Share

Terlalu Intim

last update publish date: 2025-12-30 20:38:57

Kesabaran Susan benar-benar tidak lagi bisa bertahan. Pasalnya dia sudah menghabiskan tiga cart untuk permainan mesin capit itu saja, akan tetapi tak satupun boneka itu berhasil dia capit, padahal anak-anak di box sebelah terlihat begitu mudah melakukan permainan itu.

"Brengseeeek... Sepertinya kau ingin mempermainkan Susan kan!" ujar Susan seraya menendang gerobak mainan itu dan Lucky buru-buru menghentikannya sebelum ada yang melihat mereka.

"Susan. Jangan lakukan itu!" Lucky khawatir, dan ke
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (15)
goodnovel comment avatar
Sri Indah
ehh itu gimana Susan , akankah itu baik ? kalau kepergok gimana , malah tambah runyam dech permasalahannya.
goodnovel comment avatar
ida sari
ya ampun Susan bikin ngakak dah kelakuan nya haha.. ada yg bangun kek nya nih haha
goodnovel comment avatar
Ani Rohayani
ada ada aja ya kelakuan mereka berdua bikin tertawa terus ...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • SUSAN... OOH SUSAN   Rasa Mual Lucky

    Wanita cantik, banyak.Wanita baik, juga banyak.Wanita independen, ada.Wanita karier, juga ada.Semua punya kelemahan dan kelebihan masing-masing.Jika kamu memilih wanita cantik maka kamu harus lebih bekerja keras untuk merawat kecantikannya, termasuk membayar asisten rumah tangga untuk mengurus semua pekerjaan di rumah. Karena katanya cantik butuh modal.Jika kamu memilih wanita independen, kamu harus siap karena sainganmu bukan lagi laki-laki, melainkan ego-nya.Kalau kamu memilih wanita yang biasa saja, tidak bekerja atau tidak berkarir, maka percayalah wanita seperti itu akan sepenuhnya menjaga keluargamu, hanya saja kamu harus menerima kenyataan, dia tidak bisa membantu perekonomian kamu.Semua punya takaran masing-masing, kamu hanya perlu menempatkan dirimu untuk mengimbangi wanita pilihanmu. Namun Lucky tidak memilih kriteria yang bisa dibilang wow. Dia justru memilih seorang Susan yang dari kampung dan butuh banyak bimbingan untuk bisa bersosialisasi dengan keluarganya.P

  • SUSAN... OOH SUSAN   Kurang Kerjaan

    Tiga jam sudah Susan berada di ruang kerja Lucky. Dia duduk santai di sisi jendela dengan kaki yang menjuntai ke arah luar. Benar-benar menikmati pemandangan kota dtsk ketinggian ratusan meter.Tidak ada rasa takut , tidak ada rasa gugup yang dia rasakan ketika harus menunduk ke arah bawah dari ketinggian, saat kebanyakan orang malah akan merasa mual.Susan tidak seperti itu, bahkan nyaris setengah dari buku novel di bacaannya sudah Susan baca, tapi belum ada tanda-tanda Lucky akan kembali ke ruangan itu, dan sekarang perut Susan malah berbunyi. Lapar."Ini Lucky ngapain aja sih di sana. Tadi katanya mau suruh orang anterin makanan... Mana... Susan kan lapar!" Susan medumel sendiri.Susan menghela nafas , serakah mengelus perutnya sendiri. Pagi tadi dia hanya sarapan sedikit, itupun buru-buru. Setelah Lucky malah menggempur nya lagi di dalam mobil, dan energi yang tercipta dari makanan yang sebelumnya Susan makan benar-benar sudah terkuras habis hanya untuk mengimbangi hasrat dan gai

  • SUSAN... OOH SUSAN   Cicilan Ke-dua

    Lift terbuka, Lucky, Susan dan Rudy keluar bersama, dan Rudy berjalan lebih dulu ke ruang kerjanya, karena harus mengambil beberapa file untuk dia serahkan ke Lucky, dan nanti file itulah yang akan mereka persentasikan.Lucky membuka pintu kaca gelap itu, lalu meminta Susan untuk menunggunya."Tunggu aku di sini. Jangan keluyuran kesana-kemari," ucap Lucky. "Meeting mungkin akan berjalan cukup lama, jadi santailah!" sambung Lucky, dan Susan hanya mengangguk.Lucky berjalan ke arah pintu putih di dalam ruangan itu, lalu masuk, dan Susan hanya menjajakan pandangannya ke seluruh ruangan itu, melihat susunan buku yang begitu banyak tersusun rapi pada satu lemari besar di sisi dinding, selalu berjalan ke arah jendela dan melihat pemandangan kota dari arah luar jendela. Susan tidak bisa berkedip, mulutnya sampai terbuka karena kagum. Tempo hari dia memang sempat datang ke perusahaan Lucky, meskipun tidak sampai masuk. Hanya sampai di depan gerbang utama perusahaan itu, karena Lucky meminta

