DINIKAHI CUCU TERBUANG: SUAMIKU TERNYATA PENGUASA DUNIA

DINIKAHI CUCU TERBUANG: SUAMIKU TERNYATA PENGUASA DUNIA

last updateÚltima actualización : 2026-04-21
Por:Ā  EllailaistCompletado
Idioma:Ā Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
9.95
61 calificaciones. 61 reseƱas
457CapĆ­tulos
95.3Kvistas
Leer
Agregar a biblioteca

Compartir:Ā Ā 

Reportar
Resumen
CatƔlogo
ESCANEA EL CƓDIGO PARA LEER EN LA APP

Jessie Wijaya batal menikahi pewaris keluarga Sanjaya karena pria itu menjebaknya tidur dengan pria asing. Meski begitu, pernikahan dua keluarga itu harus tetap berjalan, karenanya Jessie kemudian dipaksa untuk menikahi Jacob Sanjaya, pria yang dikatakan sebagai cucu yang diasingkan. Namun, betapa terkejutnya Jessie di depan altar saat melihat pria yang akan menikahinya justru adalah pria yang tidur dengannya malam itu!

Ver mƔs

CapĆ­tulo 1

Bab 1.

ā€œAku rasa ini bukan ide yang bagus, Daniel.ā€ Jessie berdiri kaku di tengah kamar hotel mewah itu. Cahaya temaram lilin aromaterapi memantul di dinding marmer, menciptakan suasana intim yang justru membuat perutnya mual.

ā€œAyolah, Jess.ā€ Daniel meraih tangan Jessie, jemarinya menggenggam lembut tetapi terasa memaksa. ā€œKita hanya butuh waktu berdua sebelum besok. Tanpa keluarga, tanpa teman-temanmu yang cerewet itu.ā€

Jessie menelan ludah. Ia selalu tahu bahwa pernikahan ini hanyalah kesepakatan dua keluarga. Ayahnya mengejar kekayaan keluarga Sanjaya, sementara ia hanya ingin lepas dari rumah, dari ibu tiri yang selalu meremehkannya, dari tekanan keluarga yang tak pernah peduli pada dirinya.

Tapi berada di kamar hotel seperti ini, malam sebelum pernikahan, tetap terasa salah.

Jessie mengedarkan pandangan. Ranjang besar, tirai tebal, anggur merah di meja, dan lilin-lilin wangi… semuanya seperti terlalu ā€˜disiapkan’.

ā€œKita bisa bicara di lobi, atau di restoran,ā€ ucap Jessie lirih. ā€œKenapa harus di sini?ā€

Daniel terkekeh, nada tawanya ringan tapi matanya dingin. ā€œKamu terlalu tegang. Sedikit minum tidak akan membuatmu kehilangan kendali, kan?ā€ Ia mengangkat dua gelas sampanye. Jessie ragu.

Tapi sebelum ia sempat menolak, Daniel sudah menyodorkan gelas ke bibirnya, seolah mendorongnya agar minum.

ā€œUntuk masa depan kita,ā€ ujar Daniel sambil tersenyum.

Jessie mengangkat gelas hanya untuk menghargai. Cairan itu hangat ketika melewati tenggorokan, namun rasa getir samar membuat alisnya terangkat. Aneh. Sampanye biasanya tidak seperti itu.

Ia baru meneguk sedikit, tetapi pandangannya langsung berputar. ā€œAku... kenapa rasanyaā€”ā€

Dunia mulai memudar di sekelilingnya.

ā€œDaniel… apa yang kamuā€”ā€

Kalimatnya terputus. Jantungnya berdetak terlalu cepat. Napasnya memburu. Tubuhnya panas seperti sedang demam tinggi.

Dalam penglihatan yang mulai kabur, bayangan Daniel bergerak ke arah pintu. Jessie melihatnya samar berbicara dengan seseorang di luar kamar.

Satu kalimat dari Daniel samar terdengar di telinganya.

ā€œā€¦tiduri wanita ituā€¦ā€

ā€œApa…?ā€ Jessie mencoba menangkap arti kalimat itu. Tapi kepalanya berat, matanya menutup dengan sendirinya, dan ia jatuh ke ranjang tanpa daya.

Entah berapa lama ia tertidur. Ia hanya ingat tubuhnya terasa… aneh. Panas merayap dari ujung kaki sampai punggungnya. Nafasnya pendek. Kulitnya sensitif terhadap udara yang menyentuh.

Jessie menggeliat, meraih tepi selimut. ā€œDaniel…?ā€ panggilnya lemah.

Tidak ada jawaban dari pria itu.

Yang ada justru… seseorang lain.

Siluet seorang pria tinggi berdiri tak jauh dari ranjang. Jessie memaksa matanya membuka lebih lebar. Ia ingin berteriak, tapi tubuhnya seperti tidak mau bekerja sama.

