya menggenggam lembut tetapi terasa memaksa. “Kita hanya butuh waktu berdua sebelum besok. Tanpa keluarga, tanpa teman-temanmu yang cerewet itu.”

Jessie menelan ludah. Ia selalu tahu bahwa pernikahan ini hanyalah kesepakatan dua keluarga. Ayahnya mengejar kekayaan keluarga Sanjaya, sementara ia hanya ingin lepas dari rumah, dari ibu tiri yang selalu meremehkannya, dari tekanan keluarga yang tak pernah peduli pada dirinya.

Tapi berada di kamar hotel seperti ini, malam sebelum pernikahan, tetap terasa salah.

Jessie mengedarkan pandangan. Ranjang besar, tirai tebal, anggur merah di meja, dan lilin-lilin wangi… semuanya seperti terlalu ‘disiapkan’.

“Kita bisa bicara di lobi, atau di restoran,” ucap Jessie lirih. “Kenapa harus di sini?”

Daniel terkekeh, nada tawanya ringan tapi matanya dingin. “Kamu terlalu tegang. Sedikit minum tidak akan membuatmu kehilangan kendali, kan?” Ia mengangkat dua gelas sampanye. Jessie ragu.

Tapi sebelum ia sempat menolak, Daniel sudah menyodorkan gelas ke bibirnya, seolah mendorongnya agar minum.

“Untuk masa depan kita,” ujar Daniel sambil tersenyum.

Jessie mengangkat gelas hanya untuk menghargai. Cairan itu hangat ketika melewati tenggorokan, namun rasa getir samar membuat alisnya terangkat. Aneh. Sampanye biasanya tidak seperti itu.

Ia baru meneguk sedikit, tetapi pandangannya langsung berputar. “Aku... kenapa rasanya—”

Dunia mulai memudar di sekelilingnya.

“Daniel… apa yang kamu—”

Kalimatnya terputus. Jantungnya berdetak terlalu cepat. Napasnya memburu. Tubuhnya panas seperti sedang demam tinggi.

Dalam penglihatan yang mulai kabur, bayangan Daniel bergerak ke arah pintu. Jessie melihatnya samar berbicara dengan seseorang di luar kamar.

Satu kalimat dari Daniel samar terdengar di telinganya.

“…tiduri wanita itu…”

“Apa…?” Jessie mencoba menangkap arti kalimat itu. Tapi kepalanya berat, matanya menutup dengan sendirinya, dan ia jatuh ke ranjang tanpa daya.

Entah berapa lama ia tertidur. Ia hanya ingat tubuhnya terasa… aneh. Panas merayap dari ujung kaki sampai punggungnya. Nafasnya pendek. Kulitnya sensitif terhadap udara yang menyentuh.

Jessie menggeliat, meraih tepi selimut. “Daniel…?” panggilnya lemah.

Tidak ada jawaban dari pria itu.

Yang ada justru… seseorang lain.

Siluet seorang pria tinggi berdiri tak jauh dari ranjang. Jessie memaksa matanya membuka lebih lebar. Ia ingin berteriak, tapi tubuhnya seperti tidak mau bekerja sama.

“Siapa…” Jessie menarik napas keras, dada naik turun tak teratur. “Apa yang… kamu lakukan di sini?”

Pria itu tampak terkejut melihat kondisinya. Matanya menajam, kemudian melirik gelas-gelas sampanye di meja. “Nona, kamu... apa kamu sadar apa yang kamu minum?”

Jessie tidak bisa menjawab. Otaknya kabur. Tubuhnya panas. Pikirannya berkata ia harus menjauh, tapi tubuhnya justru bergerak mendekat.

“Tol—tolong…” suaranya pecah, antara sadar dan tidak.

Pria itu tampak ragu. Tangan besarnya terulur hanya untuk memastikan Jessie tidak terjatuh. “Kamu tidak baik-baik saja. Duduk dulu.”

Namun ketika ia mencoba menjauh, Jessie malah meraih kerah kemejanya dan menarik pria itu ke arahnya.

