MasukPindah ke sebuah kontrakan tua di pinggiran kota adalah pilihan terakhir Nayra untuk menyambung hidup. Namun, kenyamanan yang ia impikan justru berubah menjadi kegelisahan tanpa akhir setiap kali jarum jam menyentuh angka dua malam. Suara derit ranjang berirama dan napas memburu dari kamar sebelah selalu terdengar begitu intim di dinding kamarnya yang tipis. Awalnya, Nayra mengira itu adalah aktivitas sepasang suami istri. Sampai sebuah fakta mengejutkan terlontar dari mulut tetangga: Kamar sebelah hanya dihuni oleh seorang duda muda misterius bernama Arga. Setiap malam pria itu terjaga dalam kegelapan. Setiap malam pula suara berisik itu menyiksa akal sehat Nayra. Misteri apa yang disembunyikan sang duda di balik pintu kamarnya yang selalu terkunci? Dan apa yang akan terjadi saat Arga tahu bahwa tetangga baru perempuannya diam-diam selalu mendengarkan desahan napasnya setiap malam?
Lihat lebih banyakHari yang dinanti-nantikan akhirnya tiba. Ballroom hotel bintang lima paling megah di pusat Jakarta telah disulap menjadi sebuah istana megah bernuansa royal grand botanical. Ribuan tangkai bunga impor segar berwarna putih, krem, dan keemasan melapisi setiap sudut ruangan, memancarkan aroma harum yang lembut. Lampu-lampu kristal raksasa yang menggantung di langit-langit tinggi membiaskan cahaya keemasan yang sangat berkilau, memantul sempurna di atas lantai marmer berpola mewah. Di dalam kamar rias pengantin, Arshyla duduk di depan cermin berbingkai emas. Gaun pengantin bernuansa putih ivory yang dipilihnya melingkar sempurna di tubuh anggunnya. Ekor gaun sepanjang dua meter yang dihiasi payet kristal mutiara tampak menjuntai indah di atas karpet. Rambut hitam lurusnya ditata dengan gelombang halus yang sangat elegan, dihiasi mahkota tiara berlian tipis yang kian memancarkan kecantikan alaminya. Bunda Nay
Sejak malam penawaran lamaran di meja makan keluarga Argantara itu, kehidupan Arshyla berubah seratus delapan puluh derajat. Siklus hari-harinya yang biasanya diisi dengan jadwal menemani Nakara di kantor Argantara Law Firm kini sirnah sepenuhnya. Arshy tidak lagi diperbolehkan ikut menembus kemacetan Jakarta untuk merapikan berkas-berkas hukum Naka atau sekadar menyeduh teh chamomile di ruang kerja pria itu. Setiap pagi, sebelum Naka sempat menyapa Arshy di meja makan, sebuah mobil jemputan khusus yang dikirim langsung oleh Bunda Nayra sudah bersiap di depan pelataran rumah. "Arshy sayang, hari ini ikut Bunda ya! Kita punya banyak sekali daftar tempat yang harus dikunjungi," seru Bunda Nayra penuh semangat setiap kali menyambut Arshy dengan pelukan hangat. Sejak saat itulah, Arshy praktis diambil alih oleh calon ibu mertuanya. Naka yang biasanya selalu menempel dan protektif memagari Arshy kini terpaksa menelan kekecewaan. Pria berjas mahal itu kerap kali ditinggalka
"Gimana sayang, kamu mau kan menikah sama anak Bunda?" tanya Bunda Nayra dengan raut wajah penuh harap, menatap Arshy lekat-lekat.Arshy membeku di tempatnya. Pertanyaan itu berputar-putar di kepalanya bagaikan petir di siang bolong. Rasa canggung dan bingung seketika melingkupi dadanya. Ia memindahkan pandangannya dari Bunda Nayra, lalu melirik pelan ke arah Naka yang duduk di sampingnya.Dalam hatinya, Arshy sadar diri. Siapa dirinya? Hanya seorang gadis panti asuhan yang tak punya apa-apa, sementara Naka adalah pengacara ternama dari keluarga terpandang. Ia merasa sama sekali tidak pantas disandingkan dengan pria sesempurna Nakara Argantara. Namun yang membuat hatinya makin tak karuan, laki-laki di sampingnya itu justru hanya diam seribu bahasa, menatap lurus ke depan tanpa mengucapkan sepatah kata pun untuk menolak atau menerima.Keheningan di meja makan itu mendadak terasa mencekam. Arshy makin bingung dan serba salah."Naka! Buruan ngomong!" desa
Hari demi hari berganti tanpa terasa. Masa-masa awal yang penuh rasa canggung, tangis, dan kepura-puraan kini perlahan menguap digantikan oleh kenyamanan yang mengakar kuat. Hampir tiga bulan lamanya Arshy menetap di kediaman Nakara Argantara. Hubungan keduanya berkembang pesat menuju arah yang amat manis, meski belum ada ikatan resmi yang terucap di antara mereka.Di kantor Argantara Law Firm, Arshy tak lagi sekadar menjadi ‘pajangan ruangan’ seperti yang pernah dikatakan Naka. Gadis berambut lurus yang anggun itu menjelma menjadi sosok yang sangat disayangi oleh seluruh staf. Tanpa diminta, Arshy dengan senang hati membantu pekerjaan ringan di kantor Naka. Mulai dari merapikan meja kerja Naka yang kerap dipenuhi dokumen tebal, menyusun berkas hukum sesuai tanggal, membantu Vano memilah arsip sidang, hingga menyeduh teh hangat favorit Naka setiap pagi. Presence Arshy di ruangan kerja Naka seolah menjadi penawar stres utama bagi sang pengacara konda
Matahari sore baru saja terbenam ketika Nayra melangkah keluar dari area Mall Sentra.Shift kerjanya di butik tas mewah terasa berjalan lebih cepat hari ini, atau mungkin pikirannya saja yang terlalu terbagi sehingga tidak fokus pada waktu. Sepanjang hari, bayangan wajah lebam Arga dan rasa bersal
Mbak Dewi justru terkekeh pelan melihat ekspresi panik Nayra yang berlebihan. "Bercanda, Nay, bercanda. Biar kamunya gak tegang. Makanya ini kita bangunin dia, kita pastikan sendiri kondisi dia gimana.’’‘’ Mas Arga... Mas!"Tok, tok, tok!Baru saja Mbak Dewi mengangkat tangannya untuk mengetuk ke
JEDUARRR!Bagai disambar petir di siang bolong, jantung Nayra mendadak mencos. Kalimat Mbak Dewi barusan terasa seperti hantaman keras yang meruntuhkan semua asumsi liar dan pikiran kotor yang bersarang di kepalanya sejak semalam.‘’Di keroyok?" beo Nayra, suaranya mendadak tercekat di tenggorokan
‘’Ngaco kamu Tar! Udah ah, ayo buruan kerja!’’Hari kerja berlalu bagai siksaan yang panjang bagi Nayra. Berdiri berjam-jam di atas sepatu pantofel sembari melayani pelanggan butik yang cerewet benar-benar menguras sisa energinya. Ketika jam pulang akhirnya tiba pada pukul sembilan malam, Nayra m












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan