LOGIN"Erlang, aku ... aku akan menikah." Erlang terkejut." Apa?! Dengan siapa?!" Zoya menundukkan kepala. "Pria pilihan orang tuaku. Mereka sudah memutuskan, dan aku... aku tidak bisa menolak." Erlang terdiam sejenak, lalu tersenyum. "Aku mengerti. Aku hanya pemuda biasa yang tidak bisa mengabulkan keinginan orang tuamu." Zoya menatap Erlang dengan mata berkaca-kaca. "Lang, aku..." Erlang segera mengangkat tangan. "Tidak perlu, Zoya. Aku tahu kamu harus melakukan kewajibanmu sebagai seorang anak." Zoya tersenyum sedih. "Aku akan selalu mengingat kamu, Lang. Aku doakan yang terbaik untukmu." "Aku juga, Zoya. Aku akan selalu mendukung kamu meski kita berjauhan." Erlang dan Zoya saling menatap, lalu tersenyum sedih. Keduanya berpikir ini adalah akhir dari hubungan mereka, tapi takdir justru kembali mempersatukan mereka dalam sebuah skandal. Satu tahun kemudian adalah awal dari perjalanan baru bagi Erlang dan Zoya.
View MoreZoya tahu Arsya tidak akan setuju dia memiliki pria lain, jadi lewat bank sperma akan lebih mudah baginya untuk menemukan solusi. "Aku akan merahasiakan ini dari semua orang, Arsya, termasuk Erlang dan Syila, aku tidak akan sekali-kali memberitahu mereka tentang keadaanmu yang tidak sanggup memiliki anak," ungkap Zoya dengan bersemangat dan hal itu tiba-tiba membuat Arsya tersinggung. "Aku masih bisa, Zoya." Arsya yakin dengan pikirannya. "Aku hanya perlu bersabar, jika perlu aku akan menjumpai dokter terbaik di dunia ini, aku tidak yakin aku mandul selamanya. Aku masih muda, sehat dan segar bugar." "Ya, aku percaya," Zoya membalas dengan cara menjilat. "Kamu memang memiliki semua itu, tampan, kaya, sehat dan segar, tapi untuk sekarang, dokter saja sudah memberi penjelasan yang sama, jadi kamu butuh cara cepat untuk memiliki seorang anak!" Di lain tempat. Erlang telah tiba di sebuah cafe. Waktu berlalu hingga beberapa jam, tapi pesannya belum juga mendapatkan balasan dari Z
Tentu saja Erlang tidak terima. Zoya yang diberi peringatan, tapi dia yang meradang. Kedua tangan pria itu langsung mengepal sempurna sembari menatap tajam ke arah sang ibu mertua.Suzy yang curiga sejak awal, tidak tahan untuk tidak mengejek menantu prianya itu. "Kamu terlihat tidak suka, Erlang, apa ada yang salah dengan keinginanku atau ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari kami?" Sebelum ada jawaban dari Erlang, tiba-tiba, Arsya muncul. Dia berbicara dengan nada yang dingin. "Zoya, apa yang dikatakan Mommy benar adanya, dan kita perlu membicarakan tentang masa depan kita sekarangg juga. Mommy dan Daddy sudah menunggu kehadiran anak dari kita, dan aku pikir sudah waktunya kita memiliki keturunan."Zoya tak henti-hentinya terkejut dengan permintaan itu. Dia belum siap dan mungkin selamanya tidak akan pernah siap.Arsya memandang Zoya dengan tajam. "Jangan coba-coba untuk menolak, aku tidak terima alasan apapun, dan sekarang, ikut denganku!" serunya dengan tegas.Erlang yang duduk
Menjelang siang hari, Erlang keluar dari kamar Zoya. Kepuasan terlukis jelas di wajahnya. Dia pun kembali ke kamarnya untuk memastikan kondisi Arsyila lebih dulu sebelum akhirnya mencari seseorang. Arsyila sudah terbangun. Begitu juga dengan teman-temannya yang semalam mabuk berat dengannya. Mereka semua meminta maaf dan buru-buru meninggalkan kamar Arsyila. Ketika Sabrina dan yang lainnya keluar kamar, Erlang baru saja tiba di depan pintu. Semua wanita itu menunduk dan menggumamkan kata maaf secara serentak. "Maaf, Tuan Erlang, ini tidak akan terjadi lagi." Erlang tidak menanggapi. Setelah kepergian semua wanita itu, fokusnya kemudian tertuju pada Arsyila yang masih cengengesan menanti kehadirannya. "Maaf ya, aku benar-benar tidak sadar tadi malam, kalau aku tahu mereka semua mengikuti ku dan juga tidur di kamar kita, aku pasti akan menyuruh pelayan untuk menyeret mereka semua untuk keluar," kata Arsyila dengan penuh penyesalan. "Bagaimana kamu bisa sadar jika kamu meneguk minu
Tiba-tiba, Sasmita muncul di pintu ruang bawah tanah, wajahnya terlihat serius. "Zoya, Erlang, sebaiknya kalian pergi dari sini," Sasmita berkata, suaranya terdengar berat. Zoya dan Erlang langsung memandang Sasmita, ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi di ruang bawah tanah itu. "Apa Bu Sas mengenal pria ini? Dia begitu menyedihkan," Zoya bertanya, merasa sedikit khawatir. Sasmita mengambil napas dalam-dalam sebelum akhirnya menarik Zoya untuk menjauh dari tempat itu. "Ayo tinggalkan tempat ini! Tidak baik berlama-lama di sini!" Erlang dan Zoya saling bertukar pandang, terkejut dengan kabar itu, hingga akhirnya Zoya bertanya lagi, "Kami tetap ingin tahu siapa dia dan apa yang terjadi dengannya?" Sasmita menggelengkan kepala. "Aku tidak tahu, dan itu bukan urusanku, kalian juga tidak perlu mengurus ibu, sekarang pergilah, jangan sampai tuan Rasputin atau Arsya melihat kalian berdua bersama di sini." Pria tanpa identitas itu memperhatikan percakapan tiga orang di depannya, dia ma
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews