로그인Natalia, after being bought from a strange orphanage home was showered with fake love and affection only to be used by her foster parents as a blood bank to save their daughter, Emily. She tried to live up to their expectations but everything came crumbling down when Emily found out that she was loved by the almighty Bellamy A. Brooks, a perfect figure who was loved by the public but has his dark side. He was married to an heiress of a prestigious family due to her weak health status. He showed her no love at all since his heart was only for Natalia. Out of jealousy, Emily finally got rid of her obstacle to get closer to Bellamy. But it made things worse. Bellamy returned to becoming a devil. He showed no mercy to anyone who defiled him because the love of his life was gone. Little did he know she was reborn as his weak wife whom he showed no love. Will he realize the truth before it's too late? Will he be able to remove his own obstacles to be with the love of his life again?
더 보기Sebelum dunia memanggilnya Pangeran Iblis, Su Tian adalah pelindung langit.
Lahir seribu tahun silam dari klan kecil yang dihancurkan oleh perang antar sekte, Su Tian tumbuh tanpa nama, tanpa tanah, dan tanpa siapa pun. Namun dari reruntuhan hidupnya, ia membentuk tekad yang tidak bisa dipatahkan. Ia mendaki jalur kultivasi dengan darah dan penderitaan, menolak untuk tunduk pada nasib. Ia memasuki Sekte Langit Merah sebagai anak jalanan dihina, dilecehkan, bahkan dijadikan bahan eksperimen oleh para tetua. Namun justru di situlah ia bertemu dua sosok yang mengubah takdirnya: Yu Fei, seorang murid alkimia dingin namun cerdas, dan Long Xuan, murid muda yang ia selamatkan dari ambang kematian. Ketiganya tumbuh bersama. Dalam waktu seabad, Su Tian menjadi legenda hidup. Ia menyelamatkan dunia dari invasi kekuatan Iblis dengan menyegel raja iblis sendiri, namun akibatnya, jiwanya tercemar oleh energi gelap yang tidak bisa disucikan. Meskipun niatnya tetap murni, aura iblis dalam dirinya tumbuh membuat sekte - sekte besar mulai meragukannya. Namun Su Tian tidak goyah. Ia memilih diam, menanggung hinaan dan pengawasan, demi menjaga perdamaian. Sampai hari itu tiba. Langit di atas Gerbang Surga berubah menjadi badai. Awan hitam berputar seperti pusaran neraka. Su Tian berdiri sendiri di atas altar batu, tubuhnya berdarah dan luka, namun tetap tegak dengan tombak hitam di tangannya. Ribuan kultivator mengepungnya, termasuk mereka yang dulu ia sebut saudara. “Sudah cukup, Tian. Aku sudah lelah,” ucap Yu Fei, berdiri di depan barisan. Mata ungunya menusuk tanpa belas kasihan. “Aku melindungi kalian selama seribu tahun...,” lirih Su Tian. “Dan ini balasannya?” Long Xuan melangkah maju, membawa pedang putih yang menyala suci. “Aku benci ini, Kakak... tapi dunia tak akan pernah menerima iblis.” Pengkhianatan. Bukan dari musuh, tapi dari dua orang yang paling ia percaya. Su Tian tersenyum pahit. “Kalau begitu... biarkan aku jadi kegelapan yang kalian tak bisa kalian jinakkan.” Tombak itu menembus dadanya sendiri. Ledakan aura iblis mengguncang dunia. Langit terbelah, altar meledak, para tetua terpental. Ketika semuanya tenang... Tubuh Su Tian lenyap. Namun jiwanya tidak pernah mati. Seribu tahun kemudian. Di kaki Gunung Awan Merah, dalam sebuah desa terpencil bernama Guanxi, seorang pemuda kurus terbangun di atas ranjang jerami. Setiap hari, sebelum fajar menyingsing, pemuda itu sudah terjaga. Tubuhnya kurus kering, tulangnya menonjol, kulitnya dipenuhi bekas cambuk dan luka lama yang belum sepenuhnya sembuh. Ia tak memiliki ranjang, hanya tumpukan jerami yang lembab di sudut gudang tua tempat ia tidur bersama tikus dan dingin yang menusuk tulang. Su Lian adalah budak milik Keluarga Shi, salah satu keluarga bangsawan kecil di desa Guanxi. Ia bukan budak biasa tapi budak warisan, status yang lebih hina dari ternak. Bahkan pelayan pun bebas menamparnya tanpa alasan. Setiap pagi, ia menyapu halaman luar sambil membawa ember berisi air dari sumur yang letaknya jauh di bawah tebing. Tak jarang air itu tumpah karena tangannya gemetar menahan beban. Jika itu terjadi, cambuk datang tanpa ampun. “Dasar malas!” teriak pelayan senior, memukulnya dengan