Share

79

Author: Anna Sahara
last update Last Updated: 2026-01-04 21:16:50
Dalam perjalanan menuju panti asuhan, Erlang tersenyum gemas menyaksikan wajah Zoya yang merengut sejak tadi.

Jika saja mereka tidak sedang berada dalam perjalanan, Erlang akan meraih tubuh Zoya, memeluk dan menghujaninya dengan ciuman yang bertubi-tubi.

"Sayang, apa yang kamu pikirkan?" Erlang menarik tangan Zoya, lalu mengecupnya dengan lembut. "Apa kamu masih terganggu dengan perkataan ayahmu?"

Zoya menoleh ke arah Erlang, matanya menantang. "Bagaimana menurutmu? Apa kamu akan setuju seandainya mereka menjodohkan kamu dengan Shenny?"

Bukannya menjawab, Erlang malah tergelak mendengar pertanyaan itu. Tingkat kecemburuan Zoya melebihi ekspektasinya. Erlang saja tidak sampai berpikir sejauh itu, bagaimana Zoya bisa begitu menggebu-gebu dengan perasaannya?

Erlang tidak bisa menyembunyikan senyumnya. "Kamu cemburu?" tanya Erlang dengan nada yang santai, sambil melirik Zoya dengan mata yang berbinar.

Melihat ekspresi Erlang, wajah Zoya memanas. "Aku tidak cemburu!" bantahny
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • SKANDAL DUA MENANTU   87

    Arsya yang merasa kesal dan kecewa karena dikalahkan oleh Erlang dalam persaingan menjadi CEO, mencari pelampiasan emosinya. Dia tahu bahwa Zoya adalah orang yang paling lemah dan mudah untuk ditindas.Karena Arsya tidak bisa melawan Erlang, dan dia tidak ingin dibanding-bandingkan oleh para petinggi perusahaan, jadi dia hanya memilih untuk mendekati Zoya saja.Dengan gayanya yang selalu merasa paling berkuasa, Arsya menghampiri Zoya yang sendirian, lalu berkata, "Wah, Zoya, aku lihat kamu sudah menjadi teman dekat Erlang sekarang, dia bahkan membantumu hingga kamu banyak berubah sekarang. Kamu memang pandai mencari partner, ya, aku harap kamu tidak lupa dengan status kalian berdua."Zoya yang tidak menyangka akan diserang oleh Arsya, merasa sedikit terkejut dan tersinggung. "Apa maksudmu, Arsya?" Zoya berpura-pura tenang karena mereka sedang berada di depan umum.Arsya tersenyum sinis. "Aku tahu kamu hanya ingin mendapatkan keuntungan dari hubunganmu dengan Erlang. Kamu memang pintar

  • SKANDAL DUA MENANTU   86

    Satu minggu kemudian, Rasputin memanggil semua petinggi dan juga karyawan penting di RB Corporation ke ruang pertemuan untuk mengumumkan pengangkatan CEO yang baru. Semua orang menunggu dengan penasaran siapa yang akan terpilih sebagai CEO baru. Rasputin masuk ke ruang pertemuan dengan wajah yang serius, diikuti oleh Vano sang asisten, juga keluarga Bagaskara yang terdiri dari Suzy, Zoya, Arsya, Arsyila, dan Erlang. Semua orang menunggu dengan penasaran siapa yang akan terpilih sebagai CEO baru. Hari itu, Arsyila, dan Suzy berdiri di sisi Erlang. Sedangkan Zoya bersebelahan dengan Arsya yang tidak begitu jauh dengan Erlang. Rasputin masuk ke ruang pertemuan dengan wajah yang serius. Tanpa berbasa-basi, dia langsung pada inti pembicaraan. "Baiklah, saya akan mengumumkan CEO baru RB Corporation. Dan orang yang terpilih benar-benar memiliki dedikasi yang tinggi dan kontribusi yang signifikan terhadap perusahaan. Kami melihat potensi dan kemampuannya dalam memimpin perusahaan k

