Laki-Laki Dari Mimpi

Laki-Laki Dari Mimpi

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-08-08
Oleh:  MayangnouraBaru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Belum ada penilaian
7Bab
13Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Selama bertahun-tahun, Eleanor selalu dihantui mimpi yang sama. Dalam setiap mimpinya, seorang laki-laki berwajah tampan terus mengejarnya dengan tatapan yang membuat bulu kuduknya meremang. Ia tidak pernah tahu siapa pria itu, tetapi nalurinya selalu berteriak bahwa ia harus melarikan diri. Malam demi malam, Eleanor terus berlari, sementara rasa takut perlahan menjadi bagian dari hidupnya. Di sisi lain, Xavier Knight justru mengalami mimpi yang sangat berbeda. Dalam mimpinya, seorang gadis cantik selalu hadir, lalu berlari menjauh setiap kali ia berusaha mendekat. Tanpa mengetahui alasan yang pasti, Xavier jatuh cinta kepada gadis misterius itu. Kerinduan yang terus menumpuk membuatnya menghabiskan waktu bertahun-tahun mencari sang gadis ke berbagai tempat, tetapi hasilnya selalu nihil. Takdir akhirnya mempertemukan mereka di dunia nyata. Eleanor datang ke kediaman keluarga Knight sebagai seorang pelayan, sedangkan Xavier adalah tuan muda yang dingin, berkuasa, dan ditakuti banyak orang. Pertemuan yang seharusnya menjadi akhir dari penantian justru berubah menjadi awal dari mimpi buruk. Eleanor semakin takut ketika menyadari bahwa pria dalam mimpinya benar-benar ada, sementara Xavier tidak lagi ingin kehilangan gadis yang telah ia cari selama bertahun-tahun. Bagi Eleanor, Xavier adalah ancaman yang harus dihindari. Bagi Xavier, Eleanor adalah takdir yang tidak akan pernah ia lepaskan. Namun, mimpi yang terus mempertemukan mereka ternyata bukan sekadar bunga tidur. Di balik setiap pelarian, setiap tatapan, dan setiap pertemuan mereka, tersimpan sebuah rahasia besar yang telah dikubur selama puluhan tahun.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Mencari Letak Gerbang Utama

Buk!

Eleanor tersentak ketika satu set pakaian pelayan berwarna hitam putih dilempar begitu saja ke arah tubuhnya hingga mengenai bahunya. Gadis itu refleks memegang bagain bahu tersebut sebelum perlahan menoleh. Di depannya, kepala pelayan berdiri dengan tangan terlipat di dada. Tatapannya tajam dan penuh tekanan. Ekspresinya sangat dingin hingga membuat Eleanor merasa takut.

“Heh, pelayan baru! Tuan Xavier memberi ratusan ribu vareon pada bibimu untuk menjadikanmu pelayan di sini, bukan untuk menjadi tuan putri cengeng! Paham?!” bentak Lily dengan suara keras dan ekspresi tak suka.

Eleanor menunduk cepat sembari menyeka basah di pipinya. Belum sempat ia menjawab, Lily kembali membentaknya.

“Sudah, sekarang ambil seragammu, ganti, lalu kerjakan tugasmu!”

Eleanor mengangguk dengan sedikit menggigit bibir bawahnya agar tangisnya tidak pecah lagi. Kedua tangan lentiknya kemudian buru-buru memungut pakaian pelayan yang dilemparkan padanya tadi dari lantai. Dengan tubuh yang gemetar, Eleanor mengganti bajunya.

Tak lama kemudian, Eleanor sudah berada di luar bangunan tempatnya tadi berada. Angin sore berembus pelan menerbangkan beberapa helai rambut panjang hitam indahnya yang dikuncir ekor kuda. Di tangannya kini terdapat sapu lidi yang akan ia gunakan untuk membersihkan halaman luas tersebut.