Bibirnya menyentuh bibir pria itu.

Mata pria itu terbelalak. Ia tampak berniat mundur, tetapi Jessie sudah lebih dulu terseret oleh sensasi aneh yang membakar tubuhnya. Semua terasa berat dan panas, dan Jessie tidak punya kendali atas dirinya sendiri.

Yang terakhir ia ingat hanyalah tangan pria itu yang menahan pinggangnya agar ia tidak tumbang, lalu gelap.

Cahaya pagi yang tajam membangunkan Jessie. 

Kepala berdenyut, tubuh terasa lelah dan… sakit di beberapa titik. Ia meraba ranjang, dan tubuhnya membeku.

Kulitnya menyentuh seprai langsung.

Tidak ada kain.

Tidak ada pakaian.

“Tidak… tidak…” Jessie menoleh panik. Sisi ranjang kosong, tapi suara pancuran air terdengar dari kamar mandi.

Ketika pintu terbuka, uap hangat keluar bersama sosok pria tinggi berhanduk. Rambutnya basah, menetes, dan garis luka memanjang di rusuk kirinya terlihat jelas.

Dia bukan Daniel.

“Siapa kamu!?” teriak Jessie dengan suara serak. “Apa yang kamu lakukan di sini?!”

Pria itu berhenti, menatapnya dengan ekspresi rumit.

“Semalam… kamu yang menarikku,” katanya pelan.

Jessie merasa wajahnya panas, antara malu, marah, dan takut. “Tolong jangan bercanda! Lihat cincin di jariku! Aku ini wanita yang akan segera menikah.”

Pria itu tidak membalas, hanya melirik gelas sampanye di meja. “Minumanmu dicampur obat. Bukan efek alkohol.”

Jantung Jessie mencelos. Samar-samar ia mengingat panas yang menyiksa tubuhnya semalam.

Berarti…

“Kamu bekerja sama dengan Daniel!?” tuduh Jessie gemetar.

Pria itu tidak menjawab. Ia hanya mengambil kemejanya, mengenakannya perlahan, lalu melangkah ke pintu.

“Jawab aku!” Jessie berteriak, suara pecah.

Pria itu berhenti, menoleh sedikit—namun tetap tanpa kata—lalu pergi.

Pintu tertutup dengan bunyi pelan, meninggalkan Jessie sendirian bersama seprai kusut dan tubuh yang terasa asing.

Getaran ponsel di meja membuatnya terlonjak. 

Pesan dari Daniel.

[Kamu tidur nyenyak, calon pengantinku?

Aku lihat ada lelaki keluar dari kamar hotelmu pagi ini. Siapa dia?]

Jessie menatap layar ponsel dengan tangan bergetar. Dunia seakan runtuh di sekelilingnya.

Dalam bisikan nyaris tak terdengar, ia berkata,

“Daniel… apa yang sebenarnya kamu rencanakan padaku? Kamu menjebakku…?”

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ulasan-ulasanLebih banyak

Muhammad Alfatih zayyan
Muhammad Alfatih zayyan
episodenya udah sampe 185 tapi di aku cuma 184 episode. kemana episode 185 nya?
2026-01-17 00:01:11
1
1
Faidhotur Rosyadi
Faidhotur Rosyadi
episode malam ini 182 sangat puas akhirnya jacop datang menyelamatkan Jessie
2026-01-15 20:08:05
1
1
Faidhotur Rosyadi
Faidhotur Rosyadi
ayo kak episode sore ini bikin Arya kalah dan bikin Jacob menang dan bebaskan Jessi udah episode 174 masak penjahat menang terus
2026-01-14 15:30:25
1
1
anabellarlita
anabellarlita
Lanjut sampai Ending kak. Semoga endingnya memuaskan pembaca. Semangat kakk
2026-01-14 12:05:48
1
1
alghaffaryabidzar
alghaffaryabidzar
ditunggu update tiap harinya Thor. Arigatou udah menemani dikala gabut cuman bisa baca novel. Daripada scrol sosmed.hehe
2026-01-14 11:56:50
1
1
187 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status