Chapter: 94. PENAKLUKAN MONSTER GILA"SEKARANG!"Teriakan itu adalah lonceng kematian bagi ketenangan markas Dumang. Dalam sekejap, jerami-jerami di sudut markas berhamburan. Para pria yang tadinya tampak lemah, mabuk, dan konyol dengan plester di kening, tiba-tiba berdiri tegak dengan tatapan dingin dan otot yang mengeras. Akting mereka berakhir; yang tersisa hanyalah predator yang siap menerkam."Desa Parombunan di sini! Orang yang tidak berkepentingan, segera menyingkir!" teriakku lantang, memberikan perintah yang menggelegar di tengah kekacauan."Semuanya! Kumpulkan mereka!"Mata Birong hampir keluar dari kelopaknya. Dalam kondisi mabuk berat, ia hanya bisa melongo melihat rekan-rekannya yang pingsan diseret dan diikat menjadi dua titik tumpukan besar. Namun, Sang Harimau tidak semudah itu dijinakkan."MAJU...!"Pasukan Parombunan bergerak serentak, golok di tangan mereka be
Terakhir Diperbarui: 2026-02-21
Chapter: 93. SERANGAN KEJUTANSuasana di dalam markas mendadak riuh saat rombongan itu masuk. Dumang Saruksuk, yang masih bersantai menikmati tuaknya di bawah pohon, mengernyitkan dahi melihat iring-iringan yang dibawa bawahannya."Birong, aku menyuruhmu hanya untuk mengusir mereka, tidak perlu sampai menangkap dan membawa semuanya ke sini...!" seru Dumang dengan nada malas, mengira Birong sedang berlebihan menjalankan tugas."Kakak Tertua, dengar dulu! Pria tua ini adalah penjual anggur," sahut Birong sambil menunjuk Torop. "Ia menjual anggur seharga 100 koin tembaga per mangkuk. Tapi ada tantangannya: jika kau bisa minum sepuluh mangkuk, kau tidak perlu membayar sepeser pun!""Ho... itu agak menarik," gumam Dumang, matanya mulai berkilat rasa tahu. "Anggur macam apa itu sampai ia berani berbisnis dengan cara gila seperti itu?""Birong, melihat penampilanmu, sepertinya kau sudah mencicipinya. Apa kau tidak kuat?" ejek salah satu rekan mereka
Terakhir Diperbarui: 2026-02-21
Chapter: 92. JEBAKAN ANGGURUli perlahan membuka cadarnya, menampakkan wajah yang masih pucat karena terkejut sekaligus bingung. "Eh... Kenapa kamu ke sini?" tanyanya dengan suara yang sedikit bergetar."Nona Sinaga, ada yang harus aku lakukan di sini. Lagipula, mana mungkin aku tenang-tenang saja di gunung sementara kau ada di Kota Tarutung menghadapi masalah ini," sahutku sambil melemparkan senyum tipis dan memberi sedikit penghormatan ala bangsawan gunung."Orang yang masih hidup tidur di dalam peti mati itu akan membawa sial!" ujar Uli dengan ekspresi wajah sangat serius, mencoba memberikan peringatan keras. Namun, aku hanya mengedikkan bahu, pura-pura tidak mendengar ceramahnya soal takhayul."Kau! Cepat bereskan ini," seruku kepada pelayan tua di depan restoran. "Jangan biarkan peti mati ini teronggok di halaman, bisa membuat pelanggan tidak senang. Dan jangan lupa, bawa masuk semua guci anggur yang ada di gerobak itu!""Baik, Tuan!" s
Terakhir Diperbarui: 2026-02-20
Chapter: 91. PENYAMARAN SEMPURNASuasana di pinggir Sungai Aek Doras begitu tenang, hanya suara gemericik air dan desau angin yang menemani para pemuka Desa Martinju menghabiskan waktu dengan memancing. Namun, ketenangan itu hanyalah kulit luar dari kekecewaan yang mendalam di hati sang Kepala Desa."Kupikir kita punya harga diri di sana. Tak disangka, wajah kita ternyata dianggap seperti pantat baginya!" seru Tahan Sagala dengan nada getir.Ia benar-benar kecewa. Ia ingat betul bagaimana dulu, saat Dumang Saruksuk nyaris tewas dengan luka fatal setelah bertarung melawan harimau sendirian, Martinju-lah yang menjadi penyelamatnya. Tahan Sagala sendiri yang merawatnya hingga sembuh total. Namun kini, kebaikan itu seolah sirna tertutup angkuhnya Kota Tarutung."Abang, sekarang bukan lagi masa lalu," sahut Garau, mencoba memprovokasi suasana. "Bos Dumang sudah tidak lagi bergantung pada kita untuk makan. Orang itu sudah tidak melihat kita sebagai saudara lagi!"
