Share

Terungkapnya sebuah fakta.

Beberapa hari di istana membuat otot-ototku kaku. Tidak ada pekerjaan untuk seorang Ratu selain mengurus Selir dan berusaha mengandung ahli waris. Ah itu sangat membuatku muak!

"Dayang Utarii" Teriakku memanggil Dayang Utari.

"Ada apa Yang Mulia?" Tanya Dayang Utari dengan napas terengah. Sepertinya ia berlari untuk segera sampai di sini.

"Aku bosan."

"Apa harus kita menyelinap ke luar istana lagi?" Tawar Dayang Utari.

"Menarik, tapi tidak dulu." Jawabku.

Dayang Utari mengangguk.

"Apa di sini ada tempat jahit kerajaan?"

"Ada, Yang Mulia."

"Benarkah? Dimana?" Semangatku tiba-tiba kembali menggelora.

"Tepat di samping istana tempat Pangeran Betrand tinggal."

Aku segera berlari membuat Dayang Utari segera mengejarku.

"Yang Mulia.. Kau mau kemana?"

"Ayo kita buat karya yang luar biasa!" Ucapku berteriak karena jarak Dayang Utari dan aku cukup jauh.

Sangking senangnya, aku tidak memperhatikan arah jalan. Alhasil, tubuhku menabrak tubuh seseorang. Aku terjatuh karena tidak bisa mengatur ke
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status