로그인Suasana taman pagi itu terlihat ramai oleh orang-orang yang sedang car free day an dengan pasangan atau teman masing-masing. Di sudut lain terlihat dua remaja yang sedang berbincang serius, Rigecherta dan Prita yang berdiri berhadapan terlihat akrab. " Kenapa?" Tanya Rigecherta tanpa basa-basi. "Sorry kalo gue ganggu waktu lo, tapi papa kecelakaan dan belakangan suka mimpi sambil manggil-manggil nama lo" ucap Prita memberi tahu dan menatap Rigecherta penuh harap. "Terus?" Tanya Rigecherta cuek. "Please sekali aja temuin dia, kasian dia selalu manggil lo. Kata dokter juga kalo lo datang bisa mempercepat penyembuhan." Bujuk Prita pada Rigecherta. Prita adalah adik tiri dari Rigecherta, ayah Rigecherta dulu sangat menginginkan anak, dan ia dengan bodohnya mengira ibu Rigecherta tidak bisa memiliki keturunan dan ia memilih selingkuh dan menikahi perempuan lain. Tanpa ia ketahui saat ia pergi ternyata ibu Rigecherta sedang mengandung Rigecherta. Makanya Rigecherta sangat memb
Pagi yang cerah di hari Minggu. Jam baru menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Rigecherta sudah terlihat memacu kerta besinya di jalan yang lumayan padat karena banyak orang yang joging atau sekedar jalan-jalan. Pemuda itu mengenakan baju kaos berwarna biru dongker dan celana training hitam -khas orang ingin olahraga- Saat tiba di belokan perumahan rumah Tivane , ia memarkirkan keretanya di warung dekat situ dan mulai berjalan sedikit berlari ke arah rumah Tivane. " Udah bangun belum yah ni anak?" Gumamnya sendiri kemudian mengirim pesan kepada Tivane. Sementara di rumahnya Tivane benar masih tidur namun denting handphone nya yang bertubi-tubi membangunkannya. Ia dengan malas mengambil handphonenya sambil mengucek mata. Rigecherta: oy Rigecherta: udah bangun belum? Rigecherta: adeh.. masih tidur nih anak orang Rigecherta: mau ikut joging nggak? Tivane: APA SIH. Joging gimana? Daerah rumah aja udah beda. Rigecherta: udah, turun aja.
Suasana sekolah saat itu sedang ramai. Bel akan berbunyi beberapa menit lagi. Di dalam kelas 12 IPS 3 suasana juga sudah ramai dengan murid yang heboh karena si bendahara sedang melaksanakan tugas negara, _alias ngutip uang kas._ Suasana itu hanya di pandangi oleh Tivane yang duduk sambil main handphone di kursinya. "GOOD MORNING EVERYONE" lagi lagi suara Skyler dan River terdengar saat mereka memasuki kelas. " Sini uang kas lo!" Tagih si bendahara saat mereka baru masuk. " Set dah, baru juga gue mau nyapa lo pada" ucap River manyun dan langsung merogoh saku nya. " Gini kek lo pada, nggak perlu gue cakarin dulu tuh kantong kalian" ucap si bendahara saat sudah mendapatkan dari masing masing mereka. " Nih, uang kas si Tivane" ucap Rigecherta menyodorkan uang untuk ia dan Tivane. " Ih, mau juga dong. Masa Tivane doang yang di traktir" ucap si wakil ketua kelas. " Brisik, lo punya duit" ketus Rigecherta melenggang ke kursinya di ikuti ke tiga
Keesokan harinya Tivane berangkat lebih cepat karena ikut papanya yang ada urusan pekerjaan.Saat ia sampai sekolah masih sepi, mungkin juga masih bisa di bilang kosong. Tivane pikir ia orang pertama yang datang, namun saat sampai di kelas ia kaget melihat Rigecherta sudah stay di kursinya. " Cepet amat lo datang,temen temen lo mana?" Tanya Tivane karena ia melihat Rigecherta selalu bersama para sahabat nya. " Lagi males aja di rumah jadi ke sekolah. Tadi juga sih pengennya berenang, tapi gue tiba tiba mager" jawabnya santai sambil menyender di kursinya. "Lo atlet renang?" Tanya Tivane heboh tiba-tiba. "Biasanya aja dong lo, kaget gue" ucap Rigecherta "Hehe, tapi serius lo, atlet renang?" Tanya Tivane masih heboh. " Ya.. gitu deh, tapi sebenarnya itu cuma hobi gue sih, tapi malah sering di kirim buat perwakilan sekolah" jawab Rigecherta ringan.Tivane duduk di kursinya dan langsung menghadap ke arah Rigecherta. " Terus cita cita lo apa?" Tanya Tivane penasar
Bruk.."Awh.." keduanya mengaduh saat tak sengaja saling bertabrakan dan terjatuh ke tanah, lelaki remaja itu jatuh bersama dengan skateboardnya sedangkan gadis itu meringis kesakitan."Sorry gue nggak sengaja" ucap laki-laki itu namun tidak dihiraukan oleh gadis tersebut."Lo nggak papa?""Lo gak papa Lo gak papa? makanya kalo jalan tuh pake mata bukan pake dengkul," omel gadis itu sambil merapikan roknya, lalu ia menoleh. Tiba-tiba keduanya saling melihat kaget saat tak sengaja berucap bersamaan."WOI TIVANE, eh..." Seorang gadis tampak muncul mendekat dan kaget melihat temannya sudah nyusruk bersama cowok di tanah. "Ahahahaha" tawanya langsung pecah sebelum akhirnya mengulurkan tangan untuk membantu Tivane. "Mampus lo kena karma" ucap Milenia masih sedikit tertawa. "Aduh, eh sorry ya, nggak sengaja gue ngomel," ucap Tivane sambil berdiri di bantu oleh Milenia. "Iya nggak papa" sahut Rigecherta sambil berdiri dan menepuk debu di celananya. "Sorry ya, nih teman gue suka