Eleanor memandang sekelilingnya. Wilayah yang luar biasa luas hingga ia tidak mampu melihat dimana letak tepinya. Yang mampu di jangkau oleh indera penglihatnya sekarang hanya jalan-jalan batu membentang panjang dengan pepohonan besar di kanan kiri. Ada taman bunga yang tertata rapi, air mancur marmer, dan beberapa bangunan besar yang berdiri berjauhan satu sama lain. Tapi yang ingin dilihatnya justru tidak tampak.

‘Dimana letak gerbang itu? Dimana letak jalan keluar lain dari tempat ini?’ tanyanya dalam hati pada dirinya sendiri. Eleanor mendengkus kecewa karena niatnya seolah tidak akan berjalan mulus seperti apa yang diharapkannya. Tangannya memegang kuat gagang sapu karena dadanya tiba-tiba terasa berdebar dan sesak setelah menyadari kenyataan ini.

“Kerja yang benar! Yang cepat! Jangan lamban!”

Suara Lily membuyarkan lamunannya. Eleanor pun segera menyapu daun-daun kering di sekitarnya dengan gerakan cepat. Diliriknya beberapa pelayan yang sudah lebih dulu menyapu, tampak mempercepat gerakan juga. Eleanor pun jadi tahu kalau Lily ditakuti di tempat ini. Hal lain yang kemudian Eleanor juga ketahui adalah setiap pelayan memiliki jatah wilayah sendiri untuk dibersihkan. Dan ia mendapat jatah hanya di sekitar bangunan tempat para pelayan tinggal.

Saat pekerjaannya hampir selesai, tiba-tiba fokus Eleanor jatuh pada bangunan utama yang berdiri megah di tengah wilayah tersebut. Bangunan itu sangat besar dan berkonsep kastil dalam cerita dongeng hanya saja tampak modern. Dindingnya berwarna abu-abu terang dengan jendela-jendela tinggi yang tampak elegan. Menara-menara menjulang berdiri di beberapa sisi bangunan. Meski terlihat indah, entah kenapa bangunan itu memberikan kesan dingin dan sulit didekati.

Tatapan Eleanor tidak sengaja menangkap dua wanita cantik yang keluar dari bangunan utama tersebut. Mereka berjalan beriringan menuju mobil mewah yang telah disiapkan di depan pintu masuk. Penampilan mereka sangat mencolok. Gaun-gaun mahal membalut tubuh mereka dengan sempurna. Rambut mereka tertata rapi. Wajah mereka dipenuhi riasan elegan. Beberapa pria berpakaian hitam yang mengantar mereka keluar. Kemudian mereka pergi dengan menggunakan mobil mewah itu.

Eleanor mengernyit pelan. ‘Siapa wanita-wanita itu? Apa yang mereka lakukan di bangunan utama?’

Eleanor belum sempat memikirkan jawabannya ketika suara dua pelayan wanita terdengar tidak jauh darinya.

“Tuan kita mendatangkan wanita-wanita cantik lagi?” ujar salah satu pelayan sambil menyapu. “Dia tidak ada puasnya ya?”

Pelayan lainnya langsung terkekeh kecil. “Pria muda dengan kekayaan luar biasa mana cukup dengan satu wanita?”

“Hahahahaha....”

Keduanya tertawa pelan. Tapi bagi Eleanor, percakapan singkat itu justru membuat dadanya terasa tidak nyaman. Dari obrolan sederhana itu, ia langsung menarik kesimpulan untuk apa para wanita cantik tadi berada di bangunan utama. Yaitu untuk menjadi hiburan Xavier.

Eleanor menunduk sambil terus menyapu pelan. Entah kenapa, bayangan tentang sosok pria bernama Xavier Knight mulai memenuhi pikirannya. Selama ini ia hanya mendengar sedikit tentang pria itu tanpa pernah melihatnya. Xavier Knight dikenal sebagai pria muda berusia tiga puluh lima tahun dengan kekayaan yang luar biasa. Banyak orang mengatakan bahwa kekayaannya bahkan tidak akan habis sampai beberapa generasi. Ia memiliki banyak tanah luas, bisnis di berbagai kota dan negera, dan pengaruh besar yang membuat banyak orang segan padanya.

