Home / Romansa / SUSAN... OOH SUSAN / Hukuman Pilihan Susan

Share

Hukuman Pilihan Susan

last update Last Updated: 2025-12-24 23:39:16

Susan memang benar-benar keterlaluan, jadi wajar Lucky semakin murka padanya.

"Jangan coba-coba menghindar dari kesalahan yang sudah kamu lakukan, Susan. Bukan kah aku sudah mengatakan jika kamu harus tau batasan kamu, Susan!" tekan Lucky, dan Susan langsung terlihat menelan salivanya sendiri. "Apaan dah. Pergi nongkrong gak jelas. Bukankah kau mengatakan ingin fokus sama kuliah kamu, tapi yang aku lihat, kamu mulai bergaul dengan sembarang orang!" sambung Lucky.

Susan semakin kesulitan mendapatkan oksigen untuk mengisi paru-parunya, jarak Lucky yang terlalu dekat dan tengah mengintimasinya membuat Susan kesulitan mengelak dari amarah laki-laki itu, terlebih lagi Susan tahu jika dirinya salah.

"Apa aku perlu mengulang kalimat aku yang kemarin , Susan? Jika jam pulang kampus kamu harus pulang, dan jika kamu ingin pergi ke suatu tempat, kamu harus pergi sama sopir atau Bibi. Apa itu saja tidak bisa kamu pahami, Susan!" Sarkas Lucky mengulang kalimat yang sebelumnya dan sebelumnya lagi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (8)
goodnovel comment avatar
Bunda Ernii
wah wah klo kyak gini Susan bakalan h4bis nih sama Lucky.. bakal diajak ninu ninu keknya..
goodnovel comment avatar
eany ajjach
wah ada live streaming versi audio, coba panggilannya mode video call pasti seru wkwkwk
goodnovel comment avatar
fatmawati
ih Susan bisa bisanya kamu membuat Lucky cemburu dan kamu seharusnya menuruti omongan suamimu itu
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • SUSAN... OOH SUSAN   Menggempur...!

    Rasa kesal Adelia masih begitu kuat. Pasalnya, ini adalah kali kesekian dia menggoda dosen tampan berkaca mata tipis itu, dan baru tadi rencananya akan nyaris berhasil, tapi pada akhirnya dia gagal lagi karena dering ponsel Lucky di saku celananya."Ooh sial. Kalian tahu, gua hampir aja berhasil menggoda pak Diego, tapi kalian tahu, dia malah mendorong gua," ujar Adelia penuh emosi. Dia sedang bercerita sama cewek-cewek gengnya."Emang kek mana reaksi pak Diego...? Apa dia ...!""Dia udah nyentuh dada gua, bahkan dia tadi juga meremasnya . Gua baru bersiap untuk menggoda bibirnya, tapi tiba-tiba ponsel dia berdering, dan dia malah mendorong gua. Asem gak sih!" jawab Adelia."Sumpah demi apa lu...?!" seru temannya dan Adelia langsung mengangguk."Iya. Lu gak liat sih bagaimana reaksi dia ketika dia melihat kencing kemeja gua yang terbuka, dia sampai kesulitan menelan salivanya karena ingin menyentuh buah dadaku yang segar dan montok. Bahkan beberapa kali gua lihat dia menelan ludah den

  • SUSAN... OOH SUSAN   Menelanjangi

    Susan yang sedang panik tidak bisa berpikir aneh-aneh saat ini, dan iya... Pikirnya dia harus membuat petugas ke keamanan tadi berpikir jika mereka tidak ada di dalam sana, sementara Lucky, Lucky seperti menahan nafasnya sendiri agar tidak berhembus karena bisa jadi suara helaan nafasnya akan terdengar oleh petugas di luar pintu kamar mandi itu dan masalah akan segera menjemput mereka. "Kamar ini juga enggak. Hanya ada sepasang kali, dan sepertinya dia lagi BAB!" suara petugas itu terdengar berbisik dengan rekannya. "Yang ini juga kosong!" jawab petugas keamanan lainnya. "Kemana mereka. Cepet banget kaburnya!" balasnya lagi. "Sudahlah. Kita mending balik. Kita liat masalah apa yang dua orang tadi buat!" Langkah kaki kedua orang itu terdengar menjauh dari kamar mandi, itu dan kini tergantikan suara lain yang mungkin baru masuk ke kamar mandi itu. Namun Lucky dan Susan masih sama-sama diam, antisipasi jika kedua petugas keamanan itu masih belum sepenuhnya meninggalkan area kamar

