Share

Mari Bercinta

Penulis: Danny Fabiano
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-09 23:06:57

~~~Jika kamu tersenyum hanya karena mengingat namanya, maka itu artinya kamu mencintainya. Namun jika kamu menangis ketika mengingat namanya, artinya dia mencintaimu.

Bukan namanya yang menciptakan senyum di kedua sudut bibirmu, tapi segala yang baik dan menyangkut dirinya lah yang menarik kedua sudut bibir itu. Dan bukan namanya yang membuat air di netramu jatuh, akan tetapi kamu menyadari bagaimana perjuangan juga pengorbanannya terhadapmu.~~~

Lucky lebih dulu menutup bagian paha dan lutut S
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (14)
goodnovel comment avatar
Sri Indah
Susan dapet hp dan boneka baru langsung bahagia dan bersenandung . Turut bahagia untukmu San
goodnovel comment avatar
ida sari
wih senang banget dia mandi Sambil nyanyi gitu ,,lah ada apa dengan lucky? jgn bilang dia kecebur lagi
goodnovel comment avatar
Lola Mareza Lakoca
segitu bahagianya Susan ya dapat hp dan boneka baru.
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • SUSAN... OOH SUSAN   Sesi Pertama

    "Susan dengarkan aku. Dua kali itu sudah sesuai dengan kebutuhan, kalo tujuh kali sih lebih ke nafsuan!" jelas Lucky dengan cara sederhana, tapi detik berikutnya Susan justru hanya mencerbikkan bibirnya."Tapi di novel yang aku baca, gak ada tu bilang kalo melakukan tujuh kali ini nafsuan. Yang ada malah...!""Stop membaca sesuatu yang tidak penting , Susan. Itu bisa mencemari pikiran kamu. Akan lebih baik jika kamu fokus saja dengan mata kuliah kamu, dengan desain-desain kamu, jangan malah membaca novel aneh-aneh kek gitu!" potong Lucky sebelum Susan benar-benar menyelesaikan kalimatnya. Lucky lantas merapikan rambut sebahu Susan, juga merapikan poni tebal di keningnya, poni yang justru membuat Susan terlihat seperti bocah SD, tapi juga sangat menggemaskan, sementara Susan sendiri justru terus mengedipkan matanya dengan gerak cepat , takut ujung rambutnya masuk ke mata, padahal poni itu hanya sebatas alisnya."Eeeh gak bisa gitu Lucky. Baca novel itu seru lho... Bisa bikin senyum-se

  • SUSAN... OOH SUSAN   Menyenangkan Lucky

    "Semoga pak supir bisa ngebut, dan Susan gak terlambat. Semoga mobil pak dosen mogok, jadi dia datang terlambat, dan Susan gak jadi telat. Amen!" Susan melirihkan doa yang agak aneh, dan Lucky mendengarnya , tapi dia tidak menegur Susan , justru Lucky menggelengkan kepala , heran dengan doa yang baru saja Susan ucapkan."Kalo sampai Susan benar-benar terlambat... Susan akan buat perhitungan dengan , kamu, Lucky. Si tiang listrik mesum!" ucapnya lagi dan mendadak Lucky tersedak dengan kopinya.Baru saja dia merasa plong dengan hangatnya kopi paginya, tiba-tiba dia mendengar doa Susan yang kembali mengatainya mesum.Lucky langsung menoleh ke arah Susan, tapi saat itu Susan justru menghela nafas setelah mengakhiri doanya, dan dengan gerakan cepat Susan justru berbalik ke arah Lucky , seolah dia tidak pernah mengumpati Lucky dengan kalimat mesum."Lucky... Apa kau punya uang...? Tolong pinjamkan Susan dua ratus saja. Ada yang harus Susan poto kopi nanti. Boleh ya Ky...?!" ucap Susan tib

  • SUSAN... OOH SUSAN   Bocil

