Dokter Dashel, Jangan! Ada Suamiku

Dokter Dashel, Jangan! Ada Suamiku

last updateآخر تحديث : 2026-07-23
بواسطة:  NACLمستمر
لغة: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
لا يكفي التصنيفات
5فصول
16وجهات النظر
قراءة
أضف إلى المكتبة

مشاركة:  

تقرير
ملخص
كتالوج
امسح الكود للقراءة على التطبيق

"Bermalamlah bersamaku, Lenora." Ucapan itu menggema di telinga Lenora. Ia tak pernah menyangka, atasan baru suaminya datang sebagai tamu kehormatan. Di saat Lenora terjebak dalam pernikahan yang penuh luka dan pengkhianatan, Dokter Dashel hadir, menawarkan kesempatan kedua untuk mengejar mimpi yang telah lama ia kubur. Namun, semakin dekat dengannya, semakin besar pula skandal yang mengintai. Haruskah Lenora bertahan demi status sebagai seorang istri... atau memilih kehidupan baru yang penuh godaan dan kejutan?

عرض المزيد

الفصل الأول

Bab 1: Oh, Atasan Suamiku

 

"Kamu tuh boros!" Suara bentakan Enzo berdenging di telinga.

Lenora sampai berjengit mendengarnya dan tangannya yang sedang memegang kain lap gemetar, tetapi ia menahannya. Jangan sampai pria itu, suaminya, melihat kegoyahannya.

“Tapi Enzo. Ibuku lagi butuh uang, untuk beli obat. Tolong izinin aku kerja. Please,” lirih Lenora sembari menatap nanar suaminya tengah mengenakan kemeja hijau muda.

“Nggak! Kamu tetap di rumah! Nggak ada untungnya juga kamu kerja!” cecar pria itu yang selesai merapikan penampilannya. “Sekarang ambil sepatuku yang udah kamu bersihin. Hari ini ada atasan baru, aku harus kelihatan menonjol.”

Langkah Lenora tertatih menuju rak sepatu di sudut kamar. Pandangannya bergerak perlahan mencari sepatu pantofel hitam milik sang suami. Setelah mendapatkannya, ia mendekati Enzo. Namun bukan sekadar menyerahkan, tetapi membantu mengenakannya.

“Ini sudah,” cicit Lenora, mendongak menatap pada pria yang tengah tersenyum melihat penampilannya di cermin.

Enzo lantas mengambil tas kerjanya, lalu meninggalkan Lenora yang berjongkok di lantai. Kala mesin mobil menyala, ia lekas mengejar sang suami.

“Apa lagi? Udah telat, reputasiku bisa rusak karena kamu!” Suara ketus Enzo.

“Enzo, aku mohon. Aku mau kerja supaya dapat uang lebih untuk ibuku,” pinta Lenora lagi, manik hitamnya memandang lekat pada sang suami yang duduk di balik kemudi.

“Berapa kali aku bilang nggak, ya, nggak! Kamu tahu kan tahu sendiri ibuku stroke. Kalau kamu kerja, apalagi pulang malam, siapa yang ngerawat ibuku?!” Pria itu memelotot dengan urat rahang yang mencuat.

Alih-alih menjawab, Lenora terdiam kaku. Mulutnya pun terkatup erat, karena ia sudah tahu apa jawaban suaminya ini. Sudah pasti karena biaya.

“Sewa perawat itu mahal. Inget, aku masih pendidikan dokter spesialis perlu uang banyak. Kita harus hemat! Paham, sana masuk, mandiin Ibu!” titah Enzo, mulai memundurkan mobil, meninggalkan pekarangan rumah minimalis mereka.

Benar bukan? Pria itu memang selalu mempermasalahkan uang. Jika sudah menyangkut masalah satu itu, membuatnya enggan mendebat. Dapat dipastikan ia kalah.

Sepeninggal Enzo, Lenora meratapi isi dompet yang tersisa uang lima belas ribu— sisa untuk hari ini. Ia menghela napas panjang, jangankan mengirim uang untuk orang tua, membeli skincare saja kesulitan. Hanya bisa ia masukkan ke keranjang kuning tanpa tahu kapan bisa memilikinya.

Lenora lantas mengirimkan pesan pada ibunya.

[Maaf, Bu. Aku belum ada uang.]

Setelah selesai memandikan dan menyuapi ibu mertuanya hingga tertidur lelap karena efek obat, Lenora lekas mencuci tumpukan pakaian. Semua ia bersihkan menggunakan tangan, itu perintah sang suami agar kainnya tidak mudah kusam.

Tidak terasa sudah setengah hari ia lewati. Rutinitas ini selalu saja berulang setiap harinya. Tidak ada yang istimewa dari ibu rumah tangga seperti dirinya. Apalagi tanpa anak membuat menit demi menit teramat panjang dan lelah tanpa hiburan.