  • SUSAN... OOH SUSAN   Susan Yang Sama

    Tidak ada kata atau kalimat yang lepas dari bibir pak Mus. Dia juga tidak bertanya apa-apa. Namun dari arah kaca di atas dasboard, Pak Mus bisa melihat sedikit bagaimana kacaunya penampilan kedua orang di kursi penumpang, bahkan noda merah di pipi Lucky pun terlihat dari arah kaca itu."Hemm. Kopinya sudah dingin tuan. Jadi saya nikmati minum aja, dari pada hambar!" ucap pak Mus , tapi Lucky tidak begitu menanggapi. Dia hanya terus merapikan dasi dan kemejanya. Juga merapikan celana dan ikat pinggangnya, sementara Susan hanya berdasar lemah di sebelahnya."Apa perlu saya beli lagi kopi untuk Aden?!" tanya pak Mus lagi."Tidak perlu Pak. Aku sudah tidak membutuhkan kopi lagi. Kepalaku sudah agak mendingan!" jawab Lucky dan pak Mus langsung mengangguk.Dari arah kaca di atas dashboard itu Pak Mus juga melihat ketika Lucky merapikan kerah kemeja Susan, lalu menutup tubuh bagian bawah susah menggunakan jasnya. Sementara dia buru-buru memasukkan ujung kemejanya ke dalam lingkar celana bah

  • SUSAN... OOH SUSAN   Baru Selesai

    "Aah... Lucky... Susan...ehm...!"Nafas Susan seperti tercekal di tenggorokannya, tapi bukannya berhenti, Lucky semakin menekan tubuh Susan untuk semakin bergerak.Entah sudah berapa kali Susan bergerak turun naik, hingga lutut dan pinggulnya mulai terasa kebas, dan keram, hingga Susan seperti tidak lagi mampu untuk bergerak.Lucky juga tidak bisa di ajak berkompromi. Meskipun sebelumnya Lucky mengatakan tidak akan lama nyatanya mereka sudah melakukan itu dengan beberapa pose, akan tetapi Lucky masih juga belum menemukan titik klimaks padahal pinggang dan bahu susah sudah mulai kewalahan untuk sekedar menahan dorongan tubuh lihat Lucky."Ooh... Oh... Lucky... Ayo... Susan capek!" keluh Susan saat Lucky tidak kunjung mendapatkan klimaksnya akan tetapi rugi justru menggeleng.Bukannya tidak ingin buru-buru menyelesaikan kesenangannya hanya saja dia benar-benar ingin menikmati setiap hentakan tubuhnya juga setiap balasan dari gerakan Susan yang terasa makin penuh mengendalikan otaknya.

  • SUSAN... OOH SUSAN   Belum Selesai

    Pak Mus masih duduk di sisi trotoar, dengan cap kopi dan beberapa roti di sampingnya. Bukan untuk menikmati kopi pagi dan seperintilan lainnya, tapi karena majikannya sedang melakukan sesuatu yang pak Mus tidak berani pikirkan. Takut salah , meskipun sebenarnya dia yakin dengan sangat yakin jika itulah yang sedang terjadi.Tidak ada siapapun yang menghampiri Pak Mus atau sekedar menyapa Pak Mus ketika mendapati Pak Mus sedang duduk seperti orang linglung, tidak untuk penjaga keamanan tempat itu, tidak juga untuk petugas lalu lintas yang biasanya berjaga di seputaran tempat itu. Tidak seperti sebelumnya ketika Lucky justru kena tilang hanya perkara parkir di pinggir jalan, kali ini sepertinya alam dan jagat raya seolah mendukung apa yang sedang pasangan suami istri itu lakukan di dalam mobil. Dalam hati Pak Mus sempat berpikir, Lucky seperti orang yang kurasanya terganggu. Dia punya banyak uang, punya banyak akses, berpendidikan dan paham bagaimana seharusnya dia bertindak, akan teta

  • SUSAN... OOH SUSAN   Libido Bercinta

    "Aku lupa Susan. Maksudku, aku lupa menyimpannya di rumah. Kemarin aku habis pake untuk buat kartu keluarga baru, dan lupa menyimpannya kembali di rumah, jadinya ikut kebawa sampai sekarang!" jawab Lucky benar-benar tidak terduga. "Buat kartu keluarga...? Untuk apa...?!" seru Susan."Ya... itu san

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • SUSAN... OOH SUSAN   Pemantik Hasrat

    Susan dan Lucky itu ibarat api dan pemantiknya. Yang satu ceroboh dan yang satu agresif. Saat Susan melakukan kecerobohan kecil, Lucky justru mengelolanya menjadi sesuatu yang bisa memantik api hasrat dalam dirinya. Dia benar-benar tidak ingin buru-buru meredam gejolak api yang perlahan membakar d

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • SUSAN... OOH SUSAN   Gairah Yang Tidak Terduga

    Kadang kala kita tidak tahu kapan rasa itu tiba-tiba melebur, menjelma menjadi lebih indah, dan lebih lembut, karena kadang alam bawa sadar kita tidak menyadari, jika kita sudah hanyut dalam buaian kalbu itu, dan hal yang sama juga sedang Lucky dan Susan rasakan."Menggempur...? Menggempur itu bag

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • SUSAN... OOH SUSAN   Menelanjangi

    Susan yang sedang panik tidak bisa berpikir aneh-aneh saat ini, dan iya... Pikirnya dia harus membuat petugas ke keamanan tadi berpikir jika mereka tidak ada di dalam sana, sementara Lucky, Lucky seperti menahan nafasnya sendiri agar tidak berhembus karena bisa jadi suara helaan nafasnya akan terde

    last updateLast Updated : 2026-04-01
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status