ā€œSiapaā€¦ā€ Jessie menarik napas keras, dada naik turun tak teratur. ā€œApa yang… kamu lakukan di sini?ā€

Pria itu tampak terkejut melihat kondisinya. Matanya menajam, kemudian melirik gelas-gelas sampanye di meja. ā€œNona, kamu... apa kamu sadar apa yang kamu minum?ā€

Jessie tidak bisa menjawab. Otaknya kabur. Tubuhnya panas. Pikirannya berkata ia harus menjauh, tapi tubuhnya justru bergerak mendekat.

ā€œTol—tolongā€¦ā€ suaranya pecah, antara sadar dan tidak.

Pria itu tampak ragu. Tangan besarnya terulur hanya untuk memastikan Jessie tidak terjatuh. ā€œKamu tidak baik-baik saja. Duduk dulu.ā€

Namun ketika ia mencoba menjauh, Jessie malah meraih kerah kemejanya dan menarik pria itu ke arahnya.

Bibirnya menyentuh bibir pria itu.

Mata pria itu terbelalak. Ia tampak berniat mundur, tetapi Jessie sudah lebih dulu terseret oleh sensasi aneh yang membakar tubuhnya. Semua terasa berat dan panas, dan Jessie tidak punya kendali atas dirinya sendiri.

Yang terakhir ia ingat hanyalah tangan pria itu yang menahan pinggangnya agar ia tidak tumbang, lalu gelap.

Cahaya pagi yang tajam membangunkan Jessie. 

Kepala berdenyut, tubuh terasa lelah dan… sakit di beberapa titik. Ia meraba ranjang, dan tubuhnya membeku.

Kulitnya menyentuh seprai langsung.

Tidak ada kain.

Tidak ada pakaian.

ā€œTidak… tidakā€¦ā€ Jessie menoleh panik. Sisi ranjang kosong, tapi suara pancuran air terdengar dari kamar mandi.

Ketika pintu terbuka, uap hangat keluar bersama sosok pria tinggi berhanduk. Rambutnya basah, menetes, dan garis luka memanjang di rusuk kirinya terlihat jelas.

Dia bukan Daniel.

ā€œSiapa kamu!?ā€ teriak Jessie dengan suara serak. ā€œApa yang kamu lakukan di sini?!ā€

Pria itu berhenti, menatapnya dengan ekspresi rumit.

ā€œSemalam… kamu yang menarikku,ā€ katanya pelan.

Jessie merasa wajahnya panas, antara malu, marah, dan takut. ā€œTolong jangan bercanda! Lihat cincin di jariku! Aku ini wanita yang akan segera menikah.ā€

Pria itu tidak membalas, hanya melirik gelas sampanye di meja. ā€œMinumanmu dicampur obat. Bukan efek alkohol.ā€

Jantung Jessie mencelos. Samar-samar ia mengingat panas yang menyiksa tubuhnya semalam.

Berarti…

ā€œKamu bekerja sama dengan Daniel!?ā€ tuduh Jessie gemetar.

Pria itu tidak menjawab. Ia hanya mengambil kemejanya, mengenakannya perlahan, lalu melangkah ke pintu.

ā€œJawab aku!ā€ Jessie berteriak, suara pecah.

Pria itu berhenti, menoleh sedikit—namun tetap tanpa kata—lalu pergi.

Pintu tertutup dengan bunyi pelan, meninggalkan Jessie sendirian bersama seprai kusut dan tubuh yang terasa asing.

Getaran ponsel di meja membuatnya terlonjak. 

Pesan dari Daniel.

[Kamu tidur nyenyak, calon pengantinku?

Aku lihat ada lelaki keluar dari kamar hotelmu pagi ini. Siapa dia?]

Jessie menatap layar ponsel dengan tangan bergetar. Dunia seakan runtuh di sekelilingnya.

Dalam bisikan nyaris tak terdengar, ia berkata,

ā€œDaniel… apa yang sebenarnya kamu rencanakan padaku? Kamu menjebakku…?ā€

Expandir
Siguiente capĆ­tulo
Descargar

Último capítulo

MƔs capƭtulos

A los lectores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Calificaciones

10
98%(60)
9
0%(0)
8
2%(1)
7
0%(0)
6
0%(0)
5
0%(0)
4
0%(0)
3
0%(0)
2
0%(0)
1
0%(0)
9.95 / 10.0
61 calificaciones · 61 reseñas
Escribir una reseƱa

reseƱasMƔs

aurora.lee779
aurora.lee779
suka thor sama cerita ini
2026-05-08 00:30:15
1
1
jeruk lemon
jeruk lemon
Baru bab awal tapi suka... jadi penasaran endingnya
2026-05-07 16:34:21
1
1
Jangan Kepo
Jangan Kepo
Bagus ceritanya Thor
2026-05-07 16:28:59
1
1
jasminelilac99
jasminelilac99
suka banget sama alur ceritanya
2026-05-07 01:18:35
1
1
Ellailaist
Ellailaist
Baca Juga cerita baru ku yang judulnya "Dalam Obsesi sang Alpha: Aku Bukan Luna yang Terbuang" kita seru2an masuk ke dunia werewolf yaa teman-teman šŸ¤
2026-04-27 13:00:24
1
0
457 CapĆ­tulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y lƩelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CƓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status