gagang sapu. Tapi Su Lian tak pernah membalas. Ia hanya menunduk, menyeka darah di sudut bibirnya, lalu melanjutkan tugasnya seperti biasa. Siangnya, ia menggosok lantai aula utama, mencuci pakaian keluarga Shi, atau membantu memberi makan kuda-kuda spiritual milik Tuan Muda Li yang sering sengaja menendangnya untuk hiburan. “Lihat, Su Lian itu bahkan lebih jelek dari peliharaan!” ejek mereka. Namun saat malam tiba dan semuanya tidur, Su Lian bangkit diam-diam. Dengan tubuh lelah dan kaki gemetar, ia menyelinap ke belakang bukit kecil, ke tempat sunyi di balik pohon tua. Di sanalah ia menyimpan rahasianya buku kultivasi robek yang ia curi dari tumpukan sampah milik putra bangsawan. Ia duduk bersila, mencoba menyerap chi langit malam, meskipun tubuhnya hampir tak bisa mengalirkannya. Meridian-nya lemah sejak lahir, dan tubuh budaknya tak pernah diberi ramuan apa pun untuk menunjangnya. Tapi dia tak peduli. "Jika aku tetap hidup sebagai budak... maka aku akan mati sebagai bayangan. Tapi jika aku bisa menjadi kultivator, meski hanya sedikit... aku bisa meraih kebebasan," pikirnya dalam diam. Tangannya gemetar saat menarik napas. Dingin menusuk ke tulang, namun ia tetap bertahan. Hingga akhirnya... lelah mengalahkan tekadnya. Malam itu, untuk pertama kalinya, Su Lian tertidur saat bermeditasi. Ia tidak tahu bahwa saat itulah, langit robek dan jiwa Su Tian jatuh dari dimensi abadi, tertarik pada tubuhnya yang hancur namun menyimpan percikan tekad yang nyaris punah namun tak padam. Tubuh Su Lian meski lemah memiliki satu hal yang sangat berharga, kemauan untuk bertahan hidup di dunia yang menindas. Jiwa memasuki Tubuh. Saat terbangun nafasnya berat, peluh dingin membasahi tubuhnya yang penuh memar. Tapi matanya... merah menyala seperti bara yang tak padam. "Ini... tubuh baruku?” bisiknya. “Tubuh manusia biasa. Tapi jiwa Su Tian tetap hidup.” Tubuh itu milik Su Lian “Tubuh ini lemah... meridian nyaris mati. Tapi aku telah bangkit dari kehancuran yang lebih parah dari ini,” Su Lian Kah ? sepertinya kita memang ditakdirkan" gumam Su Tian dalam tubuh Su Lian. Ia mengangkat tangannya energi hitam samar muncul, tapi segera ditolak oleh dunia yang terasa asing. “Chi dunia ini... bersih. Stabil. Apakah aku telah reinkarnasi ke dunia lain? Atau... seribu tahun telah mengubah segalanya?” Sebelum ia bisa merenung lebih dalam, pintu gubuknya digedor keras. BRUKK!! “Su Lian! Cepat bangun! Hari ini kau dinikahkan, dasar budak tak berguna!” Penjaga keluarga Shi menyeretnya keluar, dan bahkan menampar wajahnya tanpa ampun. PLAKK! “Pantas saja dijual ke keluarga Lin. Suami kontrak? Kau bahkan tak layak jadi pelayan!” Su Tian menunduk. Dulu, sepatah katanya bisa membuat satu sekte tunduk. Tapi kini, ia hanya bisa menyembunyikan taringnya. "Belum waktunya". Disamping itu, alasan mengapa pernikahan itu harus dilakukan adalah keluarga Lin pernah berhutang nyawa kepada keluarga Shi (tempat Su Lian menjadi budak), entah secara langsung atau tidak. Demi membayar "utang darah" itu atau lebih tepatnya demi menjaga nama baik, keluarga Lin diminta menikahkan putrinya dengan seseorang dari garis keluarga Shi. Namun karena keluarga Lin sendiri sudah lama merosot dan Su Lian hanyalah budak warisan dari keluarga Shi, mereka mengorbankan Su Lian sebagai boneka pernikahan. Itu menyelesaikan perjanjian secara teknis, namun tetap mempermalukan pihak keluarga Lin itulah kenapa pernikahannya dilakukan secara dingin dan tak bernyawa. Paviliun Angin Bunga, kediaman keluarga Lin. Di tengah taman spiritual, seorang wanita muda berbaju perak berdiri anggun namun dingin. Ia adalah Lin Yue, alkemis jenius dari Sekte Aliran Es, dan satu-satunya putri keluarga Lin. “Jadi ini... suami kontrakku?” ucapnya dingin, menatap Su Lian dari ujung rambut hingga kaki. Mereka berdiri berhadapan. Dua jiwa yang tak bisa lebih berbeda tapi terikat oleh permainan kekuasaan. “Dengar. Pernikahan ini hanya nama. Kau tak boleh menyentuhku, bicara tanpa izin, atau ikut campur dalam urusanku. Langgar sekali, dan aku akan menghancurkan inti spiritualmu.” Su Tian tersenyum tipis. “Kalau begitu, pastikan kau cukup kuat untuk melakukannya.” Tatapan mereka bertemu. Udara menegang. Hari itu, pernikahan tanpa cinta dilangsungkan. Di balik wajah pengantin pria, tersembunyi iblis yang tidur selama seribu tahun. Dan dunia ini... Belum siap menyambutnya kembali.Leon waited for her to sign the documents. Cora still hesitated. She was already aware that there's nothing she can do except to live the new life she has been given. She can't remember any of Mrs Cora real memory but, she'll build a new one, even if Bellamy isn't with her. She already know how she suffered with her weak body and lost her title as the heir. 