Terakhir Diperbarui: 2026-02-20
Chapter: 90. PENOLAKAN DAN PENGHINAANSuasana di dalam markas mendadak menjadi sangat berat. Tekanan mental dari Bonaga tadi dibalas oleh kehadiran Dumang Saruksuk yang kini duduk tegak, memancarkan aura predator yang haus darah."Bos Dumang, Bos kami menyuruh kami ke sini... kami ingin menjalin persahabatan dengan Anda," sahut Bondut Jolma sembari melangkah maju.Ia membuka bungkusan kain putih, menampakkan sebuah patung Debata Raja Mula Jadi Nabolon yang diukir dengan sangat detail. Di zaman ini, saat keyakinan kuno masih mengakar kuat di Tanah Batak, patung itu adalah simbol penghormatan tertinggi."Dumang tidak melafalkan Ketuhanan dan tidak mempersembahkan sesajian," sahut Dumang dengan suara parau yang dingin. "Tuan Raja memberiku patung itu? Dia ingin aku menjadi orang baik di masa depan? Lucu sekali."Mata Dumang menyipit, menatap patung itu dengan hina. "Ambil kembali. Dumang Saruksuk tidak kekurangan teman."Ia kemudian menegakkan punggungnya, menatap lurus ke arah Bonaga. "Anjing memiliki jalannya sendiri, hari
Terakhir Diperbarui: 2026-02-19
Chapter: 89. BONAGA SANG SARJANAMarudut kembali ke Desa Parombunan dengan napas terengah-engah. Ia segera menceritakan ancaman dari Kota Tarutung: Dumang Saruksuk, si orang gila itu, memberi ultimatum bahwa jika toko tidak ditutup dalam tiga hari, ia akan membawa pasukannya untuk meratakan Ambun Surgawi dengan tanah."Bos, kami tidak takut padanya. Hanya saja kami sangat mengkhawatirkan keselamatan Istri Masa Depan Anda. Kami terpaksa menahan diri demi menjaga situasi, kini kami hanya bisa menunggu keputusan Anda!" lapor Marudut dengan wajah tegang.Bonaga yang berdiri di sampingnya ikut menimpali, "Tuan, Anda mungkin belum tahu siapa Dumang Saruksuk itu, tapi dia benar-benar bukan orang biasa!""Cih...! Mengganggu kesenangan saja orang ini!" gumamku pelan. Saat itu, aku sedang asyik memindahkan guci-guci anggur hasil racikanku ke ruang tengah bersama pelayan setiaku yang cantik, Jasmin."Bos Besar! Aku serius memperingatkanmu, Dumang ini pria yang berbahaya!" Bonaga menekankan suaranya."Ho...? Seberbahaya apa mema
Terakhir Diperbarui: 2026-02-19
Chapter: 339. PEMULIHAN BUMI DAN LEGENDA YANG HILANGWaktu adalah penyembuh yang paling kejam.Ia tidak menghapus luka—ia menumbuhkan kehidupan di atasnya,hingga luka itu tidak lagi dikenali sebagai luka.Begitulah yang terjadi pada Planet Bumi.Pemulihan Tanpa KesadaranJutaan tahun berlalu.Bumi berputar dalam keheningan kosmik, jauh dari hiruk-pikuk Domain Dewa, jauh dari tatapan para penguasa langit.Gunung-gunung baru lahir dari lipatan kerak.Samudra bergeser, memakan daratan lama.Hutan tumbuh di atas bekas kawah kehancuran kosmik.Tidak ada satu pun makhluk hidup yang tahu bahwa tanah yang mereka pijak—pernah dilapisi darah dewa.Manusia dan Peradaban BaruManusia berkembang pesat.Tanpa tekanan hukum surga, tanpa campur tangan dewa, mereka tumbuh liar dan bebas.Bahasa berubah.Bangsa muncul dan runtuh.Perang terjadi buk
Terakhir Diperbarui: 2026-02-08
Chapter: 338. TIDUR VEGETATIF YE XIAOLIN & DUNIA TANPA DEWA/IMMORTALIa tidak mati.Namun juga tidak hidup.Di kedalaman dunia tersembunyi yang terpisah dari alur sejarah Planet Bumi, sebuah ruang hening terbentang—tanpa cahaya, tanpa gelap, tanpa waktu yang mengalir sebagaimana mestinya.Di sanalah Ye Xiaolin berada.Ruang Tanpa JamRuang itu bukan gua.Bukan dimensi.Melainkan kantung eksistensi yang tercipta dari sisa benturan dua entitas dewa super—Ye Xiaolin dan Great Zenar—pada hari terakhir perang dua minggu itu.Hukum di sana tidak lengkap.Waktu berjalan… lalu berhenti… lalu berjalan lagi.Kadang satu detik berlalu selama seribu tahun.Kadang sejuta tahun lenyap dalam satu kedipan.Di tengah ruang itu—Ye Xiaolin terbaring.Tubuhnya utuh.Tidak terluka.Tidak rusak.Namun kosong.
