Share

Ayam Ratu menghilang.

"Aaahhh nyamannya.."

Aku merebahkan tubuhku di atas kasur. Otot-ototku terasa kaki setelah aku gunakan untuk berjalan seharian.

"Tidak ada kasur terempuk selain kasur di istana.."

"Dasar tubuh lemah!" Cercaku pada diriku sendiri.

Aku mengganti posisi tidurku menjadi telentang, kedua tangan dan kakiku ku biarkan terbuka lebar-lebar.

"Menikmati kasur sendirian adalah yang terbaik!"

"Baginda Raja datang.."

"Tunggu, jangan dulu di bu.."

Belum sempat aku menyelesaikan ucapanku, Victor sudah berada di hadapanku dengan pandangan terkejut. Aku yang kepalang malu, tidak bisa berbuat apa-apa selain mengutuk dalam hati.

Aku tertawa menutupi rasa maluku sambil dengan pelan menutup kedua kakiku yang tadi ku biarkan terbuka lebar.

"Ratu, tidurmu mirip seperti kodok." Sungut Victor segera duduk di sampingku.

Aku segera duduk dari tidurku.

"Apa kau tidak punya waktu untuk mengunjungi selir kesayanganmu? Kenapa kau selalu datang dan tidur di istanaku?" Cerocosku yang tidak di indahkan oleh Victor.

Vi
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status