로그인Tentang dua orang yang bersahabat - Rigecherta dan Tivane - yang bersahabat dari kecil, namun tragedi saat mereka duduk di kelas 9 SMP membuat mereka harus berpisah karena Tivane yang hilang ingatan. Berpisah selama 3 tahun dan bertemu saat kelas 12 SMA. Namun Tivane akan di jodohkan. Bagaiman nasib Rigecherta yang menunggu 3 tahun dan diam diam suka terhadap sahabatnya itu. Akankah dia berhenti berharap kepada sahabatnya itu, atau mereka akan kembali bersatu.
더 보기* Beberapa bulan kemudian * Sudah sekitar 6 bulan pernikahan mereka, kini Chesia terlihat sedang mengandung anak mereka, bulan ini usia kehamilannya 5 bulan. Perutnya sudah mulai membuncit namun masih belum terlalu besar karena baru 5 bulan. Chesia kini tampak sedang duduk santai di taman belakang rumahnya dengan Seriazer sambil nyemil dan membaca novel. Wanita itu tampak santai menghabiskan waktu si sana dengan dunianya sendiri sampai tidak sadar ada yang mendekat dari arah belakang dan langsung memeluknya. Chesia tersentak kaget dan menoleh mendapati wajah suaminya yang baru pulang dari kantor sedang bersandar di bahunya. " Udah pulang? Kok nggak salam? Kaget aku" ucap Chesia mengelus punggung tangan suaminya yang berada tepat di atas perutnya. " Udah salam kok tadi, tapi nggak ada yang nyahut, jadi aku datang ke sini" jawab Seriazer semakin endusel manja pada Chesia. " Oh iya kah? Maaf ya, kayaknya aku keasyikan baca novel" ringis Chesia mengusap lembut kep
Seriazer telah satu Minggu di Indonesia. Selama itu juga, pemuda itu tak pernah terlihat diam sebentar saja di rumah nya, kalau nggak kekantor ya ke rumah Chesia. Ia hanya pulang malam untuk beristirahat membuat paman nya geleng-geleng kecil namun tetap membiarkan karena dari dulu Seriazer memang tak pernah berdiam lama-lama di rumah, Selalu ada saja kegiatannya, takau nggak ke danau ya ke perpus, kalau nggak ya.. ngintilin Chesia dari jauh. Malam sudah terlihat larut, Seriazer yang sedang menuang air minum di dapur menoleh saat melihat Rizky sedang duduk di meja makan sendirian. " Om, belum tidur?" Tanya Seriazer mendekat. " Nggak bisa tidur. Om tiba-tiba kangen sama Tante kamu" ucap Rizky membuat Seriazer menyernyit. " Kamu belum tau kan? Om dulu punya pacar, tapi putus karena saling gengsi dan ego yang sama-sama tinggi, sampai sekarang om masih belum bisa move on dari calon Tante kamu itu. Tapi.. dia udah nikah sama cowo lain sekarang" curhat Rizky membuat S
Chesia dengan cepat langsung melaju di depan Seriazer yang sedari tadi mengikutinya dengan santai di belakang. " Eci! Belok kanan dulu!" Seru Seriazer namun Chesia dengan cepat menggeleng dan memeletkan lidah meledak saat menoleh sedikit ke belakang. Seriazer yang melihat itupun terkekeh kecil dan menggeleng pelan. " Dasar bocah" gumam Seriazer akhirnya pasrah mengikuti gadis itu. Chesia sampai di depan rumahnya dan langsung memarkirkan motornya di depan gerbang. " Eh udah pulang non Chesia? Mau di masukin nggak motornya?" Tanya pak satpam yang dengan sigap berdiri. " Iya pak, ini kuncinya, makasih ya" ucap Chesia lalu berdiri di depan gerbang dengan tangan berkacak pinggang, seolah menunggu musuh bebuyutan. Motor Seriazer akhirnya sampai dan pemuda itu langsung membuka helm lalu turun dari motornya. " Kenapa mukanya masih di tekuk gitu? Masih marah hmm?" Tanya Seriazer lembut menghampiri Chesia dan merapikan rambut gadis itu karena habis ngebut di jalanan.
Hari berganti terasa sangat cepat, bahkan tidak terasa kini sudah lima tahun sejak kejadian di bandara yang menguras air mata. Chesia terlihat lebih dewasa karena ia sekarang bukan lagi murid SMP melainkan mahasiswi di salah satu universitas yang ia impikan sedari dulu. Chesia terlihat sedang fokus pada dosen yang sedang mengajar di depan, sesekali tangannya akan mengetik cepat di handphone nya. Ia sedang chatan dengan Seriazer namun masih bisa mendengarkan walaupun sesekali akan tersenyum sendiri. " Chesia, nanti mau nongki dulu nggak di cafe depan?" Bisik teman Chesia namun tak ada sahutan karena Chesia sedang berbunga-bunga dengan chat Seriazer. " Chesi.. Chesia!" Panggil temannya itu membuat satu kelas termasuk dosen di depan menatap mereka berdua. Chesia sendiri sudah malu setengah mati apalagi melihat ekspresi teman sekelasnya yang sudah menahan tawa masing-masing. " Ada apa itu?" Tanya sang dosen menatapi keduanya. " Ohh.. nggak kok pak, tadi itu ada
Kini semua sedang berkumpul di meja panjang yang sudah di siapkan di belakang rumah Tivane tersebut. Rigecherta dan Tivane di tengah-tengah, ayah Tivane di ujung kiri dan ibu Tivane di ujung lainnya. Semuanya makan sambil mengobrol dengan ceria, suasana terasa hangat serta pemandangan yang in
Rigecherta menarik tangan Tivane untuk masuk ke rumah nya. Rigecherta masuk sambil melepas sepatu. " Rige pulang!" Ucap Rigecherta sambil membuka sepatunya dan langsung duduk di sofa di ikuti oleh Tivane yang duduk canggung tak jauh darinya. "Udah pulang dek?" Ibu Rigecherta datang dari dap
Keesokan harinya Tivane berangkat ke sekolah lebih semangat karena ia ingin menjumpai Rigecherta. ' sorry bikin lo nunggu lama Rige ' Tivane berkata dalam hati. "Papa boleh tanya sama kamu?" Tanya Aliandra saat mereka sedang berada di mobil dalam perjalanan ke sekolah. "Mau tanya apa pah?" Tan
Rumah Tivane dan Rigecherta kini terasa sangat hangat dan penuh karena par sahabat mereke yang masih setia di sana sampai sore hari. Bahkan saat siang tadi beberapa dari mereka ada yang tertidur karena lelah atau mengantuk dengan cerita yang lainnya mungkin. Kini Tivane sudah duduk di ter






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
리뷰