Share

Menelanjangi

last update Petsa ng paglalathala: 2025-12-30 22:29:39
Susan yang sedang panik tidak bisa berpikir aneh-aneh saat ini, dan iya... Pikirnya dia harus membuat petugas ke keamanan tadi berpikir jika mereka tidak ada di dalam sana, sementara Lucky, Lucky seperti menahan nafasnya sendiri agar tidak berhembus karena bisa jadi suara helaan nafasnya akan terdengar oleh petugas di luar pintu kamar mandi itu dan masalah akan segera menjemput mereka.

"Kamar ini juga enggak. Hanya ada sepasang kali, dan sepertinya dia lagi BAB!" suara petugas itu terdengar b
Danny Fabiano

Quis Susan dan Lucky menikah tanpa melewati proses pacaran, pendekatan, apalagi cinta-cintaan. Lucky melamar Susan tepat di hari pertama mereka berkenalan. Yang jadi pertanyaannya: 1. Berapa mahar yang Susan minta dari Lucky...? 2. Berapa score permainan basket Susan kemarin? 10 jawaban tercepat dan tepat. Bisa claim @10k saldo e-wallet. Kirim jawabannya via japri.

| 12
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (14)
goodnovel comment avatar
Sri Indah
Lucky mana bisa tahan melihat kelakuan Susan . Gak usah takut lah , itu menyenangkan kan. Ehh, siap tuh yang mereka lihat ?
goodnovel comment avatar
ida sari
ada aja lah kelakuan Susan buat lucky ga bisa nahan kan Krn ulah nya.. siapa yg mereka liat ya ,,jgn2 petugas keamanan ya
goodnovel comment avatar
Lola Mareza Lakoca
nah siapa lg yg mereka temukan
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • SUSAN... OOH SUSAN   Negosiasi 1

    Susan masih ingin protes , tapi Lucky justru menariknya lebih dekat, memeluknya dengan lembut. Bukan lagi gerakan tergesa atau canda yang berisik, melainkan pelukan yang menenangkan, seolah ingin memastikan bahwa semuanya baik-baik saja."Kau keterlaluan Lucky. Bisa-bisanya kau begitu serakah seperti ini. Kalo kamu tetap seperti ini, mungkin besok Susan bisa mati. Capek!" Susan terisak lirih , saat Lucky selesai dengan aktifitasnya. Benar-benar sangat melelahkan, tapi juga sangat menyenangkan."Bukankah kau yang minta jatah tujuh kali sehari. Aku hanya menuruti keinginanmu, Susan!" jawab Lucky seraya menyadarkan punggungnya di sisi bathtub besar itu, tapi Susan justru mencipratkan air ke arah Lucky."Enggak. Susan gak pernah bilang mau tujuh kali , kamu salah faham !" tolak Susan, tapi Lucky hanya terlihat menghela nafas."Terus kamu maunya bagaimana, Susan sayang. Aku hanya ingin yang terbaik untukmu... Dan...!""Yang terbaik apanya...? Yang ada kalo kamu terus seperti ini, aku bis

  • SUSAN... OOH SUSAN   Wanita Unik

    "Kau liat itu... Pak Lucky sama cewek... Eeehm siapa tadi namanya...? Sus... Sus...!""Susan. Namanya Susan. Dia menyebut namanya Susan?" "Apa itu ceweknya Tuan Lucky...? Wah.. pasti cewek itu spesial banget. Ampe di gotong gitu sama Tuan Lucky!" ucap wanita berbadan gemuk itu."Hooh. Jarang banget Tuan Lucky bersikap seperti itu!" "Bukan jarang, anjirrr, tapi nyaris gak pernah. Emang kamu pernah liat Tuan Lucky dekat sama cewek. Orang di gosupkan aja gek pernah!" sarkas si gemuk dan wanita satunya lagi langsung mengangguk."Kamu benar. Aku yakin tu cewek pasti sangat spesial... Aah kalo kek gini, artinya akan datang kabar baik nih dari Tuan Lucky. Sepertinya Tuan Lucky akan segera mengakhiri masa lajangnya!" balas Mirna , wanita berbadan lebih kurus dan tinggi ."Kau benar Mir. Dan itu artinya, kita akan patah hati berjamaah!" bales si gemuk ."Aaah gak juga sih. Mungkin yang patah hati itu cuma kariawan cewek yang masih lajang, dan sedang curi-curi kesempatan dekat sama Tuan Lucky

  • SUSAN... OOH SUSAN   Ujian Kesabaran

    Kadang kala kita tidak sadar, tindakan yang menurut kita biasa, bisa jadi sangat tidak masuk akal oleh orang lain, dan lah yang sama juga terjadi dengan Susan dan Lucky.Hanya perkara Susan duduk sambil mengayunkan kakinya di luar jendela perusahaan lucu yang katanya sangat tinggi, justru membuat Lucky naik pitam dan nyaris serangan jantung, padahal Susan tidak merasakan apa-apa ketika duduk di jendela itu, selain angin sepoi-sepoi yang begitu menenangkan. Iya... Kadang orang bosan bisa melakukan sesuatu di luar nalar, tapi Susan justru menganggap itu biasa.Lucky benar-benar kehabisan kata untuk mendebat Susan , tapi Susan seolah tidak paham jika Lucky mengkhawatirkan nya. Lucky hanya tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi dengan Susan, karena resikonya akan berdampak pada kedua orang tuanya, dan paling parah neneknya bisa saja ikut campur dalam masalah itu, tapi lihatlah... Apa alasan yang Susan berikan untuk membenarkan tindakannya."Itu karena Susan benar-benar bosan Lucky. Hp Su

