Share

Merawatmu dan Ingatan

Author: Pulungan
last update Last Updated: 2026-01-21 08:03:31

Suasana di UKS itu terasa dingin dan sepi sangat kontras dengan pikiran Tivane yang bising seolah di dalam kepalanya sedang memasang kaset rusak dan terasa memukul kepalanya dengan keras.

Ia merintih merasakan sakit yang teramat sangat dalam di kepalanya dan dadanya yang terasa sesak seolah di himpit oleh kenyataan keras yang membuat ia sedikit goyah dan sedikit lunglai.

Di dalam ruangan itu hanya ia dan Rigecherta yang tak sadarkan diri, sementara dokter tadi pamit untuk membeli obat yang sudah habis.

"Gimana? Rige udah bangun?" Pertanyaan River membuat ia tersentak dan menoleh melihat ke tiga teman Rigecherta sudah di sana.

"Belum" jawabnya pelan dengan pandangan masih ke arah liontin kalung Rigecherta.

"Eh, btw itu kalung si Rige siapa sih? Di pake Mulu perasaan" ucap Skyler pada Veros.

"Nggak tau, nggak pernah di kasi tau juga setiap gue nanya" jawab River membuat Skyler mengumpat pelan.

"Bukan lo anj-" umpat Skyler gemas.

"Oh, itu sih teman atau bisa di bilang cinta masa kecilnya Rige yang pindah kota. Dari yang gue denger sih gitu" jawab Veros sambil melirik Tivane yang matanya sedikit berkaca-kaca.

"Widih.. sampe sekarang dia masih?" Tanya River sedikit takjub mendengar jawaban Veros.

"Kayaknya sih, makanya masih di pake" jawab Veros membuat Tivane menunduk.

" Lo kenapa Van?" Tanya Skyler saat melihat Tivane hanya diam dan menunduk.

" Nggak, nggak papa kok" jawab Tivane membuat mereka mengangguk, namun ujung mata Veros bisa menangkap bahwa Tivane sedang sedih.

Beberapa saat hening sampai akhirnya Rigecherta muai membuka mata perlahan bertepatan saat River melihat ke arahnya.

" Lo udah bangun?" Tanya River langsung heboh membuat mereka semua menoleh ke arah Rigecherta.

"Gimana? Apa yang masih sakit?" Tanya Skyler tak kalah heboh.

"Udah, dia lagi pusing itu" ucap Veros Manarik kedua temannya untuk keluar memberi ruang untuk Rigecherta dan Tivane.

"Yok, keluar. Biar dia tenang" ucap Veros membuat River langsung berdiri dan mengangguk.

" Tolong di jagain ya mbak Tivane " ucap Skyler manis sebelum keluar dari ruangan.

"Ayo buka mulut." Ucap Tivane sambil mengendokkan bubur yang di beli oleh teman-teman Rigecherta tadi.

" Ayo buka mulut " ucap Tivane lagi saat Rigecherta hanya diam sambil memandangnya.

" Lo kenapa sih nggak makan? Kenapa lo hujan-hujanan kemarin? Kenapa nggak pernah ingat sama kesehatan? Hah?!" Tanya Tivane lirih menahan tangis.

"Lo gini karna kemarin kan?" Tanya Tivane dengan air mata mulai meluncur ke pipi.

"Sorry, gue nggak ingat sama lo" ucap Tivane sambil terisak kecil merasa bersalah pada cowok ini.

"Lo udah ingat?" Tanya Rigecherta kaget dan matanya ikut memerah melihat Tivane menangis.

"Udah. Maaf bikin lo nunggu terlalu lama" ucap Tivane lirih dan sesenggukan kecil.

" Iya nggak papa" Rigecherta langsung beranjak memeluknya membuat Tivane jatuh ke pelukannya dan menangis di dada Rigecherta.

" Gue seneng lo udah ingat gue" ucap Rigecherta sambil mengeratkan pelukan membuat Tivane mengangguk dan membalas pelukan itu.

"Maaf" ucap Tivane tenggelam di dada Rigecherta.

"Udah, jangan nangis lagi" bujuk Rigecherta namun Tivane malah mengeratkan pelukannya.

"Yeu, cengeng" ledek Rigecherta mencoba mencairkan suasana.

"Bodo, " decak Tivane membuat Rigecherta tertawa pelan walau matanya masih memerah.

"Udah" bujuk Rigecherta sambil melepaskan pelukan dan menyeka air mata Tivane.

" Yaudah nih minum dulu. Lo pucet banget anjir." Decak Tivane khawatir membuat Rigecherta menatapinya sambil tersenyum tipis.