  • SUSAN... OOH SUSAN   Terlalu Intim

    Kesabaran Susan benar-benar tidak lagi bisa bertahan. Pasalnya dia sudah menghabiskan tiga cart untuk permainan mesin capit itu saja, akan tetapi tak satupun boneka itu berhasil dia capit, padahal anak-anak di box sebelah terlihat begitu mudah melakukan permainan itu."Brengseeeek... Sepertinya kau ingin mempermainkan Susan kan!" ujar Susan seraya menendang gerobak mainan itu dan Lucky buru-buru menghentikannya sebelum ada yang melihat mereka."Susan. Jangan lakukan itu!" Lucky khawatir, dan kembali melirik ke kiri dan ke kanan akan tetapi Susan yang terlanjur emosi benar-benar tidak mengindahkan ucapan Lucky yang memintanya tenang, karena detik berikutnya Susan justru semakin menggoyangkan gerobak mainan itu seperti orang kesetanan bahkan Susan tampak ingin mendorong gerobak itu hingga terjatuh dan pecah dan mungkin setelah itu dia bisa mengambil boneka yang dia inginkan, akan tetapi detik berikutnya Lucky justru menarik tubuh Susan , menghentikan aksi gila Susan karena tiga orang pe

  • SUSAN... OOH SUSAN   Menenangkan Susan

    Entah apa namanya ini, apakah Lucky sedang mendapatkan rezeki karena ditawari tubuh mahasiswinya yang begitu semok dan seksi mengalahkan keseksian Aura Kasih, ataukah ini adalah bagian dari ujian untuk Lucky."Saya benar-benar tidak keberatan jikapun Mr menginginkannya lebih, jadi... silahkan!" ujar Adelia seraya mencondongkan dadanya lebih dekat dengan dada Lucky, dan Lucky semakin kesulitan mengendalikan kerja otaknya, dan detik berikutnya Adelia justru menarik tangan Lucky untuk menyentuh buah dadanya. Namun bersamaan dengan itu, tiba-tiba dering ponsel Lucky seolah menyadarkan Lucky dari rasa terbuainya."Ooh my God. Apa yang kamu lakukan Adelia... Kamu jangan kurang ajar ya...!" ujar Lucky sinis."Tapi Mr... Tadikan Mr sendiri yang mulai menyentuh buah dadaku, dan saya hanya...!""Stop Adelia. Jangan konyol. Kita sedang di kampus!" potong Lucky. Dia lantas merogoh saku celananya untuk mengeluarkan benda pipih yang dari tadi bergetar dan berdering seperti menyadarkan Lucky dari se

  • SUSAN... OOH SUSAN   Lakukan Lebih Dari Itu.

    Kadang ada kata yang tak tersirat tiba-tiba memenuhi pikiran kita. Saat bibir mengatakan tidak, kadang logika mengatakan sebaliknya, dan iya... Hal itu yang saat ini Lucky rasakan pada Susan. Rasa ingin menyentuh Susan lebih, padahal sebelumnya Lucky juga mengatakan tidak ingin mengganggu study Susan.Lucky tidak menjawab, tapi sebelah tangannya kini justru membelai pinggang hingga punggung Susan, melepas pengait di belakang punggung Susan hingga benda berwarna merah muda itu lepas dari tubuh Susan dan Susan buru-buru menahan benda itu agar tidak jatuh."Lucky... Susan gak bis...!""Husst...!" Lucky hanya meletakkan satu ujung jarinya di depan bibir Susan, setelahnya Susan kembali diam, dan detik berikutnya Lucky justru menarik kain merah mudah itu dari tangan Susan. Melemparnya ke sofa belakangnya dan detik yang sama Susan justru terlihat menarik nafasnya."Please... Jangan lakukan itu Lucky. Susan ada kelas pagi hari ini!" ucap Susan dengan suara terbata ketika Lucky menarik pinggan

  • SUSAN... OOH SUSAN   Aah... Di Rudal

    Bukan tidak pernah Lucky dekat dengan seorang wanita. Pernah... Pernah ada wanita yang menempati hati Lucky di masa lalu, hanya saja cinta itu kandas karena satu hal yang tidak seorangpun tahu, dan wanita itu , wanita yang pernah Lucky cintai hilang tanpa kabar, meninggalkan Lucky dengan perasaan kosong tanpa kepastian. Dan iya... Lucky memiliki trauma dari kisah cinta itu, di mana dulu mereka pernah berjanji untuk tetap bersama . Namun akhirnya semua tidak sejalan dengan harapan mereka.Hingga akhirnya tujuh tahun lalu, Lucky tiba-tiba mendapatkan info tentang wanita itu, yang berada di luar negeri. Lucky nekat mencarinya , hanya untuk memastikan jika dia baik-baik saja. Namun naas, saat Lucky menemukannya, wanita itu ternyata sudah menikah, bahkan saat itu, wanita itu sedang hamil besar.Patah hati. Lucky patah hati, dan sejak saat itu Lucky seperti tidak percaya dengan yang namanya wanita, apa lagi cinta, karena pikir Lucky cinta itu omong kosong, dan sejak saat itu Lucky hanya men

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status