Compartir

366. SUAP-SUAPAN

Autor: A mum to be
last update Fecha de publicación: 2026-06-23 18:21:59

"Lakukan sesuai instruksi."

            Setelah mengucapkan kalimat pendek itu, Kael langsung memutus panggilannya tanpa menunggu balasan dari seberang saluran. Dia memasukkan kembali ponsel ke dalam saku dengan gerakan tenang, namun sorot matanya sempat menegang selama beberapa detik.

            Kael kemudian melirik ke arah Sabrina yang duduk di

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   379. KAU TAHU BETAPA TAKUTNYA AKU?

    Kael berkedip cepat. Dia ingin memastikan apakah telinganya sedang berhalusinasi akibat kurang tidur atau wanita di atas ranjang itu memang baru saja mengucapkan kata-kata yang paling ingin didengarnya di dunia ini. Kael langsung mendekat ke sisi ranjang. Napasnya tertahan di tenggorokan saat dia berusaha menyelami netra wanita yang sangat dicintainya itu. Tidak ada lagi binar canggung atau tatapan asing yang beberapa jam lalu sempat membuatnya ingin gila. Yang ada di sana kini hanyalah binar usil, kehangatan, dan sedikit rasa bersalah yang terpancar nyata.“Kau…”"Ya. Tentu saja aku masih mengingatmu. Bagaimana bisa aku..." Ucapan Sabrina terputus begitu saja. Kael tanpa ab

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   378. KENAPA HANYA AKU??

    "Kami akan jadwalkan pemeriksaan lanjutan. Mohon Anda tenang dulu." Kalimat penenang dari dokter spesialis saraf itu sama sekali tidak mendarat dengan baik di telinga Kael. Dadanya naik-turun menahan pasokan oksigen yang mendadak terasa mencekik. Dunianya yang baru saja terasa cerah ketika mendengar kabar Sabrina sadar, kini mendadak runtuh ke titik paling dasar dalam hitungan detik."Tapi kenapa dia hanya tidak mengingat saya saja, Dokter?" tanya Kael dengan nada frustrasi yang tidak lagi bisa disembunyikannya. Suaranya serak, bergetar menahan desakan emosi yang campur aduk antara cemas, tidak percaya, dan takut yang luar biasa. "Dia mengenali semuanya. Kenapa hanya aku yang dianggap asing olehnya?""Mungkin karena kau yang membuat lukanya terlalu dalam," celetuk Ganda tiba-tiba dari sudut ruangan.&nb

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   377. SUNGGUH LAMA DAN MENYIKSA

    "Ayah jahat!! Kenapa meninggalkanku?" Sabrina masih tersedu menatap wajah sang ayah yang berdiri di seberangnya. Ruangan itu tampak begitu putih, luas, dan tanpa batas, menyisakan kerinduan yang mendalam di dada Sabrina. Tak lama kemudian, suara langkah kaki yang anggun terdengar mendekat ke arah mereka. Seketika Sabrina ternganga. Senyum di wajah cantik wanita yang baru datang itu adalah senyum yang sudah sangat lama ia rindukan di dalam hidupnya."Ibu..." Sosok wanita itu kini tersenyum manis sembari menggandeng erat tangan Adrian. Keduanya berdiri berdampingan, menatap Sabrina dengan tatapan yang penuh dengan kasih sayang."Ayah, kenapa meninggalkanku secepat in

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   376. INI... DADDY

    Di dalam ruangan NICU, Kael berdiri mematung di depan inkubator. Di balik dinding kaca itu, sesosok tubuh yang sangat mungil terbaring. Bayi laki-laki itu tampak begitu ringkih dengan kulit kemerahan, terhubung pada selang respirator dan berbagai kabel pemantau di dadanya. Alat-alat itu terpasang kuat untuk membantu paru-parunya yang belum matang sempurna. Kael perlahan memasukkan kedua tangannya melalui lubang inkubator yang sudah disterilkan. Jarinya gemetar saat mendekati jemari kecil sang putra yang berukuran mungkin tak lebih besar dari jari kelingking dirinya. Begitu kulit mereka bersentuhan, ada rasa hangat yang menjalar, meruntuhkan seluruh pertahanan Kael."Hai, ini ...Daddy." Suara Kael bergetar hebat bersamaan

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   375. KALAU SESUATU TERJADI..

