Home / Fantasi / SURA, PANGERAN TERBUANG / 245. PERJANJIAN UTUSAN DEWA

Share

245. PERJANJIAN UTUSAN DEWA

Author: Lampard46
last update Last Updated: 2025-12-24 10:45:19

▲ Alam Extraterrastrial ▲

Adalah sebuah alam berbentuk gerbang langit untuk memasuki salah satu teritorial alam dewa, tempat dimana para Peserta Kompetisi mendaftarkan ulang dirinya, untuk formalitas dan legalitas, sebelum memasuki domain dewa.

Sebuah pintu berwarna emas tampak menjulang tinggi dengan megah dan memiliki ukiran kuno. Gerbang raksasa yang mencakup langit itu tampak berdiri megah dan kokoh selama ratusan juta tahun.

Diseluruh dindingnya, di tutupi oleh awan yang pekat dan pintu utama masuk ke dalam terlihat begitu terang menyilaukan. Akan tetapi sebelum memasukinya, setiap orang diwajibkan menapaki jalan terjal berbentuk tangga yang berjumlah ribuan.

Tidak ada yang diberikan izin spesial untuk bisa langsung melompat masuk ke hadapan pintu. Akan tetapi kali ini, siluet wajah semua orang seketika berubah drastis, dimana seorang pemuda yang baru saja datang terlambat, malah langsung datang melompat

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   267. TUKAR POINT

    "Saudara He....! Aku punya 8 poin yang bisa saya berikan...!" ujar Mo Huaxi angkat bicara untuk bisa menyelamatkan nyawanya, sebab baginya keselamatan adalah hal yang utama."Aku punya 12 poin, ambil saja, asal kau tidak melakukan apa pun kepadaku....!" sahut Lin Jian, yang juga begitu peduli pada keselamatan nyawanya sendiri, sebab poin masih bisa dicari jika bisa menggantikan kematian sendiri.Melihat kedua orang itu bersedia memberikan poin - poin mereka untuk menggantikan nyawanya sendiri, membuat orang lain yang ada di sana, yang datang satu persatu terlihat kacau dan mulai berencana membuat keributan suara penolakan.Orang 1"Dasar kalian.. Kalau semua poin itu kalian berikan kepada orang lain, menurut aturan dari para dewa, kalian tidak boleh lagi ikut berkompetisi mulai sekarang..!"Orang 2"Apa bedanya bagi kita kalau He Sura tidak punya poin yang cukup...?"Satu per satu

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   266. RENCANA POINT

    "Permaisuri...!" sapa He Sura menyadarkan Yu Lan, karena terlihat bengong dengan tubuhnya yang gemetar hebat, merasa merinding dan ketakutan.Bagaimana tidak, monster yang ia hindari tiba - tiba muncul di hadapannya."Monster ini bernilai 100 poin! Aku tadi sudah membunuhnya sekali, dan aku pasti tidak akan mendapatkan poin jika membunuhnya lagi...!" ujar He Sura dengan tenang dan santai seolah - olah, sang Monster Dewa Palsu bukanlah sosok makhluk yang menakutkan di hadapannya, melainkan, hanya sebagai tambang poin yang akan berhasil ia kumpulkan."Kemari dan cobalah untuk membunuhnya, mungkin kita bisa mendapatkan 200 poin...!" serunya kembali memberikan pengarahan kepada Permaisuri Yu Lan.Glek.....Yu Lan menelan ludahnya, wajahnya yang tampak kacau dan babak belur, seketika terbangun dan tersadar dari komanya, melotot menatap sang Monster Dewa Palsu, dan berpikir bahwa apa yang ada di hadapannya sa