  • SUSAN... OOH SUSAN   Rasa Mual Lucky

    Wanita cantik, banyak.Wanita baik, juga banyak.Wanita independen, ada.Wanita karier, juga ada.Semua punya kelemahan dan kelebihan masing-masing.Jika kamu memilih wanita cantik maka kamu harus lebih bekerja keras untuk merawat kecantikannya, termasuk membayar asisten rumah tangga untuk mengurus semua pekerjaan di rumah. Karena katanya cantik butuh modal.Jika kamu memilih wanita independen, kamu harus siap karena sainganmu bukan lagi laki-laki, melainkan ego-nya.Kalau kamu memilih wanita yang biasa saja, tidak bekerja atau tidak berkarir, maka percayalah wanita seperti itu akan sepenuhnya menjaga keluargamu, hanya saja kamu harus menerima kenyataan, dia tidak bisa membantu perekonomian kamu.Semua punya takaran masing-masing, kamu hanya perlu menempatkan dirimu untuk mengimbangi wanita pilihanmu. Namun Lucky tidak memilih kriteria yang bisa dibilang wow. Dia justru memilih seorang Susan yang dari kampung dan butuh banyak bimbingan untuk bisa bersosialisasi dengan keluarganya.P

  • SUSAN... OOH SUSAN   Kurang Kerjaan

    Tiga jam sudah Susan berada di ruang kerja Lucky. Dia duduk santai di sisi jendela dengan kaki yang menjuntai ke arah luar. Benar-benar menikmati pemandangan kota dtsk ketinggian ratusan meter.Tidak ada rasa takut , tidak ada rasa gugup yang dia rasakan ketika harus menunduk ke arah bawah dari ketinggian, saat kebanyakan orang malah akan merasa mual.Susan tidak seperti itu, bahkan nyaris setengah dari buku novel di bacaannya sudah Susan baca, tapi belum ada tanda-tanda Lucky akan kembali ke ruangan itu, dan sekarang perut Susan malah berbunyi. Lapar."Ini Lucky ngapain aja sih di sana. Tadi katanya mau suruh orang anterin makanan... Mana... Susan kan lapar!" Susan medumel sendiri.Susan menghela nafas , serakah mengelus perutnya sendiri. Pagi tadi dia hanya sarapan sedikit, itupun buru-buru. Setelah Lucky malah menggempur nya lagi di dalam mobil, dan energi yang tercipta dari makanan yang sebelumnya Susan makan benar-benar sudah terkuras habis hanya untuk mengimbangi hasrat dan gai

  • SUSAN... OOH SUSAN   Cicilan Ke-dua

    Lift terbuka, Lucky, Susan dan Rudy keluar bersama, dan Rudy berjalan lebih dulu ke ruang kerjanya, karena harus mengambil beberapa file untuk dia serahkan ke Lucky, dan nanti file itulah yang akan mereka persentasikan.Lucky membuka pintu kaca gelap itu, lalu meminta Susan untuk menunggunya."Tunggu aku di sini. Jangan keluyuran kesana-kemari," ucap Lucky. "Meeting mungkin akan berjalan cukup lama, jadi santailah!" sambung Lucky, dan Susan hanya mengangguk.Lucky berjalan ke arah pintu putih di dalam ruangan itu, lalu masuk, dan Susan hanya menjajakan pandangannya ke seluruh ruangan itu, melihat susunan buku yang begitu banyak tersusun rapi pada satu lemari besar di sisi dinding, selalu berjalan ke arah jendela dan melihat pemandangan kota dari arah luar jendela. Susan tidak bisa berkedip, mulutnya sampai terbuka karena kagum. Tempo hari dia memang sempat datang ke perusahaan Lucky, meskipun tidak sampai masuk. Hanya sampai di depan gerbang utama perusahaan itu, karena Lucky meminta

  • SUSAN... OOH SUSAN   Cara Menenangkan Lucky

    Susan benar-benar merasa tidak tenang sekarang. Antara takut dan panik. Pasalnya tadi jelas Lucky terdengar marah saat dia tidak bisa mengenali suara laki-laki tiang listrik itu. Susan terus saja meremas telapak tangannya yang mendadak berkeringat dingin, dan pak Udin menyadari ketidak nyamanan Su

    last updateHuling Na-update : 2026-03-27
  • SUSAN... OOH SUSAN   Trauma Susan

    Susan baru selesai dari ruang administrasi, menyerahkan berkas fisik sebagai langkah akhir jika dirinya kini resmi menjadi mahasiswi di kampus itu. Tidak hanya itu, Susan juga menerima almamater kampus , dan sekarang Fitri mengajak Susan untuk berkeliling melihat-lihat area kampus seraya memperkena

    last updateHuling Na-update : 2026-03-26
  • SUSAN... OOH SUSAN   Ciuman Yang Lucky Minta

    Benar saja, setelah pintu kamar Lucky kembali tertutup, Lucky dan Susan lantas menikmati sarapan mereka denga sangat tenang.Lebih tepatnya lagi Lucky merasa aneh dengan apa yang dia rasakan sekarang. Bisa-bisanya dia justru menikmati sarapannya dengan curi-curi pandang, akan tetapi Susan sama seka

    last updateHuling Na-update : 2026-03-26
  • SUSAN... OOH SUSAN   Manja

    Setelah Lucky dan Susan meninggalkan meja makan, dua orang asisten rumah tangga juga langsung menyiapkan sarapan untuk Lucky dan Susan, lalu di bawa ke kamar mereka, sesuai permintaan Susan.Wenda masih terdiam tanpa kata , menatap tidak percaya dengan apa yang yang baru saja dia saksikan dengan m

    last updateHuling Na-update : 2026-03-26
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status