로그인Kelahirannya membawa titah dari langit. Namun, di saat yang bersamaan kutukan itu memakan takdirnya. Bai Yu Xuan, bayi kecil yang baru saja melihat dunia itu harus menelan pahitnya kehidupan. Di hari kelahirannya, ia diramalkan akan menjadi orang besar dan paling disegani di negeri ini. Tapi hal lain datang sebagai kutukan, mengatakan bahwa kelak ia akan dibutakan dengan kekuasan dan membunuh rajanya sendiri. Demi menghindari kutukan itu, Bai Yu Heng membawa putranya ke pengasingan. Hidup di pedesaan dan menjadi rakyat biasa. Namun, ketika negeri mengalami masa krisis, Menteri Pertahanan menemukan keberadaan mereka dengan membawa titah dari sang raja. Bai Yu Xuan yang sudah tumbuh menjadi remaja yang tampan diangkat menjadi panglima tingkat tujuh dan harus turun ke medan perang. Namun, statusnya yang berasal dari kasta bawah membuatnya berselisih dengan para panglima dari kalangan kasta tinggi. Bai Yu Xuan harus bertaruh nyawa saat bertarung dengan harga diri para bangsawan sebelum bisa turun ke medan perang. Bisakah putra dari tabib rendahan ini menghadapi kekejaman dari dunia yang telah mengutuknya. Akankah ia mati di medan perang atau justru mati di negerinya sendiri.
더 보기"Lepaskan aku, keparat!" geram orang yang kini kesulitan untuk melepaskan diri dari Yuxuan. Sedangkan Yuxuan mendengus sebal ke arahnya sebelum akhirnya menatap jauh ke depan, tepatnya ke arah Xing Guanyi yang sedari tadi mengamatinya. Jika dilihat-lihat kembali, Yuxuan menyadari bahwa sepertinya Xing Guanyi merupakan orang terhebat di sana. Dan sepertinya Xing Guanyi sengaja membuatnya kelelahan dengan melawan orang-orang lemah sehingga dia bisa menghabisinya dengan mudah. Karena sejauh pertandingan berlangsung, hanya Fang Mingzhe yang sempat menyulitkannya. Menyadari hal tersebut Yuxuan menyunggingkan senyumnya. "Kau kira itu akan berpengaruh padaku?" gumam Yuxuan yang terdengar seperti tengah menahan kekesalannya. Dia pun kemudian mendorong kepala orang tersebut hingga terpental sedikit menjauh darinya. Dan lagi mengarahkan pandangannya pada Xing Guanyi yang masih diam di tempat dengan tatapannya yang kian menajam dan benar-benar menunjukkan keseriusannya. "Berhenti menjadi pec
"Kemarilah kau!" Ucapan santai yang kemudian membimbing langkah Fang Mingzhe untuk mulai menyerang terlebih dulu, diiringi oleh suara riuh para penonton yang bahkan terlihat lebih antusias dari pada kedua orang yang berada di dalam arena pertarungan. Fang Mingzhe melancarkan serangan pertamanya, mengayunkan pedangnya ke arah Yuxuan yang bahkan tak bergerak sama sekali meski Fang Mingzhe telah berada di hadapannya. Dan ketika pedang itu hampir menyentuh tubuhnya, Yuxuan tiba-tiba menggerakkan pedangnya yang masih terbungkus oleh sarung pedang dengan tangan kirinya dan memblokir serangan Fang Mingzhe. Membuat suara bising sebelumnya menghilang seketika dan berubah menjadi gumaman tak percaya, lain halnya dengan Wu Yuehai dan Li Haoyu yang sepertinya sudah bisa menebak alur dari pertarungan tersebut yang justru menarik sudut bibirnya tampak begitu tak percaya apa yang kini mereka saksikan. Kedua petarung itu saling bertemu pandang, namun tiba-tiba seringaian muncul menghiasi kedua su
Bai Yuxuan membuka pintu kamar para jenderal dengan kasar sehingga menimbulkan suara yang begitu keras. Berjalan layaknya seorang pimpinan bandit, Yuxuan keluar dan hendak menuju arena pertarungan yang akan digunakan untuk duel dirinya dengan para panglima lainnya. Tak memiliki ketakutan, Yuxuan tak mengharapkan apapun dari pertarungan yang bahkan ia tidak tahu akan jadi seperti apa. Baru saja turun ke halaman dan hendak pergi, sebuah teguran kemudian menghentikan langkahnya. "Desa Daolin." Yuxuan menemukan Zhou Jingguo menahan langkahnya. "Kau tidak mengingatku, Bai Yuxuan?" tegur Jingguo yang disertai dengan senyuman misteriusnya. "Aku tidak mendapatkan apapun meski mengingatmu." Yuxuan bersikap tak acuh, tentu saja ia mengenal pemuda itu. Ingatannya sangatlah tajam. "Akan lebih baik bagimu jika kau mengabaikan mereka." Jingguo melangkah mendekat. "Situasi di sini berbeda dengan di desa Daolin. Di sana kau bisa membunuh siapapun, tapi di sini... jika ada yang mati, hanya bol
Garis kekuningan yang mulai merambah di langit bagian barat, matahari yang tengah mengucapkan perpisahan untuk pergi sementara waktu dan membiarkan tanah Xia berselimut langit gelap dengan ribuan bintang untuk beberapa waktu sebelum ia yang akan kembali dari sebelah timur dan mengusir langit gelap beserta cahaya bintang dengan sinarnya yang mampu menerangi Tanah Xia kembali. Bai Yuxuan kembali ke asrama, namun perasaannya sedikit tidak enak ketika melihat sekumpulan orang yang terduduk di teras tepat di samping kamar para jenderal. Meski bukan masalah jika mereka yang lebih dulu membuat perkara karena Yuxuan tidak perlu repot-repot untuk menahan diri. Sejak memasuki Ibu Kota, ia sangat ingin menghajar orang. Dan firasat buruknya itu akhirnya terjadi ketika ia menaiki tangga menuju teras. "Dia memiliki pedang yang bagus," celetuk Li Houyu, menjadi orang pertama yang membuka mulut dan mendapatkan sedikit perhatian dari Yuxuan yang terlihat begitu tak perduli dan tetap melangkahkan
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.