    Satu bulan berlalu. Semakin kesini, hubungan Susan dan Lucky semakin hari semakin menunjukkan sisi positif.Tidak ada lagi kecanggungan yang Susan rasakan , yang ada hanya rasa semakin dekat dan semakin mengenal satu sama lain. Bahkan dua Minggu yang lalu , Wenda kembali mengajaknya pergi ke salon langganannya , guna melakukan perawatan tubuh, mulai dari ujung kaki hingga ke ujung rambut, mulai dari meni pedi sampai lulur dan treatment khusus wajah. Wenda benar-benar mengubah Susan sepenuhnya, memanjakannya seperti putrinya sendiri , dan di rumah itu Susan kembali merasakan pigur seorang ibu yang sudah lama dia rindukan, bahkan merasakan lebih.Pagi itu, Susan buru-buru keluar dan turun dari lantai tiga dimana kamarnya berada, dan langsung duduk anteng di meja makan, sementara Lucky masih berada di ruang kerjanya, tapi sudah siap dengan setelan berangkat ke kantor.Susan langsung mengambil piring sarapannya, dan buru-buru menyelesaikan sarapannya. Wenda menatap sikap Susan yang buru-

  • SUSAN... OOH SUSAN   Tegangan Tinggi

    Setelah drama kejar-kejaran dan bersembunyi ala Angelina Jolie pas main Film, akhirnya sore menjelang malam itu Susan benar-benar sampai di rumah dan berhasil membersihkan diri, mandi dan bersiap berganti pakaian, meskipun sebelum semua itu benar-benar terjadi, Susan harus kembali menahan nafas karena hasrat Lucky yang tiba-tiba ingin di tenangkan. Susan seperti tidak punya kalimat untuk menolak ajakan bercinta Lucky, terlebih lagi Lucky selalu menggunakan kalimat hak dan kewajiban untuk Susan, dan tentu saja Susan yang tidak ingin ayahnya kecewa berusaha untuk menjadi seorang istri yang baik, meskipun sebenarnya jika boleh menolak, Susan tidak sanggup menampung tubuh Lucky yang besar dan panjang, meskipun beberapa kali Lucky bahkan bibi Marni mengatakan semua hanya butuh proses, jika Susan sudah terbiasa dengan tubuh Lucky, maka cepat atau lambat rasa sakit itu tidak akan lagi terasa. Susan duduk di depan meja riasnya, dengan handuk kimono yang membungkus tubuh mini nya. Rambut ba

  • SUSAN... OOH SUSAN   Basah Yang Nikmat

    Setelah Susan dan Lucky menghilang dari pandangannya, Wenda dan Matteo sama-sama saling menatap satu sama lain. Ada tanya yang tersirat dari sorot mata mereka masing-masing, akan tetapi mereka seperti enggan mengemukakan apa itu , dan justru larut dalam pikiran mereka masing-masing. Matteo merasa putranya perlahan berubah, berubah menjadi lebih manis, lebih hangat lebih lugas ketika berucap, tidak seperti ketika dia belum menikah kemarin, setiap kali Matteo mengajak putranya untuk membicarakan perihal wanita, Lucky selalu saja menghindar , bahkan tidak sekalipun Lucky pernah menyebut Susan di hadapan mereka, dan wajar jika di awal kedatangan Susan, mereka sempat tidak percaya jika Lucky dan Susan benar-benar menikah seperti yang Lucky jelaskan, bahkan mereka tidak percaya ketika Lucky menunjukkan buku nikah mereka dengan logo burung garuda dan berstempel emas di balik sampulnya."Papa liat itu... Ooh apa dia benar-benar Lucky, putra kita...? Kenapa Mama justru merasa melihat orang la

  • SUSAN... OOH SUSAN   Basah Bersama

    Tidak ada kata yang terucap dari bibir keduanya, akan tetapi isyarat yang Lucky tunjukkan seperti sudah diketahui oleh Susan. Susan tidak siap jika harus ditenggelami Lucky saat ini, akan tetapi pernyataan Lucky sebelumnya juga seperti sarkasme bagi Susan bahwasanya sekarang dia adalah milik Lucky, istri Lucky, dan dia memang harus siap kapanpun Lucky menginginkannya, terlebih lagi Susan sudah mendapatkan manfaat yang sangat banyak dari Lucky. Tidak hanya uang dan segala kebutuhan Susan secara finansial, akan tetapi Susan juga mendapatkan harkat dan martabat sebagai seorang istri yang memang dihormati, meskipun sampai detik ini tidak banyak yang tahu jika Susan adalah istri sah seorang Lucky Diego Matteo, bahkan tidak sedikit orang justru menganggap Susan adalah adik perempuan Lucky dari ibu yang berbeda. Terdengar sangat tidak masuk akal, akan tetapi perbedaan usia dan gestur tubuh lah yang menggiring persepsi orang bahwasanya mereka adalah saudara, bukan suami istri. Namun lebih d

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status