"Pusing Tiva.." rengek Rigecherta membuat Tivane langsung melotot.

"Siapa suruh nggak makan. Siapa suruh Lo hujan-hujanan kemarin?!" Omel Tivane membuat Rigecherta mengangguk pasrah saja saat di omelin.

"Gue lupa sarapan tadi karena pengen cepet-cepet ketemu sama lo" ucap Rigecherta jujur membuat Tivane merasa bersalah.

"Sorry, gue nggak maksud cuekin Lo, gue cuma-" ucapannya terpotong saat Rigecherta berkata lembut.

"Ya I know, lo pasti ngerasa aneh kan, padahal baru beberapa jam sebelumnya gue bilang nggak punya pacar. Tapi itu adek tiri gue" jawaban Rigecherta membuat Tivane langsung manyun dan mengangguk lalu mengambil piring makanan yang ia letakkan tadi.

"Yaudah makan dulu, biar cepat sembuh" ucap Tivane sambil menyuapkan makanan pada Rigecherta membuat Rigecherta membuka mulut dengan patuh.

Sementara di luar teman-teman mereka menatap itu dengan senyuman.

"Eh Ver, lo tau dari kapan hubungan mereka?" Tanya River menatap Veros.

"Dari lama" jawab Veros santai.

"Terus kenapa lo nggak ada bilang sama kita hah?!" Tanya Skyler sok galak.

"Kalian nggak ada nanya" jawab Veros santai.

" Ih iya juga ya" jawab mereka bersamaan.

"Ceritain dong gimana mereka sampe sekarang tuh kenapa" pinta River pada Veros membuat Veros melirik dan mengangguk.

_kisah masa kecil mereka gimana yaa?_

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Rigecherta My Possesive Best Friend    Bab 51/ Bali.

    Sore hari di Bali terlihat indah dengan pemandangan pantai dan matahari tenggelam yang cantik dan memantul di permukaan air ombak. Di dalam kamar hotel yang langsung menghadap pantai terlihat Rigecherta yang sedang memandangi wajah damai Tivane yang terlihat cantik. Gadis itu belum terbangun sama sekali dari siang tadi mereka sampai. Rigecherta dengan gemas mendekatkan wajah pada Tivane dan mulai mengecupi gemas pipi Tivane. Tivane hanya bergumam pelan dan kembali tidur nyenyak. Rigecherta terkekeh gemas dan kembali menciumi seluruh wajah Tivane, dari pipi, kening, pelipis, hidung sampai dagu semua tak luput dari kecupan gemas Rigecherta. Perlahan Rigecherta mengecup bibir Tivane dengan lembut dan kemudian berubah menjadi ciuman yang dalam. Tivane merasa nafasnya mulai sesak dan membuka mata dan meronta. Rigecherta akhirnya melepaskan ciumannya dan terkekeh gemas melihat Tivane yang ngos-ngosan akibat ulahnya. " Udah bangun?" Tanya Rigecherta lembut mengelu

  • Rigecherta My Possesive Best Friend    Bab 50/ honeymoon

    Pagi itu terlihat cerah, matahari Muali muncul malu-malu dari sela dedaunan. Di dalam kamar hotel yang terlihat mewah dengan taburan bunga mawar itu masih terbaring Rigecherta dan Tivane. Rigecherta sudah bangun lebih dulu tapi masih betah menatap wajah damai Tivane yang terlihat menggemaskan. Saat Rigecherta fokus meneliti wajah Tivane, gadis itu mulai menggeliat dan menguap diikuti dengan mata yang perlahan terbuka. Pandangan pertama Tivane saat membuka mata adalah wajah tampan Rigecherta yang sedang memandanginya dengan senyuman. " Morning!" Sapa Rigecherta pelan membuat Tivane menyembunyikan wajahnya di bantal. " Jangan di liatin, muka aku jelek, abis bangun tidur" rengek Tivane pelan dengan suara serak khas baru bangun tidur. " Cantik kok." Jawab Rigecherta kalem membuat Tivane mengintip malu-malu. " Kamu udah lama bangun?" Tanya Tivane akhirnya menampakkan wajah nya. " Jam 7 mungkin" jawab Rigecherta sambil mendekat pada Tivane. " Apa nih mepe

  • Rigecherta My Possesive Best Friend    Bab 49/ ciee sah.