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   265. RENCANA BRILIANT

    He Sura segera menarik aksesoris pelindung bahu milik Mu Qin, dan dnegan hati yang riang gembira dan ekspresi kekanak - kanakan, ia angkat bicara "Dimana lagi tempat yang ada monster elit seperti itu...? Ayo beritahu aku...!" guraunya menunjuk - nunjuk seolah - olah masih belum cukup untuk mendapatkan 100 poin sekaligus dan masih ingin membunuh yang lain untuk menambah poin lainnya.Dari balik tembok labirin, Mu Qin tampak begitu ketakutan untuk bertemu dengan He Sura "... Kamu menyikapinya dengan begitu santai... Tapi bagiku, monster ini sangat menyeramkan..!" serunya berteriak kepada He Sura, dan masih tidak ingin keluar dari persembunyiannya."Aku hanya tahu, kalau monster yang mengerikan seperti itu, hanya ada satu dalam setiap permainan. Jadi mari kita bersenang - senang karena sudah berakhir, oke...!" sambungnya memohon kepada He Sura, agar tidak mendesaknya untuk membawa dan menemukan monster seperti itu di sesi yang lain.

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   264. POINT TAMBAHAN

    He Sura mengorek kupingnya disebabkan teriakan keras Mu Qin yang masuk berdengung di telinganya.Mata Mu Qin terbelalak dan seketika pinggiran kelopak matanya berubah warna menjadi kehitam - hitaman seperti orang yang sering begadang dan tidak tidur beberapa malam. Sembari melihat He Sura yang masih terlihat tenang dan Heavanly Dao yang masih berusaha memurnikan kekuatan hukum yang baru saja ia serap.Dalam rasa risau dan kekhawatirannya yang tinggi, ia berpikir kalau dirinya akan segera mati...! Maut sudah ada di depan mata, padahal sebelumnya ia telah membaca almanak saat keluar dari dunia asalnya mengikuti kompetisi, tapi ia tidak pernah menyangka dan mengira akan bertemu dengan monster dewa palsu yang mengerikan secepat ini..!Note :(terbitan tahunan berisi informasi kalender, data astronomi (seperti terbit dan terbenam matahari dan bulan), prakiraan cuaca, serta statistik dan informasi umum lainnya yang disu

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   263. MELATIH HUKUM SURGA

    "Hilang....?" Monster Dewa Palsu tampak begitu kebingungan, karena target kesenangannya yang sudah ada di depan matanya, lenyap begitu saja tanpa ia ketahui penyebab dan kemana perginya.Braaak......Tanah seketika hancur berlubang karena hentakan kakinya yang penuh dengan rasa amarah.Hilang...!Hilang...!!Teriaknya dengan sangat keras sembari menghempas - hempaskan telapak kakinya ke atas tanah, dan membuat tanah disekitar pijakannya berubah menjadi berlubang kawah.Hah.......Mulutnya mengeluarkan asap panas yang membara memburu kebencian dengan tatapan penus kekecewaan, sebab tidak bisa membalaskan dendam rekan - rekannya yang terbunuh dan mati sia - sia begitu saja.Bisik - bisik di balik batu dengan pelan, yang posisinya tidak jauh dari tempat Monster Dewa Palsu berdiri."Jangan bersuara...!""Berisik...! Kau pikir aku ingin melakukannya...!?

  • SURA, PANGERAN TERBUANG   262. PEMBALIKAN RUANG

    Yu Lan sang Kaisar Putih dari Negeri Supremasi Perempuan yang telah mempersiapkan diri untuk menjadi yang paling teratas, akan tetapi karena situasi yang mendesak dan diluar dari prediksinya, membuat ia terpaksa dan harus menggunakan teknik pamungkasnya untuk menghadapi musuh yang di luar imajinasinya di tahap awal."Serangga kecil.... Aku sangat tahu apa yang sedang kau rencanakan dan ingin kau lakukan saat ini...!" seru Monster Dewa Palsu, untuk mengingatkan agar tidak bertindak gegabah dan konyol untuk mengelabui.Seruan itu sontak membuat Yu Lan terkejut dan tidak menyangka kalau apa yang ada di dalam pikirannya dan rencana yang ingin ia lakukan telah tercium oleh lawannya."kie - kie - kie - kie...!"Monster Dewa Palsu tertawa licik karena bisa merasakan sebuah trik yang mengandung hukum ruang yang saat ini tengah ingin dilakukan dan dipersiapkan sebelumnya.Dimana pada saat ia menemukan wanita itu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status