Share

Jogging apa modus?

Penulis: Pulungan
last update Tanggal publikasi: 2026-01-10 18:55:02

Pagi yang cerah di hari Minggu. Jam baru menunjukkan pukul setengah tujuh pagi.

Rigecherta sudah terlihat memacu kerta besinya di jalan yang lumayan padat karena banyak orang yang joging atau sekedar jalan-jalan. Pemuda itu mengenakan baju kaos berwarna biru dongker dan celana training hitam -khas orang ingin olahraga-

Saat tiba di belokan perumahan rumah Tivane , ia memarkirkan keretanya di warung dekat situ dan mulai berjalan sedikit berlari ke arah rumah Tivane.

" Udah bangun belum yah ni anak?" Gumamnya sendiri kemudian mengirim pesan kepada Tivane.

Sementara di rumahnya Tivane benar masih tidur namun denting handphone nya yang bertubi-tubi membangunkannya.

Ia dengan malas mengambil handphonenya sambil mengucek mata.

Rigecherta: oy

Rigecherta: udah bangun belum?

Rigecherta: adeh.. masih tidur nih anak orang

Rigecherta: mau ikut joging nggak?

Tivane: APA SIH. Joging gimana? Daerah rumah aja udah beda.

Rigecherta: udah, turun aja.

Tivane: buat apee?

Rigecherta: renang. Ya joging lah.

Tivane: gimana caranya?

Rigecherta: udah nggak usah bawel, turun buru.

Tivane: iya iya.

Tivane dengan malas bangkit dari kasurnya dan berjalan ke arah kamar mandi. Setelah selesai ia turun dengan baju ala joging.

Saat ia turun ke bawah ia terkejut melihat Rigecherta sudah berdiri di depan gerbang rumahnya.

"Lo kapan datang?" Tanya Tivane sambil memakai sepatunya.

" Baru sih, udah? Ayo joging" ajak Rigecherta berjalan di samping Tivane.

"Lo udah sehat kan?" Tanya Rigecherta saat mereka hendak berlari kecil.

" Udah sih" jawab Tivane mulai berjalan cepat untuk berlari kecil.

" Bagus deh, biar tambah sehat" ucap Rigecherta sedikit mendekat ke arah Tivane.

" Mau kemana sih kita?" Tanya Tivane masih berlari kecil di samping Rigecherta.

" Ya keliling komplek. 3 putaran mau?" Tanya Rigecherta iseng.

" Gile.. yakali 3 kali putaran, patah yang ada kaki gue." Keluh Tivane. Siapa yang tidak mengeluh coba, ni perumahan luas woi. Rigecherta terkekeh kecil.

" Lo bisa nggak?" Tanya Rigecherta menantang.

"Emang lo bisa?" Tanya Tivane balik.

"Bisa. Naik kereta." Jawab Rigecherta enteng membuat wajah Tivane mengeruh.

" Si anjir emang" umpat Tivane spontan.

" Udah ah, yok jalan, nanti kita cari makan" ucap Rigecherta membuat Tivane menoleh girang.

" Serius? Lo yang traktir kan?" Tanya Tivane membuat Rigecherta mengangguk. Tivane langsung semangat berlari kecil di sampinya membuat Rigecherta gemas dan memakaikan kupluk hodie yang di pakai Tivane dan menarik turun kan kupluknya.

" RIGE" pekik Tivane merasa seperti anak kecil apalagi ketika Rigecherta meletakkan lengannya di atas kepala Tivane. Rigecherta hanya terkekeh kalem dan semakin iseng.

" Awas ah" geram Tivane menyingkirkan tangan Rigecherta dari kepalanya.

" Apa sih bawel?" Goda Rigecherta terkekeh melihat wajah Tivane berantakan.

" Eh btw Emang nggak ada yang lo jalan sama gue?" Tanya Tivane karena merasa Rigecherta selalu mengganggunya.

