LOGINKelahirannya membawa titah dari langit. Namun, di saat yang bersamaan kutukan itu memakan takdirnya. Bai Yu Xuan, bayi kecil yang baru saja melihat dunia itu harus menelan pahitnya kehidupan. Di hari kelahirannya, ia diramalkan akan menjadi orang besar dan paling disegani di negeri ini. Tapi hal lain datang sebagai kutukan, mengatakan bahwa kelak ia akan dibutakan dengan kekuasan dan membunuh rajanya sendiri. Demi menghindari kutukan itu, Bai Yu Heng membawa putranya ke pengasingan. Hidup di pedesaan dan menjadi rakyat biasa. Namun, ketika negeri mengalami masa krisis, Menteri Pertahanan menemukan keberadaan mereka dengan membawa titah dari sang raja. Bai Yu Xuan yang sudah tumbuh menjadi remaja yang tampan diangkat menjadi panglima tingkat tujuh dan harus turun ke medan perang. Namun, statusnya yang berasal dari kasta bawah membuatnya berselisih dengan para panglima dari kalangan kasta tinggi. Bai Yu Xuan harus bertaruh nyawa saat bertarung dengan harga diri para bangsawan sebelum bisa turun ke medan perang. Bisakah putra dari tabib rendahan ini menghadapi kekejaman dari dunia yang telah mengutuknya. Akankah ia mati di medan perang atau justru mati di negerinya sendiri.
View MoreMenjelang siang hari, kedua anak muda itu berbaur bersama para bangsawan di tempat yang mungkin bisa disebut dengan pasar karena di saat malam hari sering di adakan festival pasar malam di sana. Terlihat begitu banyak penjual di sisi jalan dan jangan lupakan kedai makanan bertingkat dua yang selalu sesak oleh pengunjung. Bai Yuxuan tak lagi asing dengan tempat itu karena sebelumnya dia pernah membuat keributan di sana, lebih tepatnya di dalam kedai berlantai dua tersebut. Saat itu dia kehabisan uang dan terpaksa mengikuti perjudian di sana dengan mempertaruhkan kepalanya sebagai pengganti uang, namun naas justru kekalahan yang ia dapat. Tapi bukannya menyerahkan kepalanya kepada para penjudi tersebut, dia justru meraup beberapa koin dan segera melarikan diri hingga pada akhirnya dia yang harus berakhir duduk di bebatuan aliran sungai yang kemudian mempertemukannya dengan Putri Dinasti Xia yang begitu kejam menurutnya. Kenangan yang baru kemarin dan tak mungkin ia lupakan, dan hal
Pagi itu, sesuai rencana sebelumnya bahwa Fang Jianglan akan membawa Bai Yuxuan berkeliling Ibukota sebelum kembali lagi ke Istana sembari menunggu lukanya sembuh total. Setelah berjalan cukup jauh dari rumah, Jianglan membimbing langkah Yuxuan mengelilingi perumahan di mana para menteri tinggal dan tentu saja tangannya yang masih setia menggandeng lengan Yuxuan yang tak merasa risih lagi jika gadis itu menggandengnya sepanjang hari. Asal Jianglan bisa mengendalikan mulutnya saja saat berucap. Jianglan tiba-tiba menghentikan langkahnya dan secara otomatis Yuxuan pun ikut berhenti. Jianglan kemudian memutar kakinya dan membuat keduanya menghadap salah satu pagar rumah di sana. "Ini adalah rumah dari Menteri Zhang," ucap Jianglan sembari menunjuk papan di atas gerbang rumah. "Aku dengar dari ayah jika Kakak Xuan buta huruf," lanjut Jianglan. Sudut bibir Yuxuan tersungging. Dia memalingkan wajahnya dan bergumam, "Pak tua itu selalu bicara seenaknya." "Tidak masalah, lain kali aku a
Bai Yuxuan terlihat duduk manis di anak tangga yang berada tepat di depan kamar Daxian yang sekarang sudah resmi menjadi kamarnya karena sejak kepergiannya dua hari yang lalu, Daxian sama sekali belum menampakkan diri di hadapannya. Dan sejak dua hari itu pula, kehidupan Yuxuan tidak pernah terlepas dari gadis muda bernama Fang Jianglan yang selalu mengekorinya bahkan di saat ia ingin pergi ke kamar mandi sekalipun. "Aku bisa gila jika dia terus mengekoriku," gumam Yuxuan di saat ia menggunakan tangan kirinya untuk menyangga dagunya, sedangkan tangan kanannya masih terikat seperti sebelumnya. "Kakak Xuan ..." Seketika mata Yuxuan terpejam untuk beberapa saat, berharap matanya tidak akan terbuka lagi sebelum pemilik dari suara itu menghilang dari hadapannya. Baru satu detik dia mengeluh dan gadis itu muncul secara tiba-tiba dari dalam kamarnya sendiri. Helaan napas beratnya yang kemudian mengiringi langkah gadis itu untuk menghampirinya dan duduk tepat di sampingnya di saat mat
"Kakak Bai..." "Kakak Bai...." "Kakak Xuan............" Suara yang terus mengikuti langkah Bai Yuxuan bagaikan sebuah bayangan sejak pagi tadi dan pemilik suara itu tidak lain adalah Fang Jianglan. Entah apa yang telah terjadi pada gadis itu. Yuxuan bahkan bergidik ketika gadis itu terus menempel padanya, terlebih mengingat insiden pagi tadi. Bukannya merasa senang karena perubahan sikap Jianglan yang tiba-tiba terlampau baik padanya, dia justru merasa ngeri. Bagaimana gadis sekejam itu bisa berubah hanya ditinggal selama dua hari. Dan yang paling membuat Yuxuan merasa risih adalah ketika melihat Jianglan tersenyum manis padanya dengan sesekali menggandeng lengannya yang tak terluka. Hingga hembusan napas beratnya yang menyapu ruangan kosong di saat ia kembali terduduk di kamar Fang Daxian, dengan tangan kanan yang di ikat di depan tubuhnya menggunakan kain yang di kalungkan di lehernya. Merasa lega setelah gadis sinting itu tidak mengikutinya lagi. Namun semua itu segera ber
"Paman, kau baik-baik saja?" Chang Pu membuka pembicaraan dengan Menteri Fang terlebih dulu yang berada tepat di hadapannya yang tengah duduk berjongkok berdampingan dengan Bao Wei, seakan tengah menginterogasi pria berwajah masam itu. Pasalnya sampai dia kembali ke tempat ia jatuh sebelumnya, di
Setelah perkelahian yang tidak berlangsung lama, para bandit gunung tersebut berakhir dengan berlutut di hadapan Bai Yuxuan dan juga Bao Wei serta Chang Pu yang sudah pasti bersembunyi di balik punggungnya. "Kakak, kami benar-benar minta maaf. Kami tidak tahu jika anak-anak itu sedang mencari tan
"Aduh... langitnya cerah sekali," seru Bao Wei yang berjalan berdampingan dengan Chang Pu ketika mereka menginjakkan kaki mereka di pegunungan. Sementara Yuxuan berjalan tidak jauh di belakang mereka seperti biasanya. Yuxuan mengarahkan pandangannya ke langit yang dimaksud oleh Bao Wei sebelumnya
Ting ... Ting ... Ting ... Bai Yuxuan tiba-tiba mengangkat kepalanya dengan mata yang setengah terbuka ketika suara nyaring seperti besi yang berbenturan mengganggu tidurnya. Ting ... Ting ... "Hahh ..." Helaan napas beratnya yang terdengar malas mengiringi kepalanya yang terjatuh kemba
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.