  • SKANDAL DUA MENANTU   85

    Sembari mengeluarkan dokumen dari dalam tas yang dibawanya, Zoya tersenyum dengan percaya diri. "Sebenarnya, aku memiliki dua toko roti sendiri dan sama-sama baru dibuka. Dan ini adalah bukti kepemilikannya," kata Zoya dengan bangga. "Satu toko mengalami kebangkrutan total karena ada seseorang yang dengan sengaja menjebakku, tapi untungnya toko yang mengalami kebangkrutan itu hanya cadangan saja, toko yang sesungguhnya mengalami kemajuan yang signifikan dalam beberapa bulan ini dan cukup memberikan keuntungan yang banyak."Arsya tercengang kaget, matanya melebar karena tidak menyangka Zoya masih memiliki toko roti yang lain. "Apa ... ini tidak mungkin," gumamnya seperti orang linglung. Dia tidak sabar untuk melihat usaha baru istrinya itu.Untuk membuktikan dirinya mampu, Zoya lebih dulu menyerahkan dokumen tersebut kepada Arsya. "Ini adalah sertifikat kepemilikan toko roti yang sah. Rencananya, aku juga akan mengembangkan beberapa cabang di beberapa tempat lain."Ketika memeriksa k

  • SKANDAL DUA MENANTU   84

    Erlang membelai rambut Zoya dengan lembut, sedangkan Zoya membenamkan kepalanya di dada telanjang Erlang. Sepasang kekasih itu saling menikmati sentuhan dengan penuh kasih. "Kamu tahu, aku sempat mengalami kesulitan tidur saat berpisah denganmu, Zoya," ucap Erlang dengan suara yang lembut. Merasa bersalah, Zoya segera mendongakkan kepala dan menatap Erlang dengan mata yang berkaca-kaca. "Aku minta maaf, Lang. Aku sudah membuatmu menderita saat itu." "Aku tidak pernah menyalahkanmu." Erlang tersenyum sembari menikmati keindahan di wajah kekasihnya. "Itu hanya masa lalu, dan sekarang aku tidak ingin kamu meninggalkan aku lagi, jangan coba-coba untuk berpisah dariku!" Bibir Zoya mengerucut manja. "Aku senang dicintai oleh pria sepertimu, Lang, tapi kata-katamu tadi membuatku sedikit takut. Aku seperti mendapat ancaman cinta dari kekasihku sendiri.""Memang benar ini sebuah ancaman." Tanpa ragu, Erlang mempertegas. "Cukup sekali saja kamu boleh menyakitiku, aku tidak akan tinggal diam

  • SKANDAL DUA MENANTU   83

    Di dalam Mansion Bagaskara, Suzy berdiri di tengah ruangan dengan wajah yang merah karena marah. Dia menatap Rasputin dengan mata yang berapi-api. "Lihat ini jam berapa, Zoya dan Erlang tidak kembali selarut ini, aku yakin mereka sedang bersama, mereka berdua pasti berselingkuh di belakang kita semua," Suzy akhirnya mengungkapkan kecurigaannya pada sang suami.Akan tetapi Rasputin tidak langsung terpengaruh. Cara berpikirnya lebih rasional. "Apa yang kamu pikirkan tentang Erlang dan Zoya? Mereka sudah biasa seperti ini. Zoya sibuk dengan bisnis barunya, apalagi Erlang yang memiliki banyak urusan, kenapa kamu harus menyangkut pautkan semua masalah dengan Zoya dan Erlang seolah-olah mereka berselingkuh.""Jadi kamu tidak percaya padaku? Kamu lebih membela kedua menantumu itu daripada pendapat istrimu sendiri?" tuduh Suzy dengan nada yang keras.Rasputin yang sedang duduk di sofa, menatap Suzy dengan mata yang tenang, "Apa yang kamu maksudkan, Suzy? Aku bicara apa adanya, sejauh ini aku

  • SKANDAL DUA MENANTU   82

    Selain Zoya, Barbara adalah sosok wanita yang sempat membuat Erlang terpana dan memandangnya tanpa berkedip. Tentu saja Zoya tidak bisa melupakan momen pertemuan dengan wanita itu. "Dia... wanita itu?" Zoya langsung berpikiran yang bukan-bukan. "Kamu bahkan sengaja menyiapkan hadiah untuknya, selain itu apa lagi? Apa kalian juga sering bertemu di belakangku?" Zoya bertanya dengan nada yang keras dan penuh kecurigaan.Erlang sedikit panik dengan raungan keras Zoya, dia segera menepikan mobilnya ke bahu jalan. "Sayang, apa yang kamu pikirkan?" tanya Erlang dengan nada yang lembut, mencoba menenangkan Zoya.Barbara, seorang wanita paruh baya yang masih terlihat mempesona dengan kecantikan yang elegan dan aura yang kuat. Zoya tidak bisa menepis rasa curiganya ketika Erlang menyebut kembali nama wanita itu.Zoya butuh penjelasan. "Jawab aku, Lang! Apa yang terjadi antara kamu dan dia?" Zoya menuntut jawaban dengan mata yang berkaca-kaca karena kesal dan cemburu.Erlang menarik napas dalam-

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status