" Siapa? Bunda? Gue udah izin kok tadi" jawab Rigecherta santai

" Ish.. bukan itu loh, maksud gue tuh kayak, cewek lo gitu" ucapnya gemas karena Rigecherta terlalu santai saat menjawab.

"Gue nggak punya cewek sih, kayaknya" jawab Rigecherta membuat Tivane menyernyit.

"Kayaknya?" Ulang Tivane agak heran dengan kata itu.

"Lo sendiri marah nggak, kalo gue punya cewe?" Tanya Rigecherta balik.

" Lah? Ngapa jadi gue, kan gue bukan siapa-siapa buat marah" katanya menatap Rigecherta dengan delikan.

"Hmm jadi lo lagi ngode gue nih biar gue pacarin?" Lagi lagi tanya Rigecherta iseng.

"Bukan gitu heh kadal" jawab Tivane gemas. "Udah ah gue capek, lo lanjut aja sana joging sendiri" Tivane berhenti karena masih merasa lemas juga habis sakit.

"Yaudah nih" Rigecherta menyodorkan air minum pada Tivane.

"Thanks" jawab Tivane mengambil minum yang di sodorkan Rigecherta.

"Yaudah yok cari makan, sesuai janji gue tadi" ajak Rigecherta membuat Tivane langsung tegak dan berjalan mengikuti Rigecherta.

"Soal makan aja Lo cepet" ucap Rigecherta membuat Tivane mendelik

"Biarin. Asal lo tau ya, makan itu nomor satu " ucap Tivane membuat Rigecherta menggeleng kecil.

"Kita makan di sini aja" ucap Rigecherta menunjuk tempat ia tadi memarkirkan motor.

"Lah? Ini bukannya motor lo?" Tanya Tivane karena melihat motor Rigecherta sudah nangkring di sana.

"Gue titip tadi" jawab Rigecherta sambil masuk ke dalam warung tersebut.

"Eh, ada den Rige sama non Tivane. Lagi pacaran yaa?" Goda si ibu warung membuat Tivane langsung menyargah cepat.

"Enggak kok Bu, abis joging aja tadi" jawab Tivane cepat.

" Owalah, kirain ibu kalian udah pacaran" ucap si ibu sambil terkekeh.

" Nggak kok Bu" ucap Tivane sambil tersenyum ramah.

"Tapi kalian cocok loh" goda si ibu lagi.

"Bisa aja si ibu" jawab Rigecherta sambil tersenyum tipis.

"Mau pesen nasi goreng dong Bu sama teh manis. Lo mau apa?" Tanya Rigecherta pada Tivane.

"Samain aja, tapi gue mau kerupuk satu" ucap Tivane membuat si ibu langsung membuatkan.

" Siap. di tunggu ya" si ibu langsung membuatkan makanan mereka.

"Lo kayaknya lumayan dekat ya sama si ibu" ucap Tivane sambil duduk di kursi yang tersedia.

"Lumayan, lagian nih warung udah kayak tempat tongkrongan kita kalo lagi bosan di markas" jawab Rigecherta membuat Tivane mengangguk.

"Terus lo tau rumah gue dari mana?" Tanya Tivane masih heran karena Rigecherta tau rumahnya.

"Gue liat pas lo pindahan waktu itu" jawab Rigecherta membuat Tivane mengangguk paham.

"Ini makanannya biar nggak laper ngobrolnya " ucap si ibu sambil meletakkan makanan mereka di atas meja.

"Makasih Buu" ucap mereka bersamaan dan langsung makan dengan santai.

Saat sedang makan Tivane dengan iseng memotret Rigecherta membuat Rigecherta kaget dan langsung menoleh ke arah nya.

"Hapus nggak?!" Suruhnya galak.

"Nggak mau... Lo bagus kok disini" rengek Tivane saat Rigecherta hendak berusaha menjangkau handphone nya.

" Nggak. Muka gue pasti aneh di situ" ucap Rigecherta bersikeras ingin menjangkau handphone Tivane.

"Iya-iya, gue hapus." Ucap Tivane membuat Rigecherta diam dan kembali duduk.