'Mrs Cora, I'll make sure I live the best life for us' she thought to herself. She leaned forward and signed the paper. "Here you go Leon. I'll gladly wait for our wedding day. My regards to my husband" she squinted her eyes and left. Leon was still confused. He noticed that wasn't how Cora normally acted. She was composed and silent but sometimes, she would go crazy. 'Maybe her lost memory is a good thing' he muttered to himself. ..Even as the wedding approached, Cora still didn't see Bellamy. She hasn't even been able to open her phone since it's not hers. She can't remember the password. There has been tons of text me
Cora sat on the bed, confused. She thought she was at the restaurant. But she was in a huge room that smelt like money. There were maids crying and a doctor smiling at her. "I'm so glad you're back, Madam Cora" the doctor spoke. 'Madam Cora? Mr Bellamy's wife?' she thought to herself. Cora stood up from the bed and slowly walked to the mirror. She stared at her reflection on gasped loudly. She's no longer Natalia, she's now... Cora, Bellamy's wife. "Are you alright, Madam Cora?""Does your body hurt?""Are you hungry?"The maids asked out of care. Cora was still confused. She didn't know what to do. She didn't enjoy the fact that she was called Madam Cora. 'What happened to my real body? Did I die? Why?' she thought to herself. The doctor walked closer to her. "It's a miracle you came back to life, Madam Cora. Everyone here was worried about you. Mr Bellamy must be on his way now" he said. She nodded as if she understood what was happening. She walked to the bed and laid d
Natalia finally reached the restaurant gate. She handed some cash to the cab driver and sluggishly got out of the car. As usual, the restaurant was empty. Whenever he was around, the restaurant was tagged as 'Reserved' He doesn't want any customer, apart from him. He doesn't want to be photographed or seen by the public eye. He could go to some other wealthier restaurant but, he still chose this one. All because of Natalia. "There you are Natalia, he has been waiting for over an hour. He could have our head served for dessert if we keep him waiting..."The manager and some other waiters rushed, wrapping an apron around her waist and handing her the menu, right from the gate. "I'm not fully dressed yet...""It doesn't matter. Just go!" Her manager spoke and pushed her. She almost fell, but she hid how weak she was. She swallowed more courage and strength and walked into the restaurant. She head towards his favourite seat, somewhere far from the window. It was quite dark, just as h
In a dimly lit room, the constant buzzing made by a broken screen phone caused a figure to sit up on her bed. Natasha squinted her eyes tightly when the bright light from her phone swarmed into her eyes before she reduced the brightness. She had 73 missed calls. 50 from her mother, or rather, the woman who rescued her... So it was. And 23 from her foster father. Her shift at the restaurant had extended till 7am, which was three hours ago. And after working for 27 hours, Natasha thought she'd be able to get a few hours of sleep before resuming work by 4pm. 'Don't be ungrateful and get yourself here right now! The doctor said he needs two and a half pint of blood from you.' 'Hurry here, I don't think Tricia can wait any longer. I won't forgive you if anything happens to her'Natasha's attention shifted to the two texts her foster mother sent, then flung her phone beside her. ..Although she was still a child, Natasha knew she wasn't safe with the people who she and a






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.