Tapi di balik semua itu, Xavier Knight juga dikenal sangat tertutup. Tidak ada yang benar-benar mengenalnya secara dekat. Orang-orang hanya tahu bahwa pria itu hidup seorang diri di tempat sebesar ini tanpa orang tua maupun saudara. Hanya orang-orang yang bekerja padanya yang menemaninya.

Dan sekarang, Eleanor mengetahui satu hal lagi tentang Xavier Knight. Yaitu kebiasaan pria itu dengan para wanita cantik.

“Eh, pelayan baru.”

Eleanor tersentak ketika seorang pelayan perempuan tiba-tiba berdiri di dekatnya. “Ka-kamu bicara padaku?”

Pelayan itu mengangguk sambil melirik Eleanor dari atas ke bawah. “Kamu baru datang hari ini?”

“Iya.”

“Hm.” Pelayan itu memperhatikan Eleanor dari atas ke bawah sebelum akhirnya berbisik pada temannya dan kembali bekerja.

Melihat itu, Eleanor mengernyit bingung. Tapi untuk bertanya, Eleanor tidak berani karena ia belum mengenal mereka.

Eleanor mengarahkan tatapannya pada bangunan utama yang menjulang megah di kejauhan itu lagi. Entah mengapa tempat itu terasa jauh lebih menyeramkan dibanding sebelumnya. Padahal matahari masih bersinar terang. Seperti ada sesuatu yang gelap bersembunyi di balik kemewahan bangunan tersebut.

***

Sementara itu, di bangunan utama yang berdiri megah bak kastil di tengah wilayah tersebut, suasana terasa jauh berbeda dibanding area para pelayan. Lorong-lorong luas dengan lantai marmer mengilap tampak sunyi dan dingin. Cahaya matahari masuk melalui jendela-jendela tinggi, memantulkan bayangan panjang yang membuat tempat itu terasa semakin hampa.

Di salah satu ruangan besar di lantai atas, seorang pria paruh baya berdiri dengan kepala tertunduk dalam.

“Untuk yang ke sekian kali, saya minta maaf jika belum juga berhasil menemukan gadis yang tuan cari,” ucapnya penuh penyesalan.

Pria itu bernama Henry.

Selama puluhan tahun, ia bekerja sebagai asisten pribadi sekaligus orang kepercayaan Xavier Knight. Rambutnya yang mulai memutih dan kerutan tipis di wajahnya menjadi bukti bahwa usianya tidak lagi muda. Namun selama ini, Henry selalu dikenal sebagai orang yang mampu menyelesaikan segala urusan dengan sempurna.

Sayangnya, untuk urusan yang satu ini berbeda.

Di hadapannya, Xavier Knight duduk di kursi kerja besar berwarna hitam dengan ekspresi dingin yang sulit ditebak. Tatapan tajam pria itu menempel lurus pada Henry tanpa berkedip sedikit pun.

Ruangan kerja itu sangat luas dan bernuansa maskulin. Rak-rak buku besar memenuhi salah satu sisi dinding. Meja kerja hitam mengilap berdiri kokoh di tengah ruangan. Sementara jendela kaca besar memperlihatkan pemandangan langit biru di luar sana.

Tapi semewah apa pun tempat itu, suasananya tetap terasa menyesakkan. Terutama saat Xavier sedang diam seperti sekarang.

“Selalu maaf yang kamu katakan, Pak,” ucap Xavier akhirnya dengan suara rendah dan berat. “Padahal aku tidak membutuhkannya.”

Henry menundukkan kepalanya lebih dalam.

“Yang aku butuhkan adalah gadis itu,” lanjut Xavier.

Bersambung.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
7 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status