"Tapi boong" Tivane langsung mengunci foto itu ke folder.

"Tivane..." Ucap Rigecherta memperingati.

"Blee" ejek Tivane menjulurkan lidah meledek.

"Gitu lo ya" gemas Rigecherta mengacak rambut Tivane.

"Ih rambut guee" rengek Tivane saat rambutnya berantakan. Rigecherta langsung mengambil handphonenya dan memotret Tivane.

"Ihh.. rambut gue masih belum rapi. Lo curang" sungut Tivane mencak-mencak.

Ia langsung membenarkan rambutnya dan merebut handphone Rigecherta.

"Nah, mending kita foto bareng" ia langsung berpose dua jari dan mengarahkan kamera ke arah mereka berdua.

"Senyum?" Suruhnya pada Rigecherta membuat Rigecherta mengangguk pasrah dan meletakkan kepala nya ke arah kepala Tivane.

"Ih... Lucuu" pekik Tivane riang dan mengirim kepada dirinya sendiri. Rigecherta hanya tersenyum dan melanjutkan makannya.

Saat makanan mereka habis, Rigecherta mengantar kan Tivane pulang naik motor.

"Makasih" ucap Tivane sambil turun dari motornya

"Sama-sama. See you besok" ucap Rigecherta sambil melajukan kembali motornya ke rumah nya.

Sedangkan Tivane langsung masuk ke rumahnya dan rebahan di kamarnya. Saat ia sedang asik scroll ia mendapat pesan dari sahabatnya saat di Kalimantan.

Milenia: Vane, jajan yok, gue udah di jakarta juga nih.

Tivane: serius? Lo kapan datang? Ayo lah, kita ketemu di taman, abis tu jalan-jalan.

Milenia: oke, gue tunggu yaa, ini udah deket taman gue.

Tivane: oke, gue ganti baju bentar. See youu kangen banget guee

Milenia: samaa. Sini buruan makanya.

Tivane: oke, sabar..

Tivane langsung mengganti pakaian dan memakai bedak tipis lalu bergegas ke tempat ia dan Milenia di taman.

Sedangkan Rigecherta, saat ia di tengah jalan, handphone di sakunya berdering tanda ada telepon masuk.

Ia langsung menepi dan mengangkat telepon tersebut.

"Halo Rige, please ke taman kota sekarang, gue di sini. Ini tentang bokap lo" suara gadis terdengar dari telepon membuat Rigecherta menghela nafas dan mendecak pelan.

"Iya, gue ke sana sekarang" Rigecherta langsung mamatikan telepon dan memutar motornya ke arah taman kota.

_hayoo.. siapa nih?_

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Rigecherta My Possesive Best Friend    Bab 100/ ngumpul lagi

    Setelah Rigecherta siuman, Tivane tak henti hentinya tersenyum cerah dan mengoceh sambil berbaring bersandar pada dada Rigecherta. Rigecherta dengan penuh sayang membelai rambut Tivane dan tetap membiarkan wanita itu berbicara karena ia juga merindukan ocehan Tivane. Rigecherta hanya akan menimpali sesekali dan mengangguk sambil menciumi ubun-ubun Tivane. " Sumpah ya, aku beneran kesel banget tau nggak. Mana kamu kebantingnya di depan mata aku lagi, gimana aku nggak syok coba, refleks lari lah, eh.. malah ikutan pingsan karna pendarahan." Oceh Tivane dengan tangan tetap memeluk Rigecherta dengan posessive. " Yang penting sekarang kita sama-sama sehat, sama-sama masih bisa sender-senderan." Ucap Rigecherta membuat Tivane mengangguk kecil. " Bener. Serius deh, baru dua hari nggak ketemu sama kamu rasanya udah kangen banget. Jangan pernah tinggalin aku ya.." ucap Tivane mendongak menatap wajah Rigecherta. " Nggak bakal pernah, janji. Janji seumur hidup" ucap Rigeche

  • Rigecherta My Possesive Best Friend    Bab 99/ Rigecherta sadar.