Terakhir Diperbarui: 2026-02-08
Chapter: 337. RESET DUNIA & KEMATIAN GREAT ZENARTidak ada yang menang.Tidak ada yang kalah.Ketika peperangan dua entitas dewa super mencapai titik jenuh—dunia itu sendiri yang menyerah lebih dulu.Retakan yang Tidak Bisa DijahitPada hari keempat belas—langit berhenti retak.Bukan karena pulih.Melainkan karena tidak ada lagi yang tersisa untuk dipecahkan.Hukum ruang terurai menjadi fragmen tak bermakna.Aliran waktu berputar tak beraturan.Arah, atas dan bawah, sebab dan akibat—semuanya kehilangan definisi.Domain Immortal yang dahulu dibangun He Sura untuk melindungi Dunia Bumi—mulai runtuh dari dalam.Bukan karena lemahnya fondasi.Melainkan karena beban yang ditahan telah melampaui maksud penciptaannya.Keputusan yang Tidak DiucapkanDi tengah kehampaan yang berdenyut—
Terakhir Diperbarui: 2026-02-08
Chapter: 336. DUA MINGGU TANPA SIANG DAN MALAMIa tidak turun sebagai tubuh.Ia tidak hadir sebagai dewa.Ia bahkan tidak muncul sebagai cahaya.Yang turun ke Planet Bumi—dan sekaligus ke seluruh Domain Kosmik yang terhubung dengannya—adalah Wujud Dao.Sebuah kehendak murni.Getaran PertamaAwalnya, tidak ada yang menyadari apa pun.Langit tetap biru.Angin tetap berembus.Manusia tetap menjalani hidup fana mereka—bertan
Terakhir Diperbarui: 2026-02-07
Chapter: 335. TIGA WANITA HE SURA & PARA PENGUASA DUNIATidak ada ledakan.Tidak ada cahaya kosmik.Tidak ada kehancuran baru.Setelah Domain Immortal Dunia Bumi runtuh dan perang dua minggu itu berakhir, yang tersisa hanyalah keheningan panjang—hening yang menekan lebih berat daripada kehampaan itu sendiri.Dan di tengah keheningan itulah—tiga wanita masih berdiri.Bukan sebagai dewi.Bukan sebagai penguasa.Bukan pula sebagai istri dari seorang eksistensi kosmik.Mereka berdiri sebagai perempuan yang ditinggalkan oleh takdir.
Terakhir Diperbarui: 2026-02-07
Chapter: 334. PARA PENGIKUT SETIALangit akhirnya runtuh.Bukan secara harfiah—belum.Namun hukum dunia telah pecah.Retakan-retakan hukum ilahi menjalar seperti urat hitam di angkasa, membelah awan, mematahkan aliran spiritual, dan membuat Domain Immortal Dunia Bumi kehilangan pusat keseimbangannya.Serangan Great Zenar kini tidak lagi brutal.Ia menjadi tepat.Terlalu tepat.Setiap hantamannya selalu jatuh di titik di mana formasi pelindung He Sura paling rapuh—titik-titik yang hanya bisa diketahui oleh seseorang yang pernah mempelajari struktur dunia ini secara mendalam.Dan Ye Xiaolin menyadarinya.“Dia ingin dunia ini mati… perlahan,” gumamnya.Namun ia terlambat.Lima MuridDi jantung Domain Immortal, lima sosok berdiri membentuk lingkaran.Si Yelong.Sen But
Terakhir Diperbarui: 2026-02-06