LOGINKelahirannya membawa titah dari langit. Namun, di saat yang bersamaan kutukan itu memakan takdirnya. Bai Yu Xuan, bayi kecil yang baru saja melihat dunia itu harus menelan pahitnya kehidupan. Di hari kelahirannya, ia diramalkan akan menjadi orang besar dan paling disegani di negeri ini. Tapi hal lain datang sebagai kutukan, mengatakan bahwa kelak ia akan dibutakan dengan kekuasan dan membunuh rajanya sendiri. Demi menghindari kutukan itu, Bai Yu Heng membawa putranya ke pengasingan. Hidup di pedesaan dan menjadi rakyat biasa. Namun, ketika negeri mengalami masa krisis, Menteri Pertahanan menemukan keberadaan mereka dengan membawa titah dari sang raja. Bai Yu Xuan yang sudah tumbuh menjadi remaja yang tampan diangkat menjadi panglima tingkat tujuh dan harus turun ke medan perang. Namun, statusnya yang berasal dari kasta bawah membuatnya berselisih dengan para panglima dari kalangan kasta tinggi. Bai Yu Xuan harus bertaruh nyawa saat bertarung dengan harga diri para bangsawan sebelum bisa turun ke medan perang. Bisakah putra dari tabib rendahan ini menghadapi kekejaman dari dunia yang telah mengutuknya. Akankah ia mati di medan perang atau justru mati di negerinya sendiri.
View MoreHujan yang mereda, menyisakan kabut tipis yang menyelimuti Yangcheng. Kedua anak manusia itu pun beranjak dari tempat mereka berteduh sebelumnya. Yuxuan turun ke halaman terlebih dulu dan berbalik ke arah Putri Lan yang masih mencoba beranjak berdiri dan berjalan menepi."Apa kakimu masih sakit?" tegur Yuxuan.Pembawaan yang lebih lembut dari sebelumnya, membuat Putri Lan terdiam sejenak memikirkan jawaban apa yang akan ia katakan pada Yuxuan. Haruskah dia mengatakan bahwa kakinya tidak sakit lagi. Jika dia mengatakan yang sebenarnya mungkinkah Yuxuan masih akan bersikap baik padanya.Setelah pertimbangan kecilnya, perlahan Putri Lan mengangguk dan merendahkan pandangannya. Namun siapa yang menyangka, tepat setelah itu Yuxuan berbalik memunggunginya dan sempat membuat sang Putri menatap heran ke arahnya."Naik lah!" ujar Yuxuan.Mata Putri Lan membulat sempurna, semudah itukah? Seulas senyum lebar pun menghiasi wajahnya dan dengan ringannya dia mengalungkan tangannya pada leher Yuxuan
Matahari yang harusnya telah melewati atas kepala mereka tak mampu menembus awan gelap yang menyelimuti Yangcheng dan pada akhirnya membuat kedua anak manusia itu menghentikan langkah mereka untuk berteduh, keduanya kini duduk berdampingan dengan kaki yang tertekuk di depan tubuh mereka masing-masing. Di salah satu bangunan kosong yang jauh dari pemukiman warga. Melihat air hujan yang berjatuhan dari atap bangunan dan membuat sedikit percikan ketika menimpa benda di bawahnya. Hujan yang semakin lama bukannya mereda, namun semakin bertambah lebat dan mendatangkan angin kencang yang kemudian memberantakan helaian rambut keduanya, mencoba mengusik keheningan di antara dua kehidupan yang mungkin bisa menghangatkan keadaan dengan sepatah atau pun dua patah kata. Bukannya hanya terdiam dan membiarkan cekungan di jalanan sekitar tempat mereka berteduh tergenang dengan air. Hingga angin kencang yang terus bergulir dan kemudian berhasil mengusik sang Putri Lan dan sedikit bergeser ke arah
Bai Yuxuan mendekati Putri Lan setelah gadis itu berhenti menangis. Dia pun berjongkok di samping sang Putri dan memperhatikan wajah sang Putri yang sedikit familiar dalam ingatannya. Sebelah alis Yuxuan terangkat ketika Putri Lan menoleh ke arahnya dan saat itu pula dia mengingat bahwa sang Putri adalah gadis muda yang bertemu di sungai beberapa waktu yang lalu dengannya. "Bukankah kau gadis yang di sungai tadi?" gumam Yuxuan. Putri Lan menarik kakinya dan memeluk kedua lututnya, tampak begitu was-was seakan-akan Yuxuan bukanlah orang baik-baik. "Sudah puas menangisnya?" tegur Yuxuan kemudian. Putri Lan tiba-tiba memukul wajah Yuxuan dan membuat pemuda itu terkejut akan perlakuannya yang tiba-tiba. "Kau! Bisa-bisa seorang putri bangsawan yang terhormat sepertimu menyentuh seorang pria asing dengan sembarangan," hardik Yuxuan. Bukan lagi memukul menggunakan tangannya, Putri Lan justru melepas sepatunya dan menggunakannya untuk memukul bahu Yuxuan yang membuat Yuxuan merasa
Setelah sedikit beristirahat dan juga menenangkan pikirannya, Bai Yuxuan memutuskan untuk kembali mencari di mana kediaman Menteri Fang yang tidak jelas asal-usulnya di matanya. Dia menapakkan kakinya di jalan setapak dan bertemu dengan beberapa orang yang mungkin akan menuju sungai. Dia pun memutuskan untuk bertanya sekali lagi. "Permisi, bolehkan aku bertanya sesuatu?" "Ya, jika aku bisa, aku akan menjawab pertanyaan dari Tuan Muda," ujar seorang pria yang terlihat lebih tua dari pada ayahnya dan jika dilihat dari penampilannya sepertinya dia adalah seorang budak. Karena mustahil ada bangsawan yang mencari kayu bakar sendiri. "Apa Paman tahu di mana rumah Menteri Pertahanan?" "Oh! Menteri Pertahanan?" ujar sang paman dengan mata yang membulat bersemangat dan membuat Yuxuan mengangguk dengan bersemangat pula. "Ya, ya, benar. Apa Paman tahu di mana itu?" "Tentu saja ... Tuan Muda hanya perlu pergi ke tempat biasanya diadakan pasar malam, rumahnya tidak jauh dari sana." Seketika
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.