Mungkin itu yang membuatnya tak kunjung mengandung. Meskipun usia pernikahan mereka telah menginjak tiga tahun lebih. Kelelahan dan stres bisa jadi faktor utama.

Kala tengah merenung sembari mengangkat jemuran yang kering, telepon genggam di sakunya berdering. Buru-buru Lenora menerimanya.

“Ya, halo Enzo?”

“Aku ada berita bagus untuk kamu.”

Lenora sumringah, apakah Enzo akan berubah pikiran? Semoga saja.

“Aku ngundang atasanku ke rumah untuk makan malam. Kamu masak yang enak dan dandan yang cantik! Jangan bikin malu suami!”

Kabar itu melunturkan senyum tipis Lenora dengan cepat.

"Masak yang enak? Tapi uangnya sisa lima belas ribu. Tadi pagi kan dipotong beli sayur bening sama popok Ibu, sisanya cuma segini." Intonasi Lenora terdengar pelan.

“Sisa lima belas ribu? Aku kasih kamu lima puluh ribu. Harusnya sisa banyak! Kalau kamu masak menu biasa, nanti atasanku nggak terkesan!” cecar Enzo lagi.

“Ya, itu sisanya. Aku juga udah sehemat mungkin. Tapi sekarang apa-apa mahal, Enzo.” Lenora berusaha menjelaskan, berharap sang suami paham.

Helaan napas panjang terdengar dari dalam telepon genggam.

"Tabunganku kepakai buat biaya ujian semester ini, Lenora! Limit kartu kreditku juga habis. Ajuin pinjaman online sekarang, pakai nama kamu dulu!"

“Aku nggak mau! Kapok gali lobang tutup lobang. Nanti aku diteror dept collector lagi.” Genggaman Lenora pada ponselnya mengeras.

Sungguh ia tak ingin kejadian menyeramkan itu terulang kembali. Sudah cukup!

“Kamu bantah suami?” Suara Enzo melunak. "Ini demi masa depan kita, Sayang. Kalau sambutan di rumah bagus, karirku di rumah sakit makin mulus. Kamu mau kan punya suami sukses?" tekan pria itu, seolah memiliki seribu satu cara.

Telapak kaki Lenora yang terbingkai sandal jepit bergerak-gerak di atas rumput. Bola matanya terputar ke samping. Hening sejenak, tak ada percakapan di antara mereka.

“Ya, udah. Aku ajukan dulu.” Akhirnya jawaban bernada lirih itu keluar dari bibir Lenora.

“Terima kasih, Sayang. Hari ini aku pulang cepat. Kita sambut atasanku ini bersama.”

Panggilan suara yang tak diinginkan itu terputus sepihak.

Lenora menatap sendu pada aplikasi pinjaman online. Perasaan hina yang luar biasa membakar dadanya. Ia seorang mantan mahasiswi kedokteran yang dulu berprestasi, tetapi harus menanggung utang berbunga mencekik hanya demi memenuhi gengsi suaminya. Dengan napas sesak dan mata berembun, ia memejamkan mata rapat-rapat lalu menekan layar itu.

Notifikasi berhasil.

Lenora memanfaatkan aplikasi belanja online. Ia tak mungkin meninggalkan ibu mertuanya yang sedang terlelap di kamar.

Setelah kurir datang, Lenora memotong sayur dengan tergesa, menumis rempah sambil menyapu lantai, hingga menyempatkan diri mengganti gorden ruang tamu yang kusam. Setiap detik yang berlalu menguras habis sisa tenaganya.

Keringat yang menetes membuat kulitnya lengket. Daster-nya pun lumayan basah terciprat air dari sink. Meskipun tubuhnya lelah, Lenora tersenyum puas melihat kerja kerasnya dengan waktu sesempit ini.

“Huh, akhirnya selesai juga. Sekarang tinggal aku yang mandi.”

Lenora melihat jam, sisa waktu satu jam lagi. Pandangannya pun bergeser pada lemari berisi hiasan. Ia menghembuskan napas berat melihat pantulan diri. Cepolan rambutnya berantakan dan daster putihnya basah. Namun baginya masih memiliki waktu untuk mematut diri sebelum menerima tamu.

Lenora hendak ke kamar, tetapi langkahnya terhenti karena bel pintu berbunyi. Tanpa merapikan penampilannya ia berlari kecil menuju pintu utama. Sudah pasti itu Enzo.

Pintu sengaja dibuka lebar.

“Enzo, kam—”

Ucapan itu menggantung. Napasnya terasa sesak dan kerongkongannya mengering. Matanya pun membelalak tatkala melihat pria tinggi dengan kulit putih bersih ada di hadapannya.

“Ka—kamu?”

Pria itu menatap Lenora tanpa berkedip sedikit pun.

توسيع
الفصل التالي
تحميل

أحدث فصل

فصول أخرى

للقراء

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

لا توجد تعليقات
5 فصول
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status