    Tivane duduk santai sambil bersandar di ranjang nya dengan wajah di tekuk masam. Ia sangat ingin bercerita dan mengobrol, tapi tidak ada teman nya untuk mengoceh. Biasanya ia akan mengoceh pada bayi di dalam perutnya, namun sekarang bayi itu sudah lahir, mana mereka nggak bisa ketemu lagi. Kalau bayi itu ada di gendongan Tivane sudah pasti ia akan mengoceh panjang lebar pada bayinya. Tivane meraih kotak makeup nya dari nakas dan mulai berdandan santai. Namun hasilnya malah sangat cantik membuat Tivane terpana. "Woow.. cakep banget, kenapa pas gue nggak pengen ngapa-ngapain malah cakep gini" gerutu Tivane seorang diri dan Muali selfie dengan berbagai gaya. Ia menoleh pada Rigecherta dan mulai tersenyum jahil. Perlahan ia mendekat lalu mulai mengaplikasikan makeup pada suaminya itu. "Wih.. ganteng banget.. kayak Gege China campur oppa Korea gitu" pekik Tivane gemas melihat hasil karyanya dan mulai memotret suaminya dari beberapa sudut. " Baguss.. foto berdua a

  • Rigecherta My Possesive Best Friend    Bab 98/mulai sadar

    Kini Veros dan Aliandra sudah keluar dari kantor polisi dan sedang duduk santai di kursi dekat rumah sakit sambil ngopi. Aliandra melirik sekilas ke arah Veros dan tersenyum bangga. " Sebelumnya om minta maaf sama kamu, nggak seharusnya om ngungkit masa lalu kamu tadi" ucap Aliandra memecah keheningan. " Nggak papa kok om. Emang beneran gitu kok. Kalo boleh tau, om tau dari mana kalau mama pernah di usir sama papa aku dulu?" Tanya Veros menoleh dengan wajah bertanya. Tadi saat di ingatkan, ia hanya mendengar dan langsung emosi tanpa bertanya bagaimana pria itu bisa tahu tentang dulu. " Kan dulu mama kamu kaburnya ke rumah Rigecherta, karna kalian sama Rige sepupuan, jadi om lumayan kenal karna tetanggan dulu" jelas Aliandra membuat Veros mengangguk paham. " Mamanya vane juga pernah cemburu waktu itu, padahal om ngobrolnya sama ayah Rige, tapi malah di kira godain mama kamu. Tapi abis itu mereka temenan baik sama Risa juga" ucap Aliandra membuat Veros terkekeh kec

  • Rigecherta My Possesive Best Friend    Bab 97/ Dendam dua pria

    Sore itu ruangan VIP Tivane dan Rigecherta sudah sangat ramai karena semua sahabat serta Risa dan Aliandra ada di sana. River masih mengoceh random untuk mencairkan suasana di sana. Skyler juga akan menambahi dan membuat suasana terasa damai dan hangat. Veros sendiri hanya tersenyum kecil namun sesekali matanya melirik ke arah handphone nya. Milenia, Luci, Ella dan Tivane terlihat berbincang santai sambil cekikikan kecil saat memandangi foto lucu anak mungil Tivane yang terlihat tidur dengan bibir mengerucut, persis seperti bibir Tivane saat tertidur. Risa sendiri masih memandangi Rigecherta yang masih menutup mata. Rasa penyesalan menyelinap di hatinya, saat ia memutuskan membawa Tivane ke rumah nya dan memisahkan mereka. Andai ia lebih percaya pada anaknya dan tidak terlalu terlarut dalam trauma masa lalunya. Aliandra sudah ikut join bersama River dan Skyler yang sudah ngejokes ala bapak-bapak. Mungkin sata muda ia terbilang asik dan sangat exstropetr. Jadi jo