    Keesokan hari nya, Rigecherta dan Tivane terlihat sedang berada di toko baju pengantin. Ya mereka sedang memilih baju untuk resepsi pernikahan mereka nanti. Rigecherta duduk di sofa, menunggu Tivane yang sedang mencoba baju pengantin. Mungkin bukan depan acar pernikahan mereka akan di adakan. Lumayan singkat, karena pesta juga di buat tidak terlalu heboh, hanya ada acara akad di lanjut resepsi yang di hadiri teman-teman mereka dan rekan kerja ayah Tivane juga teman lama ibu Rigecherta . Setelah beberapa saat Rigecherta menunggu tirai perlahan terbuka, menampilkan Tivane yang di balut dengan gaun pengantin putih yang cantik dan anggun, baju itu bermotif renda yang cantik dengan lengan panjang namun sedikit terbuka di bagian belakang. Rigecherta terpaku sejenak memandangi keindahan di depan nya. Namun Rigecherta sedikit menyernyit saat melihat model baju Tivane. " Kenapa? Jelek ya?" Tanya Tivane melihat ke bawah dan sedikit berputar. " Bagus. Tapi emang harus b

  • Rigecherta My Possesive Best Friend    Bab 48/ bertemu kembali.

    Sesuai dengan rencana. KKN hanya sekitar 60 hari atau 2 bulan. Selama KKN itu juga banyak drama yang terjadi, seperti Tivane yang terkadang sering overthinking lah, atau jika ada teman mereka yang cinlok maka Tivane akan langsung menghubungi Rigecherta, seolah takut cowo itu juga melakukan hal yang sama di tempat KKN nya. Rigecherta juga sama, terkadang saat Tivane tidak memiliki sinyal dan susah di hubungi maka Rigecherta akan uring-uringan dan berpikir macam macam, takut Tivane sedang bersama cowo lain lah, takut cewe itu sedang demam lah atau sedang kesusahan. Mungkin bagi yang tidak memiliki pacar atau tidak memiliki hubungan akan terasa santai dan aman-aman saja, tapi itu tidak sama sekali berlaku bagi yang sedang menjalani hubungan. Ella dan River bahkan sempat bertengkar hebat dan hampir putus karena salah paham. Untungnya mereka tidak jadi putus karena Veros yang membantu menejelaskan pada River. Dan akhirnya semua itu selesai. Projek KKN mereka sudah berakhir da

  • Rigecherta My Possesive Best Friend    KKN

    2 tahun kemudian.Hari ini hari di mana mereka akan melakukan KKN ke berbagai desa. Dari yang paling terpencil dan terpelosok Samapi ke desa yang lumayan. Karena jurusan Rigecherta dan Tivane berbeda maka tempat KKN mereka juga berbeda. Rigecherta di pulau Sulawesi, sementara Tivane malah di tempatkan di pulau Sumatra. Karena projek KKN ini jugalah mereka harus berpisah sementara atau yang biasa di sebut dengan istilah LDR an. Ya.. setiap hubungan pasti ada jeda atau waktu walau sebentar untuk berpisah. Walau kisah mereka sudah berpisah saat mereka SMP tapi itu dulu mereka belum memiliki hubungan dan belum terlalu dewasa dengan artinya cinta, maka mereka juga harus di uji saat sudah memiliki hubungan seperti ini. Katanya 95% hubungan akan berhenti saat LDR bersama pasangannya. Tivane juga sebenarnya khawatir jika sewaktu-waktu Rigecherta menemukan wanita idamannya saat KKN nanti, tapi mau bagaimana lagi. Itu adalah tugas mereka agar bisa wisuda nantinya. Rigecherta ju

  • Rigecherta My Possesive Best Friend    Truth or dare.

    Malam harinya Tivane di antar pulang oleh Rigecherta. Karena tak jadi nongkrong dengan yang yang lainnya maka mereka pergi nge date berdua sampai sore dan baru sampai ke rumah malam. Tivane turun dari motor Rigecherta dan melepas helmnya lalu memberikan kembali helm itu pada Rigecherta. Rigecherta dengan sigap langsung menerima dan mengelus rambut Tivane yang sedikit berantakan. " Makasih buat harinya. Hati-hati ya pulangnya. I love you" ucap Tivane centil dan hendak berlari masuk ke rumah namun Rigecherta langsung menarik tangannya agar kembali. " Masa iya habis bilang cinta langsung kabur?" Tanya Rigecherta menggoda membuat Tivane langsung memerah apa lagi saat cowo itu dengan iseng memajukan wajah. " Ih.. jangan deket-deket, malu.." rengek Tivane menutup wajah dengan kedua telapak tangan membuat Rigecherta terkekeh gemas. " I love you more" bisik Rigecherta memeluk Tivane dengan gemas dan mengecup pipi memerah Tivane. " Ih.. jangan cium-cium." Ucap Tivane membuat Rig

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status