    "Kalau sesuatu terjadi, tolong …selamatkan anak kita." Suara Sabrina terdengar sangat lirih, terputus-putus di antara deru napasnya yang pendek dan berat di atas bangsal yang sedang didorong cepat menyusuri koridor rumah sakit. Cengkeraman jemarinya pada lengan Kael terasa begitu lemah."Tidak!" bantah Kael dengan suara putus asa. Air matanya meluncur deras memandangi wajah Sabrina yang memucat. Pria itu ikut berlari secepat mungkin di sisi ranjang demi tetap bisa menggenggam telapak tangan sang istri. “Jangan bilang begitu! Tidak boleh! Kalian berdua harus selamat!" Namun, Sabrina tidak lagi berkata apa pun. Sepasang matanya perlahan meredup dan terpejam rapat saat tim medis mendorong tubuhnya melintasi batas pintu ruang operasi. Kael yang mulai kehilangan kendali mencoba ikut merangsek masuk ke dalam ruangan steril tersebut, tetapi langkahnya langsung dihadang oleh dua perawat pria. Dokter spesialis yang memimpin tindakan menahan dada Kael dengan

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   374. AKU MINTA MAAF

    Kael masih terpaku di dekat ambang pintu. Dia tidak berani melangkah lebih dekat. Rasa bersalah membuat seluruh persendiannya terasa lumpuh dan kaku. Namun, mau sampai kapan? Pada akhirnya Kael memandangi wajah Sabrina yang sembab, lalu beralih pada perut buncit istrinya itu. Hatinya sesak mendapati Sabrina harus menanggung beban duka dalam keadaan hamil besar bagini. Kael teringat bagaimana perjuangan panjang yang telah mereka lalui untuk sampai di titik ini. Tiga tahun terpisah dalam jurang kesalahpahaman yang menyiksa, saling menyakiti dalam keangkuhan, hingga akhirnya takdir melunakkan hati mereka untuk menjalani hidup bersama. Sabrina adalah poros dunianya, satu-satunya alasan Kael bertahan di tengah kejamnya ajang balas dendam di masa lalu. Namun kini, melihat kerapuhan istrinya, Kael dirayapi ketakutan luar biasa. Dia sadar bahwa cinta mereka selalu dikelilingi badai, dan kali ini, dia takut apa yang terlah terjadi a

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   212. AKU BISA PULANG SENDIRI

    "Aku bisa pulang sendiri," ucap Sabrina lirih, memecah keheningan yang menyesakkan di dalam kabin mobil. Tangannya masih meremas ujung celana training hitam pemberian Kael, seolah mencari pegangan pada realitas yang baru saja berguncang."Tidak," bantah Kael cepat tanpa menoleh. F

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   211. APA KAU AKAN MENIKAHIKU?

    Kael menunjuk dengan gerakan ragu, jarinya terangkat sedikit ke arah bagian belakang rok legging merah muda yang dikenakan Sabrina."Itu, sepertinya kau..."

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   210. SEPERTI BEGU GANJANG

    Perjalanan menuju lapangan umum yang terletak tak jauh dari kompleks apartemen itu hanya memakan waktu sepuluh menit. Namun, bagi Sabrina, duduk di kursi penumpang sementara Kael yang menyetir mobil terasa seperti perjalanan panja

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   208. AKU BUTUH BANTUANMU

    "Tidak. Aku belum tidur. Kenapa?" Kael yang padahal baru saja merebahkan diri di atas ranjangnya yang luas, sontak mendudukkan diri begitu menyambut panggilan telepon dari Sabrina. Jantungnya berdegup sedikit lebih kencang

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status