  • Rigecherta My Possesive Best Friend    Bab 96/ Tivane sadar

    Keesokan harinya, semalaman River dan lainnya menjaga Tivane dan Rigecherta bergantian. Malam para cowo, dan paginya para cewe yang akan menjaga. Mereka selalu ada dan tetap menemani saat Tivane dan Rigecherta tidak sadarkan diri. Kini, ruangan itu hanya berisi Milenia dan Ella. Sedangkan Luci sedang mengecek pasien di ruangan lain. Milenia masih terlihat lelah karena baru pulang pengajar. Ella memang tidak pergi ke kantor, ia memilih membawa berkas dan kerjaannya ke rumah sakit. Saat mereka berdua asik dengan dunia masing-masing, Milenia dengan handphone nya, dan Ella dengan laptop dan setumpuk berkasnya. Di atas ranjang, jari telunjuk Tivane terlihat sedikit bergerak di ikuti dengan kelopak matanya yang perlahan terbuka. Tivane mengerjap kecil dan menoleh pelan ke arah samping. Ia melihat kedua temannya sedang sibuk dengan dunia mereka masing-masing. Rasa haus langsung menyerang Tivane membuat ia menoleh ke arah gelas di atas nakas. Tangannya perlahan terulur

  • Rigecherta My Possesive Best Friend    Bab 95/ bayi.

    Saat ini ruangan itu terasa penuh namun juga terasa berat, dua orang di atas brankar yang berbeda namun bersebelahan itu masih menutup mata dengan nafas teratur. Rigecherta dengan masker oksigen yang menutupi sebagian wajahnya, serta beberapa perban karena luka luka di tubuh serta pelipis nya juga selang infus di tangan kirinya. Tivane dengan wajah pucat dan selang oksigen di hidungnya serta selang infus di tangan kirinya kini wanita itu benar-benar terlihat lemah tak berdaya. Semua orang di dalam ruangan itu diam dengan helaan nafas berat. " Mau di kasih tau sama Tante Risa dulu nggak nih?" Tanya Skyler bersiap menelpon ibu Rigecherta. " Jangan dulu. Nanti kalau terlalu mendadak ia akan syok. Nanti om sendiri yang akan menjemput Risa." Ucap Aliandra membuat mereka mengangguk kecil. Pintu ruangan terbuka menampilkan Veros yang datang dengan Milenia di samping nya. Begitu sampai di dalam ruangan, Milenia langsung merasa lemas saat melihat sahabat baikny

  • Rigecherta My Possesive Best Friend    Nongkrong receh.

    Suasana sore itu terlihat cerah. Jam sudah menunjukkan pukul setengah lima sore. Tivane di rumahnya terlihat sedang siap-siap untuk main bersama Rigecherta dan tiga temannya yang lain. Sesekali ia menoleh ke arah handphone nya memastikan apakah ada notifikasi yang masuk dari Rigecherta. Tivan

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Rigecherta My Possesive Best Friend    Yeay Jadiann

    Suasana hening saat semua mata tertuju heran pada Revon. Bagaiman bisa ia tahu nama Rigecherta. Namun Rigecherta hanya melongos dan membuang wajah muak. Revon sendiri masih memandangi Rigecherta seolah meyakinkan bahwa yang di depannya itu adalah Rigecherta. Namun semua struktur wajah mereka

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Rigecherta My Possesive Best Friend    Nostalgia ala Rigecherta.

    Matahari terlihat mulai muncul dari ufuk timur menembus celah dedaunan dan celah jendela kamar Tivane, sedangkan Tivane masih tertidur pulas di ranjangnya dengan piyama motif bunga. Tivane sangat menyukai piyama itu dari dulu. Lihat saja celananya sudah sampai pahanya, padahal dulu itu di bawah l

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Rigecherta My Possesive Best Friend    perasaan Evan yang sebenarnya.

    Tivane masih berdiri di gerbang dan menatap cowok dia tas motor tersebut dengan dahi mengerut heran. Pemuda itu membuka helmnya membuat Tivane sedikit mengangguk karena ternyata pemuda itu adalah Evan. " Apa tadi?" Tanya Tivane sambil keluar dari gerbang. " Jadi itu cowok yang bikin lo bat

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status